Share

Road 7 KM

Taehyung dan Jiyeon terkapar karena terlalu banyak meminum alcohol. Alhasil Seungjoo menggendong Taehyung, orang yang paling lemah terhadap akohol diantara teman-temannya. Padahal Taehyung baru menghabiskan 1 botol minuman.

Junsu berjalan memimpin di depan. Jalannya terhuyun-huyun. Tak kala Junsu tertawa terkikik tidak jelas, sepanjang perjalanan.

Minsoo menggendong Hyena, sedangkan Jiyeon berjalan sempoyongan di sebelah Seungjoo.

Malam ini malam penyambutan Taehyung yang sangat menyenangkan namun berakhir dengan kekacauan. Renacana awal mereka hanya makan bersama dan bernyanyi saja. Tetapi tak disangka suasana menjadi semakin panas dan seru hingga mereka keblablasan  minum terlallu banyak.

“Hihihi,” kekeh Junsu.

Seungjoo dan Minsoo kerepotan jadinya. Beruntung rumah sakit mereka dekat dengan tempat mereka bermain tadi.

“Seungjoo oppa, capek?” tanya Jiyeon sedikit teler.

“Bukan masalah, aku terbiasa dengan sistuasi seperti ini, aku sering menggendong Minsoo saat dia mabuk.”

“Hyung, ah, maafkan aku hyung,” ujar Minsoo mengingat dirinya sewaktu mabuk dulu.

“Biar saya yang menggantikan anda menggendong Kim Taehyung,” tawar Jiyeon.

“Yak, jangan memanggil namaku, kitatidak sedekat itu. Aku tidak suka kau, Jiyeon, jangan sok akrab, ck,” desis Taehyung kesal, suaranya paruh.

Tangan Jiyeon bergantungan di lengan Taehyung yang memeluk leher Seungjoo. Seungjoo pun jadi miring ke arah Jiyeon. Lantas Taehyung mendorong kepala Jiyeon supaya jauh darinya.

“Jangan dekat-dekat padaku, aku benci kau, hik,” ujarnya lalu cegukan.

Jiyeon terdorong menjauh dari Taehyung tetapi Jiyeon kembali mendekat.

“Seungjoo oppa milikku, bodoh,” tiba-tiba Taehyung berkata seperti itu.

Taehyung mempererat pelukkannya di leher Seungjoo. Seungjoo sesak napas, ia berhenti sejenak.

“Hihihi,” kekeh Junsu yang masih berjalan memimpin di depan.

“Akh, Taehyung, kau terlalu kencang memelukku,” Seungjoo menepuk perlahan tangan Taehyung supaya Taehyung mengendorkan pelukannya.

“Aku ingin sekali membantumu, tapi aku tidak bisa, menyebalkan,” gerutu Minsoo yang tertahan karena menggendong Hyena.

“Biarkan saya saja yang menggendong dokter Kim, hik,” pinta Jiyeon disela cegukannya.

“Minggat sana!” usir Taehyung.

Jiyeon kehilangan keseimbangannya. Ia jatuh lalu tertidur di jalan. Minsoo dan Seungjoo berhenti, mereka hendak membantu sayangnya mereka ada tanggungan menggendong.

“Aduh, auhhhhh, merepotkan sekali, auhh,” kesal Minsoo, “yak, Lee Junsu, berhentilah, dan ke sini, bantu kami, dasar bocah tengil!” umpat Minsoo stress.

“Junsu!” panggil Seungjoo.

“Okay,” Junsu berbalik, menghampiri mereka.

“Auh, hyung, aku benar-benar minta maaf kalau selama ini membuatmu repot, aku tidak akan membuatmu kerepotan lagi, sungguh maafkan aku hyung,” sesal Minsoo menyadari betapa merepotkannya mengurus orang mabuk, disisi lain ia merasa berterimakasih pada Seungjo yang sesalu memperhatikannya dengan baik.

Junsu pun tidur di sebelah Jiyeon. Minsoo pun menyenggol pantat Junsu supaya Junsu bangun.

“Arghhh! Bangun, malah ikut tidur!” omel Minsoo frustasi.

“BANGUN LEE JUNSUUU!” teriak Minsoo.

Mata Junsu berkedip-kedip. Ia duduk sembari mengusap-usap matanya supaya pandangannya tak menjadi kabur.

 “Bantu Jiyeon bangun, cepat,” pinta Minsoo.

“Suster Park, bangun, bangun, hoam~” Junsu menggoyang pundak Jiyeon. Jiyeon mengeluarkan erangan serak.

Junsu pun membantu Jiyeon berdiri. Lalu ia menaruh lengannya di pundak Jiyeon, ia menggunakan Jiyeon untuk membantunya berjalan bukannya membantu Jiyeon berjalan.

“Ayo,” perintah Junsu, Jiyeon pun perlahan membantu memapah Junsu berjalan ke rumah sakit.

“Ah, terserah,” kesal Minsoo.

Mereka melanjutkan perjalanan mereka. Tak lama kemudian mereka sampai di rumah sakit. Junsu memutuskan berpisah dengan mereka, ia berjalan menuju kamar Jiah. Sedangkan yang lain menuju tempat istirahat khusus pegawai.

“Jiah, aku pulang,” ujarnya sembari membuka pintu.

Jiah yang tertidur tak tau bahwa Junsu masuk ke dalam ruangannya. Sementara itu Junsu telah tidur di sebelah Jiah, memeluk punggung Jiah.

“Jiah ku, Jiah ku, Jiah ku,” Junsu ngelindur.

Jiah terbangun. Ia kebingungan dengan sistuasi yang dia hadapi. Terbangun dalam kondisi dipeluk dengan seseorang yang samar.

Alhasil ia memutar tubuhnya. Ia menemukan Junsu tertidur lelap  dalam keaadan mabuk berat.

Mata Jiah mengamati seksama wajah Junsu. Entah mengapa Jiah tersenyum lembut. Ujung selimu ia tarik hingga menutupi leher Junsu. Ia pun ikut tertidur kembali.

Disisi lain, Minsoo berusaha membuka pintu kamar.

“Ya ampun kenapa sulit sekali,” gerutu Minsoo, “kebuka!”

Mereka pun masuk ke dalam. Dengan perlahan Minsoo membaringkan Hyena dikasur. Tiba-tiba seorang suster datang ke kamar.

“Ternyata anda di sini, Dokter Bang Shil menunggu anda di ruang operasi,” ujarnya.

“Baik, aku akan segera ke sana,” ujarnya pada si suster.

“Aku duluan,” pamitnya pada Seungjoo.

Belum sempat berbicara, Minsoo menutup pintunya sekaligus menutup mulut Seungjoo yang membutuhkan bantuannya.

“Ah, bantu aku,” rengek Seungjoo yang masih kerepotan menghadapi Taehyung dan Jiyeon.

Perlahan-lahan Seungjoo membaringkan tubuh Taehyung di kasur. Waktu pantatnya menyentuh kasur, tanpa sengaja tubuhnya terhuyung ke belakang. Taehyung memeluk Seungjoo di atas kasur. Jiyeon yang melihatnya pun ikut berbaring satu kasur dengan mereka.

Seungjoo berada di tengah-tengah. Taehyung memeluk erat punggungnya sedangkan Jiyeon menggunakan lengan Seungjoo sebagai bantalnya.

Rasanya sesak di dada akibat pelukan Taehyung, juga kram mati rasa tepat di lengan yang di gunakan Jiyeon sebagai bantal.

“Suster Park, bangunlah, tanganku mati rasa,” melas Seungjoo.

Jiyeon mengabaikan permintaan Seungjoo. Malahan dia semakin mapan dengan posisinya.

“Dokter Kim, dokter Kim, dokter Kim” panggil Jiyeon.

“Berisik . . .” sahut Taehyung serak.

“Dimana dokter Kim?” tanyanya dalam kondisi menutup matanya sendiri.

“Pergilah sana, kenapa kau terus mengikutiku, menyebalkan sekali kau ini,” omel Taehyung.

“Saya akan berbuat baik, tolong bimbing saya, hmnnn, hari ini sangat menyenangkan tapi juga melelahkan, hik,”

”Owh, tanganku, oh, astaga,” rintih Seungjoo menderita. Ia berusaha bangun, sayangnya gagal karena Taehyung menghambatnya, kembali menekan Seungjoo untuk tidur.

“Seungjoo oppa jangan tinggalkan aku bersama Doraemon, aku benar-benar tidak mau berduaan bersamanya,” rengek Taehyung.

“Tanganku rasanya ingin putus Taehyung, lepaskan aku dulu, biar aku bisa memindahkan Jiyeon ke kasur sebelah.” ujar Seungjoo.

“Janji jangan pergi dariku,”

“Iya, iya, jadi tolonglah lepaskan aku,” pinta Seungjoo.

Taehyung pun melepaskan pelukannya. Seungjoo mulai mencoba mengalihkan kepala Jiyeon dari lengannya. Saat Seungjoo di atas Jiyeon, Jiyeon menarik Seungjoo ke pelukannya.

“Akh, suster Park,” ujarnya kemudia berusaha lagi bangun. Jiyeon kembali meluluk Seungjoo dan akhirnya Seungjo terjatuh di pinggir kasur. Jiyeon masih berada di kasur.

“Pantatku,” Seungjoo meringis kesakitan.

Seseorang masuk ke ruangan lagi. Kali ini ia mencari Seungjoo.

“Dokter, anda diminta untuk ke ruangan operasi sekarang,”

“Au, ah, terserah,” Seungjoo pun berdiri dan berjalan menurut panggilan ke ruangan operasi.

Sementari itu Hyena, Jiyeon dan Taehyung masih tertidur di ruangannya.

“Dokter Kim, Dokter Kim,” panggil Jiyeon.

“Berisik,” sahut Taeyung cepat.

“Dokter Kim, saya pusing sekali,”

“Sukurin, rasakan itu,” ejek Taehyung.

Jiyeon pun membuka matanya perlahan. Ia memiringkan tubuhnya menghadap Taehyung yang meringkuk di sampingnya.  Terlihat Taehyung kedinginan.

“Dokter Kim, kedinginan,”

“ . . . .  “ Taehyung diam tanpa membuka matanya.

Jiyeon pun melepas jaketnya. Ia menyelimuti Taehyung dengan jaketnya. Kerutan di kening Taehyung menghilang, artinya Taehyung merasa agak nyaman setelah diselimuti.

Wajah tertidur Taehyung sangat lucu. Jiyeon pun mengelus-elus kepala Taehyung seiring senyum konyolnya karena masih dalam keadaan mabuk.

Perlahan Jiyeon mendekat. Ia memberi tiga kali kecupan di kening Taehyung, cup, cup, cup!

“Imut sekali hihi,” dan Jiyeon tertidur pulas sampai jatuh dari kasur. Entah Jiyeon pingsan atau tewas di lantai.

Mereka tertidur begitu pulas hingga melupakan sesuatu hal yang penting di hari esok.

Bab terkait

Bab terbaru

DMCA.com Protection Status