بيت / Romansa / SANG PEWARIS / MAKAN SIANG

مشاركة

MAKAN SIANG

مؤلف: UmiLily
last update تاريخ النشر: 2025-05-23 19:30:20
Haniyah sedang duduk di ruangan Elkan sambil melihat interior ruangan itu yang dibuat minimalis tapi tetap modern. Beberapa berkas tersusun rapi di atas meja Elkan, Haniyah melihat sekilas ke sana dan menemukan fotonya ada dalam sebuah figura berbentuk hati di atas meja Elkan.

Senyum Haniyah terulur, tangannya sempat ingin mengambil foto itu namu suara pintu yang terbuka membuat perhatiannya terbagi. Elkan baru saja masuk dan berjalan mendekatinya.

“Jadi ke Baswara?” tanya Elkan sambil meraih ta
استمر في قراءة هذا الكتاب مجانا
امسح الكود لتنزيل التطبيق
الفصل مغلق

أحدث فصل

  • SANG PEWARIS    LOMBA DESAIN

    Sore itu, kamar kerja kecil di rumah Kamila dipenuhi kertas sketsa yang berserakan di atas meja. Pensil, penghapus, dan spidol warna tergeletak tak beraturan, menjadi saksi keseriusan dua Haniyah dan Kamila.Sejak pagi, Haniyah sudah di antar ke rumah Kamila. Setelah menghabiskan banyak waktu dan pikiran dengan masalah keluarga, kali ini Haniyah berharap bisa fokus pada lomba yang akan diikutinya.Sketsa sudah rampung, Ibu Kamila juga sudah selesai menjahit salah satunya, dan hari ini, harusnya satu desain lagi juga sudah selesai.“Hari ini kita fitting,” ucap Kamila sambil tersenyum lebar, suaranya tak mampu menyembunyikan rasa antusias.Haniyah membalas senyum itu, jantungnya berdegup sedikit lebih cepat. Ia menatap ke arah gantungan baju yang tertutu

  • SANG PEWARIS    AFTER PUTUSAN

    Danu tidak bisa menolak saran yang diberikan Haniyah, meski sejatinya dia keberatan dengan pilihan itu. Menunjuk Mahesa sebagai Co-CEO dan harus terus berbagi keputusan dengan pria muda itu tentu akan membuatnya sedikit kesulitan.Tapi saat ini, dia tidak bisa melakukan hal lain selain menerima keputusan Haniyah yang didukung oleh sebagian besar pemegang saham.“Baik, kalau begitu rapat hari ini kita akhiri dengan keputusan mutlak. Perhari ini, Pak Danu akan didampingi Pak Mahesa sebagai Co-CEO dalam pengambilan keputusan dalam hal apapun.Danu kembali ke ruangannya bersama dengan Elvina.Brak!Ia melempar buku di tangannya ke lantai dengan emosi. “Co-CEO? Sungguh ide konyol! Dua kepala untuk satu kapal? Apa dia sengaja melakukan semua ini agar pergerakan kita terbatas?” keluhnya.Elvina mengambil kembali buku yang tergeletak di lantai. “Mungkin begitu Mas, tapi ini jauh lebih baik daripada kita menyerahkan semuanya pada Mahesa dan keluarganya, hanya karena surat wasiat dari almarhum A

  • SANG PEWARIS    KEPUTUSAN HANIYAH

    Suara gebrakan diatas meja memancing perhatian semua orang. Danu menggeram kesal karena tidak percaya dengan ucapan Haniyah saat itu, bagaimana mungkin Haniyah malah memilih untuk menyerahkan perusahaan pada orang lain?“Apa maksudmu Han? Kamu sudah menyerahkan semua tanggung jawab pada perusahaan ini pada Om, kenapa tiba-tiba kamu mau menyerahkannya pada orang lain?”Haniyah menghela nafas. “Maaf Om, tapi di surat itu jelas yang diminta memimpin adalah saya atau perwakilan dari keluarga Adiguna,” ujar Haniya. “Saya sudah mengatakan sejak awal kalau saya keberatan memimpin perusahaan ini, karena itu saya menyerahkan semuanya pada Om.”“Dan apa sekarang kamu juga masih menolak Haniyah?” tanya salah seorang pemegang saham.Ha

  • SANG PEWARIS    RAPAT PEMEGANG SAHAM

    Danu pulang dari Cosmo group tanpa mendapat kepastian, apakah Haniyah akan datang atau tidak ke rapat pemegang saham berikutnya atau tidak. Hal itu membuatnya makin frustasi dan kebingungan. Dia tidak ingin kehilangan Wiryawan Corp, ini satu-satunya sumber penghasilannya. Kalau perusahaan ini harus hancur, setidaknya dia harus mendapat keuntungan dari perusahaan ini. Dia tidak ingin habis-habisan sendiri.Seminggu berlalu.Rahangnya pria itu mengeras, beberapa kali ia mendengus kesal dengan kepalan tangan yang mengerat. Hari ini rapat pemegang saham akan dilaksanakan. Beberapa orang sudah hadir dalam ruang rapat itu, tapi Haniyah masih juga belum muncul.Dia tidak bisa menghubungi nomor Haniyah, karena sepertinya nomornya diblok Haniyah. Sementara Elkan? Pria itu tidak menjawab semua panggilan tak terjawab darinya. Hal itu tentu membuatnya makin stress.“Kalau Haniyah tidak datang, apa itu artinya kita akan kehilangan perusahaan ini Dan?” Elvina yang juga masuk dalam jajaran pemegang

  • SANG PEWARIS    KEDATANGAN DANU

    Danu melangkah keluar dari ruang rapat dengan wajah mengeras, langkah kakinya menghentak keras, napasnya terengah, amarah memuncak di dadanya. Tangannya mengepal erat hingga buku-buku jarinya memutih.“Persetan!” geramnya pelan, namun cukup keras untuk membuat salah satu karyawan yang melintas berpapasan dengannya melihat dengan tatapan was-was. Danu mengabaikannya. Ia terus berjalan menuju ruang pribadinya, menahan diri agar tidak menendang sesuatu.Danu menjatuhkan diri ke kursi kerjanya, mengusap wajahnya dengan kasar. Ia menggeleng keras, berusaha menolak mati-matian keberadaan surat itu.Beberapa waktu terakhir ini dia memang sering bermasalah dengan Mahesa. Dari dia yang memergoki banyaknya pengeluaran yang keluar dari perusahaan ke rekening milik Elvina, lalu karena tidak ingin memperpanjang dia a

  • SANG PEWARIS    LANGKAH PERTAMA

    Mahesa mulai menjalankan rencana pertama beberapa hari kemudian. Rapat ini sebenarnya bukan atas inisiasinya, tetapi memang sudah menjadi jadwal rutin bulanan, apalagi setelah sebelumnya ia membongkar kalau dibawah kepemimpinan Danu, banyak uang perusahaan yang mengalir ke rekening Elvina tanpa alasan yang jelas.Ruang rapat lantai atas dipenuhi suasana tegang. Para pemegang saham duduk melingkar dengan wajah serius, sebagian sibuk membuka berkas-berkas di depan mereka. Sebagian lain hanya diam menikmati pemaparan yang diberikan Danu dan timnya.Pemaparan yang dari bulan ke bulan tidak mengalami kemajuan menurut mereka.Sementara itu Mahesa terlihat lebih tenang, jas hitamnya rapi, sorot matanya penuh wibawa. Ia sudah bersiap untuk menyela sidang yang akan diakhiri oleh Danu.“Sebelum rapat ini diakhiri, boleh saya bicara dulu?” ucapnya.Sebagai salah satu pemegang saham terbesar, jelas suaranya akan didengar. Danu menatapnya tajam, entah kenapa perasaannya jadi tidak enak.Dengan sik

  • SANG PEWARIS    BERTEMU BARA

    Calista berjalan santai sambil menatap Aryo yang masih menggenggam tangan gadis kecil di sisinya. Satu sudut bibirnya tertarik, entah kenapa Calista yakin kalau anak itu ada hubungan darah dengan Aryo, wajah mereka nampak mirip meskipun tidak benar-benar sama.

  • SANG PEWARIS    KEKHAWATIRAN ELKAN

    Setelah menyelesaikan satu persatu rencananya untuk Baswara Tea, Haniyah mulai memenuhi kewajibannya di Baswara Property. Sebagai developer perumahan dan apartemen, menurut Haniyah, Baswara telah melalaikan kewajiban mereka dalam merawat fasilitas yang seharusnya menjadi tanggung jawab mereka.“Meng

  • SANG PEWARIS    CALISTA

    Sementara tim media mempersiapkan iklan untuk teh, Haniyah mulai diberondong pertanyaan oleh pihak Property, karena sejak kemunculannya di Baswara, dia terlihat lebih fokus pada teh dan mengesampingkan proyek perumahan dan apartemen yang sedang dibangun.“Mungkin sudah waktunya

  • SANG PEWARIS    MODEL IKLAN

    Sesi makan malam berakhir, gantian Haniyah yang bertugas membereskan. Awalnya Elkan melarang, tapi Haniyah memaksa dan berakhir Elkan mengalah dan mengizinkan Haniyah membereskan piring yang kotor.Melihat istrinya seda

فصول أخرى
استكشاف وقراءة روايات جيدة مجانية
الوصول المجاني إلى عدد كبير من الروايات الجيدة على تطبيق GoodNovel. تنزيل الكتب التي تحبها وقراءتها كلما وأينما أردت
اقرأ الكتب مجانا في التطبيق
امسح الكود للقراءة على التطبيق
DMCA.com Protection Status