ホーム / Urban / SANG PETARUNG / 6. Restoran mewah

共有

6. Restoran mewah

作者: mic.assekop
last update 公開日: 2026-02-10 09:15:25

Apa yang sedang dibicarakan oleh Aliyev dan pria berkemeja putih itu?

Leila bertanya-tanya sendiri.

Beberapa saat kemudian Aliyev pun datang menghampiri istrinya dan segera mengajaknya masuk ke dalam restoran.

Masih dalam keadaan bingung, Leila mengawasi sekeliling restoran yang sangat mewah. Untuk kali pertama dia masuk ke sini sepanjang hidupnya.

Biasanya dia cuma bisa melihat tampak luar dan beberapa orang yang hendak masuk. Itu saja.

Tapi siang hari ini semuanya berbeda. Dia dengan jelas bisa melihat semuanya. Indah sekali. Bagus, bukan main. Benar-benar berkelas.

Seorang pelayan yang tadi sudah diberi perintah oleh manager segera memberikan pelayanan terbaik. “Ini buku menunya, Tuan. Saya yang akan melayani Anda. Spesial.”

“Terima kasih,” ucap Aliyev sambil senyum. Dia suka dengan orang yang tahu sopan santun dan tidak sombong, terutama seperti supervisor tadi yang hobi meremehkan orang lain, menilai orang lain cuma dari luarnya saja.

Leila yang masih gugup mencoba untuk menenangkan dirinya sendiri. Kondisi yang tak pernah dialaminya sekarang membuatnya semakin grogi.

Tidak pernah punya riwayat duduk di dalam restoran mewah bintang lima, apalagi disuruh memesan makanan terbaik pula oleh Aliyev.

“Yang paling direkomendasikan pokoknya, yang terbaik,” ujar Aliyev pada sang pelayan.

Leila melongo. Beberapa detik matanya kosong, tapi pikirannya melayang entah ke mana.

Apa mungkin ini kenyataan?

Apa benar wanita miskin dan seorang pekerja rendahan istana bisa makan siang di restoran elit yang biasa dimasuki oleh orang hebat?

Dia masih tidak bisa menyangka.

“Bagaimana, istriku?” tanya Aliyev. “Sesuai rekomendasi atau kau mau pilih menu lain. Pilih lah sesuka mu.”

Berulang kali Leila membolak-balik buku menu. Semuanya enak dan belum pernah dia coba. Tapi tidak yang harganya murah di sini. Semuanya mahal. Semua harganya ratusan sampai ribuan dolar.

Benar, butuh kerja satu bulan hanya untuk makan makanan yang paling murah di sini. 

Karena tidak ada pilihan, akhirnya dia pun berkata dengan bibir bergetar, “Terserah.”

Satu kata pasaran seperti yang biasa diucapkan oleh jutaan wanita lainnya di dunia.

“Oke kita samakan saja,” timpal Aliyev.

Sang pelayang mengangguk dan sempat menanyakan lagi apakah ada yang mau dipesan, setelah itu dia pun pergi menuju arah dapur.

Leila menggigit bibir bawahnya dan dengan malu mengawasi wajah Aliyev. Jiwanya berontak. Kebencian dan kagum semuanya berpadu.

Sejatinya dia telah melupakan Aliyev. Mereka nyaris pisah. Hanya saja Leila tidak punya pilihan apa pun dalam mempertahankan rumah tangga mereka yang rusak.

Lagi pula semua keluarganya benar-benar membenci Aliyev. Jika disuruh memilih, tentu saja dia lebih memilih keluarganya ketimbang pria yang dulu amat menyusahkan ini.

Hanya saja kali ini Aliyev membawa warna dan nuansa yang berbeda. Baru hari pertama saja sudah ada beberapa kejutan yang tidak pernah terbayangkan sama sekali oleh Leila.

Di tengah suasana hati yang teraduk, Leila berkata dengan nada yang lemah tapi tampak tegas. “Dari mana kau mendapatkan uang? Apa yang kau kerjakan selama lima tahun belakangan ini?”

Pertanyaan itu terdengar biasa saja, tetapi sebenarnya ada rasa penasaran sekaligus tidak puas.

“Apa kau menjual narkoba?”

Cepat Aliyev menggeleng. “Tidak akan pernah. Uang yang aku dapatkan pasti halal. Bukan dari narkoba. Bukan dari judi. Atau pun lainnya.”

Aliyev berusaha meyakinkan istrinya bahwa uang yang dia peroleh itu halal dan baik. Dan dia pun tidak memberikan sesuatu yang haram pada istrinya.

“Bagaimana bisa kau punya uang banyak? Dan kau masih bisa mengirimku uang tiap enam bulan sekali. Apa yang kau kerjakan di sana?”

“Apa kau percaya kalau aku menceritakannya pada mu? Tidak baik menanyakan terlalu banyak pada suami tentang dari mana dia mendapatkan rezeki. Tugas mu hanyalah menerima nafkah dariku. Tidak lebih dari itu.” 

Mustahil pria yang dianggap lemah dan bodoh ini sekarang mendadak jadi kaya raya. Bagaimana ceritanya? 

Leila tahu persis seperti apa Aliyev. Tidak punya kecerdasan dan keahlian tertentu. Dan tidak pernah punya uang seribu dolar pun sepanjang hidup. 

Namun, begitu menghitung berapa kira-kira berapa biaya makan saat ini, maka semua tampak berbalik arah. 

Dia menaksir biaya makan siang ini menyentuh angka ribuan dolar, uang yang bisa dipakai untuk biaya hidup selama berbulan-bulan. 

Ketika steak wagyu terbaik itu terhidang di atas meja, buru-buru Leila menelan ludahnya yang pahit, dan berusaha meyakinkan diri bahwa apa yang dia saksikan memang benar adanya. 

“Leila, apa kau ingat lima tahun lalu kau pernah membuatkan aku steak daging kesukaanku sebelum aku bertarung melawan Gadzi? Oh, rasanya sangat enak. Itu adalah steak terenak yang pernah aku makan.” 

Tidak mungkin bagi Leila. Dia tahu harga daging yang dia buatkan steak untuk Aliyev waktu itu cuma lima dolar saja. 

Lima dolar berbanding lima ratus dolar? 

Jauh. Sangat jauh. 

“Leila, aku kangen masakan mu yang enak. Bisakah nanti kau masakkan lagi makanan kesukaanku?”

Leila terlanjur terpana. Suasana dan sensasi saat ini membuatnya semakin hanyut, seakan dia berada di planet berbeda. 

Belum sempat Leila menjawab, lantas Aliyev kembali berkata sesaat setelah mencicipi steak lima ratusan dolar ini. 

“Hm. Jujur saja. Aku lebih suka masakan mu, Leila. Aku tidak bohong.” Sembari melihat mata istrinya, dia berkata dengan lembut dan penuh perhatian. 

Leila masih terpaku di hadapan steak mahal ini, terdiam bisu saat dirinya bingung mesti menjawab apa. 

“Leila? Kenapa kau melamun?” sentak Aliyev lalu meletakkan pisau dan garpu. 

Sejurus kemudian Leila terkaget dan melepas lamunan panjangnya, lalu berusaha fokus bahwa ini memang benar-benar nyata. 

“Apa aku boleh memakan ini?” tanyanya ragu. 

“Tentu saja. Tentu saja. Ini untuk kita berdua.” Aliyev berkata dengan penuh keceriaan agar Leila lebih bersemangat. 

Perlahan Leila memotong daging mewah ini lalu menusuknya pakai garpu dan memakannya. 

Setiap gigitannya memang berbeda. 

Baru kali ini dia merasakan nikmat yang biasa dirasakan orang kaya. 

Bukan mimpi. 

Ini benar-benar nyata. 

Leila terus menikmati makanannya sampai habis. Entah memang karena nikmat atau mungkin karena lapar lantaran tadi pagi lupa sarapan. 

“Pesan saja lagi kalau mau nambah,” kata Aliyev. 

Mendadak Leila tersedak kemudian segera mengambil minuman mahal itu dan segera meneguknya. 

Tambah lagi? 

Tidak, ini sudah cukup. 

“Terima kasih,” jawabnya sambil mengelap mulut pakai tisu. 

Hari ini memang suasananya terasa berbeda, akan tetapi perasaan di hati Leila tetap sama, dan sulit berbeda seperti halnya dulu. 

Sebab setelah acara makan siang itu selesai, ketika mereka sudah pas berada di depan gerbang besar istana, Leila malah acuh tak acuh saat Aliyev berusaha ingin memperbaiki hubungan mereka. 

“Kenapa?” tanya Aliyev heran. 

Leila menunduk pasrah dan menjawab, “Kita tidak ada hubungan apa pun lagi. Dan aku sudah punya rencana mau menikah dengan seseorang.”

この本を無料で読み続ける
コードをスキャンしてアプリをダウンロード

最新チャプター

  • SANG PETARUNG   26. Taktik jitu

    Raidov sudah mendominasi dua ronde sebelumnya, artinya dia cuma butuh lima menit lagi mempertahankan dominasi lalu bisa keluar sebagai pemenang, dan tidak terlalu banyak memikirkan strategi yang tidak begitu penting.Namun, itu semua hanya berada di dalam kepala Raidov sebab selama dua ronde sebelumnya Aliyev memang sengaja membuat Raidov tampil ganas. Pada awalnya dia bermain rapat dan selalu menjaga posisi, kemudian sengaja berada pada out of position guna mengetahui seberapa kencang serangan yang akan diterima.Dan setelah paham seperti apa permainan lawannya, maka di ronde terakhir ini dia tahu apa yang mesti dilakukan, yakni segera menuntaskan laga melalui cara yang biasanya Raidov kalah. Aliyev sudah mengkalkulasikan kapan dia mesti bertahan dan kapan mesti menyerang.“Rupanya kemampuan mu hanya segitu saja ya?!” cetus Raidov sambil meninju kedua tangannya dan siap bertempur kembali. “Pecundang!” ejeknya sombong.Ketika ronde tiga telah dimulai Raidov pun berjalan cepat dengan k

  • SANG PETARUNG   25. Si kidal ganas

    Aliyev gesit, cepat menutupi wajahnya dengan punggung tangannya. Serangan barusan memang kuat tapi pertahanan Aliyev lebih tangguh.Raidov langsung mundur beberapa langkah untuk menghindari serangan balasan cepat dari Aliyev. Dia tidak menyangka kalau serangan kilat barusan dapat ditangkis secara sempurna oleh Aliyev. Dan dia pun tidak tahu kapan lagi dapat momentum bagus seperti tadi di tiga menit selanjutnya.Ketika mereka berdua sudah berada di posisi dadan kuda-kuda awal, mereka pun kembali siap dengan taktik dan serangan selanjutnya.Aliyev memberikan serangan kejut yang lumayan keras lewat tinjuan dan sepakan meskipun semuanya dapat diatasi dengan baik oleh Raidov.Setelah menyerang, Aliyev segera langsung bergeser ke kanan dengan tujuan lawannya kehilangan jalur serangan lurus, dengan kata lain Aliyev tidak mau terlalu lama berdiri sejajar dengan lawannya untuk menghalangi serangan balasan mendadak.Raidov mengganas memasuki menit tiga karena dia ingin segera menyelesaikan laga

  • SANG PETARUNG   24. Perlawanan si kidal

    Minggu malam di Arena MMA Holystan. Ribuan penonton memadati kursi penonton dan siap menyaksikan para jagoan mereka bertarung. Dua laga dilakoni cukup seru dari berbagai kelas lalu tibalah kini masuk pertarungan kelas berat.Bagi sebagian besar orang laga ini tampak kurang menarik karena menyajikan petarung di peringkat dua belas melawan seorang petarung debutan. Meski demikian, Tom menjanjikan pada para penonton bahwa laga ini tak kalah seru jika dibandingkan dengan perebutan sabuk juara. Alasannya adalah Aliyev sang pendatang baru. Tom memberi tahu bahwa HolyMMA telah menemukan petarung baru yang siap merebut sabuk juara nantinya. Publik pun bertanya-tanya tentang siapakah sebenarnya Aliyev dan mengapa Tom begitu menjagokan nya. Semua penonton pun berdiri saat Aliyev keluar dari lorong menuju oktagon, menyaksikannya dengan penuh antusias. Sebelumnya mereka melihat Aliyev di TV dan media sosial, kini mereka melihatnya secara langsung. Para penonton berkomentar : “Badannya lebih b

  • SANG PETARUNG   23. Tetap sama seperti dulu

    Aliyev melanjutkan, “Aku akan mengalahkannya di ronde tiga. Tidak ada alasan kenapa aku bisa kalah darinya. Jika aku kalah, maka aku sangat tidak layak berada di kompetisi ini.”Sang peringkat dua belas semakin kepanasan dan karena tidak mau terus-terusan dipermalukan akhirnya Raidov mengambil mic dan berkata, “Sebelum kau mengalahkanku di ronde tiga, aku yang akan menghabisi mu di ronde pertama. Tidak ada alasan bagiku untuk tidak bisa menang melawan mu di ronde pertama. Ingat itu baik-baik.”Aliyev senyum dan menjawab dengan santai, “Dengarlah. Dia akan mengalahkanku pada ronde pertama. Jika itu benar-benar terjadi, dipastikan aku akan keluar dari kompetisi ini. Tom, catat omongannya.”Maka dengan penuh penghormatan Tom menjawab, “Baik. Kita semua menjadi saksi bahwa Aliyev menang di ronde tiga atau Raidov menang di ronde pertama.”Raidov tidak mau kalah mental, jadi makanya dia berdiri dan meneriaki para wartawan agar segera bertanya padanya.Namun sayangnya tidak ada satu pun ada

  • SANG PETARUNG   22. Pertarungan psikologi

    Ini adalah hari konferensi pers perdana Aliyev di HolyMMA.Sebagai pendatang baru, Aliyev dianggap kuda hitam medioker bukan hanya oleh media setempat, tapi juga oleh lawannya.Raidov mengambol mic lalu bicara walaupun belum ada wartawan yang melempar pertanyaan. Dia bicara dengan sangat sombong.“Peringkat dua belas Heavyweight melawan pendatang baru? Yang benar saja?! Hei Tom, ayolah! Apakah pertandingan ini bakal ada penontonnya nanti?”Tom yang menugaskan dirinya secara khusus dalam sesi wawancara ini cuma senyum saat menyaksikan betapa congkaknya Raidov. Tom saat ini berada di tengah-tengah antara Raidov dan Aliyev, menjadi penengah antara dua petarung dan wartawan yang ingin bertanya.Raidov mengangkat kakinya di atas meja lalu berkoar lagi. “Masih ada banyak lawan lemah yang pantas untuk pria asing ini, Tom. Bukankah kau punya petarung peringkat tiga puluhan untuk melawannya? Kenapa harus yang peringkat dua belas? Jujur bagiku ini terasa penghinaan bagiku!”Meskipun sampai saat

  • SANG PETARUNG   21. Tugas besar dari sang guru

    Omar benar-benar keterlaluan. Setelah kalah judi puluhan ribu dolar, dia pun pergi meninggalkan Holystan karena takut bakal dikejar-kejar oleh Aliyev.Dia melanggar perjanjian yang telah disepakati. Maka tidak ada lagi soal bisnis Gym yang beberapa hari lalu mereka bicarakan. Semua hanya omong kosong yang dibangun Omar.Mengetahui bahwa Omar cuma menipunya, Aliyev sempat melakukan pencarian namun tidak berhasil, Omar meninggalkan Holystan tanpa jejak apa pun. Aliyev tidak terlalu mempermasalahkan uang lima ratus ribu dolar yang dibawa kabur. Bukan itu. Tapi masalahnya adalah saat ini semua keluarga Tasumov benar-benar meninggalkannya.Kecuali mungkin istrinya, Leila. Itu pun masih berupa kemungkinan sebab Leila tampaknya serius untuk mengakhiri hubungan ini jika Zukhov telah menyampaikan ucapan lamaran nantinya.Aliyev duduk di balkon apartemen mewahnya, memperhatikan keindahan kota dari atas, melihat dunia dari cara pandang berbeda seperti layaknya lima tahun lalu.Saat itu dia tida

  • SANG PETARUNG   20. Gloristan dan Kartu Hitam

    Seperti apa yang diprediksi oleh Aliyev bahwa petarung sombong ini sulit menang bukan karena dia tidak jago tetapi karena kesombongannya. Banyak cerita di dunia ini yang sombong pada akhirnya kalah, binasa, dan hina.Jago saja tidak lah cukup. Karakter. Karakter juga perlu. Menanamkan sifat rendah

    last update最終更新日 : 2026-03-17
  • SANG PETARUNG   12. Balas budi

    Aliyev tidak bodoh. Sepuluh juta dolar terlalu banyak untuk membangun sebuah Gym kecil-kecilan. Kecuali kalau membangun Gym berskala besar di tengah kota.“Terlalu besar,” katanya.Omar tertawa pahit. “Bilang saja kalau kau tidak punya uang sebanyak itu, Aliyev. Sudahlah kau jangan memberi harapan

    last update最終更新日 : 2026-03-17
  • SANG PETARUNG   11. Uang

    Aliyev kesal karena selama dia mengirim uang buat istrinya namun ternyata uang itu bukan cuma buat nafkah istrinya saja tetapi malah untuk tiga orang lainnya termasuk pria pemalas ini.Karena itu dia menumpahkan kekesalannya saat ini di hadapan orangnya secara langsung.“Seharusnya kau yang bekerja

    last update最終更新日 : 2026-03-17
  • SANG PETARUNG   14. Informasi mengenai Zukhov

    Nama Zukhov begitu melekat di benak Aliyev saat ini. Sosok yang digadang-gadang bakal menjadi calon suami Leila. Dia bertanya sendiri siapakah orang yang dimaksud. Malam hari itu dia memutuskan untuk menginap di hotel untuk beristirahat dan keesokan paginya dia menemui Tom. To

    last update最終更新日 : 2026-03-17
続きを読む
無料で面白い小説を探して読んでみましょう
GoodNovel アプリで人気小説に無料で!お好きな本をダウンロードして、いつでもどこでも読みましょう!
アプリで無料で本を読む
コードをスキャンしてアプリで読む
DMCA.com Protection Status