تسجيل الدخولSetelah keluar dari tempat itu, Kelvin merasa heran karena Anderson tidak ada di depan pintu.Kelvin merasa pria tua itu benar-benar aneh.Selama beberapa jam tadi, pria tua itu terus menatapnya, seolah-olah sedang meneliti dirinya.Melihat Anderson tidak ada, Kelvin dan Andriyan pun saling memandang, lalu salah satu dari mereka berujar, "Kita pergi dulu!"Mereka punya jeda lima menit, cukup untuk pergi dengan aman.Namun baru saja mereka berjalan, seseorang di Tahap Pemurnian Energi yang memakai topeng diam-diam mengikuti di belakang mereka.Sambil berjalan, Kelvin mengeluarkan ponselnya dan segera menelepon Felix.Anderson ini terlalu aneh. Diperhatikan oleh orang yang jauh lebih kuat darinya bukanlah hal baik. Dia harus segera tahu siapa orang itu sebenarnya.Tak lama kemudian, telepon tersambung. Felix bertanya dengan nada bingung, "Kamu menemukan apa lagi?""Oh, bukan itu," jawab Kelvin segera. "Felix, kamu masih ingat nggak? Waktu itu kamu bilang, kalau di Kota Yanir ada orang ya
Kelvin memperkirakan, kemungkinan besar karena biaya sekali jasa ahli alkimia level tiga terlalu mahal. Sementara itu, kebanyakan orang di pertemuan ini masih berada di Tahap Pemurnian Energi atau Tahap Pembukaan Batin, jadi belum membutuhkan jasa ahli alkimia level tiga.Membantu meracik pil untuk ditukar dengan bahan atau harta juga memang salah satu tujuan Kelvin datang ke pertemuan ini.Mendengar pertanyaan itu, Kelvin membalas sambil menggeleng, "Kalau soal itu aku nggak tahu. Biasanya kalau mau membuat pil, aku kumpulkan bahannya dulu, lalu aku minta dia membantu. Dia selalu membantuku secara gratis. Kami sudah saling kenal sejak kecil. Hubungan kami sangat dekat."Orang-orang di sekitarnya langsung memandang dengan penuh rasa iri.Tidak ada yang mengira bahwa Kelvin sendiri merupakan ahli alkimia level tiga tersebut. Profesi itu terlalu langka dan biasanya ahli alkimia seperti itu sangat menjaga status. Tidak mungkin bersikap seperti Kelvin sekarang."Harga pasar biasanya lima b
Begitu ucapan Kelvin selesai, suasana langsung menjadi hening.Apa-apaan ini?Itu Pil Pemeliharaan Spiritual!Pada zaman di mana ahli alkimia sangat langka seperti sekarang, ahli alkimia level tiga jumlahnya sangat sedikit. Bahan utama pil ini, yaitu Rumput Pemeliharaan Spiritual juga sangat sulit didapat. Kebanyakan jagoan yang berhasil mencapai Tahap Pemeliharaan Spiritual melakukannya dengan latihan keras bertahun-tahun.Untuk mencapai Tahap Pemeliharaan Spiritual, banyak orang harus menghabiskan waktu yang sangat lama.Dari membuka sembilan lubang batin hingga masuk ke Tahap Pemeliharaan Spiritual adalah sebuah jurang besar.Pil Pemeliharaan Spiritual adalah kunci untuk melewati jurang tersebut.Setelah mencapai tahap itu pun, untuk maju sedikit saja sangatlah sulit karena jumlah Pil Pemeliharaan Spiritual amat terbatas.Alasannya sederhana, ahli alkimia level tiga sangat jarang dan bahan utamanya juga langka.Jadi setiap tahun, jumlah Pil Pemeliharaan Spiritual yang dihasilkan san
"Kalau ada yang punya, aku masih bisa menambahkan barang lain," ucap pria berjubah hijau itu lagi. "Boleh juga ditukar dengan satu batang Rumput Pemeliharaan Spiritual."Seluruh ruangan langsung terdiam. Tidak ada yang berbicara.Saat itu, Kelvin menarik napas dalam-dalam lalu berucap, "Senior, kalau boleh tahu, kamu bersedia menambahkan apa lagi?""Hmm?" Semua orang langsung menoleh ke arah Kelvin.Mata pria berjubah hijau itu sedikit berbinar. Dia bertanya, "Pak Rubah Perak, kamu tertarik?"Kelvin membalas sambil tersenyum tipis, "Aku punya kenalan seorang ahli alkimia level tiga, hubungan kami cukup dekat. Dia pernah memberiku satu Pil Pemeliharaan Spiritual untuk digunakan saat menembus Tahap Pemeliharaan Spiritual. Tapi, bakatku biasa saja. Membuka sembilan lubang batin masih sangat jauh, jadi aku mau menukarnya dengan sesuatu yang lain."Mata pria berjubah hijau itu langsung berbinar. Tangan kanannya kembali bergerak, lalu satu batang Rumput Api Surya muncul lagi di tangannya. Di
Kelvin menghela napas panjang dalam hati.Pengaruh Keluarga Jahan di Kota Yanir tampaknya tidak hanya terbatas di dunia biasa, tetapi juga menjangkau dunia kultivator. Bahkan di kalangan ini pun, mereka sepertinya punya pengaruh yang cukup besar.Saat awal Kelvin menyebut tentang kultivator iblis, semua orang terlihat tertarik. Namun begitu dia mengaitkannya dengan Keluarga Jahan, sebagian besar langsung memilih diam.Tentu saja, Kelvin dan Andriyan juga merasa kemungkinan besar ada orang dari Keluarga Jahan di dalam ruangan ini.Itu sebabnya, Kelvin tidak menyebut kejadian di kilang anggur saat itu. Dia hanya mengatakan bahwa dia menemukannya secara kebetulan."Keluarga Jahan ya?" Pria berjubah hijau itu bergumam pelan, lalu melambaikan tangan sambil melanjutkan, "Masalah ini jangan dibahas dulu. Mari lanjut ke topik lain."Kelvin melirik pria berjubah hijau itu dengan heran. Hanya saja karena dia tidak melanjutkan, Kelvin juga tidak berkata apa-apa lagi.Setelah itu, semua orang mula
"Dari mana kamu dapat kabar itu?" Seseorang bertanya dengan heran."Kebetulan, ada seorang kultivator yang bekerja untuk Keluarga Jahan yang memberitahuku. Dia juga bertanya apakah aku punya jalur. Katanya kalau bisa menemukan seorang ahli alkimia level empat, bakal dikasih imbalan besar," jawab orang itu."Ahli alkimia level empat?" Pada saat ini, pria berjubah hijau di kursi utama membalas sambil menggeleng, "Sekarang Tristan sudah menghilang, hidup atau matinya nggak diketahui. Di dunia ini, mungkin sudah nggak ada lagi ahli alkimia level empat.""Belum tentu juga." Seseorang menimpali, "Dulu, bukannya Sofian sudah berada di puncak level tiga? Kalau selama ini dia berhasil menembus Tahap Pemadatan Inti, mungkin dia sudah bisa menjadi ahli alkimia level empat.""Omong-omong, aku dengar Sofian sudah kembali ke rumah Keluarga Christian. Katanya ada yang melihatnya di sana, tapi entah benar atau nggak."Begitu topik ini muncul, suasana langsung menjadi ramai dengan diskusi.Kelvin dan A
"Pertemuan semacam ini biasanya diadakan seminggu sekali atau sebulan sekali. Di dalamnya, para peserta akan saling bertukar pengalaman dalam berkultivasi, lalu juga saling menukar barang. Bisa dengan sistem barter atau dibeli menggunakan uang," jelas Eric."Jadi, mereka semua saling mengenal?" tany
Keluarga Lorenz, Kota Jingawan!Saat ini di rumah Keluarga Lorenz, kepala keluarga yang hanya berstatus nama saja, Gino Lorenz, sedang mondar-mandir di dalam sebuah kamar.Di atas ranjang di sampingnya, ada seseorang yang sedang berbaring. Orang itu tidak lain adalah Karlo."Kenapa belum kembali jug
Adrian menatap ke arah Kelvin. Wajah dan sorot matanya dipenuhi keputusasaan, ketakutan, dan amarah!Yang membuat Adrian putus asa adalah karena dia mengira rencana yang disusunnya kali ini sudah sempurna tanpa celah. Namun kenyataannya, Kelvin justru berhasil membalikkan keadaan.Awalnya setelah te
Ini benar-benar seperti orang mengantuk yang langsung diberi bantal. Kebetulan sekali, Kelvin memang juga berencana pergi ke Kota Lamur. Dia pun menyetujui sambil mengangguk, "Pas banget, aku juga ada urusan di Kota Lamur. Kapan kita berangkat?""Sekarang? Sebentar lagi aku jemput kamu di depan wism







