Compartir

Bab 257

Autor: D.N.A
last update Fecha de publicación: 2026-08-12 21:24:07

Malam semakin larut ketika suara deru mesin mobil membelah kesunyian. Sebuah mobil hitam melaju meninggalkan kediaman Lakeswara. menyusuri jalanan yang semakin sepi.

Lampu-lampu kota perlahan menghilang, berganti dengan pepohonan tinggi yang berdiri rapat di sepanjang jalan. Sambara duduk di kursi belakang dengan tatapan lurus ke depan.

Wajahnya tenang. Namun jemarinya sesekali mengetuk pelan pahanya, sebuah kebiasaan kecil yang hanya muncul ketika pikirannya sedang dipenuhi sesuatu yang mengg
Continúa leyendo este libro gratis
Escanea el código para descargar la App
Capítulo bloqueado

Último capítulo

  • Ranjang Panas Suamiku   Bab 257

    Malam semakin larut ketika suara deru mesin mobil membelah kesunyian. Sebuah mobil hitam melaju meninggalkan kediaman Lakeswara. menyusuri jalanan yang semakin sepi. Lampu-lampu kota perlahan menghilang, berganti dengan pepohonan tinggi yang berdiri rapat di sepanjang jalan. Sambara duduk di kursi belakang dengan tatapan lurus ke depan.Wajahnya tenang. Namun jemarinya sesekali mengetuk pelan pahanya, sebuah kebiasaan kecil yang hanya muncul ketika pikirannya sedang dipenuhi sesuatu yang mengganggu.Arman. Nama itu kembali berputar di kepalanya. Selama ini Sambara mengira semua kejadian yang menimpanya memiliki hubungan dengan Leonard. Namun semakin banyak informasi yang ia dapatkan, semakin jelas bahwa ada seseorang yang bekerja dari balik layar.Seseorang yang bahkan mampu memengaruhi orang-orang di sekelilingnya tanpa menunjukkan wajah. Dan kini gudang tua itu kembali muncul dalam semua kekacauan tersebut. Arman. Pria itu tidak bisa Sambara anggap remeh.Sambara mengangkat ponseln

  • Ranjang Panas Suamiku   Bab 256

    Di waktu yang sama, rintihan lirih terdengar dari dalam gudang tua di pinggir hutan. Aurelie terus menangis menahan rasa sakit yang menjalar dari jari tengahnya. Tangannya bergetar hebat, sementara wajahnya basah oleh air mata.Ia menatap perban yang membungkus jarinya dengan tatapan penuh kebencian. "Brengsek." Suara itu keluar nyaris seperti bisikan. Aurelie menggigit bibir, berusaha menahan isakannya. Namun rasa sakit yang masih berdenyut membuat air matanya kembali jatuh."Arsen.". Nama itu keluar dari bibirnya dengan penuh kebencian.Pria itu benar-benar gila. Hanya karena dirinya kalah taruhan, Arsen tega memberikan hukuman seperti itu. Aurelie menarik napas panjang, kemudian bersandar pada dinding kayu di belakangnya. Tatapannya menyapu ruangan yang remang-remang.Gudang tua itu begitu sunyi. Hanya suara angin yang sesekali menerobos celah dinding dan suara tetesan air dari atap yang terdengar. Tidak ada seorang pun di sana, atau setidaknya, begitulah yang Aurelie pikirkan.Ti

  • Ranjang Panas Suamiku   Bab 255

    Arsen melemparkan sesuatu begitu saja ke atas meja. Kini mereka bertiga berada di ruang kerja Sambara, tanpa kehadiran siapa pun dari luar. Suasana yang sebelumnya dipenuhi candaan mendadak berubah jauh lebih serius.Alis Sambara mengernyit ketika pandangannya jatuh pada benda menjijikkan yang tergeletak di atas meja kerjanya. Ia menarik napas dalam-dalam. Tatapannya kemudian berpindah dari benda tersebut kepada Arsen, lalu kepada Leonard. Bibirnya tetap terkatup, tetapi sorot matanya sudah cukup jelas menyampaikan satu pertanyaan.Arsen terkekeh pelan. "Jari Aurelie." Ia menunjuk benda di atas meja dengan santai. "Dia kalah taruhan."Arsen menyandarkan tubuhnya pada kursi, seolah baru saja menceritakan sesuatu yang sama sekali tidak mengganggu pikirannya."Jadi, aku memotong jarinya." Senyum tipis terukir di wajahnya. "Sederhana, bukan?"Sambara menarik napas dalam, ia meraih benda itu dan menatapnya tajam. Kuku runcing berwarna merah dengan bagian bawah yang masih mengeluarkan dara

  • Ranjang Panas Suamiku   Bab 254

    Aroma masakan menguar di atas meja makan. Beberapa hidangan terjadi dengan rapi dan tertata baik. Agnira sudah duduk dengan nyama, walaupun matanya terus menatap takut pada pria yang duduk di depannya.Leonard, pria itu terlihat jauh lebih dingin dari Sambara. Auranya menekan, sorot mata birunya menusuk begitu tajam."Jangan terus menatap istriku, Leon," tegur Sambara dingin.Leonard melirik ke arah sahabatnya dengan sinis, tetapi pandangan tetap mengarah pada Agnira. Iris biru itu terus memperhatikan setiap gerak yang Agnira lakukan, dari cara Agnira duduk, makan, dan bahkan minum. Semua sama, seperti Leana.Agnira yang merasa tidak tahan dengan tatapan itu, menaruh sendoknya di atas meja dan menatap tajam pada Leonard. "Kenapa kamu melihatku terus?"Leonard tidak langsung menjawab. Ia justru mengambil gelas di samping piringnya, meneguk sedikit air, kemudian meletakkannya kembali dengan gerakan tenang."Kau mirip dengannya."Alis Agnira berkerut. "Dengan siapa?""Adikku."Jawaban si

  • Ranjang Panas Suamiku   Bab 253

    Aroma harum dari arah dapur membuat langkah Agnira berbelok. Wanita itu berjalan pelan dan melihat punggung lebar suaminya yang entah sedang membuat apa. Beberapa pekerja dapur pun terlihat berderet rapi sambil menatap cemas pada Sambara.Bahkan salah satu koki terlihat panik saat Sambara mulai menyalakan kompor. Pria paruh baya itu mendekat dan berusaha membantu sebisa mungkin, tetapi tatapan Sambara yang seperti akan menelan orang membuat koki itu merasa takut dan mengurungkan niatnya.Agnira menahan senyum. Pemandangan di hadapannya benar-benar aneh. Sambara Lakeswara, pria yang biasanya membuat orang-orang gemetar hanya dengan satu tatapan, kini berdiri di depan kompor dengan celemek hitam yang terikat seadanya di pinggang.Tangannya sibuk mengaduk sesuatu di dalam wajan. Membuat Agnira penasaran dan mendekat dengan langkah pelan."Masak apa?" tanya Agnira akhirnya.Gerakan tangan Sambara langsung berhenti. Pria itu menoleh, lalu tatapannya berubah seketika ketika mendapati istrin

  • Ranjang Panas Suamiku   Bab 252

    Siulan pelan terdengar dari mulut tipis Arsen, memecah kesunyian yang menyelimuti lorong bangunan tua itu. Langkahnya santai, seolah tempat tersebut bukanlah sesuatu yang perlu ditakuti. Kedua tangannya bahkan terselip di saku celana, sementara matanya menyapu setiap sudut lorong yang remang-remang. Beberapa lampu di atas kepalanya berkedip tidak beraturan. Cahaya yang datang dan pergi membuat bayangan Arsen memanjang di lantai, kemudian menghilang, lalu muncul kembali."Sudah lama sekali," gumamnya pelan.Ia berhenti di depan sebuah pintu besi tua. Tangannya terangkat, menyentuh permukaan pintu yang dingin dan berdebu. Dari balik pintu itu terdengar suara samar.Arsen tersenyum tipis, ia menghirup udara lembap di sekitarnya yang terasa sesak. "Aroma ini, sudah lama sekali."Begitu pintu terbuka, suara Aurelie langsung menusuk telinganya. Membuat pria manis berwajah polos itu melirik dengan sinis."Lepaskan aku ..." Suara Aurelie nyaris tidak terdengar.Tubuhnya terasa lemas setelah

  • Ranjang Panas Suamiku   Bab 04

    Malam merambat perlahan, membawa keheningan lembut yang terasa tidak nyaman. Di balik pintu kamar, Agnira terdiam menatap dirinya sendiri di depan cermin besar. "Ayo, Agnira ... ini tidak akan lama," bisik Agnira, pelan, nyaris tidak terdengar.Kaki jenjang yang terbalut sandal bulu itu bergerak

  • Ranjang Panas Suamiku   Bab 02

    Agnira terdiam, memproses segalanya dengan cepat. Ia kembali melirik Sambara, lalu berdiri perlahan dari duduknya."Hanya tiga puluh hari, 'kan?" tanya Agnira, singkat.Sambara yang sudah kembali duduk santai hanya mengangguk. "Iya.""Baiklah. Jika itu maumu, akan aku lakukan," putus Agnira tanpa

  • Ranjang Panas Suamiku   Bab 05

    "Buka matamu, Agnira. Tatap saya," perintah Sambara rendah.Agnira membuka mata perlahan dan satu-satunya objek yang ia lihat adalah suaminya. Orang yang selama tiga tahun ini membersamai dirinya dalam hening, orang yang bahkan selalu tampak acuh dan tidak perduli akan hadirnya.Tangan Agnira menge

  • Ranjang Panas Suamiku   Bab 03

    Keesokan paginya. Ruang makan yang selalu di isi keheningan mendadak terasa lebih berat dari sebelumnya. Agnira terus menerus melirik kecil pada Sambara yang berjarak cukup jauh dengannya, sudah biasa dan memang itu aturan awalnya.Wangi aroma masakan menguar. Namun di antara mereka belum ada yang

Más capítulos
Explora y lee buenas novelas gratis
Acceso gratuito a una gran cantidad de buenas novelas en la app GoodNovel. Descarga los libros que te gusten y léelos donde y cuando quieras.
Lee libros gratis en la app
ESCANEA EL CÓDIGO PARA LEER EN LA APP
DMCA.com Protection Status