Share

Bab 54

Penulis: QueenShe
last update Tanggal publikasi: 2026-04-24 21:10:49

Prana terduduk bersandar pada tumpukan bantal sambil menatap lurus ke arah Shanum. Wanita itu akhirnya terlelap, kelelahan belum tidur sejak semalam. Wajah Shanum tampak pucat, dengan sisa air mata yang mengering di sudut matanya.

Ciuman tadi tak berlanjut lebih jauh. Prana tahu kapan harus menekan egonya. Ia sadar Shanum sedang berada di titik lelah, baik secara fisik maupun mental.

“Tidurlah, Sayang,” bisik Prana mencium kening Shanum, dan bergerak tanpa suara merapikan selimut yang menutupi
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Satu Kali Lagi, Mas   Bab 367

    “Katanya istri sama anak kamu gak terima Shanum, ya?” tanya Ralin to the point.Ralin menatap tajam Andata yang duduk di seberanganya, menautkan kedua tangannya di atas meja setelah kedatangannya sepuluh menit yang lalu disambut Shanum dan Prana.Shanum duduk di sebelah Prana, menatap ayahnya yang terlihat lelah mendengar omelan mertuanya. Sementara itu, Prana berdiri tepat di belakang kursi istrinya, sebelah tangannya bertumpu protektif di sandaran kursi.Sebagai teman satu angkatan semasa SMA dulu, Andata sangat tahu persis bagaimana tabiat Ralin yang blak-blakan, keras, dan tak suka basa-basi jika sudah menyangkut orang yang disayanginya.“Mereka masih terkejut, Lin...” Andata mencoba membela diri. “Mungkin perlu sedikit waktu buat menerima semuanya.”“Waktu?” Ralin mendengus keras, memotong ucapan Andata sambil melipat tangan di dada.“Anak kandung sendiri kamu terlantarkan bertahun-t

  • Satu Kali Lagi, Mas   Bab 365

    “Gimana arisan tadi? Aman kan? Mama gak bikin ulah, kan?”Prana baru masuk ke kamar, pulang dari klinik. Ia langsung mendaratkan kecupan hangat di puncak kepala Shanum.Shanum menyunggingkan senyuman tipis menyambut suaminya. Prana mendudukkan diri di sebelah Shanum. Meraih tangan istrinya, mengusap punggung tangan Shanum lembut.“Justru kebalikannya, Mas. Tadi seru banget,” jawab Shanum sambil terkekeh pelan mendengar nada bercanda suaminya. “Prana menaikkan sebelah alisnya, tertarik. “Seru gimana maksudnya?”“Tadi Tante Lastri sengaja nyindir aku di depan semua orang soal masa lalu aku sama Fadil,” cerita Shanum tanpa ragu. “Dia mancing-mancing biar aku malu.”Rahang Prana langsung mengeras seketika. Pria itu mengubah posisi duduknya, menatap istrinya tajam.“Terus? Dia ngomong apa sama kamu?”“Dia sengaja bilang ke semua orang kalau aku mantan istri Fadil yang katanya kasusnya heboh,” lanjut Shanum tenang.“Keterlaluan,” desis Prana geram. “Kamu diapain lagi sama dia? Kenapa gak l

  • Satu Kali Lagi, Mas   Bab 364

    “Kenalin, ini menantu saya. Istri Prana.”Ralin melontarkan kalimat itu dengan santai. Sama sekali tak ada keraguan dalam pengumuman tersebut.Sebaliknya, suasana ruang privat restoran tempat arisan berlangsung langsung hening seketika. Belasan wanita seumuran Ralin yang semula sibuk mengobrol serempak menoleh ke arah pintu masuk.“Eh?”“Menikah?”“Prana sudah menikah?”“Serius, Jeng? Kapan?”Pertanyaan-pertanyaan itu datang hampir bersamaan dan saling tumpang tindih. Shanum yang berdiri di samping ibu mertuanya hanya memberikan respons berupa senyuman canggung.Salah seorang ibu bersasak tinggi bahkan sampai meletakkan cangkir tehnya kembali ke tatakan meja.“Kirain Prana sama Hania masih...” Wanita itu sengaja menggantung kalimatnya, membiarkan pandangannya meluncur ke ujung meja.Semua pasang mata di ruangan itu otomatis mengikuti arah pandangannya. Lastri duduk tegak di sana.Wanita paruh baya itu sejak tadi memang irit bicara. Raut wajahnya terpoles senyum tipis, tetapi kilat mat

  • Satu Kali Lagi, Mas   Bab 363

    “Kamu nikmati aja, Sayang, biasanya ibu hamil justru lebih bergairah dibandingkan biasanya,” bisik Prana tepat di dekat telinga istrinya dengan suara serak.Mendengar godaan itu, Shanum langsung memalingkan wajahnya ke sisi lain karena malu. Tapi ia tak melawan saat Prana bergerak menurunkan celana piyamanya secara perlahan.“Siap, Sayang?” tanya Prana sekali lagi, meminta persetujuan meski sorot matanya sudah dikuasai penuh oleh hasrat.Shanum menelan ludahnya susah payah. Napasnya mulai memburu, berkejaran dengan detak jantung yang bergemuruh di dalam dada. Ia perlahan mengangguk kecil sebagai tanda pasrah sekaligus menyerahkan diri sepenuhnya.Mendapatkan lampu hijau dari sang istri, Prana tak menyia-nyiakan kesempatan. Ia menundukkan kepala, menyatukan bibir mereka dalam ciuman yang jauh lebih dalam, menuntut, dan penuh penghayatan.Lidah Prana menyapu rongga mulut Shanum, mengecap manis yang selalu berhasil membuatnya hilang kendali. Shanum me

  • Satu Kali Lagi, Mas   Bab 362

    “Mas... aku gak mimpi, kan?”Prana yang baru saja meletakkan ponsel di atas nakas langsung menoleh ke arah ranjang. Suasana kamar yang temaram memperlihatkan binar terang di mata istrinya.“Kenapa, Sayang?”Shanum merangkak naik ke atas kasur dengan gerakan antusias, sisa air matanya masih meninggalkan jejak basah di pipi.“Kamu mimpi apa?” tanya Prana penasaran, tersenyum kecil melihat perubahan suasana hati istrinya yang begitu cepat.Shanum menarik napas dalam-dalam sebelum menjawab dengan senyum lebar.“Tante... eh, maksud aku, Mama... benar-benar nerima aku?”“Iya, Sayang. Kamu gak salah dengar.” Prana terkekeh pelan, mengikis jarak di antara mereka.“Beneran?”“Kan tadi kamu dengar sendiri.”Shanum menggigit bibirnya ragu. “Bukan karena aku hamil, kan?”“Bukan, Sayang,” jawab Prana tegas, menyandarkan punggungnya pada kepala ranjang.Shanum masih menatap wajah suaminya lekat-lekat, mencari celah keraguan di sana. “Serius?”Prana yang mengerti betul ketidakpastian di hati istriny

  • Satu Kali Lagi, Mas   Bab 361

    "Gimana sekarang, masih mual?"Suara Ralin memecah keheningan meja makan. Shanum spontan mengangkat wajah dari piringnya, baru saja menyuap beberapa suap nasi."Masih dikit, Tante," jawab Shanum pelan.Ralin mengangguk. "Pusing?""Udah agak mendingan.""Perutnya sakit?"Shanum menggeleng. "Enggak."Tanpa diduga, Ralin mengulurkan tangan, mengambil sepotong lauk dari mangkuk tengah meja, memindahkannya ke piring Shanum. Gerakan itu membuat Shanum terbelalak, begitu pula Prana yang langsung berhenti mengunyah."Kalau nanti mual lagi, jangan dipaksain makan," lanjut Ralin datar tapi peduli. "Istirahat dulu, cari makanan yang enak di perut kamu.""Iya, Tante," balas Shanum lirih.Prana yang duduk di sampingnya mengulum senyum tipis. Sejak tadi ia diam-diam mengamati perubahan drastis sikap ibunya. Meski Ralin tetap bicara singkat dan tegas, sudah tak ada lagi sindiran tajam atau tatapan sinis untuk Shanum.Rali

  • Satu Kali Lagi, Mas   Bab 214

    “Kenapa datang-datang muka udah kayak baju kagak disetrika?” tanya Hendra—sahabat Prana sekaligus pengacara Shanum—sambil menyimpan dua gelas kopi di atas meja tamu kantornya.Prana menyandarkan punggungnya di sandaran sofa dengan lelah. Ia baru sampai beberapa menit yang lalu setelah menemui Ralin

  • Satu Kali Lagi, Mas   Bab 160

    Lutut Fadil menghantam lantai dengan keras. Pria itu menundukkan kepala sangat dalam, badannya bergetar, dan sedetik kemudian terdengar suara isakan. Fadil tampak menangis, menyesali perbuatannya dengan begitu meyakinkan di depan mertuanya.“Ayah, Ibu... saya mohon ampun,” ucap Fadil sesenggukan, a

  • Satu Kali Lagi, Mas   Bab 101

    Begitu Shanum dan Prana melangkah masuk, atmosfer ruangan kerja Hendra. Pengacara ternama itu berdiri dari kursi kebesarannya, merapikan kemeja slim-fitnya, lalu menyambut mereka dengan cengiran lebar yang terasa terlalu ceria untuk sebuah rencana perceraian.“Wah, Shanum! Lama gak ketemu, makin ca

  • Satu Kali Lagi, Mas   Bab 33

    “Shanum... bagaimana kalau kita mencoba seperti yang mereka lakukan?” bisiknya tepat dari belakang telinganya, diikuti dengan gigitan-gigitan kecil di daun telinganya. Membuat seluruh tubuh Shanum menegang kaku.“Kita belum pernah mencoba gaya seperti itu, bukan?” Prana ikut naik ke atas sofa, berb

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status