Share

Bab 25

Author: Chana Lee
last update publish date: 2026-04-02 17:22:24

Jalanan malam terasa lebih lengang dari biasanya saat mobil Indra melaju meninggalkan kawasan perumahan elite itu. Lampu-lampu kota memantul di kaca depan, menciptakan bayangan panjang yang bergerak perlahan seiring lajunya kendaraan. Di dalam mobil, suasana sunyi, hanya suara mesin yang halus dan napas Indra yang stabil. Namun di balik ketenangan itu, pikirannya tidak benar-benar diam.

Pesan yang tadi ia terima masih terngiang di kepalanya.

Langkahmu terlalu besar untuk hanya berhenti di sin
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Suami yang dijual itu ternyata Dewa Perang   Bab 184 ( TAMAT)

    Pagi di Jakarta terasa jauh lebih sunyi dibanding biasanya. Langit ibu kota dipenuhi suara helikopter militer yang terus melintas rendah di antara gedung-gedung tinggi, sementara seluruh stasiun televisi nasional menampilkan siaran darurat yang sama sejak subuh tadi. Wajah para pembawa berita terlihat tegang ketika layar terus memutar rekaman bentrokan di Laut Arafura, kehancuran drone tempur asing, serta video jet hitam misterius yang kini menjadi pembicaraan dunia internasional. Indonesia berubah dalam semalam. Dan pusat perubahan itu... adalah satu nama. Indra Birawa. Di markas besar militer Indonesia, suasana ruang rapat utama dipenuhi tekanan yang belum pernah terjadi sebelumnya. Para petinggi militer, pejabat negara, dan anggota intelijen duduk mengelilingi meja panjang sambil memperhatikan layar besar di depan mereka. Rekaman demi rekaman diputar ulang. Jet Australia yang jatuh. Drone Erebos yang hancur. Dan sosok pilot misterius yang bertarung sendirian di a

  • Suami yang dijual itu ternyata Dewa Perang   Bab 183

    Langit di atas Laut Arafura berubah merah gelap akibat kobaran ledakan drone yang terus berjatuhan dari udara, sementara ombak besar menghantam sisi kapal patroli Indonesia yang rusak parah setelah serangan mendadak beberapa menit sebelumnya. Asap hitam membumbung tinggi ke angkasa, bercampur percikan api dan serpihan logam yang jatuh ke permukaan laut seperti hujan besi panas.Namun di tengah kekacauan itu...satu hal mulai mengubah seluruh situasi.Jet hitam Arkavian.Pesawat tempur tanpa identitas resmi yang bergerak terlalu cepat untuk diikuti radar biasa.Dan di dalamnya...Indra Birawa.“Target tersisa tujuh,” suara operator Arkavian terdengar dari headset.Tatapan Indra tetap dingin menatap layar merah di depannya.Jari-jarinya bergerak tenang di panel kendali.Sangat tenang.Padahal di dalam tubuhnya sendiri...rasa panas akibat eksperimen Erebos masih terus menyebar perlahan.Sesekali napasnya terdengar sedikit berat.Namun pria itu sama sekali tidak peduli.Karena sekarang..

  • Suami yang dijual itu ternyata Dewa Perang   Bab 182

    Langit pagi di atas markas Arkavian masih dipenuhi kabut tipis ketika alarm peringatan mendadak berbunyi nyaring di seluruh kompleks bawah tanah, memecah suasana tegang yang sejak semalam belum benar-benar mereda. Lampu merah berkedip di sepanjang lorong baja, sementara suara langkah cepat para personel militer mulai memenuhi area komando utama.Keadaan berubah drastis hanya dalam hitungan detik.Karena sesuatu akhirnya terjadi.Sesuatu yang sejak tadi malam ditunggu semua orang.BRAKK!Pintu ruang strategi terbuka keras ketika salah satu operator masuk dengan wajah pucat sambil membawa tablet data di tangannya.“Kontak militer asing terdeteksi di Laut Arafura!”Mahesa yang sedang berdiri di depan layar peta langsung menoleh tajam.“Jumlah?”“Empat kapal destroyer Australia,” jawab operator cepat. “Dan satu kapal tempur pendukung Amerika memasuki radius pengawasan kita.”Suasana ruangan langsung membeku.Reno mengumpat pelan.“Anjing... mereka gerak secepat ini?”Seraphine yang berdir

  • Suami yang dijual itu ternyata Dewa Perang   Bab 181

    Langit Jakarta masih gelap ketika iring-iringan kendaraan militer melaju cepat memasuki kawasan pusat pemerintahan dengan sirene rendah yang memecah sunyi dini hari, sementara hujan tipis membasahi jalan-jalan ibu kota yang mulai dipenuhi penjagaan bersenjata. Lampu merah dan biru memantul di gedung-gedung tinggi, menciptakan suasana mencekam yang belum pernah dirasakan masyarakat sejak bertahun-tahun lalu.Karena malam itu...Indonesia resmi memasuki status darurat militer terbatas.Berita tentang bentrokan besar di desa Ayu sudah mulai bocor ke media internasional. Meskipun pemerintah berusaha menutupi sebagian informasi, rekaman ledakan, kendaraan tempur misterius, serta kemunculan organisasi bersenjata asing tetap menyebar cepat di internet.Dan satu nama...mulai muncul di berbagai laporan rahasia.Indra Birawa.Di dalam kendaraan lapis baja paling depan, suasana terasa jauh lebih sunyi dibanding suara hujan di luar.Indra duduk bersandar dengan mata terpejam, sementara napasnya

  • Suami yang dijual itu ternyata Dewa Perang   Bab 180

    Fajar belum sepenuhnya muncul ketika suasana markas militer rahasia itu sudah berubah jauh lebih sibuk dibanding beberapa jam sebelumnya. Sirene peringatan berbunyi pelan di beberapa lorong utama, sementara puluhan personel militer bergerak cepat membawa dokumen, senjata, dan perlengkapan tempur menuju area komando pusat.Udara terasa berat.Bukan karena suara langkah para tentara.Melainkan karena semua orang mulai memahami satu hal yang sama.Perang bukan lagi kemungkinan.Perang sudah mendekat.Di ruang komando utama, layar-layar besar kini dipenuhi data pergerakan armada asing di wilayah laut selatan Indonesia. Titik merah terus bertambah setiap jam, membentuk garis tekanan yang perlahan mendekati batas pertahanan nasional.Mahesa berdiri di depan layar dengan wajah keras.Tangannya terlipat di dada.Sedangkan beberapa jenderal dan petinggi negara mulai memenuhi ruangan satu per satu.“Laporan terakhir,” ucap salah satu operator cepat. “Tiga kapal destroyer Australia bergerak lebi

  • Suami yang dijual itu ternyata Dewa Perang   Bab 179

    Malam menyelimuti markas militer rahasia itu dengan suasana yang jauh lebih tegang dibanding dunia luar. Lampu-lampu putih di sepanjang lorong baja menyala dingin tanpa suara, sementara puluhan tentara bersenjata lengkap berjaga di setiap sudut area utama markas.Udara terasa berat.Seolah seluruh tempat itu sedang menunggu sesuatu yang besar terjadi.Di dalam ruang rapat utama, suasana bahkan lebih menekan lagi.Para petinggi militer Indonesia masih duduk mengelilingi meja panjang berbentuk oval dengan wajah serius. Berbagai layar digital di dinding menampilkan peta wilayah laut selatan Indonesia, titik pergerakan armada asing, serta data ancaman yang terus bertambah setiap jam.Dan di tengah semua perhatian itu…Indra berdiri diam tanpa ekspresi.Tatapan para jenderal terus tertuju kepadanya.Sebagian terlihat kagum.Sebagian lagi jelas waspada.Karena meski laporan mengenai Indra sudah mereka baca berkali-kali…melihat langsung sosoknya tetap terasa berbeda.Aura pria itu terlalu d

  • Suami yang dijual itu ternyata Dewa Perang   Bab 114

    Kendaraan yang membawa Indra melaju meninggalkan area padepokan dengan kecepatan stabil, namun suasana di dalamnya tidak pernah benar-benar tenang karena meskipun tidak ada percakapan panjang, tekanan yang terasa justru semakin pekat seiring jarak yang semakin jauh dari pusat desa, dan setiap orang

  • Suami yang dijual itu ternyata Dewa Perang   Bab 113

    Suasana di halaman padepokan itu tidak lagi sekadar tegang, melainkan sudah berubah menjadi tekanan yang benar-benar terasa menekan dada setiap orang yang berdiri di sana, dan di tengah semua itu Indra tetap berdiri tegak tanpa menunjukkan tanda-tanda goyah meskipun ia tahu bahwa situasi yang sedan

  • Suami yang dijual itu ternyata Dewa Perang   Bab 112

    Pintu kayu besar di bangunan utama itu terbuka lebih lebar dengan bunyi berderit yang pelan namun panjang, dan dari dalam bayangan gelap muncul sosok pria tua dengan langkah tenang yang sama sekali tidak tergesa, sementara seluruh perhatian di halaman padepokan seolah tertarik ke arahnya tanpa perl

  • Suami yang dijual itu ternyata Dewa Perang   Bab 111

    Suara deru kendaraan dari kejauhan awalnya hanya terdengar seperti gangguan samar yang tersapu angin di antara lembah dan pepohonan, namun dalam hitungan detik suara itu berubah menjadi semakin jelas, semakin dekat, dan semakin berat, seolah bukan sekadar kendaraan yang melintas melainkan rombongan

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status