Share

342. TIDAK PERCAYA DIRI

Author: A mum to be
last update publish date: 2026-06-15 11:13:07
Keheningan mendadak menyergap kamar tidur bernuansa kayu estetis itu setelah pertanyaan Sabrina terlontar. Gerakan ibu jari Kael yang semula mengusap pipi Sabrina langsung terhenti selama beberapa detik. Sepasang manik mata elangnya yang tadi menatap teduh kini berubah menjadi intens, seolah sedang menyelami isi kepala istrinya yang mendadak penuh misteri.

Kael tidak langsung menjawab dengan kata ya atau tidak. Pria bertubuh tinggi besar itu memilih untuk mengubah posisi berbaringnya
A mum to be

Pagi semuanya... Beberapa bab ini sengaja aq buat manis, please jangan gumoh dulu. Sabrina n Kael butuh benteng kuat nih buat pertahanin cinta mereka. Stay terus ya :)

| 2
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • SATU KESALAHAN MEMBAWAKU KE RUMAH CEO GALAK   347. KITA PULANG SAJA

    "Ada apa, Ganda? Katakan langsung.”"Ini bukan lagi masalah persaingan bisnis korporat yang biasa kita hadapi, Kael. Ini jauh lebih buruk."Dahi Kael semakin berkerut rapat. "Maksudmu?""Kelompok gangster lama dan jaringan mata-mata Sayap Burung Perak kembali menunjukkan pergerakan di bawah tanah," ungkap Ganda dengan nada serius yang tertahan. "Musuh bebuyutan yang mengincar klan kita dari masa lalu itu... kau pasti paham mereka."Jantung Kael berdesir tajam, namun ekspresi wajahnya justru semakin mengeras sedingin es. "Bagaimana bisa mereka tahu keberadaanku?""Aku juga tidak tahu," jelas Ganda cepat. "Dan yang paling krusial sekarang, kau dan Sabrina sedang dalam intaian mereka, Kael." Sepasang mata elang Kael berkilat tajam. Rahangnya mengeras seketika, dan aura mematikan yang di

  • SATU KESALAHAN MEMBAWAKU KE RUMAH CEO GALAK   346. ISTRI YANG TELEDOR

    “Mimpi itu terasa sangat nyata, Kael. Aku takut hilangnya cincin itu adalah awal dari sesuatu yang buruk. Aku istri yang teledor, baru dua minggu dan aku sudah menghilangkan barang sepenting itu.” Kael tidak langsung memotong kalimat istrinya. Pria tegap itu tetap mempertahankan posisinya, mendekap tubuh ringkih Sabrina dengan penuh kesabaran. Tangan kekarnya bergerak teratur mengusap punggung Sabrina, naik turun, menyalurkan kehangatan dan ketenangan yang sangat dibutuhkan wanita itu. Dia mendengarkan setiap patah kata ketakutan yang keluar dari bibir Sabrina tanpa sedikit pun gurat kekesalan di wajahnya. Setelah beberapa saat sampai tangis sesenggukan Sabrina mulai sedikit mereda, Kael perlahan melonggarkan pelukannya. Dia memegang kedua bahu Sabrina, menuntun wanita itu agar dudu

  • SATU KESALAHAN MEMBAWAKU KE RUMAH CEO GALAK   345. PERTANDA BURUK?

    Sabrina langsung panik setengah mati. Matanya bergerak liar memandangi tumpukan pasir putih yang basah di bawah kakinya, lalu beralih menatap aliran air yang mengalir cepat menuju celah-celah batu karang kecil. Tubuhnya mendadak bergetar hebat saat menyadari betapa cerobohnya dia tadi. Kael yang baru saja selesai berbicara dengan Ahmed menyadari perubahan drastis pada punggung istrinya yang tiba-tiba menegang. Dia melangkah mendekat, lalu menyentuh pundak Sabrina dengan lembut."Ada apa, hmm? Kenapa wajahmu pucat sekali?" Sabrina berbalik dengan mata yang sudah berkaca-kaca menahan tangis. Dengan bibir yang bergetar karena rasa bersalah dan ketakutan yang luar biasa, dia mengangkat tangan kirinya yang kosong ke hadapan

  • SATU KESALAHAN MEMBAWAKU KE RUMAH CEO GALAK   344. MARI KITA COBA

    “Kael?”“Eh, ya?” gumam Kael dengan suaranya yang terdengar gugup.“Kau kenapa sih sebenarnya?” tanya Sabrina mulai cemberut. “Kalau kau tidak mau, ya sudah. Kita istirahat saja.” Menyadari bahwa istrinya hendak merajuk, Kael langsung menggeleng. Sepasang mata elangnya berkilat usil saat tangannya terulur mengambil salah satu kotak beraroma strawberry. Dengan gerakan cepat yang membuat Sabrina memekik pelan, Kael kembali mengurung tubuh istrinya di bawah kungkungan tubuh tegapnya. Sebuah seringai seksi terukir di bibir pria itu.“Karena kau sudah telanjur membelinya, tidak keren kalau hanya dipajang di atas ranjang,” bisik Kael nakal, tepat di depan wajah Sabrina yang sudah semerah tomat. “Mari kita coba, apakah benda pilihanmu ini bisa melawa

  • SATU KESALAHAN MEMBAWAKU KE RUMAH CEO GALAK   343. MAU RASA APA?

    “Apa kau marah?” Kael tidak menjawab. Pria tegap itu hanya meremas lembut tangan Sabrina yang sedari tadi berada di dalam genggamannya. Ya. Mereka tidak jadi bercinta karena memang tak punya alat pengaman yang dipinta Sabrina. Jelas saja begitu, mengingat baru tadi mereka membahas tentang keinginan menunda anak secara mendalam. Alhasil, di sinilah mereka sekarang, duduk bersisian menikmati makan malam dengan pemandangan indah Pulau Socotra. Suasana di sekitar mereka terasa sangat eksotis. Meja makan privat mereka ditata di atas tebing batu rendah yang menghadap langsung ke arah Laut Arab. Angin pantai yang hangat berembus lembut, menemani kilauan cahaya keemasan dari obor bambu yang berpadu indah dengan langit senja yang mulai menggelap. Aroma hidangan laut segar yang dibakar dengan bumbu khas lokal menguar di udara, menciptakan atmosfer romantis yang menenangkan setelah belasan jam perjalanan udara. Tak lama kemudian, pemandu wisata lok

  • SATU KESALAHAN MEMBAWAKU KE RUMAH CEO GALAK   342. TIDAK PERCAYA DIRI

    Keheningan mendadak menyergap kamar tidur bernuansa kayu estetis itu setelah pertanyaan Sabrina terlontar. Gerakan ibu jari Kael yang semula mengusap pipi Sabrina langsung terhenti selama beberapa detik. Sepasang manik mata elangnya yang tadi menatap teduh kini berubah menjadi intens, seolah sedang menyelami isi kepala istrinya yang mendadak penuh misteri. Kael tidak langsung menjawab dengan kata ya atau tidak. Pria bertubuh tinggi besar itu memilih untuk mengubah posisi berbaringnya menjadi duduk bersandar pada kepala ranjang. Dia menarik tubuh Sabrina ke dalam dekapannya, lalu memeluknya dari belakang.Kael mengecup puncak kepala Sabrina sebelum akhirnya membuka suara. “Kenapa tiba-tiba menanyakan hal itu sekarang, hmm? Apa ada sesuatu yang mengganggu pikiranmu?” Sabrina terdiam sejenak, meraba jemari tangan kekar Kael yang melingkar di perutnya sebelum akhirnya berani mengutarakan kejujuran yang selama ini berkecamuk di dalam dadanya.“Aku hanya... merasa tid

  • SATU KESALAHAN MEMBAWAKU KE RUMAH CEO GALAK   61. SATU SUAP SAJA

    "Jangan berharap banyak. Aku jarang berada di sini," gumam Kael datar. Sabrina bangkit dari lantai, merapikan gaun sutra hitamnya yang kini sudah tidak berbentuk. Ia mendekat dengan langkah ragu, mengi

  • SATU KESALAHAN MEMBAWAKU KE RUMAH CEO GALAK   60. DIA KEMBALI

    Deru mesin mobil sport Kael membelah sunyinya jalanan protokol dengan kecepatan yang tidak masuk akal. Di dalam kabin yang kedap suara, atmosfer terasa mencekam. Kael mencengkeram kemudi, matanya terus melirik kaca spion setiap beberapa detik, memastikan tidak ada sorot lampu yang mengi

  • SATU KESALAHAN MEMBAWAKU KE RUMAH CEO GALAK   59. GADIS SMP

    Denting lonceng di pintu butik Le Vian terdengar seperti lonceng kematian bagi ketenangan Sabrina. Begitu mereka melangkah masuk, manajer butik langsung mengunci pintu kaca besar itu dari dalam dan membalik papan nama menjadi Closed. Di bawah pendar lampu kristal yang mewah, butik itu kini berubah m

  • SATU KESALAHAN MEMBAWAKU KE RUMAH CEO GALAK   36. SERANGAN TERENCANA??

    Lampu rotator dari mobil patroli keamanan yang berhenti di depan lobi utama berpendar merah-biru, memantul di pilar-pilar marmer yang dingin. Kael tidak menunggu petugas itu turun untuk membukakan pintu. Dengan urat leher yang men

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status