LOGINMelihat Bella pergi, Kelvin dan Niveria sama-sama tersenyum.Niveria mendengus dingin sebelum berkata, "Pantas tuh. Dasar nggak tahu diri!"Kelvin juga mengangguk. Kemudian, pandangannya tertuju pada Sheren dan alisnya sedikit berkerut.Sejak pertama kali melihat Sheren, Kelvin merasa ada sesuatu yang berbeda dibandingkan saat pertama kali mereka bertemu."Ada apa?" tanya Niveria."Nggak apa-apa." Kelvin bertanya sambil tersenyum, "Rencananya, kamu kapan mau mengumumkan identitasmu?""Setelah aku mengakuisisi beberapa bisnis lagi di Kota Yanir," jawab Niveria. "Setelah itu, asetnya sudah terkumpul. Tinggal integrasi dan pengelolaan. Kalau berjalan baik, nilainya bisa meningkat berkali-kali lipat dalam waktu singkat."Mereka berdua lalu mengobrol pelan.Waktu terus berlalu. Orang-orang di aula makin banyak. Perwakilan dari enam keluarga besar Kota Yanir hampir semuanya hadir.Termasuk dari Keluarga Sunardi. Niveria juga mengatakan bahwa putri dari Martin datang sebagai perwakilan, tetap
Akan tetapi, Niveria tidak berniat melanjutkan pembicaraan. Dia langsung menutup telepon.Setelah itu, Niveria menjelaskan kepada Kelvin, "Grup Holinda dan Keluarga Samsudin sebenarnya sama-sama bergerak di bisnis kaca dan kapasitas produksi mereka juga nggak jauh berbeda. Sebenarnya, Grup Holinda juga nggak pernah menghubungiku."Kelvin hanya terdiam, lalu diam-diam mengacungkan jempol ke arah Niveria.Kemudian, mereka berdua sama-sama menoleh ke arah meja tadi. Niveria bertanya, "Kamu bisa dengar apa yang mereka bicarakan?"Niveria baru saja memasuki Tahap Pembukaan Batin dan baru membuka mulut batin. Pendengarannya memang sedikit lebih tajam dari orang biasa, tetapi dalam suasana ramai seperti ini, dia tetap tidak bisa mendengar percakapan di sana.Akan tetapi, Kelvin berbeda. Dia sudah mencapai Tahap Pemeliharaan Spiritual dan juga telah membuka telinga batinnya. Selama dia mau, dia bisa mendengar dengan sangat jelas.Kelvin mengangguk, lalu fokus mendengarkan.Di sana, Bella masih
Tempat itu berada di sudut ruangan. Meskipun sudah disiapkan meja jamuan, jelas itu hanya meja cadangan dan ruangnya juga lebih kecil.Niveria menarik napas dalam-dalam, lalu menatap Fiona sambil berkata, "Ini pernikahan Veronika. Aku nggak mau memperpanjang masalah. Aku bisa duduk di sana."Selain Sheren, yang lain langsung tertawa.Duduk di sudut seperti itu jelas merupakan bentuk penghinaan.Niveria menyapu pandangan ke seluruh orang di meja itu, lalu berucap sambil tersenyum tipis, "Kalian sekarang tertawa begitu puas, nanti kalian akan terkejut sebesar itu juga. Aku ingat semua sikap kalian hari ini."Fiona mencibir sebelum menimpali, "Tinggal ingat saja. Memangnya kamu bisa apa? Pulang ke kampungnya, pelihara ayam, lalu bawa satu gerobak kotoran ayam ke sini untuk dilempar ke kami?""Pfft!"Yang lain ikut tertawa.Wajah Sheren terlihat sangat muram. Dia ingin berkata sesuatu, tetapi Niveria menahan bahunya dan memberi isyarat agar tidak perlu bicara.Fiona berbicara sembari terse
Kelvin dan Niveria berjalan ke kain merah untuk menandatangani nama, lalu mengikuti karpet merah masuk ke dalam hotel."Jangan terlalu dipikirkan," ucap Niveria. "Nggak usah peduli dengan omongan mereka. Kita masuk saja."Pernikahan ini memang sangat besar. Seluruh hotel mewah itu disewa penuh. Begitu mereka masuk, ada petugas yang menyambut dan menanyakan nama di undangan.Setelah Niveria menyebutkan namanya, pelayan itu langsung mengantar mereka menuju aula utama pernikahan.Aula itu adalah tempat utama acara berlangsung.Orang-orang yang bisa masuk ke aula ini biasanya adalah keluarga dekat pengantin atau tokoh-tokoh penting di Kota Yanir.Meskipun kedua keluarga pengantin belum setara dengan enam keluarga besar di Kota Yanir, mereka tetap termasuk kalangan atas. Dengan skala pernikahan sebesar ini, biasanya perwakilan dari enam keluarga besar juga akan datang.Saat Kelvin dan Niveria masuk ke aula utama, di belakang mereka, Ella berjalan masuk bersama seseorang.Pria itu mengenakan
"Ini Niveria? Nona Muda Keluarga Sunardi yang selama ini sangat rendah hati itu?""Yang diusir dari Keluarga Sunardi itu? Katanya demi seorang pria dari kampung, dia sampai menolak Arvin.""Yang di sebelahnya itu ya? Selera dia nggak begitu bagus.""Cuma kasih beberapa pil kesehatan saja? Bahkan nggak kasih uang?""Paling juga nggak mampu. Bukannya kalian pernah dengar? Pria yang dia pilih itu cuma dokter keliling dari desa, bahkan katanya juga mengobati ayam dan ternak."Suara bisik-bisik langsung bermunculan di mana-mana. Namun seperti yang dikatakan Niveria, kebanyakan orang sebenarnya tidak terlalu tertarik pada mereka berdua.Bagi mereka, Niveria sudah bukan bagian dari Keluarga Sunardi lagi dan Kelvin hanyalah orang desa. Orang seperti mereka, paling-paling hanya akan menjadi bahan ejekan sebentar. Tidak mungkin fotonya dipilih untuk dipajang dalam acara pernikahan keluarga elite seperti ini. Di mata mereka, Niveria sudah tidak pantas lagi berdiri sejajar dengan para wanita kaya
"Wartawannya sebanyak ini?" Kelvin mengerutkan kening dalam-dalam sebelum berkomentar, "Acaranya benar-benar heboh.""Kedua keluarga ini memang nggak selevel enam keluarga besar di Kota Yanir, tapi tetap termasuk keluarga kaya," jelas Niveria. "Pernikahan mereka juga berdampak di dunia bisnis, jadi wajar kalau ada banyak wartawan yang datang meliput.""Ayo." Niveria memarkir mobil di area parkir, lalu membawa tas dan mengambil undangan di sampingnya. Setelah itu, mereka berdua berjalan menuju pintu masuk.Di pintu masuk, pasangan pengantin berdiri menyambut tamu. Di belakang mereka, hadiah menumpuk seperti gunung.Di sampingnya, ada dua orang duduk di meja. Mereka tampaknya sedang mencatat.Satu orang mencatat, sementara satu lagi membacakan pelan.Si A dari Kota Yanir memberi sekian miliar dan seterusnya.Kelvin mendengar beberapa kali. Kebanyakan hadiah uang dimulai dari sekitar 1,32 miliar.Kelvin diam-diam terkejut.Di kampung halamannya, Desa Jayaka, kalau ada pernikahan, biasanya
Sampai di sini, pria berewok melihat bahwa Kelvin yang berjalan mendekat tiba-tiba mendongak dan melirik ke arahnya.Pria berewok tanpa sadar menutup mulut. Dia merasa perkataannya seperti didengar oleh Kelvin."Sudahlah, jangan dibahas dulu. Ayo siap-siap dan ajak Niveria. Ada acara dari Direktur B
Saat ini, di ruang kantor di atas gedung perkantoran, perban di wajah Karlo sudah dibuka.Karlo duduk di kursinya sambil terus memutar pulpen. Senyuman tersungging di bibirnya.Suasana hatinya sangat riang.Karlo sangat marah karena dipukul habis-habisan oleh anak buah Niveria. Niveria jelas bukan o
Wajah pria paruh baya itu dipenuhi amarah. Tangan kanannya sudah terkepal.Yugo sangat ingin lari, tetapi dia tampak sangat takut pada ayahnya. Yugo pun berdiri gemetaran di tempat, tidak berani pergi."Ayah, aku ... aku gegar otak ringan, belum sembuh!" Yugo berkata memelas, "Jangan ...."Plak!Tep
Di tangga juga berdiri banyak orang.Orang di samping Kelvin berbisik, "Keluarga Lorenz memang sombong. Biksu pengemis itu tadi naik mau minta dua gelas teh, dan nggak sengaja tabrak cewek itu. Nggak pakai pikir lama, cewek itu langsung tampar dia!""Biksu kecil itu kurus kerempeng, pasti kurang giz







