Accueil / Horor / Rumah Kos Berhantu / 27. Sosok di Kamar Delta

Partager

27. Sosok di Kamar Delta

Auteur: Queen Rachma
last update Date de publication: 2023-02-03 23:52:09
Roy dan Ajie tidak berbuat apa-apa, karena mereka sudah kelelahan menghadapi tingkah Virza yang sebelumnya.

“Mas, aku…” Ajie tidak meneruskan kalimatnya karena Roy melarang.

‘Aku takut,’ batin Ajie.

Sepanjang malam itu Ajie dan Roy terus berdoa.

Akhirnya, mereka melalui malam panjang itu hingga pagi menjelang.

Tanpa disadari, Ajie dan Roy tertidur karena kelelahan.

Virza terbangun dan seperti tidak terjadi apa-apa. Dia merasa bingung karena kedua temannya duduk sambil tertidur mendamping
Continuez à lire ce livre gratuitement
Scanner le code pour télécharger l'application
Chapitre verrouillé

Dernier chapitre

  • Rumah Kos Berhantu   39. Saksi yang Dibungkam

    Virza kembali menatap foto tua yang ada di tangannya dengan pandangan melekat tajam. Perempuan misterius tersebut berdiri jauh di belakang Mira dan Selly dalam pendar pudar masa lalu. Wajahnya tidak dicoret seperti sosok lainnya, tetapi sebagian bentuk mukanya tenggelam tertutup bayangan pohon yang pekat.“Siapa dia?” tanya Virza dengan nada bisikan horor yang amat dalam seraya menunjuk sosok di dalam foto. Suaranya bergema halus memecah kesunyian yang kaku.Selly tidak menjawab pertanyaan itu sama sekali. Dia hanya berdiri mematung di balik bayangan remang ruangan, sementara jemarinya memucat seiring angin dingin dari luar yang merayapi tengkuk mereka.Ajie justru mengambil foto itu secara mendadak. Jemarinya yang bergetar hebat merebut lembaran kertas kusam tersebut dari t

  • Rumah Kos Berhantu   38. Malam yang Sengaja Dihapus

    “Kalau Selly sebenarnya kakak Mira, mengapa Mira menulis bahwa dia enggak pernah punya kakak?”Pertanyaan Virza membuat ruangan penyimpanan kembali sunyi. Keheningan yang tercipta terasa begitu lebat dan merayap, menghimpit dada dengan kelembapan ganjil yang mendinginkan udara secara mendadak. Di balik celah dinding berkayu tua, bau kertas lapuk bercampur aroma tanah basah kian menyeruak, menciptakan teror psikologis yang tak kasat mata namun mengikis keberanian.Selly berdiri tanpa bergerak. Wajahnya yang membeku tampak kian memucat di bawah pendar redup bohlam gantung, menyatu dengan bayang-bayang kelam yang merayap dari sudut ruangan.“Aku enggak tahu,” katanya pelan sambil meremas jemarinya yang dingin hingga buku-buku jarinya memutih, suaranya ha

  • Rumah Kos Berhantu   37. Malam Ketika Mira Jatuh

    Suara Mira masih terdengar dari balik dinding.Gema suaranya bergetar ganjil, merambat memalui serat-serat kayu tua yang mulai membusuk, seolah membawa hawa dingin dari masa lalu yang tak pernah benar-benar mati. Ruang penyimpanan yang pengap itu mendadak dihimpit oleh keheningan yang kaku dan sarat teka-teki, di mana setiap embusan napas terasa amat berat untuk ditarik. Bau apak dokumen tua bercampur bau tanah basah merayap masuk, memicu bulu kuduk berdiri tegak.“Namanya bukan Selina Arum,” bisik suara itu lagi, melayang samar dan memantul di sudut-sudut plafon gantung yang temaram.Virza menatap Selly. Matanya membelalak menuntut kejelasan di tengah kegelapan yang kian menebal di antara mereka.Selly

  • Rumah Kos Berhantu   36. Nama yang Tertinggal

    Tangan pucat yang muncul dari celah dinding membuat Virza mundur beberapa langkah. Sensasi membeku seketika merayapi tulang belakangnya, menebarkan teror laten yang menusuk saraf-saraf kesadarannya.Selly masih menggenggam lengannya. Cengkeraman jemari ghaib itu terasa bagai balok es yang siap meremukkan kulitnya.“Jangan mendekat,” bisiknya, suaranya tercekat dan gemetar hebat di tengah keheningan malam yang menindas.Virza menatap tangan itu. Jari-jari pucat tersebut bergerak perlahan, mencengkeram sisi dinding yang retak hingga serpihan kayu dan cat kusam berjatuhan ke lantai.Kemudian terdengar suara.“Virza...”&nb

  • Rumah Kos Berhantu   35. Selly Datang dari Masa Lalu

    Pagi datang tanpa membuat Virza merasa lebih tenang. Udara dingin pasca malam yang mencekam seolah enggan menguap, membekukan setiap jengkal ruang di kamarnya. Sinar matahari pagi yang menerobos celah tirai kusam tidak membawa kehangatan, melainkan menelanjangi debu-debu melayang yang menari dalam kesunyian memekakkan.Dia hampir tidak tidur. Setiap kali memejamkan mata, bayangan lorong tua, engsel pintu berderit, dan potret kusam itu menghantam kesadarannya tanpa ampun.Sepanjang malam, pikirannya hanya tertuju pada satu kalimat. Catatan ringkas yang terukir kusam namun menghantam logikanya bagai petir di tengah malam.Selly Arum — meninggal pada malam yang sama dengan Mira.Virza membawa foto itu ke

  • Rumah Kos Berhantu   34. Gadis yang Tidak Pernah Tercatat

    Virza masih memegang foto lama itu ketika kembali ke kamarnya. Udara di dalam ruangan terasa teramat asing, seolah kerapatan oksigen perlahan menyusut dan digantikan oleh rasa kepengapan yang menindas. Lampu bohlam kuning di langit-langit berkedip-kedip gelisah, melemparkan bayangan-bayangan meliuk di dinding kamar yang kusam.Foto yang memperlihatkan Mira, Selly, beberapa penghuni perempuan Rumah Kos 13, dan seorang laki-laki asing di luar pagar terus berada di dalam pikirannya. Setiap detik terasa melambat, memutar kembali jejak-jejak kenangan semu yang selama ini tersusun begitu rapi.Yang paling mengganggunya bukan wajah laki-laki itu. Melainkan sosok Selly.Sejak pertama kali bertemu di kereta, Virza tidak pernah benar-benar merasa ada yang salah dengan gadis itu. Suasa

  • Rumah Kos Berhantu   4. Hari yang Panjang

    Baru saja Virza menyuap beberapa sendok ke mulutnya, punggungnya ditepuk oleh seseorang. Dia menoleh ke belakang, ternyata itu adalah Selly. "Loh, kamu makan di sini," tanya Selly sambil tersenyum ke arah Virza. Sebenarnya Virza masih merasa heran dengan Selly sebagai teman dalam perjalanannya ka

  • Rumah Kos Berhantu   3. Sosok 'Teman' di Perjalanan

    Virza membalas pesan dari kawan-kawannya di telepon seluler miliknya sambil menghampiri ayahnya yang sedang menonton TV. Virza duduk di samping ayahnya. Dia menoleh ke arah wajah ayahnya. Virza sudah biasa melihat wajah ayahnya yang dingin, namun sikap diam Dedy kali ini terasa berbeda buat Virza.

  • Rumah Kos Berhantu   2. Kabar Gembira

    Saat masuk kamar Virza masih kepikiran dengan seseorang yang masuk ke rumah Rena. Virza duduk diam dan termangu. "Mas Virza, sudah keterima di Perguruan Tinggi Kok tidak bilang-bilang," Farel mengejutkan Virza dari lamunannya. Virza langsung teringat bahwa dia sedang menunggu pengumuman dari P

  • Rumah Kos Berhantu   1. Tetangga Rumah

    Tetangga Rumah“Tok, tok,tok,” Suara pintu rumah diketuk berkali-kali."Bu Vina… Bu Vina …" Panggil seorang wanita setengah baya. “Tok, tok,tok,” Suara pintu rumah diketuk lagi oleh wanita paruh baya itu.Dia terus mengetuk pintu rumah meskipun pintu rumah itu sebenarnya sudah dalam keadaan terbuk

Plus de chapitres
Découvrez et lisez de bons romans gratuitement
Accédez gratuitement à un grand nombre de bons romans sur GoodNovel. Téléchargez les livres que vous aimez et lisez où et quand vous voulez.
Lisez des livres gratuitement sur l'APP
Scanner le code pour lire sur l'application
DMCA.com Protection Status