Share

DI SITUASI RUMIT

Author: AUTHOR KOALA
last update publish date: 2026-07-08 12:45:40

Biasanya meja makan dipenuhi canda dan obrolan hangat, tapi tidak dengan malam itu. Keheningan mendominasi, menciptakan suasana yang lebih canggung.

Arletha beberapa kali berusaha mencairkan keadaan, tetapi Randu hanya menanggapi seperlunya. Jawabannya selalu singkat, seolah pikirannya sedang berada di tempat lain.

Bu Mawar yang duduk di sisi putrinya sesekali melirik Randu dengan tatapan penuh selidik. Semakin lama, ia semakin yakin ada sesuatu yang berubah pada diri menantunya. Hanya saja, i
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • SETELAH DIBUANG SUAMI, AKU HARUS MENGGODA PAK CEO!    ALANA-52

    Pasangan paruh baya itu tampak tergesa-gesa menutup pintu rumah sederhana mereka. Bu Ningrum bahkan sudah memastikan pintu terkunci sebelum berbalik hendak menyusul suaminya. Namun, suara deru sebuah mobil yang berhenti tepat di depan rumah membuat langkah keduanya terhenti. Pak Hamid dan Bu Ningrum saling berpandangan. Belum sempat mereka bertanya siapa yang datang, kaca jendela mobil diturunkan. Seorang lelaki yang sudah sangat mereka kenal menyembulkan kepalanya dari balik kemudi. "Pak, Bu, mau ke mana?" tanyanya dengan nada mengejek. Bu Ningrum menahan napas saat menyadari kalau lelaki itu adalah Aksa. "Kami mau pergi." Namun, sebelum perempuan itu sempat melangkah, Aksa kembali membuka mulut. "Oh... mau nyusul anaknya yang jadi pelacur di kota, ya?" Kalimat itu membuat Bu Ningrum spontan mengusap dadanya. Wajahnya langsung pucat, sementara Pak Hamid membeku di tempat. Pak Hamid menatap Aksa dengan mata memerah. Rahangnya mengeras, dan tangannya mengepal kuat di

  • SETELAH DIBUANG SUAMI, AKU HARUS MENGGODA PAK CEO!    ALANA-51

    Alana masih berada dalam kondisi yang sama. Tubuhnya terbaring lemah di atas ranjang rumah sakit dengan kedua mata terpejam. Wajahnya tampak pucat, sementara suara monitor dan alat-alat medis di sekelilingnya terdengar teratur, menciptakan irama menegangkan yang terus memenuhi ruangan.Randu masih menggenggam tangannya. Lelaki itu bahkan tidak menyadari bahwa sejak tadi ia menahan napas, berharap perempuan di hadapannya segera membuka mata."Oh, Tuhan..." gumamnya lirih.Randu mengusap wajahnya dengan tangan yang lain, lalu kembali menatap Alana."Aku pikir dia sudah bangun, tapi ternyata hanya perasaanku saja."Tadi ia sempat merasa seolah Alana membuka mata dan menyentuh kepalanya. Namun, setelah sadar sepenuhnya, ia kembali menemukan perempuan itu masih terbaring tanpa memberikan respons apa pun.Dalam diam, Randu terus memohon agar Alana segera bangun dari tidur panjangnya. Ia ingin mendengar suara perempuan itu lagi. Ia ingin melihat tatapan penuh luka yang dulu sering membuatnya

  • SETELAH DIBUANG SUAMI, AKU HARUS MENGGODA PAK CEO!    ALANA-50

    "Alana!"Suara Randu terdengar panik ketika ia melihat tubuh Alana terbaring diam di atas ranjang rumah sakit. Perempuan itu sama sekali tidak memberikan respons. Wajahnya terlihat pucat, tubuhnya terasa dingin, tetapi napasnya masih teratur seperti seseorang yang sedang tertidur lelap.Randu segera mendekat dan menggenggam tangan Alana yang terasa begitu dingin di telapak tangannya."Tolong bangun, Alana..."Ia menundukkan kepala, lalu mengecup punggung tangan perempuan itu dengan penuh kecemasan."Alana, dengar aku. Tolong buka matamu!"Tidak ada jawaban.Beberapa jam sebelumnya, Randu menerima telepon dari pihak rumah sakit yang mengabarkan bahwa kondisi Alana tiba-tiba memburuk dan perempuan itu kehilangan kesadaran. Tanpa berpikir panjang, Randu langsung meninggalkan semua urusannya dan bergegas menuju rumah sakit. Namun, begitu tiba, ia justru mendapatkan kabar yang jauh lebih mengejutkan.Dokter menemukan adanya kandungan obat dalam tubuh Alana dengan dosis yang cukup tinggi.

  • SETELAH DIBUANG SUAMI, AKU HARUS MENGGODA PAK CEO!    ALANA-49

    "Kamu harus lihat ini, Sayang!"Suara Antoni memecah keheningan apartemen yang kini ditempati Arletha. Lelaki itu berjalan mendekat sambil mengulurkan ponselnya dengan senyum yang sulit diartikan. Sejak siang tadi ia terus mengikuti pemberitaan yang sedang ramai diperbincangkan di media sosial.Arletha yang semula duduk santai di sofa menoleh malas. Namun, begitu melihat layar ponsel yang disodorkan Antoni, sudut bibirnya perlahan terangkat membentuk senyum tipis.Berita mengenai kecelakaan yang menimpa Alana telah tersebar luas. Tak hanya itu, nama Randu juga ikut terseret karena mobil yang mengalami kecelakaan merupakan kendaraan miliknya. Beberapa media bahkan menuliskan dugaan bahwa kecelakaan itu melibatkan sopir pribadi Randu dan seorang perempuan yang belakangan disebut-sebut sebagai saksi penting dalam persidangan perceraian mereka.Arletha menggeser layar ponsel itu beberapa kali. Foto mobil yang ringsek, ambulans, hingga gambar Alana yang dibawa menggunakan tandu membuat s

  • SETELAH DIBUANG SUAMI, AKU HARUS MENGGODA PAK CEO!    ALANA-48

    Sesaat Alana berniat mendorong tubuh Randu menjauh. Kedua tangannya bahkan sudah terangkat, bersiap melepaskan pelukan itu. Namun, entah mengapa tubuhnya justru tiba-tiba membeku. Hangat pelukan lelaki tersebut membangkitkan berbagai perasaan yang selama ini berusaha ia kubur dalam-dalam. Dadanya yang sejak tadi dipenuhi rasa takut perlahan mulai mengendur. Untuk beberapa detik, Alana tanpa sadar membiarkan dirinya tenggelam dalam pelukan itu. Ia menikmati rasa aman yang begitu asing, tetapi sekaligus terasa menenangkan."Tuan..." suara Alana terdengar parau.Ucapan itu membuat Randu sedikit tersadar. Dengan berat hati, ia melonggarkan pelukannya. Alana pun perlahan melepaskan diri, meski masih dapat melihat dengan jelas betapa paniknya wajah lelaki itu."Maaf," ucap Randu lirih. "Aku terlalu panik."Tanpa menunggu jawaban, kedua mata Randu langsung memindai tubuh Alana dari ujung kepala hingga kaki. Tatapannya dipenuhi kecemasan, seolah takut menemukan luka yang lebih parah dari ya

  • SETELAH DIBUANG SUAMI, AKU HARUS MENGGODA PAK CEO!    ALANA-47

    Pak Indra refleks menginjak pedal rem sekuat tenaga begitu melihat truk bermuatan penuh itu melaju tak terkendali ke arah mereka. Namun, jarak yang sudah terlalu dekat membuat usahanya nyaris mustahil berhasil. Truk itu terus berjalan oleng dari satu jalur ke jalur lain, sementara jalanan yang menurun dan berkelok membuat situasi semakin berbahaya."Pegangan, Mbak!" teriak Pak Indra dengan wajah panik.Dalam hitungan detik, ia membanting setir ke arah kiri untuk menghindari tabrakan langsung. Ban mobil berdecit keras, meninggalkan bekas gesekan panjang di atas aspal. Mobil mereka berbelok tajam hingga keluar sedikit dari badan jalan.BRAAAK!Benturan keras tak dapat dihindari. Bagian depan mobil menghantam batang pohon besar di pinggir jalan dengan suara yang memekakkan telinga. Guncangan hebat membuat tubuh Alana dan Pak Indra terdorong ke depan sebelum tertahan oleh sabuk pengaman.Di saat yang bersamaan, truk yang sempat menyerempet bagian belakang mobil kehilangan keseimbangan. K

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status