Share

bab 100

Author: Miss Lia
last update publish date: 2026-04-04 23:53:58

Malam semakin larut, Sehan malah ingin malam ini cepat berlalu.Tidak ingin badannya tersentuh dan menyentuh tubuh wanita itu. Namun, malam ternyata masih panjang dan masih ada waktu siang bagi tante Alinda untuk menuntut apa yang menjadi haknya.

"Kenapa kamu diam? Apakah kamu malu mengakui kalau kamu hanya seorang gigolo? Lelaki yang pekerjaannya hanya melayani dan memuaskan semua wanita. Benarkan, Sehan?" ucap tante Alinda memancing kemarahan Sehan. Dia sengaja melakukan hal itu hanya u
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Sang Penakluk Wanita   Bab. 157

    Malam yang seharusnya menjadi waktu bagi Sehan istirahat terlewat begitu saja. Saat ini Sehan masih terlibat pembicaraan serius dengan tante Zola. Setelah tante Zola mandi, mereka melanjutkan kembali pembicaraan mereka. "Sehan, apa kau yakin jika David terlibat dalam kasus ini? Apa kamu sudah punya bukti kalau David dan nyonya Raysa lah yang sudah menjeakmu dna juga wanita itu. Lagian apa wanita itu tidak bisa membedakan badanmu dengan badan David. Seharusnya dia bisa dong membedakan siapa orang yang mengantarnya ke hotel dengan orang yang dia ajak bercinta? Jelas tidak masuk akal kalau dia tidak bisa membedakannya!" sarkas tante Zola yang terang-terangan mulai tidak suka pada Chellia. Hati Sehan entah mengapa merasa sakit saat mendengar tante Zola menyudutkan Chellia. Chellia hanyalah korban, Sehan tahu kalau Chellia waktu itu dalam pengaruh obat perangsang. "Bukti fisik emang belum ada saat ini, tapi sebentar lagi aku akan mendapatkan bukti itu. Jika memang terbukti D

  • Sang Penakluk Wanita   Bab 154

    Bab. Jack terdiam sejenak, terdengar helaan nafas dari bibir Jack. Jack berpikir Apakah pertanyaan ini pantas ia tanyakan atau tidak sebab ini sangatlah pribadi. Namun pertanyaan itu harus ia sampaikan karena berhubungan erat dengan kasus yang dialami oleh Sehan. "Mungkin pertanyaanku akan sedikit menyinggungmu, Sehan. Akan tetapi semua ini aku tanyakan demi mencari titik terang dari kasus mu itu. Apa kamu tidak mempermasalahkannya?" Sehan ikut terdiam sejenak setelah mendengar pertanyaan dari Jack sahabat karibnya itu. "Tidak masalah, Jack. Terpenting kamu bisa menyelesaikan kasusku ini aku tidak mau mendekam di penjara hanya karena fitnah dari dua orang itu." "Baiklah satu pertanyaanku saja. Aku harap kamu menjawab dengan jujur. Apakah kamu saat berhubungan dengan wanita itu kamu memakai pengaman atau tidak?"Glek! Sehan menangan salivanya dengan kasar dia baru teringat kalau malam itu tidak memakai pengaman apapun, namun ia harus jujur kepada sahabatnya. "J

  • Sang Penakluk Wanita   Bab 154

    Bab Sehan menjedaa kata-katanya sebentar kuntuk menahan senyum tersipu malu jika ia mengingat kalau dirinya sangat mencintai Chellia. "Sehan apa kamu dengar aku?" seru Jack dari sebrang sana. Ia masih menunggu jawaan dari Sehan. Siapa wanita yang sudah menjadi koran David. "Iya aku dengar, Jack. Dia adalah wanita yang mampu mengimbangi aku di ranjang." Wajah Sehan memerah karena menahan malu, meski ia saat ini tidak berhadapan dengan Jack secara langsung. Akan tetapi, Sehan merasa kalau Jack ada di depannya dan saat ini sedang menatap dirinya. "Wanita itu bisa mengimbangi dirimu di ranjang? Apa aku gak salah dengar? Selama ini beluam ada satu wanita pun yang bisa mengimbangi permainanmu di ranjang. Aku yakin wanita itu cantik dan kuat juga. Aku jadi penasaran, memangnya siapa dia?" Jack semakin penasaran dengan wanita yang menurutnya cantik dan hebat itu, Jack sangat tahu bagaimana Sehan saat di ranjang. Sewaktu keluarga Sehan masih jaya dulu, Jack lah yang selalu me

  • Sang Penakluk Wanita   Bab 153

    Sehan mondar-mandir di depan kamarnya. Sesekali dia melihat ke arah jam tangan mahalnya, ia menunggu kedatangan tante Zola juga. "Kata tante Zola jam sebelas malam, ini sudah jam dua belas malam tapi belum datang juga. Apa macet di jalan?" gumam Sehan di dalam hati. Ia juga merasa khawatir kalau tante Zola mengalami halangan di jalan. Saat bersamaan dengan rasa gundah yang dirasa oleh Sehan semakin memuncak, email dari sekretaris Sehan masuk. Sehan mengambil ponselnya yag ia simpan dalam saku celana. Mempersiapkan hati untuk menghubungi pelanggan yang sudah membatalkan pesanannya. Netra Sehan membulat sempurna saat membaca jumlah pelanggan yang sudah membatalkan pesanannya. "Kenapa jumlah mereka banyak. Hampir tiga puluh persen sendiri. Kenapa mereka banyak sekali. Apa yang sebenarnya terjadi. Apa iya aku harus menghubungi mereka semua." Sehan mengaruk kepalanya yang tidak gatal. Sehan membaca satu persatu nama pelangan itu, ia ragu apa semua harus ia hubungi.

  • Sang Penakluk Wanita   Bab 152

    Chellia mengangguk dengan mantap. Iamengakui kalau Sehan adalah seorag pengusaha yang bergerak di bidang yang sama dengan dirinya. bab. 151 "Hmm, ternyata dia pengusaha juga. Lantas kenapa dia mau jadi pria bayaran? Apa masih kurang duitnya sampai dia jadi pria seperti itu?" ucap Dimitrio heran kenapa Sehan masih mau menjadi gigolo. Chellia tersenyum kecut. "Lia tidak tahu, Pa. Sudahlah jangan bahas dia kita liat rekaman itu. Tapi kenapa David tidak keliatan lagi ya, Pa? Kemana dia?" ujar Chellia membuat Dimitrio ikut penasaran. Dimitrio mendekatkan dirinya ke ponsel yang ia taruh di meja. "Iya, yang kamu katakan benar. Papa juga tidak melihat kapan di David keluar? Sepertinya pria itu juga patut dicurigai. Dia terlihat aneh!" timpal Dimitrio dengan alis yang bertaut menjadi satu. Chellia kembali mengangguk. "Memang benar. Papa harus selidiki dia juga." Chellia dengan tegas meminta sang ayah untuk menyelidiki David. "Sudah malam, Sayang. Sebaiknya kamu beristirah

  • Sang Penakluk Wanita   151

    Bab Dimitrio dan Chellia melihat rekaman CCTV hotel itu. Keduanya melihat David memapah Chelia masuk ke hotel. "Tunggu, bukankah itu David dan tante Raysa?" ucap Chellia seraya emnunjuk ke arah dua orang yang saling bersinggungan di pintu lift. Dimirtio menatap heran ke arah putrinya. "Tante Raysa? Wanita yang menemukan mu di kamar mandi?" tanya Dimitrio mengulang laporan yang ia terima kalau tante Raysa lah yang menemukan Chellia di kamar mandi. Chellia mengangguk mantap. Memang tante Raysa lah yang sudah menemukan dirinya di dalam kamar mandi. "Benar, Pa. Wanita itu lah yang sudah menyelamatkan Chellia. Kata wanita itu, aku pingsan di kamar mandi. Untung saja bath up tidak ada airnya. Jika tidak mungkin putrimu ini sudah tidak bernyawa lagi karena tenggelam di bath up." Dimitrio menganggukkan kepalanya berulang kali. "Jadi kita memang harus berterima kasih kepada wanita yang aku dengar adalah adalah pelanggan Sehan? Sayang, tabahkan hatimu. Lelaki brengsek itu pasti akan m

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status