Se connecterSetelah menutup telepon, Kelvin bangun dari ranjang.Kelvin membersihkan diri sebentar, lalu keluar dan memberi tahu Andriyan bahwa dia akan pergi sebentar untuk membuat Pil Api Surya.Andriyan lalu mengeluarkan tiga set bahan Pil Pemeliharaan Spiritual lagi dan berkata, "Sekalian saja, tolong buatkan tiga Pil Pemeliharaan Spiritual juga."Kelvin sungguh kehabisan kata-kata. Dia menatap ke arah Andriyan, lalu bertanya, "Sebenarnya kamu punya berapa banyak bahan Pil Pemeliharaan Spiritual?""Ini yang terakhir. Total tiga set," jawab Andriyan. "Tapi, tempat yang pernah kutemukan itu masih punya banyak. Nanti kalau kita sudah menjatuhkan Keluarga Jahan di Kota Yanir, aku akan bawa kamu ke sana. Di sana, ada kebun tanaman obat yang luas."Kelvin menerima bahan obat tersebut. Pada saat ini, Andriyan berucap, "Nanti hasilnya kita bagi dua ya.""Nggak masalah," jawab Kelvin."Aku nggak ikut denganmu. Hari ini, aku masih ada urusan," kata Andriyan.Kelvin mengangguk. Mereka lalu mencari tempat
Kelvin terdiam sejenak, lalu memberi tahu, "Monang itu ingin menjadikanku muridnya."Andriyan tertegun. Setelah ragu-ragu sejenak, dia berkata, "Menurutku ... sebaiknya kamu jaga jarak dari mereka. Anderson itu pembawa sial. Kalau sampai ...."Memikirkan itu, Kelvin langsung merasa pusing. Dia melambaikan tangan sambil berujar, "Sudahlah, kita pulang dulu saja."Mereka berdua mengambil jalan memutar, lalu kembali ke rumah Andriyan.Vila di Kompleks Zenada masih dalam proses perbaikan dan baru selesai besok, jadi Kelvin menginap semalam di rumah Andriyan.....Sementara Kelvin sedang tidur, di tempat lain, tepatnya di Restoran Di dalam Gang.Di sebuah ruang VIP, Brenda si bos yang sangat cantik masih mengenakan kebaya yang memperlihatkan lekuk tubuhnya. Rambutnya ditata dengan gaya klasik.Saat itu, Brenda sedang duduk, sementara di depannya ada seorang pria paruh baya.Pria paruh baya itu mengenakan kaos sederhana, kulitnya agak gelap, dan tubuhnya masih berdebu.Orang ini adalah Jerom
Anderson sampai tercengang. Dia sebenarnya sudah menduga bahwa Kelvin kemungkinan besar akan setuju karena dia tahu betapa kuatnya pria tua di sampingnya ini.Hanya saja Anderson tidak menyangka, baru saja tadi Kelvin masih ragu-ragu, sekarang malah langsung setuju tanpa pikir panjang.Anderson sungguh tidak bisa berkata apa-apa. Setelah beberapa saat, dia mencibir sebelum berkata, "Ahli alkimia level tiga yang kamu sebut-sebut sebagai temanmu itu, sebenarnya kamu sendiri ya?"Di sampingnya, Monang menatap Kelvin dengan sedikit terkejut.Kelvin tidak menyangkal. Dia membalas sambil mengangguk, "Ya, itu aku.""Nggak disangka muridku bahkan seorang ahli alkimia level tiga!" kata Monang sambil menatap Kelvin dengan puas. Dia melanjutkan, "Ini benar-benar kejutan yang menyenangkan!"Setelah itu, Monang berbicara sambil tersenyum, "Seumur hidupku, aku belum pernah punya murid. Jadi, urusan menerima murid tentu nggak boleh dilakukan sembarangan. Hari ini, aku cuma mau memastikan niatmu. Kare
Di sisi lain, Kelvin tentu tidak tahu bahwa Bagas baru saja dipermalukan di hadapan Sofian. Saat ini, dia hanya bisa terbelalak melihat dua pria tua di depannya.Dua orang itu adalah Anderson dan Kepala Sanatorium Montana.Anderson menatap mereka dengan senyum yang sulit ditebak, sementara kepala sanatorium itu terus mengamati Kelvin dengan sorot mata yang terlihat puas."Tuan ...." Kelvin dan Andriyan sama-sama menunjukkan sikap waspada."Buat apa begitu waspada?" Anderson pun memberi tahu, "Kalau kami mau bertindak, kalian sudah jadi mayat dari tadi."Setelah berkata begitu, Anderson berdecak dan berkata ke arah orang di sampingnya, "Sobat, kamu sebenarnya suka apa dari anak ini? Aku sudah mengamatinya berjam-jam. Selain nasib sial yang menempel di badannya, dia punya bakat apa? Dia ini benar-benar pembawa sial. Jangan sampai kamu malah kena sial gara-gara dia."Kelvin sontak terdiam. Dia memaki dalam hati, 'Padahal kamu adalah pembawa sial yang diakui semua orang, tapi beraninya bil
"Tuan Sofian!" Begitu melihat Sofian, Bagas segera berjalan mendekat, lalu seiring terdengarnya suara, dia langsung berlutut di depannya.Pada saat itu, Sofian dan wanita berbaju putih sedang minum teh. Sofian memegang cangkir sambil melirik sekilas ke arah Bagas yang berlutut, lalu berujar dengan nada datar, "Kuberi kamu waktu satu menit."Jelas, Sofian sama sekali tidak tertarik meladeni Bagas.Inilah sikap seorang ahli alkimia level tinggi yang penuh kepercayaan diri.Bagas buru-buru berkata, "Tuan Sofian, aku datang untuk memohon bantuan. Anakku, Arvin, kamu pasti mengenalnya. Dulu saat dia lahir, leluhur keluarga kami pernah mengundangmu datang untuk merayakan."Sofian hanya minum teh tanpa menanggapinya.Bagas segera melanjutkan, "Belakangan ini Arvin dicelakai orang. Kedua tulang kakinya rusak oleh teknik akupunktur. Jadi demi hubunganmu dengan leluhur keluarga kami, aku ingin memohon kepada Tuan Sofian untuk bantu meracik Pil Penumbuh Tulang. Apa pun syaratnya, Keluarga Jahan p
Andriyan di sampingnya bertanya dengan penuh semangat, "Lho? Kenapa kamu langsung tutup telepon? Aku tadi masih mau ikut mengejeknya!""Kamu nggak bilang dari awal!" jawab Kelvin tanpa daya."Sayang banget, nggak bisa lihat ekspresi Bagas," ucap Andriyan sambil terkekeh-kekeh. "Sekarang, dia pasti murka. Sepasang kaki anaknya sudah lumpuh. Saat ini, kabar tentang kerja sama Keluarga Jahan dengan kultivator iblis juga sudah tersebar. Dia pasti tertekan banget.""Dua bocah ini benar-benar kejam!" Tiba-tiba, terdengar suara seseorang mengomel.Mendengar suara itu, ekspresi Kelvin dan Andriyan langsung berubah. Mereka segera menoleh. Di bawah gelapnya malam, dua sosok perlahan berjalan keluar dari bayangan dan mendekat ke arah mereka.....Di dalam sebuah vila milik Keluarga Jahan.Brak!Bagas dengan marah menghantam sebuah vas antik bernilai hampir dua miliar hingga hancur di lantai."Benar-benar bikin emosi! Bikin emosi!" Bagas berteriak dengan suara serak. "Bayangan sama Rubah Perak ya?
Kelvin menyimpan kembali kantong jarumnya, lalu keluar dari kamar mandi.Begitu melihatnya keluar, Charles langsung berbicara sambil tersenyum ramah, "Kelvin, silakan duduk."Kelvin tersenyum tipis, lalu berkata, "Um ... gimana kalau aku langsung naik saja untuk mengobati Shintia dulu? Sejujurnya, s
Sambil berkata, Victor hendak menarik Kelvin naik tangga.Pria itu justru maju dan menghalangi di depan tangga. "Victor, kamu mau apa? Asal bawa orang dan ngaku dokter hebat? Kampungan dari mana yang kamu cari ini? Kalau dia naik, lalu Ayah kenapa-kenapa dan benaran mati, harus gimana?"Dalam situas
Sampai di sini, pria berewok melihat bahwa Kelvin yang berjalan mendekat tiba-tiba mendongak dan melirik ke arahnya.Pria berewok tanpa sadar menutup mulut. Dia merasa perkataannya seperti didengar oleh Kelvin."Sudahlah, jangan dibahas dulu. Ayo siap-siap dan ajak Niveria. Ada acara dari Direktur B
Saat ini, di ruang kantor di atas gedung perkantoran, perban di wajah Karlo sudah dibuka.Karlo duduk di kursinya sambil terus memutar pulpen. Senyuman tersungging di bibirnya.Suasana hatinya sangat riang.Karlo sangat marah karena dipukul habis-habisan oleh anak buah Niveria. Niveria jelas bukan o







