Home / Romansa / Saat Aku Melepasmu / Bab 228. Sebelum Badai Menghantam

Share

Bab 228. Sebelum Badai Menghantam

last update publish date: 2026-10-27 23:24:58

“Morning, Adeline, bagaimana kabarmu?” Kalimat pertama yang diucapkan Isolde begitu melihat Adeline datang ke lokasi bersama dengan Nora—yang tentu saja tak mungkin membiarkan Adeline datang ke lokasi syuting sendirian setelah berbagai drama dan ancaman terselubung yang belakangan ini kerap terjadi.

Adeline tampak malas menanggapi ucapan Isolde. Hanya saja, meski rasa jengah merayap di dadanya, ia tetap mempertahankan ketenangannya. Dia membalas sapaan itu dengan sorot mata dingin yang cukup me
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (2)
goodnovel comment avatar
Antono Kastani
ditunggu up yg banyak biar cepat tamat
goodnovel comment avatar
Deka Deka
seuprit alias dikit banget ...
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Saat Aku Melepasmu   Bab 228. Sebelum Badai Menghantam

    “Morning, Adeline, bagaimana kabarmu?” Kalimat pertama yang diucapkan Isolde begitu melihat Adeline datang ke lokasi bersama dengan Nora—yang tentu saja tak mungkin membiarkan Adeline datang ke lokasi syuting sendirian setelah berbagai drama dan ancaman terselubung yang belakangan ini kerap terjadi.Adeline tampak malas menanggapi ucapan Isolde. Hanya saja, meski rasa jengah merayap di dadanya, ia tetap mempertahankan ketenangannya. Dia membalas sapaan itu dengan sorot mata dingin yang cukup menusuk, menatap lurus pada Isolde yang berdiri di hadapannya sambil menyilangkan tangan di dada, jemarinya dengan angkuh memainkan helaian rambut yang telah ditata sempurna oleh penata gaya.“Seperti yang kau lihat, aku baik,” jawab Adeline dingin, sengaja memangkas jarak toleransi dan menolak basa-basi pada wanita itu, yang sudah sangat ia hafal perangainya—selalu mencari celah untuk memancing emosi dan menciptakan masalah.Isolde tersenyum anggun, sebuah senyuman plastik yang sama sekali tidak

  • Saat Aku Melepasmu   Bab 227. Hasil Tes DNA Yang Berbeda

    Pagi itu, Adeline berdiri diam di dekat jendela besar ruang tamu sambil menggenggam cangkir teh hangatnya. Sinar matahari pagi menerobos masuk, menyinari buket bunga mawar merah tanpa nama yang sejak semalam bertengger menonjol di atas meja. Aroma manis khas mawar bercampur harum teh melati menguar di udara, namun sama sekali tidak mampu menenangkan gejolak di dada Adeline.Pandangannya tertuju lekat pada buket bunga itu, sementara pikirannya masih dipenuhi rasa heran dan sedikit kegelisahan yang tak beralasan atas sosok misterius yang meninggalkannya di depan pintu larut malam tadi.Suara denting bel dan ketukan pintu yang teratur seketika memecah lamunannya. Adeline menarik napas dalam-dalam, melangkah mendekat, lalu memutar gagang pintu dan membukanya perlahan.Nora melangkah masuk dengan gaya sigapnya yang biasa, membawa tas tangan kulit dan memancarkan aura manajer yang selalu siap bekerja, padahal hari ini adalah hari libur. Namun, begitu melangkah melewati ambang pintu dan matan

  • Saat Aku Melepasmu   Bab 226. Mungkin Hanya Salah Alamat

    Kemegahan arsitektur klasik dan kemewahan interior mansion Lennox malam itu terasa begitu menyesakkan dada bagi Talia. Lampu kristal raksasa yang menggantung megah di langit-langit ruang utama seolah memantulkan bayangan kegelisahan yang tengah berkecamuk di dalam hatinya. Suasana rumah yang biasanya terasa megah dan menenangkan kini mendadak berubah menjadi sangkar emas yang pengap.Talia mondar-mandir di atas karpet wol tebal di dalam kamarnya, napasnya memburu dan dadanya naik-tak beraturan. Jemarinya yang berhiaskan cincin berlian mahal tampak bergetar hebat saat dia menggenggam erat ponselnya. Bertemu dengan Jack Drawn di Brooklyn tadi pagi benar-benar sukses merontokkan seluruh pertahanan mental yang selama ini dia bangun dengan susah payah di hadapan Asher.Pria itu tahu segalanya. Jack memegang kartu As yang bisa menghancurkan hidupnya kapan saja, merobek seluruh fasad kesempurnaan yang dia tampilkan sebagai Nyonya Lennox.“Sialan ... sialan!” geram Talia tertahan, menggigit k

  • Saat Aku Melepasmu   Bab 225. Pria Itu Sepertinya Aneh

    Keheningan yang dingin dan berat langsung menyelimuti ruang kerja berarsitektur modern-klasik milik Asher. Suara detak jarum jam dinding berbingkai tembaga seolah terdengar kian memburu, beradu dengan aroma kayu jati segar, kulit interior, dan keharuman maskulin yang kental.Asher tidak langsung menjawab. Pria itu menyandarkan punggungnya ke sandaran kursi kulit berkualitas tinggi, mengerutkan kening sembari menatap pria bernama Jack Drawn dengan sorot mata biru yang tajam dan tak tersentuh. Jemari tangannya yang kokoh mengetuk-ngetuk permukaan meja mahoni dengan irama lambat namun teratur—sebuah gerakan refleks dari refleks naluriah predator puncak yang sedang mengamati pergerakan sosok asing di wilayah kekuasaannya.Laporan yang dia dengar tadi menyebutkan bahwa Jack Drawn bukanlah orang sembarangan. Pria itu memiliki cengkeraman kuasa yang cukup mematikan di industri jaringan komersial luar negeri. Namun, aura yang dibawanya masuk ke dalam ruangan ini terasa begitu mengganggu, seol

  • Saat Aku Melepasmu   Bab 224. Kau Bisa Mengobrol Santai, bukan?

    Jarum jam dinding di ruang rapat utama Lennox Group menunjukkan tepat pukul empat sore. Suasana ruangan berpanel kayu terasa begitu tegang, diselimuti pendingin udara yang berembus dingin.Asher duduk di ujung meja oval panjang, memosisikan dirinya bagaikan seorang penguasa yang tak tersentuh. Tatapan matanya yang tajam bak elang mengunci sosok pria yang baru saja melangkah masuk dengan santai.Pria itu adalah Jack Drawn.Jack tampil sangat elegan dalam balutan setelan jas buatan penjahit ternama Savile Row, London. Senyum tipis terukir di wajahnya—sebuah senyuman ramah yang justru memancarkan aura bahaya, bagaikan seekor serigala berbulu domba yang dengan sengaja melangkah masuk ke sarang singa.“Selamat sore, Tuan Lennox. Sungguh sebuah kehormatan bisa bertatap muka langsung dengan Anda,” ucap Jack dengan aksen Inggris yang kental dan sangat halus. Langkah kakinya terdengar mantap di atas karpet tebal saat ia berjalan mendekat.Asher tidak langsung berdiri. Dia membiarkan hening men

  • Saat Aku Melepasmu   Bab 223. Pria Bernama Jack Drawn

    “Tuan, ini laporan keuangan yang Anda minta.” Paul menyerahkan laporan yang diminta oleh tuannya. Perintah yang dia dengar sudah sangat jelas, dia tak mau sampai menunda perintah dari tuannya itu.Asher meraih laporan keuangan, membaca laporan tersebut, memperhatikan setiap detail yang tertera di sana. Jemari tangannya yang kokoh membalik lembaran demi lembaran dengan ketelitian seorang pemimpin imperium bisnis.“Harga saham pagi ini tetap stabil. Laporan juga bagus. Kau awasi setiap cabang dan pastikan investasi yang aku keluarkan berhasil,” ucap Asher tegas tanpa mengalihkan pandangannya dari angka-angka grafik keuntungan di lembar terakhir.Paul terdiam sebentar, tampak berpikir. “Hmm, apakah Anda ingin saya mengawasi juga investasi Anda di Luxe Vision Entertainment?” tanyanya memastikan.Asher menutup laporan yang diberikan Paul dengan suara letupan pelan yang memutus keheningan, lalu meletakkannya dengan tenang ke atas meja kayu yang mengilap.“Kecuali itu. Abaikan investasiku di

  • Saat Aku Melepasmu   Bab 3. Semesta Mengizinkan Pertemuan

    Paris, Prancis.Empat tahun berlalu ... Suara ketukan heels menuruni podium sedikit terdengar bercampur dengan suara tepuk tangan dan musik yang berdentum. Tampak seorang wanita cantik berambut cokelat panjang dan bergelombang memberikan senyuman terbaik, di kala baru saja mendapatkan sebuah perng

  • Saat Aku Melepasmu   Bab 1. Awal dari Sebuah Perpisahan

    “Bisa kau jelaskan apa ini?”Adeline Hart memberikan sebuah foto di mana suami tercintanya sedang bersama dengan seorang wanita di dokter kandungan. Matanya sudah memerah, berkaca-kaca menunjukkan kepedihan. Dia mencoba meyakinkan bahwa itu mungkin hanya kesalahpahaman, tetapi entah hatinya tetap m

  • Saat Aku Melepasmu   Bab 7. Sentuhan Liar yang Tak Seharusnya Terjadi

    Sepanjang perjalanan menuju tempat di mana Cole akan bertemu dengan Asher—keheningan membentang. Adeline sejak tadi hanya diam, meski sejak tadi Cole berusaha untuk mengajaknya bicara. Wanita itu tampak mati-matian menyembunyikan kepanikan di wajahnya.Ya, Adeline duduk di mobil Cole, seakan dia du

  • Saat Aku Melepasmu   Bab 2. Resmi Berpisah

    Tangan Adeline bergetar di kala memegang surat cerai yang baru saja dia terima dari pengacara suaminya. Matanya sudah berkaca-kaca tak sanggup menahan air mata. Pasokan oksigen seakan mulai menipis akibat sesak yang ditimbulkan oleh rasa terkejut ini.Wanita itu tahu bahwa dia akan segera dikirim s

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status