Compartilhar

Bab 190

Autor: D.N.A
last update Data de publicação: 2026-07-13 21:53:50

Setibanya di kamar hotel, Sambara menurunkan tubuh Agnira dengan hati-hati ke atas ranjang. Sorot matanya dipenuhi kecemasan, tak mampu menyembunyikan kekhawatiran yang sejak tadi menggelayuti benaknya.

"Pak, air putihnya," ucap Kenan seraya menyodorkan sebotol air mineral dari belakang.

Sambara segera mengambil botol itu, lalu membukanya dengan tergesa. Ia menopang bahu Agnira dengan satu tangan, sementara tangan lainnya menyodorkan botol tersebut ke bibir sang istri.

"Minum pelan-pelan," ujar
Continue a ler este livro gratuitamente
Escaneie o código para baixar o App
Capítulo bloqueado
Comentários (2)
goodnovel comment avatar
D.N.A
nggak akan seru kalau diem ajh Ka
goodnovel comment avatar
Clover
Agnira lagi hamil tp emang cari mati
VER TODOS OS COMENTÁRIOS

Último capítulo

  • Ranjang Panas Suamiku   Bab 199

    Duka mendalam masih menyelimuti kediaman Lakeswara. Suasana rumah yang biasanya tenang kini terasa jauh lebih sunyi.Para pelayat mulai berkurang, tetapi aroma bunga belasungkawa masih memenuhi ruang tamu. Kain-kain hitam masih tergantung di beberapa sudut rumah sebagai tanda berkabung.Di tengah suasana itu, bunyi bel pintu terdengar memecah keheningan. Salah satu pelayan yang sedang merapikan meja tamu segera melangkah menuju pintu utama. Begitu daun pintu terbuka, pelayan wanita itu sedikit terkejut.Di hadapannya berdiri keluarga Maheswara. Aurelie mengenakan gaun hitam sederhana. Di belakangnya, Surya Maheswara dan sang istri berdiri dengan wajah penuh penyesalan. Tak jauh dari mereka, dua orang sopir menurunkan beberapa koper besar dan bingkisan dari bagasi mobil.Pelayan itu mengernyit bingung. "Silakan masuk, Pak ... Bu."Tak lama kemudian, mereka dipersilakan menuju ruang tamu. Beberapa pekerja rumah saling berpandangan ketika melihat koper-koper itu ikut dibawa masuk."Apa

  • Ranjang Panas Suamiku   Bab 198

    Langit menggelap di kediaman Lakeswara. Beberapa orang terlihat hilir mudik dengan pakaian hitam yang membungkus tubuh mereka, tidak ada canda tawa, tidak ada suara kencang atau teriakan. Semua orang terlihat termenung dengan pikirannya masing-masing.Agnira terdiam menatap jendela kamar yang terbuka lebar, udara dingin masuk begitu saja, namun tidak membuat wanita itu beranjak dari tempatnya. Tatapannya kosong, angannya melayang. Seolah semua terampas begitu saja dari hidupnya, sisi hatinya kosong terbawa Kenan yang sudah ia anggap sebagai adiknya sendiri."Bu ..."Kepala Agnira menoleh cepat. Matanya bergerak liar saat satu suara berhasil ia tangkap. Sayangnya, di ruangan ini hanya ada dia seorang, air mata Agnira kembali jatuh, wanita itu menangis tergugu berteman sepi yang kembali menggerogoti jiwanya. Dia menyalahkan dirinya sendiri, sama seperti dulu."Kenan," bisik Agnira tanpa suara.Pintu kamar di ketuk pelan, Agnira dengan langkah pelan berjalan dan membuka pintu. Dia menata

  • Ranjang Panas Suamiku   Bab 197

    Dada Agnira bergemuruh hebat saat mendengar penjelasan petugas pemadam. Seolah ada sesuatu yang menghantam dadanya begitu keras hingga membuat napasnya tercekat."Tidak," bisiknya lirih sambil menggeleng pelan. "Tidak mungkin."Air mata kembali mengalir tanpa mampu ia bendung. Tatapannya kosong menembus kepulan asap yang masih membumbung dari mulut terowongan.Beberapa saat yang lalu Kenan masih berdiri di hadapannya. Masih melindunginya tanpa ragu, bahkan rela mempertaruhkan nyawanya demi dirinya dan bayi yang sedang ia kandung. Namun kini, pria itu disebut telah menjadi korban."Kenan tidak mungkin meninggalkanku seperti ini," gumam Agnira dengan suara bergetar. "Dia sudah berjanji akan terus berada di sisiku." Tangannya mengepal erat hingga buku-buku jarinya memutih. Hatinya menolak mempercayai kenyataan yang baru saja ia dengar, Kenan tidak boleh meninggalkan dirinya. Kepala Agnira menggeleng kencang, air mata kembali turun dari mata indahnya."Dia masih hidup." Agnira menatap Sa

  • Ranjang Panas Suamiku   Bab 196

    Suara letusan yang memekakkan telinga menggema di sepanjang terowongan, membuat langkah Agnira seketika terhenti. Tubuhnya menegang, sementara jantungnya berdegup semakin kencang. Dengan napas yang mulai memburu, ia perlahan membalikkan badan ke arah asal suara itu.Tubuhnya mendadak lemas saat kobaran api menyembur keluar dari sela-sela bebatuan yang menutup mulut terowongan. Dadanya bergemuruh dihantam berbagai kemungkinan buruk yang menimpa Kenan di dalam sana."Kenan!" teriak Agnira memecah kesunyian malam.Kedua lututnya kehilangan tenaga. Tubuhnya luruh di atas tanah yang basah, sementara hujan mulai turun membasahi wajah dan pakaiannya. Butiran air bercampur dengan air mata yang tak mampu lagi ia bendung.Di kejauhan, suara sirene mobil pemadam kebakaran dan ambulans saling bersahutan. Kilatan lampu merah dan biru menembus derasnya hujan, memantul di antara pepohonan dan dinding hotel yang mulai dilalap api."Asapnya semakin tebal! Tambah selang di sisi timur!" teriak salah seo

  • Ranjang Panas Suamiku   Bab 195

    Suara runtuhan menggema semakin dekat. Dinding terowongan bergetar hebat, membuat debu beterbangan dan memenuhi udara sempit itu.Leonard mempercepat langkahnya sambil menggendong Agnira. Meski satu pundaknya masih mengucurkan darah akibat luka tembak, kecepatannya sama sekali tidak berkurang."Kenan, jangan berhenti!" bentak pria itu menyadarkan Kenan.Kenan berlari di belakang mereka sambil sesekali menoleh. Kobaran api yang menyusup ke dalam terowongan terus memburu, disusul reruntuhan yang menghancurkan jalur yang baru saja mereka lewati.Brak!Sebuah batu sebesar kepala manusia jatuh tepat di hadapan Kenan. Pria itu melompat menghindar, lalu kembali mengejar Leonard."Seberapa jauh lagi?" teriak Kenan dari belakang."Tidak jauh!" jawab Leonard dengan suara kencang.Namun, baru beberapa langkah mereka berlari, lorong kembali berguncang. Sebuah ledakan kedua terdengar dari arah hotel. Kali ini jauh lebih keras. Gelombang kejutnya merambat hingga ke dalam terowongan, membuat langit-

  • Ranjang Panas Suamiku   Bab 194

    Kepulan asap mulai masuk dari celah pintu ruang arsip. Asap hitam itu merayap perlahan di sepanjang lantai sebelum semakin lama semakin memenuhi ruangan. Aroma hangus langsung menusuk indra penciuman.Kenan mengernyit. Napasnya menjadi lebih berat, ia segera mendekat ke arah Agnira."Bu, Anda baik-baik saja?" tanya Kenan memastikan.Agnira hanya mengangguk pelan. Dia terbatuk ringan saat aroma pekat menusuk hidungnya. Sedangkan Leonard menghentikan langkahnya. Sorot mata birunya beralih ke arah pintu yang mulai diselimuti asap pekat. Ia tidak menyangka bahwa rencananya berjalan secepat ini, pandangan beralih pada Agnira dan Kenan. "Padahal saya belum puas bermain," bisik Leonard pelan, "apa dia bodoh. Membakar tempat ini di saat saya masih berada di dalamnya." Alarm kebakaran menggema nyaring ke seluruh penjuru hotel. Suara itu bersahut-sahutan dengan dentuman guntur di luar, membuat suasana semakin mencekam.Agnira menoleh ke segala arah. Jantungnya berdegup semakin cepat ketika m

  • Ranjang Panas Suamiku   Bab 04

    Malam merambat perlahan, membawa keheningan lembut yang terasa tidak nyaman. Di balik pintu kamar, Agnira terdiam menatap dirinya sendiri di depan cermin besar. "Ayo, Agnira ... ini tidak akan lama," bisik Agnira, pelan, nyaris tidak terdengar.Kaki jenjang yang terbalut sandal bulu itu bergerak

  • Ranjang Panas Suamiku   Bab 03

    Keesokan paginya. Ruang makan yang selalu di isi keheningan mendadak terasa lebih berat dari sebelumnya. Agnira terus menerus melirik kecil pada Sambara yang berjarak cukup jauh dengannya, sudah biasa dan memang itu aturan awalnya.Wangi aroma masakan menguar. Namun di antara mereka belum ada yang

  • Ranjang Panas Suamiku   Bab 02

    Agnira terdiam, memproses segalanya dengan cepat. Ia kembali melirik Sambara, lalu berdiri perlahan dari duduknya."Hanya tiga puluh hari, 'kan?" tanya Agnira, singkat.Sambara yang sudah kembali duduk santai hanya mengangguk. "Iya.""Baiklah. Jika itu maumu, akan aku lakukan," putus Agnira tanpa

  • Ranjang Panas Suamiku   Bab 01

    "Batas waktu kita berakhir lusa. Saya sudah menyiapkan dokumen perceraian,"Agnira menatapnya sekali di tengah memotong daging saat pria itu meraih gelas air. Tarikan napas berat terdengar, membuat suasana ruang makan yang sunyi terasa semakin menekan. "Taruh saja di atas meja kerja. Nanti saya b

Mais capítulos
Explore e leia bons romances gratuitamente
Acesso gratuito a um vasto número de bons romances no app GoodNovel. Baixe os livros que você gosta e leia em qualquer lugar e a qualquer hora.
Leia livros gratuitamente no app
ESCANEIE O CÓDIGO PARA LER NO APP
DMCA.com Protection Status