LOGINDokter baru mulai praktik pukul dua siang.Saat Clarin tiba di rumah sakit, waktu masih menunjukkan pukul satu. Dia duduk diam di ruang tunggu. Pikirannya kosong.Entah berlalu berapa lama, seseorang memanggil namanya.Dia pun tersadar. Seorang perawat berdiri di sampingnya sambil sedikit membungkuk dan tersenyum.“Nyonya Muda Lowui, Dokter Hermawan sudah mulai praktik. Saya antar Anda ke ruang konsultasi.”Clarin mengangguk pelan, lalu bangkit mengikuti perawat itu.Begitu melihat psikolog tersebut, dia tiba-tiba teringat pengkhianatan Valen.Keluarga Herni sangat berkuasa. Mereka bahkan bisa diam-diam membeli kesetiaan Valen. Bagaimana kalau psikolog ini juga sudah disuap?Clarin takut sisi rapuhnya diketahui Herni, lalu dijadikan bahan ejekan.Alhasil, dia mengatupkan bibir rapat-rapat tanpa berkata sepatah kata pun. Dia menolak berkomunikasi, menolak bekerja sama dalam proses pemeriksaan.Setelah keluar dari ruang konsultasi, dia langsung menyuruh sopir untuk mengantarnya pulang ke
Riwayat perubahan pemegang saham menunjukkan bahwa Valen menjadi salah satu pemegang saham Novelindo sejak lebih dari setengah bulan yang lalu.Artinya, itu terjadi sebelum Clarin mengundangnya menjadi rekan bisnis.Clarin langsung menelepon Valen. Panggilan segera tersambung.“Clarin, ada apa?” Suara Valen terdengar sedikit ceria seolah senang menerima telepon dari Clarin.Clarin berusaha keras untuk berpura-pura terkejut.“Valen, tadi aku tiba-tiba melihat kamu sudah jadi pemegang saham Novelindo. Apa itu benar?”Valen terdiam sejenak sebelum akhirnya mengaku, “Iya.”“Waktu aku mengajakmu jadi rekan di perusahaanku, kenapa kamu nggak langsung beri tahu aku? Kenapa kamu harus berbohong dengan mengatakan bahwa kamu nggak punya modal untuk bisnis?” tanya Clarin dengan emosi yang mulai naik. “Valen, kamu benar-benar menunjukkan semua percakapan kita kepada Herni?”Kali ini, Valen terdiam lebih lama.Clarin mendengar suara langkah di seberang sana.Dia menduga Valen sedang pindah tempat u
Clarin menolak. “Aku terima untuk diterapi. Tapi, kamu nggak perlu sengaja pulang hanya untuk menjemputku. Suruh sopir dan pengawal yang menemaniku saja.”Carles tidak berkomentar banyak, berkata dengan nada datar, “Kamu tidur siang saja dulu.”Setelah itu, dia keluar dari kamar.Clarin mengganti pakaian dengan piyama, berbaring di tempat tidur, meletakkan tangannya di atas perut dengan lembut, tenggelam dalam pikiran ….Dia berbaring lama sekali. Rasa kantuk ada, tetapi tak bisa benar-benar tertidur. Kepalanya terasa berat dan mengambang.Entah bagaimana Carles menjelaskan kepada Nenek Vivian dan Mira.Selama dua hari Clarin tinggal di Imperial Resort, mereka tidak lagi menyinggung soal pernikahan.Hari Senin, Clarin bangun siang dan Carles sudah pergi ke kantor.Dia pun turun untuk sarapan, menyapa Nenek Vivian dan Mira, lalu keluar bersama pengawal dan sopir.Di pusat perbelanjaan dekat rumah sakit, dia berjalan-jalan sebentar. Setelah lelah, dia memilih sebuah restoran kue, memesan
“Terakhir kali Keluarga Lowui mengadakan pernikahan itu lebih dari 30 tahun lalu,” kenang Nenek Vivian sambil tersenyum. “Aku bahkan sempat berpikir nggak akan berkesempatan melihat Carles menikah. Siapa sangka, dia diam-diam menikah kilat. Sekarang anaknya sudah mau lahir dan kalian juga akan mengadakan pernikahan. Ini benar-benar sangat membahagiakan ….”Nenek Vivian mengusap pipinya sendiri. “Aduh, pipiku sampai pegal karena terlalu lama tersenyum, hahaha ….”“Nek, soal pernikahan kami bisa ditunda sampai tahun depan saja, setelah aku melahirkan,” ujar Clarin lembut sambil tersenyum tipis.Di samping, Mira ikut menimpali, “Aku juga berpikir begitu. Clarin sudah capek karena hamil. Kalau dipaksakan sebelum melahirkan, selain persiapannya kurang maksimal, dia juga pasti akan kelelahan. Tahun depan sangat pas.”Melihat sang nenek dan ibu mertua begitu bahagia dan bersemangat, Clarin menggenggam jemarinya erat-erat, merasa bersalah.Dia pun bertanya pelan, “Ayah setuju?”“Pendapatnya ng
Carles terdiam sejenak, tenggelam dalam pikirannya.“Boleh,” jawabnya, lalu melanjutkan, “Kamu mau mengadakan pernikahan sebelum melahirkan atau setelah melahirkan? Kalau sebelum melahirkan, kebanyakan barang hanya bisa beli yang sudah jadi, nggak bisa kustom. Kalau setelah melahirkan, kita jadwalkan sementara di pertengahan tahun depan. Waktu persiapannya cukup.”Melihat Carles begitu serius, Clarin justru agak mengecut.“Aku pikirkan baik-baik dulu, nanti aku beri jawaban,” katanya.“Baik.”“…”Seluruh percakapan ini membuat Clarin tiba-tiba merasa seolah mereka saling mengenal, tetapi tidak benar-benar dekat.Keheningan menyelimuti atmosfer di antara keduanya.Sampai Kirana selesai memasak dan berseru dari dapur, “Clarin, ambil nasi!”“Iya, Bu!” Clarin bangkit dan masuk ke dapur.Kirana menghidangkan tiga lauk dan satu sup ke meja makan.Tak lama, Clarin juga membawa dua piring nasi ke meja, lalu duduk berhadapan dengan Carles sekaligus berdampingan dengan ibunya.“Carles, mau makan
Setelah makan dua suap, baru Clarin bertanya dengan sungkan, “Kamu mau?”“Nggak,” tolak Carles.Clarin menghabiskan semua tiramisu itu, lalu menuangkan segelas teh buah yang segar ingin menghilangkan rasa enek.Dia pun bertanya lagi, “Kamu mau minum?”“Boleh,” jawab Carles.“…”Sebenarnya Clarin hanya bermaksud basa-basi.Karena malas mengambil gelas baru, dia menghabiskan teh buah di gelasnya, lalu langsung menuangkan yang baru untuk Carles dengan memakai gelas yang sama.Carles menunggu sampai suhunya cukup hangat untuk diminum, baru mengangkat gelasnya.Karena tidak diberi gula, rasa teh buah rebusan buah kering itu terasa lebih asam dibanding manis.Begitu masuk ke mulut, rasa asam beraroma buah membuat wajah tampan Carles yang tegas itu berkedut tak terkendali.Dia memang tidak suka manis, tapi juga tidak suka asam.Melihat reaksinya, Clarin bertanya, “Nggak enak?”Teh buah ini diraciknya sendiri dengan cukup serius.“Asam.”Carles menelan dengan agak susah payah. Air liurnya teru
Clarin menatap Carles dengan mata terbelalak. “Carles, kapan kamu beli semua ini?”“Kemarin,” jawab Carles singkat.Begitu Clarin meneleponnya kemarin sore, dia langsung memerintahkan asistennya menyiapkan semuanya.Kesan Kirana terhadap Carles langsung melonjak tajam.Dia baru saja mengusulkan agar
Begitu keluar dari rumah sakit, Clarin langsung menelepon Carles.“Carles, dokter-dokter yang kamu undang dari ibukota sudah memeriksa kondisi ayahku. Terima kasih! Kebaikanmu pasti akan aku ingat seumur hidup.”“Selain itu, Dokter Alex bilang biaya perawatan ayahku akan ditanggung olehmu. Kita baru
Clarin tidak berani menatap ibunya.Suara penuh emosi keluar dari bibirnya, “Untuk apa kalian datang ke sini?”“Besok malam, aku dan Steven dari Keluarga Lowui terkaya akan mengadakan pesta pertunangan di Hotel Grand Majestic. Aku datang untuk mengundang Kak Clarin dan Tante Kirana hadir di pesta ka
Melihat Kirana terdiam lama tanpa menjawab, Carles tahu hatinya sudah mulai goyah.Dia pun berkata dengan tegas, “Ibu bersiap-siap dulu. Setengah jam lagi, tim pindahan akan sampai ke tempat kalian dan mengantar kalian ke apartemen.”“Saya ada urusan lain, sampai nanti.”Clarin menatap layar ponsel







