Compartilhar

Bab 3

Autor: Yena
Aku menahan diri agar air mata tidak menetes, lalu memalingkan wajah untuk menghindari tatapan Vina.

Aku takut.

Takut melihat bekas luka di dahinya, takut dia akan mengucapkan kebenaran yang tidak ingin kuterima.

Vina menghela napas, tatapan matanya kembali berubah lembut seperti yang kukenal.

"Nathan, aku udah jadi istri kakakmu. Mau gimanapun kamu bertingkah, aku tetap harus tanggung jawab jadi istri dan ibu."

Aku menunduk dan tersenyum getir, suaraku yang penuh amarah terdengar sumbang.

"Tapi, kamu itu jelas-jelas istriku! Terus mana tanggung jawabmu sama aku?"

Rasa sesak yang hebat membuat seluruh tubuhku lemas. Aku memaksakan diri merengkuh dan mencengkeram lengan Vina erat-erat.

"Bukannya kamu bilang mau sama aku selamanya ... Vina, sebenarnya kenapa, sih?"

"Nathan! Kamu jangan ngamuk di sini!"

Ibu mendorongku hingga matanya memerah. Aku yang akhirnya kehabisan tenaga jatuh terduduk di lantai.

"Vina tuh sekarang kakak iparmu! Mau gimanapun kamu ngamuk, nggak bakal bisa ubah kenyataan ini!"

Aku baru hendak membalas, nada dering khusus terdengar dari ponselku.

Telepon dari kepolisian.

Aku bergegas mengangkatnya, suara atasan terdengar dari balik telepon.

"Nathan, hasil penyelidikan dari Polda baru turun, kamu udah bisa kembali ke tim reserse kriminal."

"Kematian kakakmu nggak ada hubungannya sama kamu. Beberapa tahun ini dia pura-pura mati untuk menjalankan misi rahasia!"

"Berdasarkan serangkaian bukti yang dia serahkan, sebuah kasus besar perdagangan organ lintas negara berhasil dibongkar, sekarang dia dianugerahi penghargaan jasa tingkat satu ...."

Dengan bunyi 'nging' yang keras, otakku mendadak kosong.

Kalimat-kalimat selanjutnya sudah sama sekali tidak terdengar olehku.

Kasus perdagangan organ lintas negara, bukannya itu kasus yang selama ini kuselidiki secara diam-diam?

Aku meninggalkan semua orang, lalu berlari pulang seperti orang gila.

Begitu membuka brankas, seluruh bukti yang kukumpulkan setengah mati selama bertahun-tahun ini sudah raib tanpa bekas!

Aku terduduk lemas di lantai, lalu mengepalkan tangan dan memukuli lantai dengan putus asa.

Tiba-tiba seseorang memelukku erat-erat dari belakang.

"Nathan, jangan sakiti dirimu sendiri."

Aku mendadak menoleh, lalu seketika mematung.

Itu Vina.

Tiba-tiba sebuah pikiran terlintas di benakku.

Kata sandi brankas adalah tanggal lahir Vina, satu-satunya orang yang bisa membukanya hanya dia.

Dia, dialah yang mencuri buktiku lalu memberikannya kepada Adit!

Air mata memenuhi seluruh wajahku. Aku mencengkeram kerah baju Vina erat-erat, terisak parah.

"Kamu yang nyuri bukti itu terus dikasih ke Adit?"

"Kamu tahu nggak, bertahun-tahun demi kumpulin bukti itu aku hampir mati! Kamu tahu nggak kalau itu satu-satunya jalanku buat balik ke tim reserse?"

Kasus perdagangan organ lintas negara adalah kasus terakhir yang kutangani sebelum meninggalkan tim reserse kriminal.

Demi mengambil foto kunci transaksi tersangka, aku didorong seseorang dari lantai tiga klinik ilegal. Tulang pinggangku patah seketika, tulang belikat kiriku remuk.

Demi menyusup ke dalam kelompok kriminal, aku menyamar jadi pembeli untuk masuk ke arena transaksi bawah tanah.

Setelah alat perekamku ketahuan, aku dikurung para penjahat di penjara air selama tiga hari tiga malam, dan baru bisa kabur membawa bukti setelah berjuang mati-matian.

Tega-teganya dia memberikan bukti yang kutukar dengan nyawa ini kepada Adit!

Aku mencengkeram bahu Vina mati-matian.

Dia meringis kesakitan, tapi sama sekali tidak menghindar dan justru menatap mataku secara langsung.

"Nathan, ini tuh utangmu sama Adit."

"Kalau bukan gara-gara kamu, Adit nggak perlu pura-pura mati, nggak bakal kehilangan pekerjaannya. Kamu utang banyak banget sama Adit, anggap aja bukti-bukti ini sebagai bentuk ganti rugimu buat Adit."

Aku membuka mulut, hendak membalasnya dengan amarah.

Namun saat mendongak, aku melihat ibu berdiri di pintu kamar sambil memegang salinan bukti lainnya.

"Nathan, Ibu tahu bertahun-tahun ini kamu nggak mudah, tapi kakakmu jauh lebih susah."

"Kakakmu dari kecil memang selalu mau menang, apa kamu nggak bisa bantu dia sekali aja?"

"Kalian 'kan saudara kandung, siapa pun yang dapat penghargaan 'kan sama aja! Jangan pelit-pelitlah."

Aku mendadak tertawa.

Tertawa hingga seluruh tubuhku berguncang, tertawa hingga air mataku terus menetes.

Saudara kandung?

Saat Adit menggoda istriku, apa dia pernah berpikir kalau dia adalah kakak kandungku?

Saat dia membawa istri dan putriku pura-pura mati, hingga membuatku kehilangan pekerjaan dan dihina oleh semua orang, apa dia pernah berpikir kalau dia adalah kakak kandungku?

Aku mendadak menerjang ke depan, lalu merobek salinan bukti itu hingga hancur berkeping-keping.

"Kalau kamu berani kasih sisa buktinya ke dia, aku bakal mati bareng dia di depan matamu!"

Ibuku seketika terpaku.

Dia menggertakkan giginya, lalu menunjukku dengan wajah muram.

"Nggak tahu diri! Nathan, kamu sendiri yang nggak peduli sama hubungan darah, jadi jangan salahkan Ibu!"

Vina menatapku dalam-dalam, lalu memapah ibu meninggalkan tempat itu.

Aku memejamkan mata, seolah seluruh tenagaku sudah terkuras habis, lalu meringkuk di sudut ruang tanpa bergerak sedikit pun.

Langit di luar jendela perlahan-lahan mulai gelap.

Aku ingat dulu seberapa larut pun aku sibuk, Vina pasti akan memasakkan semangkuk mi untukku.

Hari ini sebelum pergi, dia juga meninggalkanku semangkuk mi.

Aku merayap bangun dari lantai perlahan-lahan, lalu membuang mi yang sudah dingin itu semuanya ke dalam tong sampah.

Setelah itu, aku menyalakan komputer, mengeluarkan seluruh alur bukti yang utuh, lalu mengunggah sebuah video klarifikasi.

"Barang curian pasti punya celah."

Continue a ler este livro gratuitamente
Escaneie o código para baixar o App

Último capítulo

  • Rembulan Gugur di Ujung Awan   Bab 10

    Binar di mata Vina perlahan padam. Dia menatap putrinya yang menangis sesenggukan di sampingnya, lalu tidak tega dan merangkulnya.Vina memeluk putrinya, memohon padaku dengan sangat rendah hati."Nathan, aku tahu aku udah salah sama kamu, aku makin tahu kalau aku nggak pantas dapat maaf darimu.""Tapi, anak ini gimanapun juga nggak bersalah.""Tolong lihat Sella, kasih aku satu kesempatan lagi, ya? Ke depannya, aku pasti bakal makin baik sama kalian berdua, aku sumpah nggak bakal sakiti kamu lagi!"Wajah Sella sudah belepotan air mata. Dia menatapku dengan mata kabur terhalang air mata, mulutnya terus-terusan memanggil "ayah".Aku menatapnya dingin. Setelah rasa sakit yang singkat di hati, aku tidak luluh."Dia dari dulu udah nggak mau akui aku sebagai ayahnya, buat apa aku akui dia sebagai anak?""Kalian pergi aja."Aku menutup pintu tanpa rasa iba sedikit pun.Setelah pertama kali ditolak di luar pintu, Vina tidak menyerah.Dia bolak-balik datang ke rumahku setiap beberapa hari seka

  • Rembulan Gugur di Ujung Awan   Bab 9

    Kepolisian mempertimbangkan bahwa aku memiliki alasan khusus dan berprestasi besar, sehingga tidak menuntut tanggung jawab atas pura-pura matiku.Pimpinan secara pribadi menyematkan lencana penghargaan jasa ke dadaku, lalu tersenyum tulus."Nathan, besok langsung kembali bekerja di tim reserse kriminal, ya."Aku mendadak tertegun. Rasa pedih pertama-tama menyeruak di hidungku, lalu dengan cepat menyebar ke seluruh tubuh.Aku tidak bisa mengendalikan tubuhku yang gemetaran hebat.Hari ini, akhirnya datang juga.Aku memberi hormat dengan khidmat kepada pimpinan, merasa sangat emosional hingga air mata berlinang."Nathan, kembali ke tim!"Malam harinya, rekan-rekan kerja menggelar pesta perayaan yang meriah untukku.Ada yang memuji keberanianku, ada yang merasa iba dengan kesulitan yang kulewati sepanjang jalan ini, ada pula yang meminta maaf atas ejekan serta cemoohan mereka selama bertahun-tahun ini.Kebaikan-kebaikan itu membuatku merasa hangat.Namun, untuk permintaan maaf yang terlam

  • Rembulan Gugur di Ujung Awan   Bab 8

    Adegan demi adegan saat Nathan menyusup di kelompok kriminal terpampang jelas di depan mata semua orang.Saat menjadi mata-mata, identitas Nathan dicurigai oleh para penjahat, lalu dikurung di penjara air selama tiga hari tiga malam.Lukanya terendam air bau hingga infeksi berulang kali, ditambah gigitan ular dan tikus yang tidak terhitung jumlahnya.Dia demam tinggi hingga kesadarannya kabur, tapi masih berusaha merekam menggunakan kamera tersembunyi di tubuhnya."Kalau kalian berhasil menemukan mayatku, kalian pasti bisa menemukan bukti yang ada di tubuhku ini.""Jangan bersedih buat aku, asalkan para penjahat bisa diadili, kematianku bakal sepadan."Saat mengambil foto bukti secara sembunyi-sembunyi, Nathan ketahuan oleh penjahat, mereka mendorong Nathan turun dari lantai empat hingga seluruh tulang bahu Nathan patah remuk.Sambil merayap ke dalam semak-semak, dia merekam pesan terakhirnya."Kalau aku beruntung bisa selamat, aku bakal serahkan sendiri bukti ini ke kepolisian.""Kala

  • Rembulan Gugur di Ujung Awan   Bab 7

    Setelah menaruh ponselnya, Adit membayangkan hal itu dengan penuh suka cita.Di pesta perayaan, di tengah kerumunan istri dan keluarganya, dia disematkan lencana penghargaan jasa tingkat satu yang sangat terhormat, betapa bahagianya hal itu.Sedangkan Nathan, cuma sesosok mayat tidak berguna.Mana mungkin Vina dan orang tuanya terus meratapi Nathan seumur hidup cuma gara-gara sedih sesaat?Dia yakin tidak sampai sebulan, semua orang pasti sudah melupakan bajingan itu.Saat masih hidup saja, Nathan tidak bisa menang darinya, mana pantas bersaing dengannya setelah mati?Bisa menyumbangkan penghargaan jasa tingkat satu sebelum mati, setidaknya pecundang itu masih ada harganya.Saat pintu kamar VIP terdorong terbuka, pelayan mendorong kue ulang tahun raksasa melangkah mendekati Adit.Para atasan dan rekan kerja mulai masuk satu per satu, dengan senyum penuh ucapan selamat di wajah mereka.Setelah itu, Rudi dan Mila menuntun Sella, sedangkan Vina menggendong putranya, Zio, seluruh keluarga

  • Rembulan Gugur di Ujung Awan   Bab 6

    Adit mengira Vina pasti akan merendahkan diri dan meminta maaf dengan lembut seperti dulu.Namun, pelukan hangat yang dia bayangkan tidak kunjung datang.Justru tamparan ibu yang lebih dulu mendarat di wajah Adit."Kamu bilang siapa yang penjahat? Nathan itu pahlawan yang udah bongkar banyak kasus besar, dia itu kebanggaan keluarga kita! Dia udah meninggal, tapi kamu masih tega mau fitnah dia?"Vina perlahan berdiri, dia menatap Adit dengan dingin, matanya menyiratkan bayangan rasa benci yang pekat."Adit, apa yang dibilang Sella ada yang salah, hah? Kalau bukan gara-gara kamu nyuri jasanya Nathan, terus nuduh dia pengkhianat, mana mungkin dia bakal putus asa sampai nekat lompat dari gedung? Kamulah yang udah buat Nathan mati!"Adit memegangi wajahnya yang bengkak tertampar, membuka matanya lebar-lebar dengan tidak percaya.Dunia ini pasti sudah gila.Orang-orang yang tadi pagi masih mencampakkan Nathan seperti sampah, kenapa tiba-tiba bertingkah seolah-olah sangat menyayanginya?Apa c

  • Rembulan Gugur di Ujung Awan   Bab 5

    Saat Vina menyusul sampai ke atap gedung, dia sudah terlambat satu langkah.Dia menerjang ke depan, mengulurkan tangan berusaha menggapai bayangan tubuh yang hampir jatuh itu, tapi tidak ada apa pun yang berhasil dia genggam.Dia menyaksikan dengan mata kepalanya sendiri, Nathan menghilang di depan matanya.Vina memaksakan diri berpegangan pada pagar pembatas di tepi atap gedung, melihat ke bawah, lalu melepaskan satu teriakan histeris yang memilukan."Nathan!"Sayangnya, tidak akan pernah ada lagi orang yang menjawab panggilannya.Vina berlari sampai ke dasar gedung, di saat yang sama Rudi dan Mila, ayah ibu Nathan juga baru tiba membawa Sella.Mereka pun sama-sama terpaku syok melihat pemandangan di depan mata mereka.Vina berlutut di atas genangan darah segar di depannya, dia sembarang mengulurkan kedua tangannya, ingin memeluk Nathan untuk terakhir kalinya, meskipun hanya mayatnya.Namun, Nathan bahkan tidak menyisakan mayat yang utuh untuknya.Jatuh dari ketinggian ratusan meter,

Mais capítulos
Explore e leia bons romances gratuitamente
Acesso gratuito a um vasto número de bons romances no app GoodNovel. Baixe os livros que você gosta e leia em qualquer lugar e a qualquer hora.
Leia livros gratuitamente no app
ESCANEIE O CÓDIGO PARA LER NO APP
DMCA.com Protection Status