Compartilhar

Bab 2

Autor: Yena
Di tengah derai air mata, segala hal mendadak kabur, hanya wajah putriku yang tampak makin jelas.

Tiga tahun berlalu, dia sudah makin tinggi dan banyak berubah.

Bagaimanapun juga, Sella masih hidup adalah kejutan terbesar bagiku.

Aku menerjang ke depan, menerobos semua halangan, lalu memeluk putriku erat-erat.

"Sella, Ayah bawa kamu pergi, ya?"

Detik berikutnya, Sella menggigit tanganku dengan ganas, lalu menendang perutku dengan keras.

Aku melepas pelukan karena kesakitan, sementara dia berlari kencang ke belakang tubuh kakakku.

Sambil menjulurkan separuh kepalanya, dia membuat muka ejekan padaku.

"Kamu bukan ayahku lagi! Sekarang Om Adit yang jadi ayahku!"

"Aku nggak mau ikut sama kamu! Kamu cuma bisa maksa aku belajar!"

"Om Adit nggak kayak kamu, dia mau temani aku main gim dan kasih permen yang aku suka!"

"Kamu sama sekali nggak sayang sama aku, aku nggak mau punya ayah kayak kamu!"

Aku menatap Sella dengan tidak percaya, hatiku seolah diiris tajam oleh ujung pisau.

Sella sejak kecil memiliki gigi yang sensitif, dokter bilang harus dirawat baik-baik dan mengurangi makanan manis.

Orang yang benar-benar menyayanginya, mana mungkin merusak masa depannya hanya demi kesenangan sesaat?

Kakakku merangkul Sella di belakang tubuhnya, lalu tersenyum puas padaku.

"Kamu pasti belum tahu, 'kan? Tiga tahun lalu, Sella sendiri yang merengek minta pura-pura mati dan pergi bareng kami."

"Sebenarnya aku mau ninggalin Sella buat kamu, tapi Sella nangis-nangis bilang nggak mau tinggal bareng ayah jahat, dia mohon supaya aku bawa dia pergi."

Aku membuka mulut, tapi saat berhadapan dengan mata Sella yang hanya menyisakan rasa benci, tenggorokanku seolah tersumbat rapat.

Vina mengkhianatiku, kakakku mengkhianatiku, keluarga dan teman-temanku mengkhianatiku.

Bahkan putri yang paling kumanjakan pun sudah tidak mau denganku lagi.

Melihat kondisiku yang lunglai kehilangan jiwa, kilat rasa kasihan menyapu mata Vina.

Sambil menggendong anak laki-laki hasil hubungannya dengan kakakku, dia melangkah mendekat dan berkata pelan.

"Nathan, gimanapun juga, pada akhirnya aku yang bersalah sama kamu."

"Gini aja, asal kamu janji nggak bakal cari masalah lagi sama Adit, aku bakal biarin Sella sama Zio panggil kamu Om. Nanti kita tetap jadi satu keluarga."

Ibu dan ayah saling pandang, lalu mengangguk puas.

Mereka berkata padaku dengan nada merendahkan.

"Nathan, lihat betapa lapang dadanya kakak dan iparmu."

"Cepat minta maaf sama kakakmu, nanti kita sekeluarga hidup baik-baik bersama."

Istri yang kucintai selama 10 tahun berubah menjadi kakak iparku.

Putri yang kuanggap sebagai permata berharga berubah menjadi keponakanku.

Kakakku yang merebut segalanya tidak bersalah, justru aku yang bersalah, atas dasar apa?

Aku akhirnya tidak sanggup menahan diri, lalu mendaratkan satu tamparan keras di wajah kakakku.

"Jelas-jelas Adit yang jadi pebinor, atas dasar apa aku harus minta maaf!"

Belum sempat aku menyelesaikan kalimatku, tamparan keras ibu mendarat tepat di wajahku.

"Masih berani kamu bicara sembarangan!"

"Kalau bukan karena kamu, kakakmu dan Vina udah bersatu dari dulu!"

Pandanganku mendadak menggelap, sementara bau amis darah yang pekat memenuhi rongga hidungku.

Vina bergegas mendorongku ke luar.

"Nathan, kamu lupa ayah sama ibu punya penyakit jantung? Jangan manja lagi!"

Aku mendongak menatap wajahnya yang terasa asing sekaligus akrab, rasa pedih yang mendalam memenuhi mataku.

"Vina, apa yang udah aku lakukan sampai kamu sebenci ini sama aku?"

Kami menjalin hubungan sejak lulus SMA dan berjanji untuk masuk ke Universitas Hukum dan Politik bersama.

Tapi, karena kakakku tidak lulus ujian masuk dan tidak bisa pergi ke Kota Lumu, ibu secara berat sebelah malah mengunci diriku di dalam kamar.

Di hari terakhir, dia mengubah pilihan jurusanku dan memaksaku menemani kakakku pergi ke daerah terpencil sebagai teman belajar.

Vina-lah yang mempertaruhkan diri memecahkan kaca jendela untuk menyelamatkanku keluar.

Tubuhnya yang kurus dan kecil berdiri kokoh melindungiku di depannya dengan tatapan mantap.

"Nggak ada orang tua di dunia ini yang bersikap berat sebelah seperti kalian, Nathan berhak mengejar impiannya sendiri!"

Setelah itu, kami berhasil masuk ke universitas yang sama. Dia selalu menemaniku dengan setia.

Dia membiarkanku fokus mengejar impian untuk menjadi seorang polisi.

Pada tahun ketiga pernikahan, aku terluka parah saat menjalankan tugas dan koma tidak sadarkan diri.

Demi membuatku terbangun, Vina yang tidak pernah percaya dewa berlutut menaiki 99 anak tangga, bersujud hingga dahi pecah berdarah, hanya demi memohon jimat keselamatan paling manjur di Kuil Gunang.

Mungkin ketulusannya berhasil menyentuh langit, hingga aku benar-benar terbangun.

Melihat bekas luka di sudut dahinya, aku memarahinya bodoh dengan penuh rasa iba, tapi dia justru memeluk pinggangku dengan lembut.

"Nathan, hal yang paling aku takutkan di hidup ini adalah kehilangan kamu."

Tapi pada akhirnya, dialah yang lebih dulu melepaskan genggaman tangan itu.

Di saat aku paling menderita, dia menjadi istri orang lain dan membiarkan anakku memanggil orang lain dengan sebutan ayah.

Impianku juga hancur karena "kematian" mereka, hingga aku dipindahtugaskan dari departemen reserse kriminal ke bagian logistik sebagai penjaga gudang.

Selama tiga tahun ini, setiap malam aku bermimpi melihat Vina dan Sella hancur menjadi abu dalam ledakan.

Bermimpi melihat kakakku jatuh ke tangan penjahat, lalu disiksa hingga tewas.

Dalam keputusasaan, aku tidak sudi melepas satu pun petunjuk yang bisa menangkap para pelaku.

Tapi pada akhirnya, semua ini hanyalah sebuah penipuan yang mereka rencanakan dengan matang.

Continue a ler este livro gratuitamente
Escaneie o código para baixar o App

Último capítulo

  • Rembulan Gugur di Ujung Awan   Bab 10

    Binar di mata Vina perlahan padam. Dia menatap putrinya yang menangis sesenggukan di sampingnya, lalu tidak tega dan merangkulnya.Vina memeluk putrinya, memohon padaku dengan sangat rendah hati."Nathan, aku tahu aku udah salah sama kamu, aku makin tahu kalau aku nggak pantas dapat maaf darimu.""Tapi, anak ini gimanapun juga nggak bersalah.""Tolong lihat Sella, kasih aku satu kesempatan lagi, ya? Ke depannya, aku pasti bakal makin baik sama kalian berdua, aku sumpah nggak bakal sakiti kamu lagi!"Wajah Sella sudah belepotan air mata. Dia menatapku dengan mata kabur terhalang air mata, mulutnya terus-terusan memanggil "ayah".Aku menatapnya dingin. Setelah rasa sakit yang singkat di hati, aku tidak luluh."Dia dari dulu udah nggak mau akui aku sebagai ayahnya, buat apa aku akui dia sebagai anak?""Kalian pergi aja."Aku menutup pintu tanpa rasa iba sedikit pun.Setelah pertama kali ditolak di luar pintu, Vina tidak menyerah.Dia bolak-balik datang ke rumahku setiap beberapa hari seka

  • Rembulan Gugur di Ujung Awan   Bab 9

    Kepolisian mempertimbangkan bahwa aku memiliki alasan khusus dan berprestasi besar, sehingga tidak menuntut tanggung jawab atas pura-pura matiku.Pimpinan secara pribadi menyematkan lencana penghargaan jasa ke dadaku, lalu tersenyum tulus."Nathan, besok langsung kembali bekerja di tim reserse kriminal, ya."Aku mendadak tertegun. Rasa pedih pertama-tama menyeruak di hidungku, lalu dengan cepat menyebar ke seluruh tubuh.Aku tidak bisa mengendalikan tubuhku yang gemetaran hebat.Hari ini, akhirnya datang juga.Aku memberi hormat dengan khidmat kepada pimpinan, merasa sangat emosional hingga air mata berlinang."Nathan, kembali ke tim!"Malam harinya, rekan-rekan kerja menggelar pesta perayaan yang meriah untukku.Ada yang memuji keberanianku, ada yang merasa iba dengan kesulitan yang kulewati sepanjang jalan ini, ada pula yang meminta maaf atas ejekan serta cemoohan mereka selama bertahun-tahun ini.Kebaikan-kebaikan itu membuatku merasa hangat.Namun, untuk permintaan maaf yang terlam

  • Rembulan Gugur di Ujung Awan   Bab 8

    Adegan demi adegan saat Nathan menyusup di kelompok kriminal terpampang jelas di depan mata semua orang.Saat menjadi mata-mata, identitas Nathan dicurigai oleh para penjahat, lalu dikurung di penjara air selama tiga hari tiga malam.Lukanya terendam air bau hingga infeksi berulang kali, ditambah gigitan ular dan tikus yang tidak terhitung jumlahnya.Dia demam tinggi hingga kesadarannya kabur, tapi masih berusaha merekam menggunakan kamera tersembunyi di tubuhnya."Kalau kalian berhasil menemukan mayatku, kalian pasti bisa menemukan bukti yang ada di tubuhku ini.""Jangan bersedih buat aku, asalkan para penjahat bisa diadili, kematianku bakal sepadan."Saat mengambil foto bukti secara sembunyi-sembunyi, Nathan ketahuan oleh penjahat, mereka mendorong Nathan turun dari lantai empat hingga seluruh tulang bahu Nathan patah remuk.Sambil merayap ke dalam semak-semak, dia merekam pesan terakhirnya."Kalau aku beruntung bisa selamat, aku bakal serahkan sendiri bukti ini ke kepolisian.""Kala

  • Rembulan Gugur di Ujung Awan   Bab 7

    Setelah menaruh ponselnya, Adit membayangkan hal itu dengan penuh suka cita.Di pesta perayaan, di tengah kerumunan istri dan keluarganya, dia disematkan lencana penghargaan jasa tingkat satu yang sangat terhormat, betapa bahagianya hal itu.Sedangkan Nathan, cuma sesosok mayat tidak berguna.Mana mungkin Vina dan orang tuanya terus meratapi Nathan seumur hidup cuma gara-gara sedih sesaat?Dia yakin tidak sampai sebulan, semua orang pasti sudah melupakan bajingan itu.Saat masih hidup saja, Nathan tidak bisa menang darinya, mana pantas bersaing dengannya setelah mati?Bisa menyumbangkan penghargaan jasa tingkat satu sebelum mati, setidaknya pecundang itu masih ada harganya.Saat pintu kamar VIP terdorong terbuka, pelayan mendorong kue ulang tahun raksasa melangkah mendekati Adit.Para atasan dan rekan kerja mulai masuk satu per satu, dengan senyum penuh ucapan selamat di wajah mereka.Setelah itu, Rudi dan Mila menuntun Sella, sedangkan Vina menggendong putranya, Zio, seluruh keluarga

  • Rembulan Gugur di Ujung Awan   Bab 6

    Adit mengira Vina pasti akan merendahkan diri dan meminta maaf dengan lembut seperti dulu.Namun, pelukan hangat yang dia bayangkan tidak kunjung datang.Justru tamparan ibu yang lebih dulu mendarat di wajah Adit."Kamu bilang siapa yang penjahat? Nathan itu pahlawan yang udah bongkar banyak kasus besar, dia itu kebanggaan keluarga kita! Dia udah meninggal, tapi kamu masih tega mau fitnah dia?"Vina perlahan berdiri, dia menatap Adit dengan dingin, matanya menyiratkan bayangan rasa benci yang pekat."Adit, apa yang dibilang Sella ada yang salah, hah? Kalau bukan gara-gara kamu nyuri jasanya Nathan, terus nuduh dia pengkhianat, mana mungkin dia bakal putus asa sampai nekat lompat dari gedung? Kamulah yang udah buat Nathan mati!"Adit memegangi wajahnya yang bengkak tertampar, membuka matanya lebar-lebar dengan tidak percaya.Dunia ini pasti sudah gila.Orang-orang yang tadi pagi masih mencampakkan Nathan seperti sampah, kenapa tiba-tiba bertingkah seolah-olah sangat menyayanginya?Apa c

  • Rembulan Gugur di Ujung Awan   Bab 5

    Saat Vina menyusul sampai ke atap gedung, dia sudah terlambat satu langkah.Dia menerjang ke depan, mengulurkan tangan berusaha menggapai bayangan tubuh yang hampir jatuh itu, tapi tidak ada apa pun yang berhasil dia genggam.Dia menyaksikan dengan mata kepalanya sendiri, Nathan menghilang di depan matanya.Vina memaksakan diri berpegangan pada pagar pembatas di tepi atap gedung, melihat ke bawah, lalu melepaskan satu teriakan histeris yang memilukan."Nathan!"Sayangnya, tidak akan pernah ada lagi orang yang menjawab panggilannya.Vina berlari sampai ke dasar gedung, di saat yang sama Rudi dan Mila, ayah ibu Nathan juga baru tiba membawa Sella.Mereka pun sama-sama terpaku syok melihat pemandangan di depan mata mereka.Vina berlutut di atas genangan darah segar di depannya, dia sembarang mengulurkan kedua tangannya, ingin memeluk Nathan untuk terakhir kalinya, meskipun hanya mayatnya.Namun, Nathan bahkan tidak menyisakan mayat yang utuh untuknya.Jatuh dari ketinggian ratusan meter,

Mais capítulos
Explore e leia bons romances gratuitamente
Acesso gratuito a um vasto número de bons romances no app GoodNovel. Baixe os livros que você gosta e leia em qualquer lugar e a qualquer hora.
Leia livros gratuitamente no app
ESCANEIE O CÓDIGO PARA LER NO APP
DMCA.com Protection Status