Share

Bab 20

last update publish date: 2026-05-19 02:25:08

Cklek…!

Saat Satrio memutar selot kunci dan membuka daun pintu sedikit untuk menghalangi pandangan ke dalam, Selina sudah berdiri tegak di sana.

Tatapan mata Selina tampak berkilat curiga yang teramat dalam, napasnya memburu menahan amarah, dan dadanya naik-turun tidak teratur akibat api cemburu yang tersulut hebat karena merasa hak miliknya atas Satrio sedang direbut secara sepihak.

Selina berdiri tegak dengan tumit sepatu hak tingginya yang menancap kokoh di atas lantai, sementara kedua tang
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Satrio Sang Penguasa Wanita   Bab 272: Pertemuan Bisnis Bersama Sisilia

    Satrio melangkah gagah keluar dari pintu lift eksekutif hotel. Langkah kakinya terdengar mantap menapaki lantai granit yang berkilau. Suasana di koridor penthouse mewah itu terasa sangat sunyi. Ia berjalan lurus menuju pintu jati berukiran emas besar.Pintu besar itu terbuka perlahan sebelum Satrio sempat mengetuk. Sosok Sisilia berdiri menyambutnya dengan senyuman yang sangat menawan. Wanita sosialita itu mengenakan gaun malam hitam sutra ketat. Lekuk tubuh indahnya terpampang sangat jelas di balik keremangan."Selamat datang di penthouse hotel pilihanku, Satrio," sapa Sisilia lembut. Nada suaranya terdengar serak basah penuh dengan damba asmara. Ia sengaja menyewa tempat ini demi keamanan privasi mereka. Pintu apartemen langsung ditutup rapat lalu dikunci dari dalam.Satrio meletakkan tas kerja kulitnya di atas meja kaca. Pandangan mata tajamnya menatap lurus sekeliling ruangan yang mewah. "Terima kasih atas undangan makan malam eksklusif ini, Mbak," ucap Satrio tenang. Ia melonggar

  • Satrio Sang Penguasa Wanita   Bab 271

    Setelah beberapa hari cuti, pagi ini Cindy melangkah sensual menyusuri koridor lantai tujuh gedung utama Shine Group. Sepatu hak tingginya ketat mengetuk lantai menciptakan gema tajam yang berirama. Wajahnya memancarkan kepuasan karena telah sembuh total dari penyakit misterius. Ambisi besarnya untuk memikat kembali hati Satrio kini kian membara hebat.Ia mendorong pelan pintu kayu jati ruang kerja pribadi milik Satrio. Satrio mendongak dari balik meja kaca besarnya menatap kedatangan asistennya. Cindy menutup rapat pintu lalu memutar selot kuncinya dari dalam ruangan. Keheningan yang teramat intim seketika mengunci ruang privasi mutlak mereka berdua."Selamat pagi, Pak Satrio, saya sudah siap aktif bekerja kembali," sapa Cindy. Suara manjanya sengaja diayunkan selembut mungkin sembari melangkah mendekati meja kerja. Ia meletakkan bundel dokumen laporan evaluasi terbaru di atas meja marmer. Gaun kerjanya yang sangat ketat menonjolkan kemolekan lekuk bentuk tubuh seksinya.Satrio memba

  • Satrio Sang Penguasa Wanita   Bab 270

    Satrio melangkah pelan memasuki lobi gedung kosan lamanya yang tampak sepi. Langkah kakinya terdengar mantap menapaki lantai ubin semen yang terasa dingin. Tujuan utamanya sore ini adalah mengambil sisa barang kenangan berharga miliknya. Ia sudah membulatkan tekad untuk resmi keluar dari hunian sederhana tersebut. Kosan itu yang banyak menyimpan kenangan akan Putih kini sudah tidak berati lagi.Namun, baru saja ia memegang gagang pintu kamar lamanya itu,sosok Tante Inet tiba-tiba muncul menghadang jalannya dengan tatapan mata tajam. Janda pemilik kos itu berdiri tegak sambil melipat kedua tangannya angkuh. "Jadi kamu benar-benar mau pergi meninggalkan tempat ini untuk selama-lamanya, Satrio?" tanya Inet.Satrio membalikkan tubuhnya lalu menatap wajah matang wanita di hadapannya. "Iya, Tante, semua urusan administrasi dan barang saya sudah selesai hari ini." Satrio berusaha berbicara sangat formal demi menjaga jarak aman di antara mereka. Ia tidak ingin memicu kembali konflik emosion

  • Satrio Sang Penguasa Wanita   Bab 269

    Pintu kaca besar ruang kerja lantai sembilan terbuka lebar. Satrio melangkah tenang menuju area balkon luar yang luas. Angin sore berembus pelan menerpa wajah tampan berkacamata hitam. Pandangan matanya lurus menatap pemandangan metropolitan Jakarta pusat."Bagaimana perasaanmu sekarang setelah kemenangan besar ini, Rio?" tanya Pak Aizar. Sosok Presdir Utama melangkah perlahan mendampingi manajer mudanya. Ia membawa dua gelas minuman hangat untuk mereka berdua. Satrio menerima gelas kaca itu dengan anggukan hormat."Saya merasa sangat tenang dan luar biasa lega, Pak," jawab Satrio. Ia meraba bidang dadanya yang kini terasa sangat nyaman. Tidak ada lagi beban rasa sakit membakar yang menyiksa. Jimat batu giok hijau kini telah resmi musnah."Kamu terbukti mampu berdiri kokoh tanpa bantuan mistis," puji Aizar. Aizar menatap bangga ke arah struktur rahang Satrio. "Shine International kini resmi menjadi penguasa tunggal mode Asia." Kehancuran Trust Corp membawa keuntungan finansial yang me

  • Satrio Sang Penguasa Wanita   Bab 268

    Adirah melangkah maju mendekati kursi kerja milik Satrio. Jantungnya berdegup sangat kencang karena debaran rasa kagum. Tatapan matanya terkunci pada wajah tampan berbingkai kacamata hitam tipis. Kekaguman murni kini benar-benar telah menguasai seluruh hatinya."Kamu terlihat sangat hebat hari ini, Rio," bisik Adirah. Suara manisnya terdengar agak parau di dalam keheningan kamar. "Aku tidak bisa berhenti memikirkan kejeniusanmu tadi." Adirah meletakkan dokumen logistik dengan tangan sedikit gemetar.Satrio mendongak lalu tersenyum menawan menatap sekretaris utamanya. "Semua ini murni berkat kekuatan strategi otakku, Mbak Adirah," jawab Satrio. Ia meraih telapak tangan halus Adirah dengan sangat lembut. Sentuhan alami itu mendadak membakar hasrat muda mereka."Aku selalu siap berada di sampingmu, Pak Manajer," ucap Adirah. Ia menyerahkan seluruh kepatuhanya tanpa ada paksaan gaib. Satrio menyadari, kekuatan terbesar manusia memang ada pada otaknya.Keesokan hari, saat matahari pagi ber

  • Satrio Sang Penguasa Wanita   Bab 267

    Siang itu suasana ruang rapat lantai tujuh mendadak sangat tegang. Seluruh jajaran direksi utama sudah duduk berkumpul rapi. Satrio berdiri tegak di depan layar proyektor besar. Tatapan matanya yang sangat tajam menyapu seisi ruangan."Mari kita periksa berkas logistik audit ini," buka Satrio. Suara rendahnya yang berat langsung menggema memenuhi ruangan. "Ada kebocoran data sistem IT yang sangat serius." Jari telunjuknya menunjuk ke arah barisan angka digital.Nikko Prambudi langsung tertawa sangat sinis mendengar hal itu. "Itu hanya bualan kosong dari seorang anak magang!" cetus Nikko dengan nada suara yang sangat tinggi. "Jangan mencoba membuat skandal palsu di depan direksi."Satrio hanya tersenyum sangat tenang dari balik podiumnya. Ia sama sekali tidak menggunakan kekuatan sihir giok kuno. Argumen logis dan wibawa dinginnya menjadi senjata utama. "Data enkripsi ini murni diubah oleh akun pribadimu."Layar monitor proyektor menampilkan kode akses milik Nikko. Bukti manipulasi ang

  • Satrio Sang Penguasa Wanita   Bab 1

    Debu jalanan desa yang kering menempel di kulit Satrio saat ia membantu ayahnya mengangkut hasil tani yang tak seberapa ke pinggir jalan. Di bawah terik matahari yang menyengat, pemuda itu hanya mengenakan kaos lusuh yang sudah tipis warnanya. Meski tubuhnya terlihat lelah, matanya tetap jernih, me

  • Satrio Sang Penguasa Wanita   Bab 5

    Satrio mematung. Napasnya memburu, namun bukan karena gairah, melainkan karena syok. Miliknya yang tadi menegang hebat kini terasa ngilu karena interupsi yang mendadak. Ia menatap pintu dengan ngeri, seolah-olah Tante Inet bisa melihat apa yang baru saja ia lakukan melalui serat-serat kayu pintu ka

  • Satrio Sang Penguasa Wanita   Bab 4

    Satrio turun dari mobil dengan langkah ragu. Namun, saat ia melangkah mendekati teras, sesuatu yang aneh terjadi. Liontin giok di balik kemejanya mulai terasa hangat, seolah bereaksi terhadap kehadiran lawan jenis. Hawa panas itu menjalar, memberikan rasa percaya diri yang tiba-tiba meluap di dada

  • Satrio Sang Penguasa Wanita   Bab 3

    Satrio terduduk di tepi ranjang dengan napas yang mulai tidak beraturan. Kamar itu terasa semakin panas, seolah oksigen di dalamnya telah habis terbakar oleh aura mistis yang memancar dari liontin di lehernya. Selina berlutut di depannya dengan gerakan yang sangat berani dan terlatih.Perlahan, jem

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status