共有

Bab 211

作者: QueenShe
last update 公開日: 2026-06-18 20:30:12

“Mas, Mama Ralin kok tiba-tiba bahas soal cincin nikah? Apa sebelumnya Mama Ralin udah ngomong sama Mas?”

Kening Prana mengernyit waktu melihat pesan masuk dari Hania. Selama beberapa detik, ia cuma menatap layar ponselnya tanpa berkedip.

“Cincin nikah?” bisiknya heran dengan kening berkerut dalam. Jari-jarinya bergerak cepat mengetik balasan. “Cincin nikah apa, maksudnya?”

Balasan dari Hania datang gak sampai satu menit kemudian. “Aku juga bingung. Tadi lagi makan, terus Mama Ralin bilang kema
この本を無料で読み続ける
コードをスキャンしてアプリをダウンロード
ロックされたチャプター
コメント (2)
goodnovel comment avatar
Tari Emawan
hi kk.., uda ga ada yg adegan sadism, kan? nungguin Fadil dimiskinkan dan dipenjara seumur hidup nih. hub tekateki Tiara n Prana dibuka, n Shanum happy, ayo kk alurnya dicepetin...hihi. Semangat..!
goodnovel comment avatar
Iin Rahayu
Prana dan Tiara saudara kandung? kayaknya bakalan tambah lama ini ceritanya, dan muter terus.
すべてのコメントを表示

最新チャプター

  • Satu Kali Lagi, Mas   Bab 221

    “Kawin lari?” seru Shanum, matanya membelalak sempurna. “Maksud kamu apa, Mas?”Raut wajah Shanum berubah total. Rasa sedih yang tadinya menggelayuti matanya mendadak lenyap, berganti ekspresi kaget sekaligus bingung yang luar biasa. Ia menatap Prana seolah-olah pria di hadapannya ini baru saja kehilangan akal sehatnya akibat terlalu banyak bekerja.“Aku serius,” sahut Prana, matanya memancarkan kesungguhan. “Kita bisa pergi sekarang juga ke daerah yang sangat terpencil. Tempat yang susah sinyal ponsel. Kalau bisa kita cuma tinggal berdua.”Shanum mengernyitkan keningnya, menatap Prana aneh. “Mas, kamu gak baik-baik aja kan? Apa efek kurang tidur beberapa hari ini jagain aku terus?”Prana tak membalas candaan itu. Ia justru memajukan tubuhnya, menatap Shanum dengan tatapan yang benar-benar serius.“Aku gak bercanda, Shanum. Nanti di sana gak akan yang bisa ganggu kita. Kita bikin kehidupan baru yang benar-benar cuma buat kita berdua aja.”“Apaan sih, Mas?” Shanum akhirnya tak bisa men

  • Satu Kali Lagi, Mas   Bab 220

    “Jangan kamu buka, Num!” Larangan itu terdengar kencang dari arah pintu masuk apartemen.Tangan Shanum yang mulai bergerak untuk menyobek selotip yang merekat erat di pinggiran dus pemberian Topan langsung terhenti.Ia menoleh ke arah sumber suara, matanya membelalak terkejut melihat Prana sudah berdiri di sana. Napas pria itu sedikit memburu, seolah-olah baru saja berlari sepanjang koridor apartemen.“Lho… Mas?” Shanum mengerutkan kening heran.Hendra dan Tiara baru sekitar lima belas menit yang lalu meninggalkan apartemen setelah membantu Shanum merapikan semua keperluan dan barang-barangnya. Jadi Shanum tak menyangka Prana akan muncul secepat ini.“Kok udah pulang? Kata Tiara jadwal Mas padat banget hari ini?” tanya Shanum saat melihat Prana berjalan lebar menghampirinya.“Udah selesai semua,” jawab Prana pendek.Tatapannya langsung tertuju pada dus cokelat di atas meja. Tanpa membuang waktu, Prana perlahan mendekat. Ia meraih dus tersebut, mengangkatnya, dan memindahkannya ke atas

  • Satu Kali Lagi, Mas   Bab 219

    “Apa lagi yang kamu mau, Topan?” suara Shanum terdengar tertahan, seolah setiap kata harus dipaksa keluar dari tenggorokannya.“Tenang saja. Gak perlu setegang itu.” Topan melangkah pelan, santai, seakan parkiran itu miliknya sendiri. Ia bahkan tidak menghiraukan tatapan tajam Hendra yang berdiri kokoh menghalangi di depan Shanum. “Aku cuma ingin menyapa.”Sebuah isyarat kecil dari tangannya membuat salah satu anak buahnya menyerahkan sebuah amplop. Namun sebelum sampai ke Shanum, Hendra lebih cepat merebutnya. Ia membuka isi amplop itu, dan dalam sekejap, raut wajahnya berubah.Dua lembar foto di dalamnya membuat amarah yang semula tertekan langsung meledak di dada. Tangannya bergetar.Shanum melangkah maju, menunjuk Topan dengan mata yang mulai basah oleh emosi. “Kamu…!”“Kenapa? Mau marah?” potong Topan cepat, bibirnya melengkung sinis. “Jangan pasang wajah korban seperti itu di depanku. Harusnya kamu berterima kasih. Aku sudah cukup baik datang langsung ke sini.”“Berterima kasih?

  • Satu Kali Lagi, Mas   Bab 218

    “Ra, kamu ngerasa gak kalau Mas Prana dari kemarin agak beda? Banyak diam,” tanya Shanum sambil memperhatikan Tiara memasukkan sisa barang-barangnya ke dalam tas jinjing besar.Pagi ini Shanum sudah diijinkan pulang. Wajahnya terlihat segar, sejak mengetahui kalau perceraiannya akan segera ketuk palu, Shanum jadi lebih banyak tersenyum.Beban berat yang selama ini menghimpit pundaknya perlahan terangkat. Kepedihannya kehilangan janin juga sedikit terobati setelah mendengar tuntutan hukuman berlapis yang akan diberikan pada Fadil.Tapi ada yang mengganggunya sejak kemarin sore. Setelah kepulangan orang tuanya dan Hendra, Prana lebih banyak diam. Pria itu hanya berbicara singkat. Beberapa kali Shanum bertanya ada apa, Prana akan mengalihkan pembicaraan.“Mungkin capek, Mbak,” jawab Tiara santai. “Kerjaan Mas Prana padat banget. Tadi subuh aja, dia udah ada operasi.”Shanum mengangguk pelan, meski ada sedikit keraguan yang melintas di benaknya. “Benar juga. Beberapa hari ini dia harus bo

  • Satu Kali Lagi, Mas   Bab 217

    “Aku pernah lihat dua amplop putih,” ucap Shanum pelan, berusaha mengingat. “Satu isinya struk pembayaran sama bukti transfer. Yang satu lagi berisi banyak foto. Itu yang Mas maksud?”“Sepertinya itu.” Hendra menghela napas berat. “Sebelum aku jelaskan soal foto-foto itu, ada satu hal yang harus kamu tahu.”Entah kenapa, jantung Shanum tiba-tiba berdebar tak nyaman. “Apa, Mas?”“Fadil adalah pelanggan tetap prostitusi online.”Ruangan mendadak terasa sempit. Meski sudah menduga, Shanum tetap merasa seperti ditampar. Alea ternyata bukan satu-satunya. Bahkan mungkin bukan yang pertama. Rasa mual perlahan naik dari lambungnya.“Jangan bilang foto-foto itu...”“Iya.” Hendra mengangguk pelan. “Foto perempuan-perempuan yang selama ini dipakai Fadil untuk menjebak pejabat dan melancarkan proyeknya.”Shanum menatap kosong ke arah lembaran kertas di tangannya. Rasa muak dan jijik bercampur menjadi satu di dalam dadanya. Pria yang selama bertahun-tahun menuntut dirinya menjadi istri sempurna te

  • Satu Kali Lagi, Mas   Bab 216

    “Ngapain kamu di kamar anak saya, hah?!” bentak Ani yang hendak langsung maju mendekati Prana, hanya saja Bobby menahan bahunya dengan sigap.Bobby mengambil alih keadaan. Pria paruh baya itu melangkah satu langkah ke depan, menatap Prana dengan sorot mata mengintimidasi.“Untuk apa kamu masuk ke kamar Shanum? Kalau kamu gak ada urusan medis di sini, lebih baik keluar dari ruangan ini sekarang juga. Kami sedang membicarakan hal penting.” “Benar. Ini urusan keluarga.” Ani mengangguk sambil mendengus sinis dari balik bahu suaminya, ikut menimpali, “Orang asing gak diperkenankan ikut gabung, apalagi menguping!”“Bu...” Tiara langsung menyela.“Diam kamu, Tiara,” potong Ani tajam.Suasana kembali menegang. Shanum yang sejak tadi hanya memperhatikan kini merasakan denyut di pelipisnya mulai muncul lagi. Dari dulu setiap kali orang tuanya dan Prana berada dalam satu tempat, semuanya selalu berubah menjadi berantakan.Prana sendiri tak beranjak. Ia menatap Bobby dan Ani bergantian dengan pa

続きを読む
無料で面白い小説を探して読んでみましょう
GoodNovel アプリで人気小説に無料で!お好きな本をダウンロードして、いつでもどこでも読みましょう!
アプリで無料で本を読む
コードをスキャンしてアプリで読む
DMCA.com Protection Status