Sang Penakluk Kelima Istri Pangeran

Sang Penakluk Kelima Istri Pangeran

last updateLast Updated : 2026-09-25
By:  Miss AnonymousOngoing
Language: Bahasa_indonesia
goodnovel18goodnovel
Not enough ratings
6Chapters
15views
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

Bangun dalam tubuh pangeran bengis, tugasku berubah ketika tahu bahwa dia punya lima istri. Aku harus apa sekarang? Tugasku, hanya untuk menyucikan nama baik Pangeran yang selama ini dihina dan direndahkan!

View More

Chapter 1

1. Tubuh Pangeran Beristri Lima

Saat terbangun, tiba-tiba Cakra melihat seorang gadis cantik sedang berada di sisinya!

“Kanda Cakrabuana, kenapa kamu masih belum sadar?”

Teriakan heboh itu menjadi hal pertama yang menyambut kesadaran Cakra saat kelopak matanya perlahan terbuka. Pemuda itu mengerjap beberapa kali, dan berusaha mencerna sekelilingnya. Ia berada di kamar luas beraroma melati, berbaring di atas ranjang kayu jati berukir, dan ada seorang wanita cantik yang duduk di sampingnya dengan wajah terkejut sekaligus geli.

“Kanda kenapa bisa secepat itu?” Ratih menutup mulutnya sendiri, matanya masih membelalak nggak percaya. “Aku bahkan belum apa-apa, tau-tau udah selesai duluan!”

“Hah?” Cakra mengerutkan dahi, kepalanya masih terasa berat dan telinganya berdenging. “Apa maksudmu?”

“Ih, Kanda ini pura-pura lupa, ya?” Ratih terkikik, sembari menyeka tangannya sendiri dengan ujung selimut. 

Cakra semakin bingung. Kepalanya berdenyut, dan dia sama sekali tidak punya ingatan tentang apa yang baru saja terjadi.

“Aku ... Aku nggak ngerti apa yang kamu bicarakan,” gumamnya, seraya mencoba bangkit untuk duduk.

Namun, tubuh pangeran yang masih terasa asing dan lemas ini justru membuat gerakannya oleng tak beraturan. Kaki Cakra tersangkut lipatan selimut tebal, hingga badannya tergelincir jatuh ke tepi ranjang.

Gubrak!

“Argh!" erangnya.

Punggung dan tengkuknya menghantam lantai kayu dengan keras. Pelipis kanannya terbentur keras pada ukiran kaki ranjang, memicu rasa ngilu yang langsung membuat kepalanya serasa berputar-putar.

Dentingan tajam itu seketika menarik kesadaran Cakra ke dalam pusaran memori mengerikan. Hawa sejuk kamar beraroma melati mendadak lenyap, berganti menjadi hawa dingin di bawah guyuran hujan gerimis.

Sebelum kematiannya, tangan Cakra diikat dan dua petugas berseragam hitam menyeret langkah kakinya yang tersaruk-saruk menuju sebatang tiang pancang kayu.

“Saya difitnah! Sumpah, saya nggak pernah naruh racun di botol infus pasien itu!” pekik Cakra histeris menatap kerumunan wartawan.

“Saya nggak bersalah! Lepaskan!"

Jeritan putus asanya sama sekali tidak digubris oleh para algojo. Tubuhnya diikat rapat pada tiang kayu, tepat di depan lima moncong senapan laras panjang yang membidik lurus ke dadanya.

Di detik-detik paling mencekam itu, Cakra memejamkan mata rapat-rapat seraya mengucapkan doa terakhir.

"Tuhan, kalau Engkau tahu aku tidak bersalah, tolong beri aku satu kesempatan hidup lagi untuk membuktikan semuanya!”

Dor!

Tepat saat peluru itu menembus kepalanya, seketika ia terkejut dan terbangun dalam posisi seperti ini. Entah bagaimana caranya, ia bisa transmigrasi ke tubuh Pangeran Cakrabuana.

Ratih sudah berlutut tepat di sampingnya sambil menatap bingung. “Kanda kenapa malah diam saja di lantai?”

Cakra masih terpaku kaku sambil mencengkeram lantai. Napasnya memburu cepat, mencoba mencerna perpindahan tempat gila yang baru saja dialaminya.

Melihat suaminya tidak berkutik, Ratih justru menyunggingkan seringai nakal.

“Oh, aku tahu, Apa kanda mau aku puaskan lagi? Biasanya kan kanda sangat tahan lama. Pasti tadi itu belum puas.”

Wajah Cakra sontak memerah mendengar itu.

Selama ini, sang pangeran terkenal bertubuh beringas, kasar, dan sanggup bertahan sangat lama di ranjang. 

Sedangkan tubuh Cakra yang asli ini rupanya punya kelemahan. Miliknya gampang keluar, karena dia memang tak pernah seperti ini, di kehidupan aslinya.

“Ti … tidak usah.” Pemuda itu menggeleng cepat dan menyandarkan kepalanya ke kaki ranjang dengan tatapan kosong menatap langit-langit.

“Kanda, kenapa kok melamun begitu? Apa ada yang salah dengan ucapanku?” tanya Ratih dengan nada polos tanpa dosa.

Pikiran wanita itu mendadak diliputi kebingungan besar. Kejadian suaminya ambruk secepat kilat sambil melamun itu sungguh belum pernah terjadi seumur hidup.

Tepat saat rasa malu itu masih membakar pipinya, kepala Cakra berdenyut kencang. Ratusan kepingan ingatan asing mendadak menerobos masuk memenuhi isi kepalanya.

Berbagai memori sang pangeran Kerajaan Wanapura seketika terhampar jelas di depan mata. Cakra langsung mengenali siapa pemilik tubuh ini, sekaligus lima istri sahnya.

Ada Ratu Kencana Wulan sang permaisuri utama yang dingin, Dyah Anjani si gadis tomboi jago pedang, Putri Andini yang pendiam, Sari Kembang sang mantan penari yang penakut, serta Ratih si wanita pedagang yang kini duduk melongo di hadapannya.

Kebiasaan buruk Pangeran Cakrabuana seperti menenggak arak, menumpuk utang judi, dan memukuli pelayan kediaman juga ikut terbongkar di kepalanya.

Ingatan Cakra kemudian tertuju pada kejadian semalam sebelum dirinya berpindah raga. Pangeran Cakrabuana ternyata ambruk mencengkeram dadanya di tengah pesta judi sehabis meminum secawan arak tuak.

Berbekal keahliannya sebagai mantan perawat rumah sakit, Cakra segera mengangkat tangan kanannya ke depan mata. Pandangannya tertuju lurus pada kuku jarinya yang tampak kebiruan.

Tanda kebiruan semacam ini menunjukkan adanya racun mematikan yang merusak pernapasan seluler. Mabuk minuman keras biasa tidak akan pernah menimbulkan perubahan warna kuku seperti itu.

Maka dari itu, Cakra yakin bahwa Pangeran Cakrabuana sebenarnya mati diracun di rumah judi semalam. Rahasia besar ini harus disimpan rapat-rapat sampai situasinya benar-benar terkendali.

Belum sempat Cakra berpikir lebih jauh, pandangannya beralih menatap Ratih yang duduk di sampingnya dengan kain kebaya sedikit longgar di bagian bahu, sisa dari kesibukannya tadi. Hati nuraninya merasa tidak enak melihat wanita itu duduk begitu saja tanpa dirapikan.

Cakra meraih selendang yang tergeletak di sudut ranjang, lalu menyampirkannya ke pundak Ratih hingga kain kebayanya kembali tertutup rapat. Tindakan penuh perhatian semacam ini belum pernah dilakukan oleh Pangeran Cakrabuana seumur hidupnya.

Sambil menundukkan pandangan karena canggung, Cakra berucap lirih.

“Maafkan aku, Ratih, aku minta maaf sudah merepotkanmu pagi-pagi begini.”

Ratih terdiam membisu menatap sosok suaminya dengan mulut setengah terbuka. Telinganya terasa asing mendengar kata maaf meluncur dari bibir pria yang biasanya selalu bersikap arogan.

Keheningan aneh itu bertahan selama beberapa detik.

Ratih meremas ujung selendangnya, lalu mendadak meloncat berdiri dengan wajah pucat kebingungan.

Sejurus kemudian, dengan langkah tergesa-gesa, wanita itu berbalik dan lari terbirit-birit keluar dari kamar tidur sambil mengenakan pakaiannya yang berantakan. Suara ketukan sandal kayunya menggema keras di sepanjang lantai lorong serambi.

Cakra hanya bisa mengelus dada sambil menghela napas panjang melihat kepanikan sang istri kedua. Suara cempreng Ratih mendadak melengking lantang memecah ketenangan pagi kediaman.

Dari ujung lorong luar, Ratih berteriak heboh memanggil para pelayan.

“Dayang-dayang, cepat ke sini! Kanda Pangeran sudah bangun!”

Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

More Chapters

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

No Comments
6 Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status