Share

Bab 61

Author: QueenShe
last update publish date: 2026-04-28 19:50:15

“Kau benar-benar akan melakukannya?” bisik Prana pelan, antara marah dan tidak percaya. Tangannya dengan cepat mencekal pergelangan tangan Shanum, menahannya di tempat. “Kau akan masuk ke sana dan membantu laki-laki itu melakukan... hal itu?”

Shanum menoleh, menatap Prana dengan sorot mata menantang. “Dia suamiku, Mas. Dia punya hak untuk memintaku melakukan apa pun. Termasuk membantunya memberikan sampel untuk pemeriksaan.”

“Shanum, jangan begini. Aku bersumpah tak memiliki hubungan apapun de
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (2)
goodnovel comment avatar
Tari Emawan
lajut kk, ditunggu..
goodnovel comment avatar
lullaby dreamy
ahahaha kode bgt nii Prana ^^ tp ku yakin kalo pun Shanum hamil ank Prana n' hasil Fadil mnyatakan dia mandul . aku yakin Fadil ga akan mau ceraikan Shanum cm prkara Shanum hamil ank pria lain . krn dia gamau nikah sm wanita lain n' wanitanya gabsa hamil . dia pasti gamau ketauan kalo mandul .
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Satu Kali Lagi, Mas   Bab 369

    “Ngapain ke sini?” tanya Prana datar melewati pria yang menghadangnya, dan menghentikan langkahnya keluar dari pintu kaca kafe.Pria berjas hitam itu langsung mempercepat langkahnya, mensejajarkan diri dengan Prana di trotoar.“Tadi aku ke rumah sakit nyari kamu, kata perawat kamu sudah pulang. Pas mau putar balik mobil, aku lihat kamu dari seberang lagi duduk berdua sama Hania di kafe.”Prana melirik sekilas ke arah Hendra, sahabat sekaligus pengacara pribadinya yang juga menangani masalah hukum keluarga mereka dan Shanum.“Mau apa kesini?”“Ngapain kamu ketemuan sama mantan tunangan pas bini lagi bunting?” balas Hendra dengan nada menyelidik, menatap tajam ke arah Prana.“Cuma ngobrol biasa aja.”“Serius, Pran? Gak ada apa-apa kan? Istri kamu di rumah lagi hamil, jangan bikin masalah yang aneh-aneh,” tegur Hendra mengingatkan.“Gak ada apa-apa, apaan sih,” sungut Prana malas menanggapi kecurigaan sahabatnya.“Shanum tahu kamu ketemu Hania?”“Enggak tahu, buat apa dibahas. Gak usah k

  • Satu Kali Lagi, Mas   Bab 368

    Bab 368“Bisa kita bicara, Mas?”Prana yang hendak melangkah keluar lobi rumah sakit langsung menghentikan gerakannya. Jam praktiknya baru saja berakhir, dan berniat segera pulang.Ia menoleh dan mendapati Hania berdiri di dekatnya. Wajah mantan tunangannya itu terlihat sembab, matanya bengkak dengan sisa maskara yang luntur di sudut mata.Melihat kondisi Hania yang berantakan, rasa iba langsung muncul di dada Prana. Sebagai pria yang pernah mengenal wanita itu bertahun-tahun, Prana tetap menyayangi Hania. Tapi rasa sayang itu kini murni seperti rasa sayang seorang teman, bukan perasaan cinta romantis.“Di sini ramai, Han. Kalau mau bicara, di seberang saja,” jawab Prana lembut, menunjuk sebuah kafe kecil di seberang jalan rumah sakit yang menawarkan privasi lebih baik karena sepi pengunjung di jam-jam sibuk sore hari.Hania mengangguk cepat. Keduanya berjalan berdampingan dalam keheningan menuju kafe tersebut. Mereka memilih sudut paling pojok, dan memilih menu.Begitu pelayan yang m

  • Satu Kali Lagi, Mas   Bab 367

    “Katanya istri sama anak kamu gak terima Shanum, ya?” tanya Ralin to the point.Ralin menatap tajam Andata yang duduk di seberanganya, menautkan kedua tangannya di atas meja setelah kedatangannya sepuluh menit yang lalu disambut Shanum dan Prana.Shanum duduk di sebelah Prana, menatap ayahnya yang terlihat lelah mendengar omelan mertuanya. Sementara itu, Prana berdiri tepat di belakang kursi istrinya, sebelah tangannya bertumpu protektif di sandaran kursi.Sebagai teman satu angkatan semasa SMA dulu, Andata sangat tahu persis bagaimana tabiat Ralin yang blak-blakan, keras, dan tak suka basa-basi jika sudah menyangkut orang yang disayanginya.“Mereka masih terkejut, Lin...” Andata mencoba membela diri. “Mungkin perlu sedikit waktu buat menerima semuanya.”“Waktu?” Ralin mendengus keras, memotong ucapan Andata sambil melipat tangan di dada.“Anak kandung sendiri kamu terlantarkan bertahun-t

  • Satu Kali Lagi, Mas   Bab 365

    “Gimana arisan tadi? Aman kan? Mama gak bikin ulah, kan?”Prana baru masuk ke kamar, pulang dari klinik. Ia langsung mendaratkan kecupan hangat di puncak kepala Shanum.Shanum menyunggingkan senyuman tipis menyambut suaminya. Prana mendudukkan diri di sebelah Shanum. Meraih tangan istrinya, mengusap punggung tangan Shanum lembut.“Justru kebalikannya, Mas. Tadi seru banget,” jawab Shanum sambil terkekeh pelan mendengar nada bercanda suaminya. “Prana menaikkan sebelah alisnya, tertarik. “Seru gimana maksudnya?”“Tadi Tante Lastri sengaja nyindir aku di depan semua orang soal masa lalu aku sama Fadil,” cerita Shanum tanpa ragu. “Dia mancing-mancing biar aku malu.”Rahang Prana langsung mengeras seketika. Pria itu mengubah posisi duduknya, menatap istrinya tajam.“Terus? Dia ngomong apa sama kamu?”“Dia sengaja bilang ke semua orang kalau aku mantan istri Fadil yang katanya kasusnya heboh,” lanjut Shanum tenang.“Keterlaluan,” desis Prana geram. “Kamu diapain lagi sama dia? Kenapa gak l

  • Satu Kali Lagi, Mas   Bab 364

    “Kenalin, ini menantu saya. Istri Prana.”Ralin melontarkan kalimat itu dengan santai. Sama sekali tak ada keraguan dalam pengumuman tersebut.Sebaliknya, suasana ruang privat restoran tempat arisan berlangsung langsung hening seketika. Belasan wanita seumuran Ralin yang semula sibuk mengobrol serempak menoleh ke arah pintu masuk.“Eh?”“Menikah?”“Prana sudah menikah?”“Serius, Jeng? Kapan?”Pertanyaan-pertanyaan itu datang hampir bersamaan dan saling tumpang tindih. Shanum yang berdiri di samping ibu mertuanya hanya memberikan respons berupa senyuman canggung.Salah seorang ibu bersasak tinggi bahkan sampai meletakkan cangkir tehnya kembali ke tatakan meja.“Kirain Prana sama Hania masih...” Wanita itu sengaja menggantung kalimatnya, membiarkan pandangannya meluncur ke ujung meja.Semua pasang mata di ruangan itu otomatis mengikuti arah pandangannya. Lastri duduk tegak di sana.Wanita paruh baya itu sejak tadi memang irit bicara. Raut wajahnya terpoles senyum tipis, tetapi kilat mat

  • Satu Kali Lagi, Mas   Bab 363

    “Kamu nikmati aja, Sayang, biasanya ibu hamil justru lebih bergairah dibandingkan biasanya,” bisik Prana tepat di dekat telinga istrinya dengan suara serak.Mendengar godaan itu, Shanum langsung memalingkan wajahnya ke sisi lain karena malu. Tapi ia tak melawan saat Prana bergerak menurunkan celana piyamanya secara perlahan.“Siap, Sayang?” tanya Prana sekali lagi, meminta persetujuan meski sorot matanya sudah dikuasai penuh oleh hasrat.Shanum menelan ludahnya susah payah. Napasnya mulai memburu, berkejaran dengan detak jantung yang bergemuruh di dalam dada. Ia perlahan mengangguk kecil sebagai tanda pasrah sekaligus menyerahkan diri sepenuhnya.Mendapatkan lampu hijau dari sang istri, Prana tak menyia-nyiakan kesempatan. Ia menundukkan kepala, menyatukan bibir mereka dalam ciuman yang jauh lebih dalam, menuntut, dan penuh penghayatan.Lidah Prana menyapu rongga mulut Shanum, mengecap manis yang selalu berhasil membuatnya hilang kendali. Shanum me

  • Satu Kali Lagi, Mas   Bab 214

    “Kenapa datang-datang muka udah kayak baju kagak disetrika?” tanya Hendra—sahabat Prana sekaligus pengacara Shanum—sambil menyimpan dua gelas kopi di atas meja tamu kantornya.Prana menyandarkan punggungnya di sandaran sofa dengan lelah. Ia baru sampai beberapa menit yang lalu setelah menemui Ralin

  • Satu Kali Lagi, Mas   Bab 160

    Lutut Fadil menghantam lantai dengan keras. Pria itu menundukkan kepala sangat dalam, badannya bergetar, dan sedetik kemudian terdengar suara isakan. Fadil tampak menangis, menyesali perbuatannya dengan begitu meyakinkan di depan mertuanya.“Ayah, Ibu... saya mohon ampun,” ucap Fadil sesenggukan, a

  • Satu Kali Lagi, Mas   Bab 101

    Begitu Shanum dan Prana melangkah masuk, atmosfer ruangan kerja Hendra. Pengacara ternama itu berdiri dari kursi kebesarannya, merapikan kemeja slim-fitnya, lalu menyambut mereka dengan cengiran lebar yang terasa terlalu ceria untuk sebuah rencana perceraian.“Wah, Shanum! Lama gak ketemu, makin ca

  • Satu Kali Lagi, Mas   Bab 33

    “Shanum... bagaimana kalau kita mencoba seperti yang mereka lakukan?” bisiknya tepat dari belakang telinganya, diikuti dengan gigitan-gigitan kecil di daun telinganya. Membuat seluruh tubuh Shanum menegang kaku.“Kita belum pernah mencoba gaya seperti itu, bukan?” Prana ikut naik ke atas sofa, berb

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status