Compartir

296. KALAU SAJA..

Autor: A mum to be
last update Fecha de publicación: 2026-05-28 15:21:02

"Aliz lapar ya? Ikut Opa sebentar yuk, kita lihat burung di sebelah sana sambil cari susu hangat. Mama Sabi sedang lelah."

            Suara barusan menjadi penanda bahwa Adrian langsung bergerak cepat. Pria paruh baya itu menggendong Aliz yang masih sesenggukan menjauh dari area meja makan, memotong tantrum sang cucu sebelum kalimat polosnya melukai perasaan Sabrina lebih dalam lagi. Adrian menarik napas bera

Continúa leyendo este libro gratis
Escanea el código para descargar la App
Capítulo bloqueado

Último capítulo

  • SATU KESALAHAN MEMBAWAKU KE RUMAH CEO GALAK   349. HARAPAN KELUARGA

    Suasana hangat di ruang makan mewah itu mendadak lenyap, berganti dengan keheningan yang canggung. Kael langsung meletakkan sendoknya di atas meja. Gurat kecemasan sekilas melewati sepasang mata elangnya, namun dengan cepat ia menguasai diri demi menenangkan sang nenek yang tampak mulai panik."Grandma, jangan khawatir. Sabrina mungkin hanya kelelahan setelah penerbangan panjang dan belum sempat beradaptasi dengan suhu Jakarta," ucap Kael dengan nada suara yang tenang dan berwibawa, berusaha meredakan ketegangan di ruangan itu. Tanpa menunggu balasan dari yang lain, Kael langsung bangkit berdiri dan melangkah cepat menyusul istrinya menuju arah toilet di lantai bawah. Langkah kaki tegapnya bergerak t

  • SATU KESALAHAN MEMBAWAKU KE RUMAH CEO GALAK   348. APA DIA TIDAK CURIGA?

    “Apa dia tidak curiga?” Suara Ganda di seberang telepon sana begitu serius. Sementara itu, Kael tersenyum karena dari kejauhan melihat Sabrina sibuk menunjukkan berbagai jenis kerajinan tangan lokal untuk dijadikan buah tangan.“Aku sudah mengatasinya. Begitu sampai di sana, pastikan semuanya terkendali,” balas Kael dengan nada rendah yang sarat akan ketegasan seorang pemimpin. Kael menurunkan gawainya lalu menghampiri sang istri yang kini sudah manyun sembari memegangi sebuah gelang anyaman.“Bagaimana? Apa bisa aku memakai cincin itu ketika kita sampai di bandara Jakarta?” tanya Sabrina langsung saat Kael sudah berdiri di dekatnya. Wajahnya menengadah, menatap suaminya dengan penuh harap.Kael

  • SATU KESALAHAN MEMBAWAKU KE RUMAH CEO GALAK   347. KITA PULANG SAJA

    "Ada apa, Ganda? Katakan langsung.”"Ini bukan lagi masalah persaingan bisnis korporat yang biasa kita hadapi, Kael. Ini jauh lebih buruk."Dahi Kael semakin berkerut rapat. "Maksudmu?""Kelompok gangster lama dan jaringan mata-mata Sayap Burung Perak kembali menunjukkan pergerakan di bawah tanah," ungkap Ganda dengan nada serius yang tertahan. "Musuh bebuyutan yang mengincar klan kita dari masa lalu itu... kau pasti paham mereka."Jantung Kael berdesir tajam, namun ekspresi wajahnya justru semakin mengeras sedingin es. "Bagaimana bisa mereka tahu keberadaanku?""Aku juga tidak tahu," jelas Ganda cepat. "Dan yang paling krusial sekarang, kau dan Sabrina sedang dalam intaian mereka, Kael." Sepasang mata elang Kael berkilat tajam. Rahangnya mengeras seketika, dan aura mematikan yang di

  • SATU KESALAHAN MEMBAWAKU KE RUMAH CEO GALAK   346. ISTRI YANG TELEDOR

    “Mimpi itu terasa sangat nyata, Kael. Aku takut hilangnya cincin itu adalah awal dari sesuatu yang buruk. Aku istri yang teledor, baru dua minggu dan aku sudah menghilangkan barang sepenting itu.” Kael tidak langsung memotong kalimat istrinya. Pria tegap itu tetap mempertahankan posisinya, mendekap tubuh ringkih Sabrina dengan penuh kesabaran. Tangan kekarnya bergerak teratur mengusap punggung Sabrina, naik turun, menyalurkan kehangatan dan ketenangan yang sangat dibutuhkan wanita itu. Dia mendengarkan setiap patah kata ketakutan yang keluar dari bibir Sabrina tanpa sedikit pun gurat kekesalan di wajahnya. Setelah beberapa saat sampai tangis sesenggukan Sabrina mulai sedikit mereda, Kael perlahan melonggarkan pelukannya. Dia memegang kedua bahu Sabrina, menuntun wanita itu agar dudu

  • SATU KESALAHAN MEMBAWAKU KE RUMAH CEO GALAK   345. PERTANDA BURUK?

    Sabrina langsung panik setengah mati. Matanya bergerak liar memandangi tumpukan pasir putih yang basah di bawah kakinya, lalu beralih menatap aliran air yang mengalir cepat menuju celah-celah batu karang kecil. Tubuhnya mendadak bergetar hebat saat menyadari betapa cerobohnya dia tadi. Kael yang baru saja selesai berbicara dengan Ahmed menyadari perubahan drastis pada punggung istrinya yang tiba-tiba menegang. Dia melangkah mendekat, lalu menyentuh pundak Sabrina dengan lembut."Ada apa, hmm? Kenapa wajahmu pucat sekali?" Sabrina berbalik dengan mata yang sudah berkaca-kaca menahan tangis. Dengan bibir yang bergetar karena rasa bersalah dan ketakutan yang luar biasa, dia mengangkat tangan kirinya yang kosong ke hadapan

  • SATU KESALAHAN MEMBAWAKU KE RUMAH CEO GALAK   344. MARI KITA COBA

    “Kael?”“Eh, ya?” gumam Kael dengan suaranya yang terdengar gugup.“Kau kenapa sih sebenarnya?” tanya Sabrina mulai cemberut. “Kalau kau tidak mau, ya sudah. Kita istirahat saja.” Menyadari bahwa istrinya hendak merajuk, Kael langsung menggeleng. Sepasang mata elangnya berkilat usil saat tangannya terulur mengambil salah satu kotak beraroma strawberry. Dengan gerakan cepat yang membuat Sabrina memekik pelan, Kael kembali mengurung tubuh istrinya di bawah kungkungan tubuh tegapnya. Sebuah seringai seksi terukir di bibir pria itu.“Karena kau sudah telanjur membelinya, tidak keren kalau hanya dipajang di atas ranjang,” bisik Kael nakal, tepat di depan wajah Sabrina yang sudah semerah tomat. “Mari kita coba, apakah benda pilihanmu ini bisa melawa

  • SATU KESALAHAN MEMBAWAKU KE RUMAH CEO GALAK   27. IKUT AKU

    “Sadar, Sabrina Sableng! Sabrina gendeng!” Sabrina terus merutuki diri. Entah sudah berapa kali gadis itu menepuk pipinya kanan dan kiri. Berharap yang barusan hanyalah mimpi, tetapi kenapa rasanya panas ya?

  • SATU KESALAHAN MEMBAWAKU KE RUMAH CEO GALAK   22. BUKAN DIA ORANGNYA

    Matahari baru saja menyembul di cakrawala ketika Sabrina sudah selesai menyetrika seragam birunya hingga ke tiap sudut lipatan. Tidak ada lagi getaran di jemarinya. Rasa sakit karena dihina oleh Kael semalam tidak lantas menguap, namun ia memilih untuk membekukannya. Jika ia harus pergi bulan depan,

  • SATU KESALAHAN MEMBAWAKU KE RUMAH CEO GALAK   18. DARI MANA DIA TAHU?

    Setelah Gladis diusir dari ruangan, Kael masih terpaku pada meja kerjanya. Punggungnya menyandar pada kursi kulit ergonomis yang dingin, namun matanya tak lepas dari permukaan meja jati yang baru saja dibersihkan.&nb

  • SATU KESALAHAN MEMBAWAKU KE RUMAH CEO GALAK   17. BAU APA INI?

    Sabrina menarik napas panjang, menatap botol tanpa label yang kini berada di genggamannya. Di ruang kerja yang sunyi itu, ia perlahan mengenakan sarung tangan karet kuningnya. Bunyi karet yang beradu dengan kulit terdengar nyaring

Más capítulos
Explora y lee buenas novelas gratis
Acceso gratuito a una gran cantidad de buenas novelas en la app GoodNovel. Descarga los libros que te gusten y léelos donde y cuando quieras.
Lee libros gratis en la app
ESCANEA EL CÓDIGO PARA LEER EN LA APP
DMCA.com Protection Status