Share

Bab 4

Author: Duyla
Ketika Valeria dibawa ke rumah sakit dan melihat betapa hancurnya hati Calvin saat mengkhawatirkan Tania, Valeria pun tidak bisa menahan diri untuk tidak tersenyum tipis.

Calvin menatap Valeria dengan tatapan yang dingin. "Minta maaf."

"Bukan aku yang melakukannya. Calvin, kamu benar-benar nggak bisa lihat kenyataannya?" Valeria menolak untuk tunduk.

"Calvin, lupakan saja."

Tania bersandar di pelukan Calvin dengan wajah teraniaya.

"Hanya saja, saat ini tubuhku sangat lemah. Kudengar, Nyonya Besar Keluarga Sasmito di utara kota, punya Temulawak Ungu. Aku nggak tahu apa dia mau memberikannya atau nggak …."

Keluarga Sasmito di utara kota dan Keluarga Linggar selalu berseteru.

Calvin mengerutkan keningnya dalam-dalam. "Aku sendiri yang akan pergi memintanya."

Baru saja Calvin hendak berdiri, Tania langsung menarik lengan bajunya. "Calvin, jangan pergi. Aku takut …."

Calvin langsung menoleh ke arah Valeria. "Kamu saja yang pergi."

Valeria tidak bergerak. Dia hanya berdiri mematung sambil menatap Calvin yang sedang mendekap erat Tania.

Tatapan mata Calvin terasa sedingin es. "Kalau melawan perintahku, kamu tahu kan apa akibatnya?"

Valeria pun akhirnya mengalihkan pandangannya. "Aku akan pergi."

Saat kembali dari kediaman Keluarga Sasmito, seluruh tubuh Valeria basah kuyup oleh darah. Tubuhnya yang penuh luka, hampir tidak mampu berdiri lagi.

Valeria menggigit bibirnya kuat-kuat, menelan paksa rasa sakit yang menderanya, lalu menyerahkan Temulawak Ungu itu ke tangan Calvin.

Melihat keadaan Valeria yang mengenaskan, Calvin pun tanpa sadar mengerutkan keningnya dalam-dalam. Jakunnya bergerak naik-turun, seakan ada sesuatu yang ingin dia katakan.

"Barang yang … kamu mau ... sudah kubawa pulang."

"Bisakah kamu … melepaskan kakakku?"

Valeria memohon dengan suara lirih, berharap setidaknya pria itu memiliki sedikit rasa kasihan.

Tangan besar Calvin membelai pipi Valeria yang berlumuran darah. Namun, kata-kata yang keluar dari mulutnya justru begitu kejam. "Tapi Valeria, makin kamu memikirkannya, makin aku ingin melenyapkannya dari dunia ini …."

Valeria merasa syok dan hancur, lalu dia pun jatuh pingsan.

Saat terbangun dari pingsannya, Valeria mendapati Calvin sedang berjaga di sisinya.

Valeria tidak bisa memahami maksud dari sikap Calvin. Akan tetapi, saat ini, Valeria tidak berani sembarangan menyebutkan nama kakaknya. Dia tidak tahu, hal gila apa lagi yang akan dilakukan pria itu.

Melihat Valeria siuman, Calvin pun menghela napas lega. "Nenek Tua Keluarga Sasmito itu sudah tahu kalau kamu orangku. Tapi, dia masih saja berani melukaimu separah ini."

"Aku akan membuat mereka mendapat balasan sepuluh kali lipat …."

Setelah berkata seperti itu, Calvin mendekati Valeria dan berbisik lembut, "Valeria, asalkan kamu patuh, aku nggak akan menyakitimu lagi."

Selama dirawat di rumah sakit, Calvin merawat Valeria dengan begitu telaten. Dia mendatangkan dokter spesialis untuk memeriksa Valeria, hingga membelikan berbagai macam suplemen kesehatan terbaik ….

Dalam keadaan linglung, Valeria merasa seakan dia kembali ke masa lalu, saat Calvin masih memperlakukannya dengan tulus ….

Seminggu kemudian, Valeria akhirnya keluar dari rumah sakit. Melihat suasana hati Calvin yang tampak sedang baik, Valeria pun bertanya dengan ragu, "Pak Calvin, apa kakakku sudah berbuat salah padamu? Kalau dia melakukan kesalahan, aku akan mewakilinya untuk minta maaf …."

Valeria sudah memikirkannya cukup lama. Akan tetapi, dia tetap tidak bisa mengerti mengapa Calvin tiba-tiba mulai mengincar Devan.

Apa karena dia menganggap Devan tidak berguna? Atau karena Devan sudah terlalu banyak menghabiskan uang Keluarga Linggar?

Valeria pun menggigit bibirnya. "Kalau ini karena penyakitnya, mulai sekarang biayanya akan dipotong dari gajiku …."

Wajah Calvin langsung berubah. Dia menginjak rem secara mendadak, memutar tubuhnya, lalu mencium bibir Valeria dan menggigitnya dengan keras.

Cukup lama Calvin melakukannya. Hingga dia benar-benar mengecap rasa darah Valeria, barulah kemudian dia melepaskan pagutannya.

"Hari ini, temani aku memilih anjing penjaga untuk Tania."

Di dalam penangkaran anjing.

Kandang-kandang itu penuh dengan berbagai jenis anjing ras besar, ada Tibetan Mastiff, Wolfhound ….

Aroma yang menyengat membuat Valeria tidak bisa menahan diri untuk tidak bergidik ngeri. Valeria teringat akan anjing-anjing liar yang mengejar dan menggigitnya waktu dia masih kecil.

Calvin jelas-jelas tahu bahwa anjing adalah hal yang paling ditakuti Valeria ….

Valeria memaksa dirinya untuk tetap tenang. Akan tetapi, ujung jarinya tetap saja gemetar tanpa kendali.

Tiba-tiba, sebuah kandang besi di samping mereka terbuka.

Seekor anjing serigala berukuran raksasa menabrak pintu kandang hingga terbuka, lalu menerjang ke arah Valeria dan yang lainnya.

Secara naluriah, Valeria mengangkat lengannya untuk melindungi dirinya. Valeria bahkan bisa mencium aroma amis darah yang pekat dari dalam mulut anjing itu.

Orang-orang lari berhamburan menyelamatkan diri. Di tengah kekacauan itu, Valeria melihat Calvin mendekap Tania erat-erat dalam pelukannya dan melangkah pergi dengan cepat, tanpa menoleh ke arahnya sedikit pun.

Rasa takut dan nyeri membuat tubuh Valeria gemetar hebat. Akhirnya, sepotong daging di lengannya robek akibat gigitan anjing serigala itu. Di saat darah menyembur keluar, Valeria mencabut sebilah belati dari balik pinggangnya dan menghujamkannya sekuat tenaga ke leher anjing tersebut.

Sebelum jatuh pingsan, hal terakhir yang dilihat Valeria adalah punggung Calvin yang sedang melindungi Tania.

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • Saat Bunga Berguguran, Engkau pun Berpaling   Bab 21

    Di kediaman lama Keluarga Aryaka.Valeria menyeduh secangkir teh panas untuk menghangatkan tubuh. Dia berharap kepulan uapnya bisa mengusir rasa dingin yang menyelimuti hatinya.Baru saja, saat dia melihat Calvin, bayangan kematian tragis kakaknya langsung terlintas di depan mata.Kenangan masa lalu itu masih terekam jelas, menyisakan kebencian yang sulit hilang di dasar hati Valeria."Valeria, Paman bilang Bi Salma baru saja membuat kue stroberi. Kamu mau coba sedikit?"Valeria tidak menjawab. Dia menyesap tehnya, lalu berkata pelan, "Bayu, menurutmu aku ini begitu nggak berguna, ya? Jelas-jelas dialah pelaku utama yang menyebabkan kematian kakakku. Tapi, waktu melihatnya, instingku justru ingin bersembunyi.""Selama sepuluh tahun terakhir, tiap hari aku dicuci otak untuk setia kepadanya. Sampai hari ini pun, tubuhku masih menyisakan insting-insting itu ….""Dulu, aku benar-benar mengira kalau di mana pun ada dia, di situlah rumahku."Belum sempat Valeria menyelesaikan kalimatnya, Bay

  • Saat Bunga Berguguran, Engkau pun Berpaling   Bab 20

    Calvin menahan beberapa hantaman tongkat itu tanpa mengelak sedikit pun dan tanpa mengerang kesakitan sedikit pun.Para pengawal di sampingnya berniat maju untuk melindunginya. Akan tetapi, Calvin menghentikan mereka. "Kalian semua berdiri di sana. Jangan ada yang bergerak!"Calvin tahu betul bahwa tanpa pengampunan dari Pak Teja, dia tidak akan pernah bisa bertemu lagi dengan Valeria.Dialah yang sudah menyebabkan kematian Devan dan dia juga yang dengan tangannya sendiri melepaskan tembakan yang nyaris menewaskan Valeria.Jangankan dipukuli, sekalipun harus menghadapi penderitaan atau bahaya ekstrem demi menebus kesalahan, Calvin akan menjalaninya dengan rela hati.Pak Teja memukul belasan kali hingga dia terengah-engah karena kelelahan."Pergi kamu dari sini!""Bajingan sepertimu nggak pantas menginjakkan kaki di kediaman Keluarga Aryaka!"Ekspresi wajah Calvin tidak berubah sedikit pun. Dengan suara gedebuk, Calvin langsung berlutut di tanah."Semua ini salahku! Selama Anda mengizin

  • Saat Bunga Berguguran, Engkau pun Berpaling   Bab 19

    Vila Keluarga Linggar.Tania dibuang ke area penangkaran anjing selama tiga hari. Seluruh tubuhnya bersimbah darah. Bergerak sedikit saja sudah cukup untuk membuat Tania merasakan sakit yang menyayat ke sekujur tubuhnya.Rasa sakit itu begitu hebat hingga Tania tidak sanggup lagi meneteskan air mata. Dia hanya bisa memohon dengan suara lirih, "Calvin, aku benar-benar menyadari kesalahanku …."Suara Calvin terdengar dingin. "Cukup. Lemparkan dia ke kamp pelatihan. Kita lihat, berapa lama dia bisa bertahan.""Jangan! Tolong jangan!"Tania tahu betapa mengerikannya kamp pelatihan Keluarga Linggar. Dia pun tak kuasa menahan diri untuk tidak berteriak histeris.Dibandingkan kamp pelatihan itu, Tania jauh lebih memilih dibuang ke penangkaran anjing."Tahu rasanya takut sekarang?" Calvin menatap Tania dengan wajah tanpa ekspresi. "Valeria masuk ke kamp itu saat berusia tujuh tahun. Begitu banyak bahaya yang sudah dia lalui hingga akhirnya bisa berdiri hidup-hidup di hadapanku. Kamulah yang su

  • Saat Bunga Berguguran, Engkau pun Berpaling   Bab 18

    Kota Padma.Saat ini, Valeria sedang menatap hidangan dan suplemen makanan di atas meja makan. Dia terdiam lama tanpa menggerakkan sendoknya.Sejak dia diselamatkan oleh Bayu Yoganta dan dibawa kembali ke kediaman Keluarga Yoganta, pria itu tidak hanya mendatangkan spesialis untuk memeriksa kesehatannya, tetapi juga mengutus seorang ahli gizi untuk memulihkan kondisi fisiknya.Satu bulan berlalu. Tubuh Valeria sudah pulih dengan sangat baik dan berat badannya juga bertambah cukup banyak."Bayu, aku sudah nggak sanggup makan lagi."Bayu mengambil sayuran dan meletakkannya ke dalam piring Valeria. "Menurutku, kamu masih terlalu kurus. Makan yang banyak."Valeria teringat kejadian bertahun-tahun yang lalu. Saat itu, pria di hadapannya yang kini tampak tenang dan elegan ini masih seorang remaja, yang tanpa sengaja dia selamatkan.Waktu itu, usia Bayu mungkin baru sekitar sepuluh tahun. Dia terluka parah dan terbaring di tengah guyuran hujan, tampak seperti orang yang hampir mati.Saat pasu

  • Saat Bunga Berguguran, Engkau pun Berpaling   Bab 17

    Mata Calvin merah padam. Tangannya mencengkeram erat buku catatan itu dan menggumamkan nama "Valeria" berulang kali.Setiap kata di dalamnya terasa seperti sembilu yang menyayat jantungnya sedikit demi sedikit dan mencabik-cabik seluruh jiwanya hingga hancur berkeping-keping.Wajah keras kepala Valeria terbayang di depan mata Calvin, menyebabkan rasa sakit yang membuat Calvin sesak napas.Gadis itu selalu menjadi yang pertama melindunginya di saat bahaya dan tetap diam meski dirinya sendiri terluka.Saat dipersulit oleh Tania, Valeria menerima semua tatapan dingin dan ejekan itu tanpa mau membela diri.Valeria mencintainya.Valeria benar-benar mencintainya.Namun, pria itu?Dialah yang dengan tangannya sendiri mendorong Valeria ke dalam kehancuran ….Calvin berlutut di lantai, menangis hingga hatinya terasa hancur berkeping-keping.Hingga embusan angin sepoi-sepoi lewat, barulah Calvin tersadar sepenuhnya.Calvin membuka mata, sorot matanya kini sedingin es.Dia akan membuat Tania men

  • Saat Bunga Berguguran, Engkau pun Berpaling   Bab 16

    Di Kantor Polisi.Wajah Calvin tampak pucat pasi. Ujung jarinya gemetar hebat.Calvin memejamkan matanya sejenak, lalu menyibak kain putih yang menutupi ranjang jenazah.Valeria terbaring dengan mata terpejam rapat. Wajahnya tampak pucat dan membengkak karena terendam air laut.Namun, hanya dengan sekali lihat, Calvin langsung bisa mengenali bahwa itu adalah Valeria.Pergelangan tangan Valeria tampak ramping dan pucat, masih menyisakan bekas luka kemerahan akibat jeratan tali.Calvin teringat hari itu. Dia sendirilah yang memerintahkan orang-orang untuk menggantung Valeria di tepi laut semalaman ….Tato bertuliskan CL di pergelangan tangan itu seakan sedang mentertawakannya.Mata Calvin memerah, ujung jarinya mengusap lembut pergelangan tangan Valeria.Dahulu, dia memaksa Valeria mentato inisial namanya. Calvin menganggap bahwa dengan cara itu, Valeria akan menjadi miliknya seutuhnya.Tidak akan ada yang bisa merebut Valeria.Setetes air mata jatuh, membasahi punggung tangan Valeria.C

  • Saat Bunga Berguguran, Engkau pun Berpaling   Bab 7

    Calvin memerintahkan anak buahnya untuk menyuntikkan obat penenang ke tubuh Valeria, lalu memerintahkan agar Valeria diawasi dengan ketat.Tania terbangun dari pingsannya. Dia merasa terkejut sekaligus ketakutan. "Calvin, dia ingin membunuhku!"Calvin menenangkan Tania dengan lembut, "Nggak apa-apa,

  • Saat Bunga Berguguran, Engkau pun Berpaling   Bab 6

    Tengah malam, angin dingin di tepi pantai berembus makin kencang, membuat tali yang mengikat Valeria nyaris putus ….Setelah semalam berlalu, barulah Calvin memerintahkan orang-orangnya untuk menarik Valeria ke atas.Valeria dilemparkan ke kaki Calvin. Calvin berdiri membelakangi cahaya. Wajahnya ta

  • Saat Bunga Berguguran, Engkau pun Berpaling   Bab 5

    Saat Valeria terbangun dan mencium bau disinfektan, rasa sakit yang hebat di lengannya langsung membuatnya tersadar sepenuhnya.Detik berikutnya, Valeria mendengar suara Tania. "Kalau bukan karena aku ingin pergi ke sana, Valeria nggak akan terluka parah begini …."Calvin menenangkan Tania dengan le

  • Saat Bunga Berguguran, Engkau pun Berpaling   Bab 3

    Di perjamuan amal itu, Calvin menjaga Tania dengan penuh perhatian.Saat Tania merasa kedinginan, Calvin melepas jasnya dan menyampirkannya ke bahu wanita itu dengan penuh perhatian. Saat Tania tidak bisa minum alkohol, Calvin menggantikannya untuk minum. Bahkan, untuk perhiasan dengan harga selangi

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status