Home / Male Adult / Sang Penakluk Wanita / Bab.4.Ku Buat Tidak Berdaya

Share

Bab.4.Ku Buat Tidak Berdaya

Author: Miss Lia
last update Petsa ng paglalathala: 2025-12-12 21:33:22

Hotel Hilton, New York. 9 Am

          Tante Zola membawa Sehan ke hotel miliknya. Hotel pemberian sang suami yang sering ia gunakan tidur dengan para pria anggota agency-nya. Sesampainya di dalam kamar, tante zola meminta Sehan melakukan apa yang dia perintahkan yakni membuat wanita bergairah.

      "Sehan, apa hanya ini yang kau bisa?"

     "Cih! Dasar lelaki lemah!" omel tante Zola.

 Sehan berdiri mematung, ia tidak tahu bagaimana cara membuat wanita puas sebelum bertempur. Dalam hati ia kembali mengutuk keputusan yang sudah ia buat. Sehan agak kesal dengan david yang tidak memberi tahu tes apa yang akan ia jalani sebelum menjadi anggota Moon Light Agency. 

     "Ck! Kau lambat sekali, Sehan!" geram tante Zola kesal pada Sehan. Menurut tante Zola Ia pun mengambil ponsel dan menghubungi seseorang. Sedangkan Sehan  menunduk menatap dirinya yang hina. Sungguh sebuah keadaan yang bertolak belakang dengan dirinya dulu sebelum sang ayah bangkrut. 

      Masih jelas di ingatan Sehan, bagaimana dirinya dilayani dan dirajakan oleh para wanita penghibur. Dia lah yang memegang kendali, sedangkan saat ini semua serba terbalik. Dirinya kini harus melayani wanita pemburu kepuasan. 

       Tidak berapa lama kemudian, bel pintu berbunyi. Tante Zola menyuruh Sehan untuk membuka pintu. Dengan patuhnya Sehan menjalankan perintah dari tante Zola. Seraut wajah tampan yang Sehan kenal berdiri di depan pintu. 

     "David, kau ada di sini?" tanya Sehan sedikit terkejut. "Tante Zola memanggilku," jawab David melengos, wajahnya sedikit kesal. 

      David berlalu begitu saja melewati Sehan yang hanya mengenakan handuk untuk menutupi bagian bawahnya. Sehan mengekor kemana langkah David. 

    "David, kemari lah." Tante Zola melambaikan tangannya pada David.  Seketika wajah David berubah menjadi manis di depan tante Zola.

     "Kau ajari temanmu itu bagaimana caranya membangkitkan gairah pelanggan kita!" titah tante Zola. David melirik tajam ke arah Sehan. Terlihat sekali di mata Sehan kalau David kesal dan marah kepadanya. 

      Kembali wajah David terlihat manis. "Baik, Tante." Gegas david melucuti pakaian yang ia kenakan. "Dan kau, Sehan. Perhatikan dengan baik apa yang dilakukan oleh David!" titah tante Zola diikuti tatapan tajam.

   Sehan mengangguk tanpa mengeluarkan suara. Kini Sehan dipaksa melihat adegan demi adegan bagaimana cara membuat wanita terbakar gairahnya. Desahan demi desahan lolos begitu saja dari bibir wanita pemilk Moon Light Agency. 

     "Sehan, kini giliranmu. Lakukan sama persis dengan yang dilakukan David padaku. Sekarang kau harus membuatku  bergairah!" tegas tante Zola. Lagi-lagi Sehan menjawab dengan anggukan kepala. Persis seperti pelayan yang harus mematuhi perintah majikannya. 

        Dalam hati Sehan mengumpat dan mengutuk tante Zola. Ia berjanji suatu saat ia akan membalas semua penghinaan ini.

 "Oke, Sehan. Kamu bisa membuat wanita itu tidak berdaya!" Sehan menghirup dalam-dalam oksigen. Sedangkan David tersenyum merendahkan. Memang David adalah anak buah kesayangan tante Zola. David menjadi primadona para wanita pemburu kepuasan. 

     Sehan maju ke arah ranjang di mana tante Zola menunggunya. Setelah sampai di samping Zola, Sehan menguatkan hatinya agar bisa lolos dari tes ini. Bibir Sehan mengecup setiap inchi tubuh tante Zola. Sehan melakukannya dengan menahan mual. Meski tubuh tante Zola wangi, Sehan sama sekali tidak tertarik. 

      "Ouugh ... Nah, terus Sehan. Iya, seperti itu!" racau tante Zola. Sehan semakin bersemangat, dalam pikirannya ia harus totalitas meski harus menjatuhkan harga dirinya. 

     Gerakan Sehan lebih ganas dari yang dilakukan oleh David. Tante Zola dibuat terbang melayang.

    "Sehan kau luar biasa. Bikin tante merem melek, sekarang cepat masukan!" Tante Zola sudah memberi perintah untuk dimasuki Sehan. Tanpa menunggu lama, Sehan segera melakukan perintah tante Zola. Gerakan Sehan benar-benar membuat tante Zola kewalahan. 

          Sehan tersenyum lebar melihat wanita yang semula meragukan dirinya kini terkapar tidak berdaya. "Kau baru tahu kan bagaimana seorang Sehan bisa membuatmu tak berdaya, Mami! Ingat kau yang memulai maka aku tidak akan berhenti." Sehan beranjak dari tempat tidurnya. Ia menghampiri David yang masih duduk di sofa sambil bermain game di ponselnya. 

       "Sudah selesai?" tanya David tanpa menoleh ke arah Sehan. 

      

        "Sudah."

       "Baiklah, aku pergi dahulu. Kalian membuatku sange!" David berdiri, ia bergegas merapikan penampilannya. 

      "Kau mau ke mana?" tanya Sehan penasaran ke mana David akan pergi. 

  David tersenyum sinis, dia masih ada jadwal berkunjung ke pelanggannya. "Aku ada jadwal. Dan wanita satu ini begitu royal. Semua yang aku punya saat ini adalah pemberiannya." David menunjukkan semua yang ia miliki pads Sehan. 

      Sehan melongo melihat semua foto harta yang dimiliki David di ponsel David. 

    "Apa bisa kamu kenalkan wanita itu padaku?" Sehan mulai tertarik dengan apa yang David dapat, baginya saat ini ia harus bisa mendapatkan uang sebanyak-banyaknya. Tidak peduli jalan yang ia lalui sangat lah sulit. 

    David menatap sinis. "Tidak, Sehan. Aku tidak akan melepaskan Tante Angel padamu. Dia adalah ATM berjalanku. Lebih baik kamu patuh pada perintah Tante Zola!" jawab David tidak mau membagi mesin uangnya pada orang lain. 

        Sehan tersenyum datar, dalem hati ia akan mencari tahu siapa Tante Angel itu. 

       "Sehan, ingat aku sudah menolong mu. Jaga batasan mu, kau jangan sampai menjadi lintah yang menghisap tanpa tau terima kasih!" sarkas David sedikit takut jika sampai pelanggannya lebih memilih Sehan. 

     "Sehaaan ...!" Suara Tante Zola memenuhi kamar president suite.

     "Iya, Tante!" Sehan cepat menjawab karena tidak ingin kena marah tante Zola lagi. 

    "Sekarang bersiap lah, kita akan merubah penampilanmu, nanti malam akan ada pesta di club milik nyonya Zura," jawab tante Zola. 

    "Baik, Tante." Sehan secepatnya berpakaian dan bersiap mengikuti kemanapun tante Zola pergi.  Sedangkan David hanya bisa melongo melihat dua orang itu pergi meninggalkannya.                                                                                                 

   Mobil tante Zola melaju dengan kencang menuju ke sebuah butik dan juga salon perawatan tubuh. Tujuan pertama mereka adalah butik D&G. Butik terkenal karena kualitas bahan dan juga modelnya selalu mengikuti trend. 

                                                                                                                                                                                          

   "Ayo cepat masuk, Sehan! Kita tidak punya banyak waktu."

  Tante Zola memaksa Sehan masuk ke butik untuk mempersingkat waktu. Malam nanti, Tante Zola harus membawa Sehan dan tiga orang timnya untuk mengisi party para istri manager. 

     Bruk!

   "Maaf, Nona." Tanpa sengaja Sehan menabrak seorang gadis. Gadis itu menatap tajam menusuk relung hati Sehan. Seketika Sehan merasa dirinya sangat hina di depan Chelia. Memang saat ini pekerjaan Sehan adalah pekerjaan hina menurut orang. 

     "Maaf, Nona. Aku tidak bermaksud untuk membuat anda terkejut," ulang Sehan.

    "Tidak apa-apa, Tuan." Wanita cantik itu menatap Sehan dengan tatapan sinis merendahkan. Ia hafal setiap lelaki yang dibawa tante Zola datang ke butiknya itu adalah lelaki anak buahnya. 

     "Kenapa anda menatap saya dengan tatapan jijik? Seakan saya adalah manusia hina."

Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App

Pinakabagong kabanata

  • Sang Penakluk Wanita   bab. 89

    David menarik napas dalam-dalam, lalu menghembuskan kasar. Ia harus menaiki mobil sempit dan panas. Tidak seperti pelanggan David yang lain yang memakai mobil mewah. Mobil dengan AC dingin dan juga ruang yang longgar. "Astaga, apa pula ini. Aku harus naik taksi? Oh di mana harga diriku nanti jika netizen tau kalau aku naik mobil biasa. Benar-benar kelewatan si Sehan dan juga Tante Zola. Awas saja mereka. Aku akan menghancurkan bisnis mereka. Jangan panggil namaku David jika aku tidak bisa membalas dendam kepada kedua orang itu!" geram David di dalam hati sembari duduk melamun di kursi belakang sopir di samping Tante Sean. Mobil taksi itu bergerak ke Luxury hotel membawa dua penumpang yang saling diam. Supir taksi itu pun terheran. Mereka tahu kalau Moonlight agensi adalah agensi elit untuk menyalurkan para pria pemuas nafsu wanita. Supir itu terheran baru kali ini ia membawa penumpang dari agency itu. Biasanya mobil-mobil mewah lah yang menjemput penumpang di age

  • Sang Penakluk Wanita   bab,88

    David menoleh ke arah sumber suara, seketika matanya melotot tidak percaya. Sosok wanita yang ia lihat tidaklah sesuai dengan ekpektasinya. Wajah memang biasa saja, body memang khas seorang ibu-ibu yang tidak terurus dengan baik. Memang selama ini David selalu melayani wanita yang berkelas dan cantik terawat. Tidak seperti hari ini, ia mendapatkan pelanggan yang jauh dari kata cantik. M\alah terlihat seperti ibu-ibu yang berpenampilan seperti anak remaja. "Tidak, bukan dia pelangganku kan?" Tanya David pada wanita yang menjadi pegawai di kantor tanda Zola. Pegawai tante Zola itu pun tersenyum. Udah semacam pertanyaan dari David. "Maaf tuan memang nyiapin inilah yang memberikan kontrak dengan Tuan David. Pesan dari Tante Zola, buat David harus bersikap profesional," ucap si gadis dengan senyum yang ramah. David tidak bisa menolak. Sebab dirinya sendiri pun sudah membuat satu kesalahan yang tidak bisa diselesaikan dengan bicara saja. 'Baik lah jika ini yang kalian inginkan. Y

  • Sang Penakluk Wanita   Bab.87

    Tante Sean hanya menatap dua orang yang tiba-tiba tertawa sembari melirik dirinya. Ia merasa jika Sehan dan tante Zola sedang mempermainkan dirinya. "Nyonya Zola, ada apa ini? Apa anda berniat mempermainkan saya?" seru tante Sean dengan nada tinggi. Dengan anggun dan lembut, tante Zola mendekat ke arah tante Sean. Ia menepuk lembut bahu tante Sean. "Tenang, Nyonya. Sebentar lagi akan datang anak buah saya paling senior di sini. Pelayanannya tentu saja lebih memuaskan dari si Kenzi yang baru saja bergabung di sini." Tante Zola menenangkan tante Sean, hingga tante Sean mengangguk paham. Ia tidak tahu kalau David masih di bawah Sehan dalam melayani pelanggan. "Jadi, nanti saya dapat yang selain dia?" tanya tante Sean menunjuk ke arah Sehan. Sehan yang ditunjuk hanya tersenyum garing. Sungguh tidak menyangka wanita itu begitu polos hingga tidak tahu kalau diri Sehan sudah viral. "Benar sekali. Nyonya akan mendapatkan pemuda yang pelayanannya luar biasa. Dia akan

  • Sang Penakluk Wanita   Bab 86

    Sehan terdiam, ada rasa berat saat ingin menjawab iya. namun, Sehan tahu kalau dia menolak, pasti tante Zola akan merasa sedih karena pemasukan tidak bertambah. Teman Sehan yang lain hanya melayani dengan harga sewa standard biasa saja. "Apa harus Sehan yang layani? kan masih ada David. Lagian hari ini bukannya akan datang pelanggan seperti yang tante katakan di WA tadi?" tanya Sehan mengingatkan tante Zola untuk apa ia diundang. "Kamu benar, Sehan. Mengapa aku bisa luoa. untung saja kamu ingatkan. Tapi bagaimana dengan tante Sean? David dah keluar dari agensi," jawab tante Zola menepuk jidatnya sendiri. Merutuki dirinya yang sudah melipakan janji penting dengan Sehan. Sehan tersenyum seketika mendapat ide untuk membalas perbuatan David hari ini. "Tante tenang saja, aku akan membujuk David agar mau, dan aku yakin dia pasti mau karena aku tahu kalau dia saat ini butuh uang yang banyak. David marah karena ia iri denganku dan juga sedang butuh uang yang banyak. Tante tunggu saja,

  • Sang Penakluk Wanita   Bab 85

    Tante Zola masih belum konek dengan apa yang dikatakan oleh tante Sean. Wanita setengah baya dengan penampilan modis seperti anak usia duapulh lima tahun itu sudah lama ingin tahu bisnis yang digeluti oleh tante Zola. Sementara itu Sehan menonton dari dalam melalui jendela kantor. "Siapa wanita yang berbicara de ngan tante Zola itu? Kenpa dia melihat ke arah sini terus?" bathin Sehan dengan alis yang bertaut menjadi satu. Melihat sosok yang berbicara dengan tante Zola terlihat aneh, Sehan menjadi penasaran. Selain itu Sehan juga merasa senang dan puas melihat pemandangan di mna si security yang menghinanya tadi tampak ditangkap dua orang bodyguard tante Zola. Sehan tahu pastilah security itu dipecat oleh tante Zola. "Rasakan kau tua bangka. Jelas pasti tante Zola memihakku karena aku lah yang membawa kontribusi terbesar untuk kantor ini. Manalah mungkin tante Zola akan melepasku begitu saja." bathin Sehan lagi. Sehan menyugar rambutnya ke atas agar terlihat rapi apabila bertem

  • Sang Penakluk Wanita   bab.84

    Nama David sudah menjadi satu nama yang dimasukkan ke dalam kotak hitam oleh Tante Zola. "Awas kau David! Sengaja kau lakukan ini padaku! Kau boleh menghina pekerjaanku, akan tetapi tidak dengan harga diriku!" geram Sehan mengepalkan tangan kanannya membentuk tinju yang ingin security itu dan juga David. Tidak pernah Sehan sangka jika sahabatnya itu kalau iri ya akan bersikap lebih kejam dari para residivis. Sehan pun memilih duduk menunggu di depan lobi kantor Moonlight Agensi. Ia tersenyum puas, yakin saat ini security tengah merengek meminta maaf pada Tante Zola. "Please, Nyonya! Saya tidak tahu menahu tentang konsekuensi menghina tuan Sehan. Jadi jangan salah mengira kalau saya sengaja membuat tuan Sehan marah pada saya, Nyonya. Ampuni saya, sungguh saya tidak tahu apa-apa," ucap si Security memohon ampun pada Tante Zola. Tante Zola ola mencebik kasar. Iya sangat tahu kalau itu hanyalah trik si security itu untuk meminta maaf padanya. "Apa kamu kira aku bodoh?" te

  • Sang Penakluk Wanita   Bab. 7. Apartemen Baru

    Wajah sehan terlihat cerah, ia merasa yakin jika tante Zura adalah jalan baginya untuk meraih kesuksesan. "Nanti akan aku beritahu di hotel." Zura kembali memasang wajah datar. Sedangkan Sehan kembali menunduk patuh. "Baik, Zura." *** Hotel Hanabi, New York. Mobil sedan mewah berhenti di d

    last updateHuling Na-update : 2026-03-17
  • Sang Penakluk Wanita   bab. 11. Tawaran Pekerjaan

    Di dalam kamar, Sehan tidak bisa memejamkan matanya. Apa yang terjadi pada hari ini sangatlah membuat Sehan sedikit gelisah. Pekerjaan yang saat ini dia lakoni memiliki resiko yang cukup tinggi. Bisa saja dirinya dalam bahaya. Para suami dari wanita yang menyewanya tentu tidak akan terima jika tahu

    last updateHuling Na-update : 2026-03-17
  • Sang Penakluk Wanita   BAB. 8.Tante Zura

    Sehan menatap serius ke arah sang ayah, menanti kata apa yang akan terucap dari bibir sang ayah. "Sehan, papa minta maaf. Beberapa bulan ini papa tidak mau bicara karena papa tidak mau merepotkanmu, Nak. Papa tidak ingin menjadi beban untukmu." Tuan Arka mengusap air matanya. "Papa sudahlah, ja

    last updateHuling Na-update : 2026-03-17
  • Sang Penakluk Wanita   Bab.10. Kecurigaan Tuan Arka

    BabSehan mengikuti perintah tante Zura, meskipun ia tidak tahu siapa yang ingin dihindari oleh tante Zura. Keduanya bersembunyi di bawah manekin. Tidak berapa lama kemudian, suara bunyi lonceng pintu masuk terdengar. Suara langkah dan canda tawa seorang laik-laki dan perempuan keras terdengar meng

    last updateHuling Na-update : 2026-03-17
Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status