Share

44

Author: Anna Sahara
last update Last Updated: 2025-12-06 20:01:21

44.

"Sebaiknya kamu tunggu di sini saja, aku tidak ingin kamu ikut menghadapi ayahku," Zoya menyarankan, suaranya lembut tapi tegas.

Namun, Erlang tidak setuju dan membuat alasan yang masuk akal. "Bukankah kamu bilang aku tidak harus selalu bermusuhan dengan orang tuamu? Ibumu sudah menerima pemberianku, siapa tahu ayahmu juga butuh bantuan dariku di dalam? Dan mungkin dengan jalan ini, hubungan kami tidak terlalu buruk lagi."

Zoya terdiam, masih ragu untuk mengajak Erlang masuk. Dia tahu ayahnya pasti marah dan tidak akan senang, apalagi melihat Erlang datang bersamanya.

Akan tetapi, kata-kata Erlang membuat Zoya berpikir ulang bahwa mungkin saja kehadiran Erlang bisa membantu menyelesaikan masalah. "Baiklah, kamu boleh ikut, tapi jangan membuat masalah, ya!"

Erlang mengangguk kecil pada Zoya sebelum akhirnya mereka berdua menuju ke dalam kantor polisi.

Di dalam kantor polisi, Zoya dan Erlang mencari keberadaan Ghofur melalui petugas yang berjaga malam itu

Setelah beberapa saat,
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • SKANDAL DUA MENANTU   85

    Sembari mengeluarkan dokumen dari dalam tas yang dibawanya, Zoya tersenyum dengan percaya diri. "Sebenarnya, aku memiliki dua toko roti sendiri dan sama-sama baru dibuka. Dan ini adalah bukti kepemilikannya," kata Zoya dengan bangga. "Satu toko mengalami kebangkrutan total karena ada seseorang yang dengan sengaja menjebakku, tapi untungnya toko yang mengalami kebangkrutan itu hanya cadangan saja, toko yang sesungguhnya mengalami kemajuan yang signifikan dalam beberapa bulan ini dan cukup memberikan keuntungan yang banyak."Arsya tercengang kaget, matanya melebar karena tidak menyangka Zoya masih memiliki toko roti yang lain. "Apa ... ini tidak mungkin," gumamnya seperti orang linglung. Dia tidak sabar untuk melihat usaha baru istrinya itu.Untuk membuktikan dirinya mampu, Zoya lebih dulu menyerahkan dokumen tersebut kepada Arsya. "Ini adalah sertifikat kepemilikan toko roti yang sah. Rencananya, aku juga akan mengembangkan beberapa cabang di beberapa tempat lain."Ketika memeriksa k

  • SKANDAL DUA MENANTU   84

    Erlang membelai rambut Zoya dengan lembut, sedangkan Zoya membenamkan kepalanya di dada telanjang Erlang. Sepasang kekasih itu saling menikmati sentuhan dengan penuh kasih. "Kamu tahu, aku sempat mengalami kesulitan tidur saat berpisah denganmu, Zoya," ucap Erlang dengan suara yang lembut. Merasa bersalah, Zoya segera mendongakkan kepala dan menatap Erlang dengan mata yang berkaca-kaca. "Aku minta maaf, Lang. Aku sudah membuatmu menderita saat itu." "Aku tidak pernah menyalahkanmu." Erlang tersenyum sembari menikmati keindahan di wajah kekasihnya. "Itu hanya masa lalu, dan sekarang aku tidak ingin kamu meninggalkan aku lagi, jangan coba-coba untuk berpisah dariku!" Bibir Zoya mengerucut manja. "Aku senang dicintai oleh pria sepertimu, Lang, tapi kata-katamu tadi membuatku sedikit takut. Aku seperti mendapat ancaman cinta dari kekasihku sendiri.""Memang benar ini sebuah ancaman." Tanpa ragu, Erlang mempertegas. "Cukup sekali saja kamu boleh menyakitiku, aku tidak akan tinggal diam

  • SKANDAL DUA MENANTU   83

    Di dalam Mansion Bagaskara, Suzy berdiri di tengah ruangan dengan wajah yang merah karena marah. Dia menatap Rasputin dengan mata yang berapi-api. "Lihat ini jam berapa, Zoya dan Erlang tidak kembali selarut ini, aku yakin mereka sedang bersama, mereka berdua pasti berselingkuh di belakang kita semua," Suzy akhirnya mengungkapkan kecurigaannya pada sang suami.Akan tetapi Rasputin tidak langsung terpengaruh. Cara berpikirnya lebih rasional. "Apa yang kamu pikirkan tentang Erlang dan Zoya? Mereka sudah biasa seperti ini. Zoya sibuk dengan bisnis barunya, apalagi Erlang yang memiliki banyak urusan, kenapa kamu harus menyangkut pautkan semua masalah dengan Zoya dan Erlang seolah-olah mereka berselingkuh.""Jadi kamu tidak percaya padaku? Kamu lebih membela kedua menantumu itu daripada pendapat istrimu sendiri?" tuduh Suzy dengan nada yang keras.Rasputin yang sedang duduk di sofa, menatap Suzy dengan mata yang tenang, "Apa yang kamu maksudkan, Suzy? Aku bicara apa adanya, sejauh ini aku

  • SKANDAL DUA MENANTU   82

    Selain Zoya, Barbara adalah sosok wanita yang sempat membuat Erlang terpana dan memandangnya tanpa berkedip. Tentu saja Zoya tidak bisa melupakan momen pertemuan dengan wanita itu. "Dia... wanita itu?" Zoya langsung berpikiran yang bukan-bukan. "Kamu bahkan sengaja menyiapkan hadiah untuknya, selain itu apa lagi? Apa kalian juga sering bertemu di belakangku?" Zoya bertanya dengan nada yang keras dan penuh kecurigaan.Erlang sedikit panik dengan raungan keras Zoya, dia segera menepikan mobilnya ke bahu jalan. "Sayang, apa yang kamu pikirkan?" tanya Erlang dengan nada yang lembut, mencoba menenangkan Zoya.Barbara, seorang wanita paruh baya yang masih terlihat mempesona dengan kecantikan yang elegan dan aura yang kuat. Zoya tidak bisa menepis rasa curiganya ketika Erlang menyebut kembali nama wanita itu.Zoya butuh penjelasan. "Jawab aku, Lang! Apa yang terjadi antara kamu dan dia?" Zoya menuntut jawaban dengan mata yang berkaca-kaca karena kesal dan cemburu.Erlang menarik napas dalam-

  • SKANDAL DUA MENANTU   81

    81.Begitu tiba di teras rumah, Erlang langsung meraih tubuh Zoya dan membawa wanita itu ke dalam pelukannya. Tanpa menghiraukan perasaan Tazkia, dia memeluk Zoya dengan erat, lalu mencoba untuk menenangkan sang kekasih. "Kamu tidak apa-apa kan?" Erlang terlihat khawatir melihat keadaan Zoya yang sempat menangis sesenggukan. "Harusnya aku tidak membawamu ke sini, kita pulang sekarang!" kata Erlang dengan nada yang lembut.Tazkia yang menyaksikannya merasa tersinggung. Dia langsung berdiri dan berusaha untuk memisahkan keduanya. "Apa yang kamu lakukan, Erlang? Apakah kamu tidak melihat aku ada di sini?" kata Tazkia dengan nada yang kasar, sambil melangkah maju dengan wajah yang merah karena marah.Erlang tidak peduli dengan Tazkia, dia terus memeluk Zoya dan mencoba untuk menenangkannya. "Jangan khawatir, aku ada di sini, kamu tidak salah," kata Erlang dengan nada yang lembut, sambil membelai rambut Zoya. Anak-anak panti asuhan yang sempat mengekor berada di sekitar mereka mulai mena

  • SKANDAL DUA MENANTU   80

    80."Tapi lihat buktinya, sampai sekarang tidak ada yang kembali," Suzy lebih percaya pada pemikirannya sendiri. "Vano juga sudah memantau Barbara setiap waktu, tidak ada anak yang disebutkan oleh Jack mori.""Apa kamu lupa kecerdasan Richard?" Kembali Rasputin mengingatkan bahwa mereka harus selalu waspada. "Aku yakin dia pasti menurunkan kecerdasan itu pada keturunannya dan Barbara sengaja menyembunyikan putra mereka agar kita terkecoh. Kelak kalau anak itu kembali, aku tidak bisa berbuat banyak. Sekarang jika hanya memanfaatkan kemapuan Arsya, aku tidak akan pernah berhasil melampaui Richard. Karena Erlang cukup jenius dalam mengembangkan usaha, aku membutuhkannya untuk menguasai banyak aspek.""Apa menurutmu Erlang tidak akan menuntut apapun?" Suzy meragukan menantunya itu. Terlebih setelah mencurigai Erlang dan Zoya, dia tidak terlalu percaya lagi dengan pria itu. "Aku hanya perlu memberinya bagian kecil saja. Aku sudah mempelajari kehidupan Erlang yang cukup keras, dia hanya be

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status