Share

Bab 53

Author: Stary Dream
last update publish date: 2026-10-18 20:26:30

"Pak Bagas sedang tidak ada di kantor, mbak." Ucap resepsionis yang menerima kedatangan Allea.

"Kalau boleh tahu sedang kemana, ya?"

"Sedang pergi bersama dengan pak Ka Cab. Mungkin pulang sore."

"Oh.. begitu.." Allea memandang cheesecake yang ada di tangannya.

Tadi sebelum kemari, dia sudah mengantarkan kue manis ini kepada Ferdi sebagai ucapan terima kasih..setelah itu, ia baru mengunjungi Bagas di kantor asuransi.

"Kalau begitu saya titip kuenya
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (1)
goodnovel comment avatar
Diana Susanti
kapok,, rasakno ngga
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Sampai Aku Mati Rasa   Bab 99

    "Sampai kapan kamu mau terus begini, Allea? Selalu menghindariku dan menepis perasaanku.." "Aku tidak pernah menepis perasaanmu, mas. Aku hanya tidak terbiasa dengan cinta yang sehangat ini." **** Dua hari setelah pernikahan tak terduga, Afadh diperbolehkan pulang ke rumah. Bagas dan Nurani siap menjaga. Allea hanya bersikap seadanya. Dia hanya orang asing yang tiba-tiba masuk dalam rumah tangga ini. Allea hanyalah seorang wanita yang dibuang oleh Arash. Namun dipungut oleh kakaknya. Sekantung obat sudah ada dalam genggaman Nurani. Malam ini setelah makan bersama, Afadh meminum obat dalam jumlah yang banyak. Obat yang bisa menstabilkan kondisinya. "Kamu masih mau pindah, Bagas?" Bisik Nurani. Keduanya tengah bersama ke dapur untuk mengambil air minum. "Belum tahu, ma." Jawab Bagas tersendat.

  • Sampai Aku Mati Rasa   Bab 98

    "Arash bilang dia akan kembali kalau sudah tenang." Ucap Nirmala mengunjungi kakak iparnya di rumah sakit. "Dia bahkan tidak mau mengangkat panggilan dariku, Nirmala." Sahut Nurani sedih. "Sejak siang tadi aku terus menghubunginya." "Mungkin dia takut sama mas Afadh, mbak." Nirmala menarik nafas. "Ya sudahlah. Ini telah menjadi garis takdirnya. Arash dan Allea nggak bisa bersama tapi digantikan dengan yang lain." Yang lebih baik. Mendengar kalimat Nirmala yang terakhir, membuat suasana menjadi hening seketika. Arash memang tidak ditakdirkan bersama dengan Allea. Namun, semesta sepertinya memiliki rencana lain. Di sisi lain, Allea tertidur lelap setelah menjalani hari yang melelahkan. Sudah berapa lama ia tak tidur di kasur yang empuk, seprai yang wangi dan selimut yang tebal.. belum lagi AC yang dingin ini memberikannya kesejukan. Ketika Allea terjaga, wanita ini baru tersadar ji

  • Sampai Aku Mati Rasa   Bab 97

    Allea berjalan. Terus berjalan. Heelsnya yang tinggi, terkait di tangannya. Kakinya melangkah menyusuri lorong rumah sakit. Telapaknya dingin. Cenderung kotor karena terus terseret. Ia menjadi perhatian orang banyak dengan kebaya pengantinnya. Raut wajah layu itu menunjukkan dirinya seperti cinderella yang baru saja kehilangan sepatunya. Kaki Allea terhenti setelah tiba di lorong yang sepi. Di area belakang rumah sakit. Tanpa ada sinar matahari. Dengan hawa dingin yang berdesir ke punggungnya. Pandangan Allea gelap. Dadanya sesak. Ia ingin muntah dan juga pingsan. Namun air mata ini lebih dulu mengaliri wajahnya. Allea jatuh terduduk di kursi. Menangis hebat. Membiarkan suara tangisan itu menggema terdengar karena dibawa udara. Allea lalu tertawa sembari memejamkan mata. Ada yang lucu tapi tak tahu apa. Seperti ada yang mengejeknya dari depan sana.

  • Sampai Aku Mati Rasa   Bab 96

    "Semuanya akan baik-baik saja.." Sentuhan lembut itu menenangkan Nurani yang menangis. Afadh tengah ditangani oleh dokter. Di dadanya tertempel alat perekam jantung. Hidung itu sudah tertaut oksigen. Satu obat di bawah lidah telah diberikan. Mudah-mudahan setelah ini kondisi Afadh bisa membaik. Nurani bersandar pada dada bidang Bagas. Sekarang hanya pada putranya ini lah ia bisa menumpahkan tangisannya. "Saran saya, pak Afadh lebih baik dirawat saja." Ucap dokter berkacamata ini memeriksa. "Apapun itu yang terbaik, dokter." Bagas memilih kamar VIP untuk kenyamanan ayahnya. Disana Afadh sudah berganti pakaian dan harus beristirahat. "Dimana adikmu, Bagas?" Afadh menanyakan itu pertama kali. "Nggak perlu papa pikirkan dia.." "Arash sudah mempermalukan papa hari ini, nak.." sambung

  • Sampai Aku Mati Rasa   Bab 95

    "Aku masih mencintaimu. Bahkan sampai saat ini masih mengharapkanmu. Namun jika semesta tak menginginkan kita bersama.. maka tak ada yang bisa kubuat selain mengikhlaskan.." *** Pukul enam pagi. Allea membuka matanya. Mobil itu berhenti tepat di sebuah rumah dengan cat berwarna putih. Memiliki dua tiang penyangga besar di terasnya. Nuansa klasik kental terlihat. Ornamen yang dipakai serta pondasinya. Di depan rumah ini sudah terbentang tenda dengan dudukan kursi di bawahnya. Papan bunga sudah banyak terhias di depan pagar rumah. Sebuah tulisan disana berhasil menggetirkan hari Allea. ["Allea dan Arash."] "Kita sudah sampai, mbak." Ucap sopir yang menjemput Allea. Wanita ini keluar dari mobil. Nurani datang untuk menyambut. "Selamat datang, Allea. Silahkan masuk." Nurani membawa

  • Sampai Aku Mati Rasa   Bab 94

    Afadh dibawa pulang ke rumah setelah dinyatakan baik-baik saja. Dokter bilang pria paruh baya ini mengalami serangan jantung ringan. Namun semuanya sudah membaik setelah Afadh diberikan oksigen dan obat-obatan. "Pagi nggak perlu ke kantor. Sekarang limpahkan semua pekerjaan papa pada Arash saja. Pasti ini semua karena beban pekerjaan papa yang berat." Ucap Bagas mengomel. Anak sulung ini membantu orang tuanya berjalan sampai ke kamar. Matahari mulai beranjak dari tempatnya, Bagas juga harus bersiap untuk bekerja. "Makasih, Bagas.." ucap Nurani letih. "Nggak usah ngucapin makasih. Seperti dengan orang lain saja." "Jangan dulu pindah, nak. Suatu saat mama pasti membutuhkanmu." Sambung Nurani dengan mata berkaca-kaca. Melihat itu, Bagas tersenyum. Ia memeluk ibunya dengan erat. "Aku nggak akan kemana-mana.

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status