Share

Chapter 93

Penulis: SereiaAlvenna_
last update Tanggal publikasi: 2026-07-21 21:20:24

Maverick seperti bukan Maverick yang mereka kenal. Baik Edric maupun Anastasia sama-sama sadar jika Maverick jauh lebih diam setelah kepergian Rosélia.

Meski mereka tak berisik, tapi mereka tahu sebesar apa luka Maverick. Mereka tahu jika pria itu sempat jatuh sakit, ada di fase keterpurukan yang tidak terhindarkan, bahkan mereka juga tahu jika putranya itu akan datang ke makam Rosélia setiap hari dengan bunga lili.

Hanya saja, mereka diam. Mereka memperhatikan Maverick dari jauh, dan meminta
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci
Komen (1)
goodnovel comment avatar
Kris yoyo
smoga roselia dan anak nya masih hidup, dan smoga jantung yg ada sama valeri bukan jantung roselia, gak ada ikatan batin roselia dan valeria setelah operaasi jantung kan aneh
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terbaru

  • Ranjang Panas Pengantin Pengganti   Chapter 97

    Minggu-minggu pertama Valerie berada di tempat baru, dia sering kali menangis. Selain karena merasa sepi, tidak ada yang dia kenal, tak jarang pasien lain di sana mengganggunya dengan celotehan-celotehan yang sama sekali tak Valerie mengerti."Pergi! Pergi!" Hanya satu kata itu yang bisa keluar dari ranum Valerie saat banyak yang mengganggunya. Sebelum petugas berdatangan, Valerie hanya bisa menangis di pojok ruangan sambil memeluk dirinya sendiri.Jika pikirannya sedang sedikit senggang, gadis itu akan keluar untuk merenung di sebuah bangku taman. Namun, kehadiran sosok Rosélia sering kali mengganggu ketenangannya hingga akhirnya gadis itu berubah berteriak histeris dan berakhir harus diberikan obat penenang oleh petugas.Selama sekitar sepuluh bulan lamanya Valerie harus menghabiskan waktu di tempat yang baginya sudah bagai neraka itu.Namun ketika gadis itu bisa keluar dari sana, dia sedikit bersyukur, dia bisa sedikit tenang dan banyak merenung tentang perbuatannya di masa lalu.

  • Ranjang Panas Pengantin Pengganti   Chapter 96

    Valerie benar-benar kehilangan akal sehatnya. Meski Viviane dan Evander sudah melarang dan berusaha berbicara dengan gadis itu, nyatanya Valerie masih terus merancau tidak jelas, terus memukuli kepalanya dan sesekali menjambak rambutnya hingga beberapa helai rambut tercabut begitu saja."Valerie, Ibu bilang sudah!" Bahkan Viviane sudah kehilangan kelembutannya. Wanita itu benar-benar berusaha membuat Valerie sadar."Sayang, kita harus bagaimana?" Viviane yang sudah kebingungan akhirnya bertanya pada Evander yang sama paniknya hanya saja tidak begitu diperlihatkan."Aku sudah meminta Dokter Lucky datang. Setidaknya mungkin dia bisa membuat Valerie tenang untuk beberapa saat," jawab suaminya.Cukup lama mereka menunggu Dokter Lucky dan masih berusaha menahan tangan Valerie agar tak menyakiti dirinya sendiri.Hingga akhirnya Dokter Lucky datang lengkap dengan peralatan yang dia perlukan."Permisi, Tuan," ucapnya meminta agar kedua orang tua Valerie itu memberikan jarak untuknya memeriksa

  • Ranjang Panas Pengantin Pengganti   Chapter 95

    Valerie berjalan dalam gelapnya malam, setelah menelepon sopirnya, dia menunggu di sebuah halte bus di sekitar sana. Setiap dia berpapasan atau bertemu dengan orang-orang, gendang telinganya tak luput dari bisikan-bisikan menyakitkan orang-orang itu."Memuakkan, punya kekasih masih bermain nakal dengan pria lain.""Aku juga dengar jika sikapnya kepada Nona Rosélia sangat buruk. Dia pemfitnah paling kejam.""Sia-sia Nona Rosélia rela memberikan jantungnya untuk orang seperti ini?" Begitulah desas-desus yang bisa Valerie dengar. Gadis itu sudah sekuat mungkin menahan amarahnya, namun begitu nama Rosélia disebut dan dihubungkan dengan jantungnya, dia menjadi tidak terkendali."Apa katamu tadi?! Orang seperti apa yang kamu maksud?! Rosélia sendiri yang memberikan jantungnya padaku, bukan salahku jika dia mati sekarang!" Valerie menyerang seorang gadis yang berbicara tentang jantungnya tadi. Dia mengangkat kerah baju gadis itu."Dasar orang gila! Lepaskan tangan kotormu itu dariku!" Tak

  • Ranjang Panas Pengantin Pengganti   Chapter 94

    Semua seolah kembali pada jalannya masing-masing. Satu tahun lalu, tepat setelah Maverick memutuskan hubungannya dengan Valerie, berita-berita miring tentang Valerie mulai bermunculan.Bahkan setelah semesta memisahkan gadis itu dengan Maverick, sang pujaan hati, seolah tak puas, media mulai membicarakan rekaman CCTV yang memperlihatkan Valerie memasuki hotel dengan putra dari Rektor di kampusnya."Lihat perbuatanmu! Jika sudah seperti ini apa yang akan kita lakukan?!" Untuk kali pertama dalam hidupnya Valerie merasakan bentakan dari Evander. Rahang pria yang berstatus sebagai Ayahnya itu mengeras dengan tatapan nyalang pada sang putri yang sudah bersimpuh memohon ampun padanya."Kamu tahu, bahkan Rumah Sakit mengalami kerugian besar setelah orang-orang kehilangan kepercayaan pada kita! Jika terus seperti ini kita benar-benar akan habis, Valerie!" Evander memberikan jeda pada ucapannya sekadar untuk menghirup napas panjang. "Jika dalam keadaan seperti ini, Rosélia berpikir dan bertind

  • Ranjang Panas Pengantin Pengganti   Chapter 93

    Maverick seperti bukan Maverick yang mereka kenal. Baik Edric maupun Anastasia sama-sama sadar jika Maverick jauh lebih diam setelah kepergian Rosélia. Meski mereka tak berisik, tapi mereka tahu sebesar apa luka Maverick. Mereka tahu jika pria itu sempat jatuh sakit, ada di fase keterpurukan yang tidak terhindarkan, bahkan mereka juga tahu jika putranya itu akan datang ke makam Rosélia setiap hari dengan bunga lili.Hanya saja, mereka diam. Mereka memperhatikan Maverick dari jauh, dan meminta Mbok Rumi yang mengurus putranya itu.Bukan tak ingin turun tangan, hanya saja mereka tahu Maverick tidak akan menjadi dirinya sendiri jika kedua orang tuanya ada di sekitarnya.Maka, ketika hari ini Maverick datang, hati Anastasia merasa begitu penuh, menghangat begitu saja. Edric tak berbeda jauh, meski didikannya pada sang putra begitu keras, dia tetaplah seorang Ayah. Tetap peduli, menyayangi dan mengasihi putranya.“Mave, Ibu dengar hubunganmu dengan Valerie sudah berakhir?” Maverick tak p

  • Ranjang Panas Pengantin Pengganti   Chapter 92

    Maverick pikir dia sudah tak memiliki siapapun lagi. Maverick pikir Ayahnya sudah membuangnya setelah dia memutuskan untuk melepaskan Ashbourne Holdings dan memilih hidup bebas.Namun sepertinya, dugaannya salah. Terbukti, ketika Maverick sedang fokus pada kanvas di hadapannya, benda pipih persegi panjang itu bergetar di saku celananya.Maverick menyisihkan palet di tangannya terlebi dulu sebelum kemudian merogoh saku untuk mengambil benda yang enggan diam itu.Pria itu menghela napasnya dan bergeming untuk sesaat setelah netranya menangkap siapa orang di seberang sana yang tengah menghubunginya. Meski begitu, akhirnya Maverick memutuskan untuk mengangkat panggilan itu."Ya, Ayah?" jawabnya begitu panggilan mereka terhubung satu sama lain.Bisa Maverick dengar, di seberang sana Edric juga melakukan hal yang sama, menghela napas berat sebelum kemudian mengutarakan maksudnya."Kembali ke perusahaan, Mave," ujar Edric. Tanpa basa-basi, tanpa menanyakan kabar dan tanpa keraguan.Maverick

  • Ranjang Panas Pengantin Pengganti   Chapter 02

    Suara musik bernuansa sakral mulai menggema di ruangan yang begitu luas dan ramai oleh tamu undangan. Namun, hal itu tidak membuat ke-khidmatan acara berkurang. Di atas altar, Maverick belum tahu apa-apa. Dia tidak tahu jika hari ini bukan sang belahan jiwa yang akan dia nikahi, dia tidak tahu jik

  • Ranjang Panas Pengantin Pengganti   Chapter 07

    Satu minggu berlalu bagi Rosélia terasa sangat lama. Pameran usai dan semua berjalan dengan lancar, bisa dikatakan sukses. Selama satu minggu itu, Rosélia beberapa kali menyempatkan waktu untuk menengok Valerie. Adiknya itu tak kunjung membuka mata, dia masih betah dalam tidurnya. Sama seperti har

  • Ranjang Panas Pengantin Pengganti   Chapter 03

    Venue yang Rosélia dekor selama kurang lebih satu bulan lamanya ditambah dengan berbagai drama menjelang hari-H, nyatanya hanya dipakai untuk beberapa jam saja. Kini, ruangan megah nan mewah itu sudah mulai kembali sepi. Para tamu undangan, kolega bisnis, petinggi perusahaan dan juga para pimpinan

  • Ranjang Panas Pengantin Pengganti   Chapter 01

    Gaun ivory yang sedikit menjuntai di bagian belakang, belahan di bagian paha kiri hingga bawah membuat kaki jenjang sang pemilik terpampang indah. Putih, mulus tanpa cela sedikitpun. Rosélia datang, membelah keramaian para tamu yang sebagian sudah datang. Setiap langkahnya, dia mendengar orang-or

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status