Compartilhar

BAB 200

Autor: Rainina
last update Data de publicação: 2026-03-19 22:00:18

Satu minggu telah berlalu sejak kedatangan Lucian dan Sienna ke Ibu Kota. Dalam tujuh hari yang singkat, seluruh struktur kekuasaan kekaisaran telah dibongkar dan dibentuk ulang.

Upacara penobatan telah dilaksanakan dengan kemegahan yang menutupi jejak-jejak darah di pelataran istana.

Kini, di dalam Aula Takhta yang pilar-pilarnya berlapis emas, mahkota kekaisaran telah resmi bertengger di atas kepala Lucian dan Sienna.

Hari ini adalah puncak dari penyerahan diri. Tradisi menuntut agar seluruh
Continue a ler este livro gratuitamente
Escaneie o código para baixar o App
Capítulo bloqueado

Último capítulo

  • Satu Malam Bersama Duke   BAB 211

    Keesokan paginya, sebelum matahari sepenuhnya naik menghangatkan ibu kota, langkah kaki yang berat dan berdentum keras memecah keheningan di bagian istana yang menjadi kediaman pribadi Beatrice.Para pelayan dan ksatria penjaga yang berdiri di lorong seketika menunduk pucat pasi, menyingkir ke dinding seolah mereka baru saja melihat malaikat maut melintas.Pintu ganda itu didorong terbuka dengan kasar tanpa ketukan.Di dalam ruangan yang dipenuhi aroma teh melati yang mahal, Beatrice sedang duduk dengan anggun di kursi beludrunya. Wanita paruh baya itu meletakkan cangkir tehnya dengan tenang, matanya yang tajam menatap lurus ke arah putranya yang kini berdiri menjulang di tengah ruangan. Hawa membunuh yang dibawa Lucian membuat ruangan itu menjadi dingin."Keluarlah." titah Lucian pelan kepada seluruh pelayan di ruangan itu, tanpa menoleh. "Semuanya."Hanya dalam hitungan detik, paviliun itu kosong melompong. Pintu ditutup rapat dari luar, meninggalkan sepasang ibu dan anak penguasa

  • Satu Malam Bersama Duke   BAB 210

    Lucian tahu persis mengapa istrinya yang pemalu memaksakan dirinya dan memohon seperti ini.Sienna tidak sedang mendambakan keintiman suaminya karena cinta semata. Gadis itu sangat sangat putus asa untuk segera hamil. Tekanan dari para bangsawan, bayang-bayang selir yang terus menghantui, dan mungkin kata-kata tajam dari entah siapa di istana ini telah mendorong Sienna ke jurang kepanikanMenyadari bahwa istrinya sedang membuang perasaannya sendiri demi sebuah kewajiban, hati Lucian hancur berkeping-keping."Sienna..."Lucian melepaskan tautan bibir mereka dengan lembut. Ia menangkup kedua sisi wajah istrinya yang basah oleh keringat dingin, memaksa Sienna untuk berhenti bergerak dan menatap matanya."Kumohon..." rintih Sienna, air mata akhirnya menggenang di pelupuk matanya yang memancarkan ketakutan. "Beri aku anak, Lucian. Aku butuh anak darimu. Jika tidak... mereka akan benar-benar membawakan wanita lain ke kamarmu."Lucian memejamkan matanya sesaat, menahan napasnya yang terasa

  • Satu Malam Bersama Duke   BAB 209

    Damien perlahan mengangkat wajahnya. Ia tahu betul bahwa kata-kata yang akan ia ucapkan selanjutnya bisa saja membuat sang Kaisar meledak dalam kemarahan, namun kesetiaannya pada kekaisaran menuntutnya untuk jujur."Mohon ampun, Yang Mulia." ucap Damien dengan suara tenang namun penuh kehati-hatian. "Tetapi, melihat situasi saat ini... posisi pewaris takhta yang kosong memang membuat kekhawatiran dan perasaan para bangsawan itu menjadi valid."Mata merah Lucian seketika melebar. Napasnya tercekat di tenggorokan.Dikhianati oleh logika ajudannya sendiri adalah hal terakhir yang Lucian harapkan hari ini. Sang Kaisar menggebrak meja kerja di hadapannya dan langsung berdiri. "Apa kau juga menyuruhku mengambil selir?!" bentak Lucian, suaranya menggelegar memantul di dinding-dinding ruang kerja, dipenuhi oleh rasa tak percaya dan amarah yang akhirnya tumpah. "Kau tahu persis apa yang sudah Sienna lewati!"Damien tidak mundur selangkah pun. Ia tetap berdiri tegak menerima amarah sang Kais

  • Satu Malam Bersama Duke   BAB 208

    Beatrice tidak langsung menjawab. Wanita paruh baya yang telah melewati berbagai intrik berdarah itu melangkah masuk dengan langkah pelan yang terukur. Sepasang matanya yang tajam menyapu wajah pucat Sienna, memperhatikan lingkaran hitam yang disembunyikan di bawah riasan, serta bahu rapuh yang seolah sedang memikul beban seluruh dunia."Sampai kapan kau dan Lucian akan terus seperti ini, Sienna?"Pertanyaan itu diucapkan dengan intonasi yang sangat tenang, namun kata-katanya meluncur bak anak panah yang menembus tepat ke jantung pertahanan Sienna."Saya tidak mengerti maksud Anda, Ibu Suri." jawab Sienna kaku. "Kami baik-baik saja. Kekaisaran berada dalam kendali…""Kekaisaran memang dalam kendali pedang putraku.” potong Beatrice, matanya mengunci mata biru Sienna tanpa ampun. "Tapi kau dan Lucian tidak sedang mengendalikan apa pun. Kalian berdua sedang membusuk secara perlahan dalam duka yang kalian pelihara sendiri."Beatrice melangkah selangkah lebih dekat. Tatapan tajamnya memb

  • Satu Malam Bersama Duke   BAB 207

    Beberapa bulan telah berlalu sejak malam kelam yang merenggut nyawa pewaris kekaisaran. Pendarahan hebat dan racun yang bereaksi waktu itu telah ditangani, dan luka fisik Sienna perlahan menutup seiring berjalannya waktu. Namun, di dalam kamar utama Permaisuri yang megah ini, waktu seolah membeku. Luka tak kasat mata di rahim dan hatinya masih terus menganga, menolak untuk sembuh.Pagi itu, Sienna duduk diam di tepi ranjang. Wajahnya terlihat pucat, meskipun pelayannya telah memoleskan perona pipi tipis untuk menyamarkan kelelahan Sienna. Pergelangan tangannya yang kurus terulur, bertumpu di atas sebuah bantal beludru kecil.Tabib Agung istana, pria tua yang sama, yang meneteskan eliksir berbulan-bulan lalu, berlutut di hadapannya dengan mata terpejam. Tiga jarinya menekan urat nadi sang Permaisuri dengan sangat hati-hati.Keheningan di ruangan itu begitu pekat hingga Sienna bisa mendengar detak jantungnya sendiri. Detak yang dipenuhi harap, namun sekaligus diselimuti ketakutan. S

  • Satu Malam Bersama Duke   BAB 206

    Ingatan terakhir sebelum kesadarannya direnggut kembali berkelebat dengan kejam di benaknya. Suara Tabib Agung. Pilihan mustahil itu. Dan suara suaminya... suara Lucian yang meneriakkan perintah mutlak untuk memberikan eliksir pembakar itu."Sienna..."Panggilan serak dan parau itu terdengar dari sisi ranjang.Lucian duduk mematung di sana. Sang Kaisar tampak sangat mengerikan, lebih menyerupai hantu daripada seorang Kaisar. Zirah dan jubah mewahnya telah digantikan oleh kemeja putih yang kusut. Kantung matanya menghitam legam karena tak sedetik pun ia memejamkan mata selama dua puluh empat jam terakhir. Matanya yang merah menyala kini dipenuhi oleh genangan keputusasaan saat melihat istrinya akhirnya terbangun.Lucian mengulurkan tangannya yang gemetar, berniat menyentuh pipi pucat istrinya. "Syukurlah... syukurlah kau kembali padaku…"Plak!Sienna menepis tangan besar itu dengan sisa-sisa tenaga yang ia miliki. Gerakannya lemah, namun penolakan di dalamnya begitu nyata hingga memb

  • Satu Malam Bersama Duke   BAB 58

    Tubuh Sienna membeku, jantungnya kini seolah berhenti berdetak sesaat.Apa yang baru saja dikatakan pria itu? Wanitanya? Mata Sienna mengerjap cepat. Tidak. Pasti ia salah dengar. Mungkin Lucian bermaksud mengatakan "wanita di kastilku" atau "tamu wanitaku". Kata-kata itu terdengar terlalu tidak m

    last updateÚltima atualização : 2026-03-21
  • Satu Malam Bersama Duke   BAB 56

    Sienna sesekali mencuri pandang pada Lucian yang kini berkonsentrasi penuh menatap hamparan tanaman herbal di depannya.Pemandangan di hadapan Sienna itu terasa begitu tidak nyata. Jubah hitam mewah yang tadi dikenakan pria itu sudah dilepas dan diletakkan begitu saja di atas tanah. Kini, Lucian h

    last updateÚltima atualização : 2026-03-21
  • Satu Malam Bersama Duke   BAB 50

    "Ini."Siang itu, Lucian mendatangi Sienna yang sedang duduk di dekat jendela. Tanpa basa-basi, pria itu menyodorkan sebuah kantong beludru kecil berwarna biru gelap ke hadapan Sienna.Sienna menatap benda itu dengan bingung, lalu beralih menatap wajah Lucian."Apa ini, Tuan Duke?""Ambillah" perin

    last updateÚltima atualização : 2026-03-20
  • Satu Malam Bersama Duke   BAB 44

    Marquess Ashford sama sekali tidak gentar.Jari-jarinya yang dipenuhi cincin permata bergerak perlahan membuka gulungan perkamen itu. Matanya yang tajam memindai setiap baris tulisan tangan Kaisar, memeriksa segel emas, dan tanda tangan resmi penguasa kekaisaran itu dengan teliti.Tidak ada keterke

    last updateÚltima atualização : 2026-03-20
Mais capítulos
Explore e leia bons romances gratuitamente
Acesso gratuito a um vasto número de bons romances no app GoodNovel. Baixe os livros que você gosta e leia em qualquer lugar e a qualquer hora.
Leia livros gratuitamente no app
ESCANEIE O CÓDIGO PARA LER NO APP
DMCA.com Protection Status