Inicio / Horor / Rumah Kos Berhantu / 27. Sosok di Kamar Delta

Compartir

27. Sosok di Kamar Delta

Autor: Queen Rachma
last update Fecha de publicación: 2023-02-03 23:52:09
Roy dan Ajie tidak berbuat apa-apa, karena mereka sudah kelelahan menghadapi tingkah Virza yang sebelumnya.

“Mas, aku…” Ajie tidak meneruskan kalimatnya karena Roy melarang.

‘Aku takut,’ batin Ajie.

Sepanjang malam itu Ajie dan Roy terus berdoa.

Akhirnya, mereka melalui malam panjang itu hingga pagi menjelang.

Tanpa disadari, Ajie dan Roy tertidur karena kelelahan.

Virza terbangun dan seperti tidak terjadi apa-apa. Dia merasa bingung karena kedua temannya duduk sambil tertidur mendamping
Continúa leyendo este libro gratis
Escanea el código para descargar la App
Capítulo bloqueado

Último capítulo

  • Rumah Kos Berhantu   35. Selly Datang dari Masa Lalu

    Pagi datang tanpa membuat Virza merasa lebih tenang. Udara dingin pasca malam yang mencekam seolah enggan menguap, membekukan setiap jengkal ruang di kamarnya. Sinar matahari pagi yang menerobos celah tirai kusam tidak membawa kehangatan, melainkan menelanjangi debu-debu melayang yang menari dalam kesunyian memekakkan.Dia hampir tidak tidur. Setiap kali memejamkan mata, bayangan lorong tua, engsel pintu berderit, dan potret kusam itu menghantam kesadarannya tanpa ampun.Sepanjang malam, pikirannya hanya tertuju pada satu kalimat. Catatan ringkas yang terukir kusam namun menghantam logikanya bagai petir di tengah malam.Selly Arum — meninggal pada malam yang sama dengan Mira.Virza membawa foto itu ke

  • Rumah Kos Berhantu   34. Gadis yang Tidak Pernah Tercatat

    Virza masih memegang foto lama itu ketika kembali ke kamarnya. Udara di dalam ruangan terasa teramat asing, seolah kerapatan oksigen perlahan menyusut dan digantikan oleh rasa kepengapan yang menindas. Lampu bohlam kuning di langit-langit berkedip-kedip gelisah, melemparkan bayangan-bayangan meliuk di dinding kamar yang kusam.Foto yang memperlihatkan Mira, Selly, beberapa penghuni perempuan Rumah Kos 13, dan seorang laki-laki asing di luar pagar terus berada di dalam pikirannya. Setiap detik terasa melambat, memutar kembali jejak-jejak kenangan semu yang selama ini tersusun begitu rapi.Yang paling mengganggunya bukan wajah laki-laki itu. Melainkan sosok Selly.Sejak pertama kali bertemu di kereta, Virza tidak pernah benar-benar merasa ada yang salah dengan gadis itu. Suasa

  • Rumah Kos Berhantu   33. Rahasia Terlarang Rumah Kos 103

    Di balik daun pintu kamar nomor empat yang terbuka melambai, hanya ada kegelapan pekat yang seolah menelan semua cahaya dari lorong.Virza menatapnya dengan sensasi dingin yang merayapi punggungnya. “Kamar Selly?” tanya Virza pelan.Andra mengangguk pelan, wajahnya membeku. “Dulu,” jawab Andra lirih.Virza mendekat, tertarik oleh kekuatan tak terlihat yang seolah memanggilnya untuk masuk. Di atas pintu terdapat bekas angka yang telah dicat berulang kali dengan warna gelap, namun polanya masih berbekas. 4.Virza menyentuh permukaannya, meraba ukiran kayu tua di balik bingkai pintu. Dingin. Sangat dingin, bagaikan menyentuh balok es di tengah lautan membeku.

  • Rumah Kos Berhantu   32. Kamar yang Tidak Tercatat

    Virza dan Andra masih berdiri di lantai atas. Udara malam di lorong itu mendadak menjadi begitu pekat, seolah memadat dan menghimpit dada mereka. Keheningan yang sempat tercipta mendadak pecah oleh gema halus yang merayap turun dari celah-celah kayu lapuk.Suara dari bawah kembali terdengar.“Virza...”Kali ini lebih pelan. Lebih dekat, seperti embusan napas dingin yang berbisik tepat di belakang cuping telinga. Gestur itu membuat bulu kuduk Virza berdiri seketika, menghadirkan rasa janggal yang menusuk hingga ke tulang.Virza menatap Andra dengan mata melebar, menuntut kepastian di tengah keraguan yang menghantui pikirannya. “Mas yakin itu bukan Selly?” tanya Virza sambil mencengkeram jemarinya sendiri yang mulai mendingin.Andra menggeleng pelan, wajahnya tampak pucat di bawah temaram lampu lorong yang berkedip rapuh. “Aku enggak,” sahut Andra dengan suara parau, menahan napas sejenak seolah takut suaranya akan memancing sesuatu yang tak kasat mata.“Bukankah Mas pernah melihat Sell

  • Rumah Kos Berhantu   31. Nama-Nama yang Dihapus

    Virza masih berdiri di depan pintu Rumah Kos 103.Foto lama itu masih berada di tangannya. Jarinya gemetar ketika membaca tulisan di bagian belakang foto untuk kesekian kalinya.“Kalau sesuatu terjadi kepadaku, jangan percaya Selly.”Kalimat itu terus berputar di dalam kepalanya.Selly baru saja mengatakan bahwa dirinya gagal menyelamatkan Mira.Namun foto ini justru memberikan peringatan yang berbeda. Virza menatap ke arah lorong rumah kos yang gelap.“Siapa yang menulis ini?” gumamnya. Tidak ada jawaban.Angin dari pintu yang terbuka membuat tirai ruang depan bergerak perlahan.Virza melangkah masuk.Kakinya terasa berat.Rumah itu sebenarnya tidak berbeda dari biasanya. Sofa tua masih berada di tempatnya. Rak sepatu masih dipenuhi sandal penghuni kos. Bahkan suara televisi dari salah satu kamar masih terdengar samar.Namun setelah mengetahui bahwa rumah tersebut pernah bernomor 13, semuanya terasa berbeda.Seolah-olah selama hampir enam bulan dia tinggal di dalam sebuah tempat yang

  • Rumah Kos Berhantu   30. Nomor yang Pernah Berubah

    “Lalu, kejadian apa yang menggemparkan itu?” tanya Virza semakin penasaran.Ibu penjaga warung makan terdiam. Tangannya yang sedang memegang kain lap berhenti bergerak. Dia menatap Dito, kemudian menatap Jaya. Seolah-olah ketiganya sedang berusaha menentukan siapa yang seharusnya menceritakan bagian terakhir dari kisah tersebut.Virza memperhatikan mereka satu per satu.“Kenapa diam?” tanyanya lagi.Jaya menarik napas panjang. “Karena bagian itu yang paling sering membuat orang takut membicarakannya.”Virza menelan ludah. “Memangnya separah itu?”“Tidak tahu,” jawab Dito. “Aku sendiri enggak pernah melihat langsung. Aku hanya mendengar cerita dari orang yang lebih tua.”“Cerita apa?” tanya Virza penuh rasa ingin tahu.Dito menggeser duduknya mendekati Virza.“Katanya, kejadian itu bermula dari seorang penghuni perempuan.” Dito berkata dengan suara hampir berbisik di dekat Virza.Virza langsung terdiam, aliran darahnya terasa berhenti sejenak.‘Perempuan?’Entah mengapa satu kata itu me

  • Rumah Kos Berhantu   8. Teman Yang Mana?

    Andra mendengus perlahan, sebenarnya perasaannya sangat kesal, tapi dia tetap ingin bersikap ramah pada Virza dipertemuan pertamanya ini. 'Waduh, masih muda sih tapi pelupa. Padahal belum lama loh. harus diingatkan lagi sepertinya,' Pikir Andra. "Begini Virza, sewaktu kamu mau beli makan, kamu l

  • Rumah Kos Berhantu   7. Virza Punya Teman dan … 'Teman'?

    Pemuda itu menoleh pada Virza dan dia tersenyum lagi. Virza langsung membalas senyumnya. "Kamu anak baru ya? Nama kamu siapa?" Pemuda itu menghentikan langkahnya sejenak, lalu dia mengulurkan tangannya pada Virza. "Namaku Andra," dia memperkenalkan dirinya saat jabatan tangannya disambut oleh Vir

  • Rumah Kos Berhantu   6. Malam Pertama Jadi Anak Kos

    Baru saja Virza mengunci pintu rumahnya, dari balkon atas ada yang memanggilnya. "Virza, mau ke mana, Za?" Suara itu akrab di telinga Virza. Virza menoleh ke kanan dan ke kiri namun tidak melihat siapa-siapa. Virza langsung mendongakkan kepalanya mencari siapa yang memanggilnya. Ternyata Ajie yan

  • Rumah Kos Berhantu   5. Rumah Kos Murah

    Ketika sampai di depan Rumah Kos itu. ~ Rumah Kos 103 ~ Begitulah yang tertulis di papan itu. Lalu Virza melihat ke sekeliling rumah itu, ternyata tidak ada orang yang bisa dijadikannya untuk tempat bertanya. Virza memutuskan untuk duduk di teras rumah itu. "Hai, kamu cari siapa?" Tanya sese

Más capítulos
Explora y lee buenas novelas gratis
Acceso gratuito a una gran cantidad de buenas novelas en la app GoodNovel. Descarga los libros que te gusten y léelos donde y cuando quieras.
Lee libros gratis en la app
ESCANEA EL CÓDIGO PARA LEER EN LA APP
DMCA.com Protection Status