Teilen

Bab 53

last update Veröffentlichungsdatum: 09.06.2026 19:11:28

Malam semakin larut ketika Satrio melangkah pelan memasuki halaman rumah kos bergaya modern milik Tante Inet. Setelah menuntaskan permainan panasnya di rumah kontrakan Selina, tubuhnya sebenarnya terasa cukup lelah. Namun, senyum kepuasan masih samar terlihat di wajah tampannya. Satrio merasa posisinya di Shine Group semakin tidak tergoyahkan karena berhasil menjinakkan wanita dominan seperti Selina.

Namun, begitu ia melewati belokan lorong menuju kamarnya, langkah kaki Satrio mendadak terhenti
Lies dieses Buch weiterhin kostenlos
Code scannen, um die App herunterzuladen
Gesperrtes Kapitel

Aktuellstes Kapitel

  • Satrio Sang Penguasa Wanita   Bab 72 

    Setelah keluar dari ruangan Pak Aizar, Satrio tidak membiarkan peringatan keras dari bos besarnya itu merusak fokusnya. Ia melangkah kembali ke kubikel kerjanya di divisi IT dengan ekspresi yang sangat tenang. Di bawah kemeja putihnya, liontin giok pemikat terasa berdenyut stabil, menyalurkan energi yang menjaga keteguhan mentalnya. Bagi Satrio, tekanan dari Aizar bukanlah sebuah hambatan, melainkan sekadar riak kecil dalam genangan air yang siap ia seberangi.Ia segera menghadap komputer dan mulai membuka lembar kerja digital. Fokus utamanya saat ini adalah menyelesaikan tugas proyek sistem jaringan terintegrasi baru yang sedang dijalani divisinya. Proyek ini berskala besar dan menjadi salah satu perhatian utama dewan direksi Shine Group.Namun, tidak banyak orang di kantor yang tahu bahwa posisi Satrio sebagai staf magang di proyek ini sebenarnya sudah berada di tingkat yang sangat aman. Ia bahkan bisa dikatakan tidak tersentuh oleh intrik politik kantor atau ancaman pemecatan dari

  • Satrio Sang Penguasa Wanita   Bab 71

    Keesokan pagi, seperti hari-hari biasanya, kehadiran Satrio di koridor utama kantor selalu berhasil mencuri perhatian. Langkah kakinya yang tegap, dipadukan dengan kemeja kerja yang melekat pas di tubuh atletisnya, membuat pandangan hampir setiap staf wanita tertuju padanya. Bisik-bisik kagum dan curi-curi pandang dari para staf menjadi pemandangan yang tak asing lagi bagi Satrio.Sambil membalas sapaan beberapa rekan kerja dengan senyuman tipis, Satrio melirik jam tangannya. Pikirannya mendadak melayang pada janjinya nanti malam. Ia sudah membuat janji untuk pergi keluar makan malam bersama Adirah.Mengingat rentetan kejadian penuh intrik bersama Debby, Rafael, dan Ayunda di pesta semalam, Satrio menghela napas panjang dalam hati. Ia benar-benar berharap malam ini berjalan tenang tanpa ada gangguan dari lingkaran sosial kalangan elit yang mulai menjeratnya. Ia hanya ingin menikmati waktu santai yang normal bersama Adirah.Namun, ketenangan pagi itu tidak bertahan lama. Baru saja Sat

  • Satrio Sang Penguasa Wanita   Bab 70

    Suara deru mesin mobil sport mewah yang halus membelah keheningan malam kota yang kian larut. Di dalam kabin yang senyap, cahaya lampu jalanan yang temaram bergantian menerangi wajah Debby yang tampak begitu letih. Ketegangan adu mulut dengan Ayunda serta kemunculan Rafael yang tiba-tiba benar-benar menguras energinya malam ini.Dengan desahan pelan, Debby menggeser duduknya mendekat, lalu menyandarkan kepala dan tubuhnya yang lelah ke dada bidang Satrio. Lengan tegap Satrio yang terbungkus jas mewah melingkar di bahunya, memberikan rasa aman yang instan. Namun, kenyamanan itu terusik ketika hidung Debby yang sensitif tanpa sengaja menghirup aroma yang asing di permukaan kain jas pria itu.Debby mendongak sedikit, mengerutkan keningnya dalam-dalam. "Rio..." bisiknya sembari mengendus lebih dekat ke arah kerah jas Satrio. "Kok ada wangi lain di jas kamu? Ini bukan wangi parfum kamu yang biasanya."Satrio tetap bersikap tenang, meskipun ia tahu persis bahwa itu adalah sisa kehangatan da

  • Satrio Sang Penguasa Wanita   Bab 69

    Satrio melangkah kembali ke dalam aula pesta yang masih meriah dengan alunan musik dan gelak tawa kalangan elit. Langkah kakinya begitu tenang, seolah tidak baru saja terjadi kepungan gairah yang membakar di kamar suite bawah. Ia merapikan sedikit kerah jas hitamnya, memastikan kartu nama emas milik Ayunda tersimpan dengan aman tanpa meninggalkan bekas kerutan yang mencurigakan.Baru saja ia melewati pilar besar di dekat pintu masuk utama, sosok Debby langsung muncul menembus kerumunan. Wajah cantiknya tampak tegang, dipenuhi perpaduan antara rasa cemas yang mendalam dan kecurigaan yang tertahan. Matanya langsung menyapu seluruh tubuh Satrio dari ujung kepala hingga ujung kaki."Kamu dari mana saja, Rio?!" tanya Debby dengan nada setengah berbisik namun menuntut, napasnya sedikit memburu. "Aku mencarimu ke mana-mana setelah urusanku dengan Rafael selesai. Kamu menghilang terlalu lama!"Satrio menyunggingkan senyuman teduh andalannya. Ia sengaja memajukan tubuhnya sedikit agar energiny

  • Satrio Sang Penguasa Wanita   Bab 68

    Suara pintu kamar suite mewah itu tertutup dengan bunyi klik yang rapat, seketika meredam seluruh sisa-sisa kebisingan dari koridor hotel. Suasana di dalam ruangan itu mendadak hening, hanya menyisakan deru halus pendingin ruangan dan aroma lilin terapi beraroma lavender yang menenangkan.Ayunda berbalik, menyandarkan punggungnya di pintu kayu yang kokoh. Sepasang mata bulatnya menatap Satrio dengan binar yang tidak lagi disembunyikan. Senyuman tipis yang matang terukir di bibirnya yang dilapisi gincu merah merona."Nah, kita sudah sampai. Kamar mandinya ada di sebelah kiri itu, Satrio. Masuk saja, tidak perlu sungkan," ucap Ayunda dengan nada suara yang rendah dan mengayun, seolah sedang menuntun mangsanya masuk lebih dalam ke dalam sarang.Satrio mengangguk sopan. "Terima kasih, Nona Ayunda."Ia melangkah menuju pintu kaca buram yang ditunjuk Ayunda. Namun, begitu mendorong pintu tersebut dan melangkah masuk, Satrio seketika tertegun di tempatnya berdiri. Matanya sedikit melebar men

  • Satrio Sang Penguasa Wanita   Bab 67

    Satrio melangkah dengan tenang menyusuri lorong hotel yang berlapis karpet tebal nan mewah. Semakin jauh ia berjalan, kebisingan dari aula pesta ulang tahun yang megah itu berangsur-angsur meredup, digantikan oleh kesunyian yang intim. Lorong menuju area wash room tersebut sengaja didesain dengan pencahayaan lampu dinding yang temaram, memberikan kesan eksklusif sekaligus misterius bagi siapa saja yang melewatinya.Sejak awal meninggalkan area bar, insting Satrio yang tajam sudah menangkap ada sesuatu yang tidak biasa. Ia bisa merasakan embusan angin halus dan ketukan langkah kaki yang sengaja disamarkan di belakangnya. Namun, ia tidak terburu-buru untuk berbalik. Pria bertubuh tegap itu terus melangkah dengan santai, menikmati permainan petak umpet yang sedang dimainkan oleh sosok misterius tersebut.Tepat saat langkah kakinya sampai di depan pintu bertuliskan wash room, Satrio menghentikan gerakannya. Ia membalikkan tubuhnya dengan perlahan, dan pada saat itulah tebakannya terbukt

  • Satrio Sang Penguasa Wanita   Bab 64

    Suara raungan mesin mobil sport merah itu perlahan melembut menjadi deru konstan saat Satrio mulai menginjak pedal gas, membawa kendaraan mewah tersebut membelah jalanan aspal kawasan industri yang mulai sepi. Di dalam kabin mobil yang kedap suara, udara terasa begitu padat dan intim. Kesejukan AC

  • Satrio Sang Penguasa Wanita   Bab 63

    Langkah kaki Satrio yang mengenakan sepatu pantofel kulit mengilap terdengar berketuk di atas lantai lobi utama pabrik. Setiap derap langkahnya kini tidak lagi mencerminkan seorang karyawan magang rendahan, melainkan langkah seorang pria yang berkharisma dan berwibawa. Setelan jas branded pilihan

  • Satrio Sang Penguasa Wanita   Bab 62

    Gemercik air dari dalam kamar mandi pribadi ruang kerja Sisilia terdengar memecah keheningan. Uap hangat perlahan mengepul, membasahi dinding kaca buram dan menciptakan suasana yang semakin intim di ruangan itu.Di bawah guyuran air dingin yang menyegarkan, Satrio berdiri dengan tegak. Tubuh atleti

  • Satrio Sang Penguasa Wanita   Bab 61

    Selesai pergulatan panas bersama Satrio, napas Sisilia masih memburu tidak beraturan di atas sofa kulit mewah itu. Tubuh matangnya tampak lemas tanpa daya, bersandar sepenuhnya pada dada bidang Satrio. Ketika itu kilat mata penuh kesombongan yang biasanya ia pamerkan di depan para karyawan pabrik

Weitere Kapitel
Entdecke und lies gute Romane kostenlos
Kostenloser Zugriff auf zahlreiche Romane in der GoodNovel-App. Lade deine Lieblingsbücher herunter und lies jederzeit und überall.
Bücher in der App kostenlos lesen
CODE SCANNEN, UM IN DER APP ZU LESEN
DMCA.com Protection Status