Partager

Pusat Perhatian

Auteur: Yoru Akira
last update Date de publication: 2026-03-11 23:36:19

Malam itu, kemegahan Istana Astrum-Glace seharusnya menjadi panggung bagi perayaan musim semi yang hangat.

Kelopak bunga mawar menghiasi taman-taman istana, dan udara malam di Luxandria biasanya mulai melunak, membawa aroma tanah basah dan pucuk-pucuk bunga yang baru mekar.

Namun, di dalam aula agung kekaisaran Valeranthia, dinding-dinding kristal es yang menjadi kebanggaan arsitektur itu justru memancarkan aura yang jauh lebih dingin dari biasanya.

Di balik alunan simfoni string yang menday
Continuez à lire ce livre gratuitement
Scanner le code pour télécharger l'application
Chapitre verrouillé

Dernier chapitre

  • Rebirth: Pembalasan Permaisuri Terbuang   Pengakuan Sang Duchess

    Pertanyaan yang keluar dari bibir Killian membuat jemari Seraphina yang bertumpu di atas permukaan meja marmer mendadak terasa sedingin es. Labirin di dalam benaknya kembali berputar dengan kecepatan penuh. Sisi logis dan insting bertahannya yang telah terasah oleh penderitaan di masa lalu meneriakkan peringatan keras untuk berbohong. Ia bisa saja menciptakan kebohongan yang rapi—tentang jaringan mata-mata rahasia milik keluarga Astrea yang ia gerakkan sendiri, atau sekadar dalih bahwa itu adalah intuisi tajam seorang wanita. Namun, ketika ia menatap langsung ke dalam manik mata biru milik Killian, Seraphina terpaku. "Itu ...." Seraphina tak sanggup melanjutkan kalimatnya. Perempuan itu termangu pada tatapan sang 'suami' yang begitu jernih, jujur, dan dipenuhi oleh rasa percaya yang teramat murni. Tidak ada sedikit pun kilat kecurigaan yang licik, manipulatif, atau haus darah seperti yang selalu ia lihat di mata Pangeran Valerius dalam kehidupan lalunya. Pria di

  • Rebirth: Pembalasan Permaisuri Terbuang   Kecurigaan Sang Grand Duke

    "Kita pegang perut mereka, maka kita pegang kendali atas Valeranthia." Satu kalimat itu meluncur dari bibir Seraphina, dingin dan tak tergoyahkan. Memotong kesunyian ruang kerja Killian yang megah. Gema suaranya merayap di antara dinding batu dan pilar-pilar kokoh benteng Eisenhardt. Meninggalkan atmosfer yang mendadak terasa begitu pekat dan intimidatif."Kau yakin dengan rencanamu, Sera?""Tentu saja, Tuan Duke. Tak ada rencana paling ampuh selain memegang kendali atas perut rakyat yang kelaparan." Keheningan sempat menyelimuti ruangan selama beberapa detak jantung. Killian, sang penguasa Utara yang terkenal dingin dan tak tersentuh, terdiam. Namun, sedetik kemudian, ia melepaskan kekehan rendah yang sarat akan rasa puas—sebuah tawa yang jarang sekali didengar oleh siapa pun di wilayah ini. Pria itu melangkah mendekati meja marmer tempat peta kekaisaran terbentang. Sepasang matanya yang biru sedalam samudra menatap Seraphina dengan binar ketertarikan yang semakin dalam. "Itu s

  • Rebirth: Pembalasan Permaisuri Terbuang   Datang Lebih Cepat

    Ritme wilayah Utara berubah. Dengan adanya Seraphina di sisi sang Duke Eisenhardt, mereka saling melengkapi dalam segala hal. Begitu juga pagi itu. Surat dari perbatasan wilayah barat datang lebih cepat dari dugaan Seraphina. "Yang Mulia Duke, ada surat dari wilayah perbatasan barat. Dikirim oleh Viscount Rembrandt dengan burung pengantar pos tercepat." Cedric menghadap sang Grand Duke sambil menberikan gulungan perkamen. "Wilayah Barat?" "Benar, Tuan." Killian menerima gulungan perkamen dari tangan Cedric. Pria itu membaca dengan cepat tulisan tangan yang sang penguasa perbatasan wilayah barat. "Apa ada sesuatu yang mendesak, Tuan?" Pria itu tak segera memberikan tanggapan. Ia justru menatap Cedric dengan raut muka yang tak sanggup diungkapkan. "Tuan." "Cedric, menurutmu... bagaimana seseorang bisa memprediksi masa depan dengan akurat?" tanya Killian hampir tak terdengar. "Maksud Anda, Tuan?" "Viscount Rembrandt merupakan satu dari beberapa penguasa yang setia m

  • Rebirth: Pembalasan Permaisuri Terbuang   Kesepakatan!

    "Aku hanya memastikan kita tidak mati dua kali untuk alasan yang sama, Kak," sahut Seraphina tegas. "Jadi, bagaimana? Apakah kau siap menjadi Count Astrea yang baru?" Noah terdiam, membiarkan pertanyaan Seraphina menggantung di udara ringkih ruang makan. Namun, sebelum sang putra sulung sempat mengutarakan keputusannya, ketegangan berat yang mengikat ketiga bersaudara itu mendadak mencair. Langkah kaki yang mantap terdengar mendekat, disusul suara pintu ek luar yang terbuka perlahan. Killian melangkah masuk kembali ke dalam ruangan, memecah atmosfer intimidatif yang sempat mengurung mereka. Jubah bulu cerpelai miliknya tampak sedikit basah oleh sisa serpihan salju yang mulai mencair, namun ekspresi wajahnya sehangat senyum tipis yang ia sunggingkan saat melihat Seraphina. "Tawanan kita adalah tikus yang berisik," ujar Killian tanpa basa-basi, langsung mengalihkan atensi semua orang di sana. "Pangeran Valerius terus berteriak di sel bawah tanah, mengancam akan meratakan Eisenhard

  • Rebirth: Pembalasan Permaisuri Terbuang   Merebut Takhta Astrea

    Seraphina mengerjapkan mata sejenak. Meski masih ada beberapa hal pelik yang mengganggu benaknya tentang misteri darah Lysander. Perempuan itu segera menarik kesadarannya kembali. Ia membuang jauh-jauh kabut keraguan tersebut. Lalu memantapkan fokusnya pada tujuan utama yang telah ia tetapkan sejak pertama kali terbangun di masa lalu. "Sejarah sudah mencatat kepemilikan takhta Valeranthia, Kakak. Astrea menjaganya selama beratus-ratus tahun hingga berganti kaisar sejak kaisar pertama mangkat," ucap Seraphina. Suaranya mengalun tenan. Namun, bergema penuh wibawa di antara pilar-pilar ruang makan. Ia melangkah mendekati jendela besar, menatap hamparan salju Utara sebelum melanjutkan. "Kita tidak bisa menutup mata lagi terkait hal itu. Mungkin selama ini, Astrea bersikap diam dan tak peduli terhadap kebusukan istana karena kita sendiri memiliki kepentingan untuk menjaga posisi aman." Jeremiah dan Noah menyimak dalam diam, membiarkan sang adik membeberkan kebenaran pahit ya

  • Rebirth: Pembalasan Permaisuri Terbuang   Membangun Sekutu

    Seraphina masih belum bisa menguasai situasi sepenuhnya. Pikiran perempuan itu masih bercabang, melompat dari satu kemungkinan ke kemungkinan lain. Terutama tentang darah sang ibu yang mengalir dalam nadi mereka. "Ada yang kau pikirkan, Sera?" tanya Jeremiah mengagetkan Seraphina. Ia hanya menoleh sesaat. Menggeleng pelan, lalu kembali tenggelam dalam labirin pikirannya yang berliku. 'Lysander,' bisik perempuan itu pada dirinya sendiri. Lysander bukanlah keluarga sembarangan. Di Kekaisaran Valeranthia, tak banyak yang tahu tentang asal-usul mereka yang sebenarnya. Catatan tentang mereka sengaja dikubur oleh waktu. Namun, keluarga itu sendiri meyakini sebuah kebenaran mutlak yang diturunkan lewat bisikan dari generasi ke generasi. Bahwa leluhur mereka adalah seorang makhluk suci yang memilih menyembunyikan diri dari sorotan dunia demi kedamaian. Darah Lysander adalah benih dari segala keajaiban yang ada di benua ini. Mereka adalah ibu ataupun ayah dari para penyihir hebat k

  • Rebirth: Pembalasan Permaisuri Terbuang   Rencana Sang Putri

    Killian menatap tangan itu cukup lama. Secara perlahan, ia melepaskan sarung tangan kulit hitamnya, memperlihatkan tangan yang penuh dengan bekas luka peperangan. Pria itu menyambut tangan Seraphina, meremasnya dengan genggaman yang kuat dan posesif. "Waktu Anda habis, Lady Seraphina," ucap Kil

  • Rebirth: Pembalasan Permaisuri Terbuang   Alisiansi Berbahaya

    Seraphina merasakan bulu kuduknya berdiri. Bukan karena takut, melainkan karena gairah pembalasan dendam yang kini menemukan senjatanya. Perempuan muda itu menatap tepat ke mata biru yang membekukan di depannya. Tidak menunduk sedikit pun sebagaimana yang dilakukan wanita lain saat berhadapan deng

  • Rebirth: Pembalasan Permaisuri Terbuang   Bertemu Duke Utara

    Suara tamparan itu menggema keras di antara semak-semak mawar, memotong kicauan burung pagi itu. Hening. Angin seolah berhenti berembus. Para pelayan yang berdiri di kejauhan menahan napas, beberapa di antaranya menjatuhkan nampan karena terkejut. Di kehidupan sebelumnya, Seraphina tidak perna

  • Rebirth: Pembalasan Permaisuri Terbuang   Sebuah Tamparan

    Seraphina melangkah mendekat dengan ritme yang tenang. Ia memasang raut wajah yang sempurna—sebuah topeng keprihatinan yang begitu halus hingga malaikat pun mungkin akan tertipu. Di hadapannya, Liza sedang memerankan pertunjukan yang di kehidupan sebelumnya selalu berhasil memicu naluri pelindung

Plus de chapitres
Découvrez et lisez de bons romans gratuitement
Accédez gratuitement à un grand nombre de bons romans sur GoodNovel. Téléchargez les livres que vous aimez et lisez où et quand vous voulez.
Lisez des livres gratuitement sur l'APP
Scanner le code pour lire sur l'application
DMCA.com Protection Status