LOGIN*** Namun didalam ruangan.... Proses penyembuhan yang berlangsung di dalam ruangan rahasia terasa bagaikan siksaan tak berpenghujung bagi Fang Zhe. Selama dua jam penuh, ia harus terus mempertahankan fokus tingkat tinggi di tengah gempuran desahan lembut dan erangan pasrah dari wanita tercantik di Lembah Perawan yang berada hanya sejengkal di depannya. BZZZZZZT! Arus Energi Yin Es yang diserap Fang Zhe dari tubuh Pemimpin Sekte mengalir deras masuk melalui jalur meridian di tangannya, berputar hebat sebelum akhirnya mengendap di dalam Dantian milik Fang Zhe. Secara luar biasa, energi es murni tingkat tinggi tersebut tidak merusak tubuhnya. Sebaliknya, teknik kultivasi unik Fang Zhe bekerja secara ajaib, menyelaraskan dan mengasimilasi Energi Yin Es itu ke dalam fondasi kultivasinya sendiri! 'Luar biasa... Elemen Es di dalam tubuh gue meningkat drastis! Terasa lebih kuat dari sebelumnya!' batin Fang Zhe terperanjat gembira. Ia bisa merasakan fondasi Inti Es di dalam tubuhnya sema
Terperanjat oleh teguran bernada ancaman itu, Fang Zhe langsung tersentak kaget dan dengan cepat memalingkan wajahnya seraya berdeham keras. "Ehem! K-kagak ada! Gue cuma lagi... memetakan letak titik meridian lo secara akurat!" kilat Fang Zhe bersilat lidah, berusaha sekuat tenaga menguasai diri agar tidak kembali dihantam hingga tembus ke dinding batu. Sebelum sang Pemimpin Sekte sempat meluapkan kejengkelannya lebih jauh, raut wajah Fang Zhe berubah drastis menjadi sangat serius. Sikap main-mainnya sirna dalam sekejap. BZZZZT! Fang Zhe merentangkan tangan kanannya ke depan. Energi Qi berharga bertipe murni di dalam tubuhnya mendadak bergolak hebat dan mengalir deras menuju ujung-ujung jarinya. Dalam hitungan detik, pendar cahaya keemasan bercampur perak berkilau menyilaukan di udara. Secara menakjubkan, energi Qi murni tersebut memadat dan memadat, mengkristal hingga membentuk tujuh buah jarum energi yang sangat tipis dan tajam! Wuuuuush! Wuuuuush! Jarum-jarum itu melayang d
Namun, jawaban yang ia terima bukanlah permohonan maaf, melainkan hawa membunuh yang mendadak melonjak hingga ke titik puncak. Ruangan rahasia yang tadinya terasa intim seketika berubah menjadi neraka es yang mencekam. Sang Pemimpin Sekte berdiri tegak di tengah altar, jubah sutranya berkibar diterpa angin es buatan yang meletup dari tubuhnya. Binar kekaguman dan secercah harapan di mata kristalnya kini sirnah sepenuhnya, berganti menjadi kemarahan membara yang bercampur dengan rasa jijik yang sangat mendalam. Tekanan auranya memancar begitu dahsyat, membuat formasi pelindung di dinding bergetar hebat. "Lancang!" bentak Pemimpin Sekte, suaranya menggelegar penuh aura kepemimpinan yang sanggup menggetarkan jiwa. "Empat puluh tahun aku memimpin Sekte Lembah Perawan dengan menjaga kesucian dan martabat tempat ini! Dan kau... seorang pria asing, dengan beraninya mengucapkan kata-kata tak senonoh dan menyuruhku menanggalkan pakaian?!" Setiap kata yang keluar dari bibirnya bagaikan bela
Mendengar permintaan Fang Zhe, Pemimpin Sekte yang sudah tak sabar ingin membuktikan ucapan pemuda itu langsung mengibaskan tangannya, memberi perintah tegas tanpa kompromi. "Su Yin, Tetua Hukuman... keluar," titah sang Pemimpin Sekte, suaranya dingin namun penuh penekanan. "Tinggalkan kami berdua. Tutup rapat pintu rahasia ini dan jangan biarkan siapa pun mengganggu!" Tetua Hukuman dan Su Yin sempat saling pandang dengan raut ragu. Meninggalkan Pemimpin Sekte sendirian di dalam gua terisolasi bersama seorang pria asing jelas merupakan hal yang tak pernah terjadi sepanjang sejarah Lembah Perawan. Namun, melihat sorot mata Pemimpin Sekte yang tak mau dibantah, keduanya akhirnya membungkuk dalam-dalam. "Baik, Pemimpin Sekte!" jawab mereka serempak. Langkah kaki kedua wanita itu menjauh, dan tak lama kemudian, pintu batu tebal berukir formasi pelindung tertutup rapat dengan suara dentuman berat. BZZZT... Cahaya formasi menyala, menyegel ruangan itu sepenuhnya dalam keheningan m
"Bodoh! Tolol!" bentak sang Pemimpin Sekte. Suaranya meledak bagaikan gemuruh es yang meruntuhkan puncak gunung. Guratan racun kehitaman di lehernya kian menjalar naik hingga merayapi garis rahangnya, membuat paras cantiknya memancarkan aura mengerikan. "Kalian membawa seorang pemuda mentah yang bahkan belum jelas asal-usulnya ke tempat tersuci ini?! Tanpa memverifikasi latar belakangnya? Tanpa menguji kemampuannya terlebih dahulu?! Bagaimana jika dia adalah mata-mata sekte musuh yang dikirim untuk menghabisi nyawaku saat aku terlelap?!" Aura dingin yang dipancarkannya makin menjadi-jadi, membuat embun es menyelimuti jubah Su Yin dan Tetua Hukuman yang masih bersujud ketakutan. "Pemimpin Sekte, mohon dengarkan penjelasan kami terlebih dahulu!" potong Tetua Hukuman seraya memberanikan diri sedikit mendongak, matanya memancarkan kesungguhan mutlak. "Kami tidak sembarangan membawanya! Pemuda ini... dia berhasil memurnikan Pil Tingkat Dewa tepat di depan mata kami sendiri!" DEG. Ka
Fang Zhe masih berdiri mematung, pandangannya terkunci rapat pada kecantikan magis Pemimpin Sekte yang terbaring di atas altar es. Otaknya seolah berhenti berfungsi sejenak. Tanpa sadar, kakinya melangkah maju secara refleks, melintasi batas aman ruangan. Tangannya perlahan terangkat, jemarinya terulur hendak menyentuh permukaan kristal es transparan yang membingkai paras jelita itu. "Sumpah, mulus banget ini es... eh, orangnya maksud gue..." gumam Fang Zhe dengan tatapan berkaca-kaca, terhipnotis sepenuhnya. PLAKK! "ADUH!" Fang Zhe merintih kesakitan sambil memegangi pipinya yang seketika memerah panas. Tamparan keras dari Tetua Hukuman melayang tepat sasaran, sukses memutus buaian lamunan mesumnya dalam sekejap. "Buang tatapan cabul matamu yang lancang itu, Bocah!" bentak Tetua Hukuman dengan mata melotot murka, aura dingin menguar tajam dari tubuhnya. "Tunjukkan rasa hormatmu! Di hadapanmu ini adalah Pemimpin Sekte Lembah Perawan yang terhormat! Bukan pajangan pameran yang bi
Erina masih memperhatikannya beberapa detik lebih lama.Tatapannya tajam. Seolah mencoba membaca sesuatu di balik wajah tenang Fang Zhe. Lalu ia meletakkan cangkir tehnya secara perlahan.“Hari ini ada pertemuan penting.”Nada suaranya kembali profesional.“Pertemuan perdagangan bahan obat dengan k
KLIIIIK!Suara notifikasi itu seperti petir yang menyambar jantung Fang Zhe.Ia membeku. Lalu perlahan menunduk menatap panel sistem.*Status Host: Fang ZhePekerjaan: Pengawal Pribadi CEOPoin Sistem: 0Kharisma: Tingkat 1 — Aura Ketampanan Tuan Muda Kota Shange.*“Apa?”Wajahnya seketika kaku.
Hening beberapa detik memenuhi kabin mobil yang bergerak halus itu. Fang Zhe juga tidak langsung menjawab.Di luar jendela, gedung-gedung kota Shange mulai menjulang tinggi. Dunia yang beberapa jam lalu terasa begitu kejam, kini seperti membuka celah kecil untuknya.“Kalau aku menolak?” tanyanya te
DIIIIIING!Panel transparan berwarna biru muda muncul di hadapan Fang Zhe, hanya bisa dilihat olehnya. Di bawahnya, dua pilihan menyala terang.1. Bela Diri Dasar (Basic Combat Mastery).Meningkatkan refleks, kekuatan pukulan, teknik dasar pertarungan tangan kosong. Cocok untuk konfrontasi langsung







