Share

BAB 53

Author: Rainina
last update publish date: 2026-01-25 20:53:21

"Apa yang kau lakukan di sini?” tanya Alexandria dingin, membelah kebisingan jalanan di sore hari itu. Tatapannya menyapu gaun katun lusuh yang dikenakan Sienna dengan sorot mata penuh penghinaan.

Sienna menelan ludah, berusaha mempertahankan ketenangannya di hadapan wanita bangsawan itu. Ia menekuk lututnya sedikit untuk memberi salam.

"Saya... saya hanya membeli beberapa barang keperluan, Nona." jawab Sienna pelan namun sopan.

Mata Alexandria beralih dari Sienna menuju Marta yang berdiri di b
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Satu Malam Bersama Duke   BAB 220

    Belum sempat Sienna bereaksi pada dorongan itu, Lucian menjatuhkan tubuh besarnya ke atas tubuh Sienna, mengurung wanita itu sepenuhnya di bawah kungkungannya.Berat tubuh suaminya menekan tubuhnya, sementara kedua tangan Lucian bertumpu di sisi kepala Sienna, mengunci segala celah baginya untuk melarikan diri atau membuang muka.Sienna menahan napas. Jarak di antara wajah mereka kini hanya tersisa beberapa senti. Mata merah Lucian yang biasanya menatapnya dengan penuh pemujaan, kini menatap lurus ke dalam mata biru Sienna dengan keputusasaan dan kemarahan yang tertahan.."Bagaimana kau bisa terus berpura-pura tidak tahu siapa yang kubicarakan?" geram Lucian tepat di depan bibir Sienna, napasnya yang panas menerpa kulit wajah istrinya.Tangan Lucian yang menumpu di kasur terkepal kuat hingga meremas seprai sutra di bawah mereka. Sorot matanya menelanjangi setiap kebohongan yang terus Sienna bangun.."Apa racun yang diberikan Arthur juga telah merusak hati nuranimu?" desis Lucian, suar

  • Satu Malam Bersama Duke   BAB 219

    Malam itu, berbeda dengan hari-hari lainnya, Lucian telah kembali ke kamar lebih dulu dibanding istrinya.Ketika Sienna melangkah masuk, pemandangan yang menyambutnya membuat langkahnya terhenti.Lucian duduk di sofa tunggal di dekat perapian yang menyala redup. Pria yang biasanya memancarkan aura penguasa yang tak tertembus itu kini tampak berantakan.Kemejanya dibiarkan terbuka di bagian kerah, dan raut wajahnya terlihat sangat kusut. Di tangannya terdapat sebuah gelas kristal berisi anggur merah, sementara sebotol anggur yang isinya sudah setengah kosong tergeletak di atas meja di sebelahnya.Hati Sienna berdenyut nyeri melihat suaminya dalam keadaan seperti itu. Ia tahu Lucian sedang disiksa oleh beban pik

  • Satu Malam Bersama Duke   BAB 218

    Trak! Trak!Suara ketukan pangkal tombak yang beradu keras dengan lantai marmer tiba-tiba menggema dari balik pintu, menghentikan detak jantung setiap orang di ruangan itu seketika.Pintu ganda berlapis emas Aula Anggrek yang menjulang tinggi didorong terbuka lebar secara bersamaan oleh dua ksatria bersenjata lengkap.Hawa dingin seketika berhembus masuk, menyapu ruangan dan menghilangkan keangkuhan yang sedari tadi dipupuk oleh ketiga gadis tersebut.Seorang kepala pelayan istana melangkah masuk dengan wajah tegas, berdiri tegak di sisi pintu, dan menarik napas panjang."Yang Mulia Permaisuri Kekaisaran, telah tiba!" seru pria itu dengan suara

  • Satu Malam Bersama Duke   BAB 217

    Pembicaraan yang sejak tadi memenuhi ruangan perlahan mulai redup seiring berjalannya waktu.Udara di dalam ruangan yang awalnya dipenuhi oleh antusiasme, saling pamer dan sindir, senyuman manis yang dipaksakan, dan aroma parfum mahal, kini berubah menjadi kaku dan menjemukan.Sudah lebih dari satu jam berlalu, namun Sienna belum juga menampakkan wajahnya.Di salah satu sofa beludru utama yang terletak di tengah ruangan, tiga nona muda, Lady Catherine, Lady Charlotte, dan Lady Margaret mulai menunjukkan raut wajah yang masam.Kipas di tangan mereka kini dikibaskan dengan ritme yang cepat dan penuh kekesalan, menciptakan suara kepakan kecil yang memecah keheningan canggung di antara para kandidat lainnya.

  • Satu Malam Bersama Duke   BAB 216

    Dua minggu berlalu dengan begitu cepat.Siang itu, dari balik jendela kaca di ruang kerjanya yang berada di lantai kedua Istana, Lucian berdiri mematung.Mata merah sang Kaisar menatap tajam ke arah pelataran gerbang istana dalam, di mana rentetan roda kereta kuda saling berderit memecah kesunyian istana.Kereta-kereta kuda itu membawa lambang dari berbagai keluarga bangsawan dari berbagai tingkatan.Namun, yang membuat darah Lucian mendidih bukanlah lambang-lambang itu, melainkan pemandangan absurd yang tersaji di pelataran.Puluhan pelayan berlarian menurunkan peti-peti kayu raksasa, kotak-kotak perhiasan, dan tumpukan koper kulit dari atas ke

  • Satu Malam Bersama Duke   BAB 215

    Saat Lucian masuk ke kamar mereka, Sienna sedang duduk di dekat perapian. Istrinya itu tengah memegang secangkir teh porselen, menyesapnya perlahan seolah tidak ada satu pun hal di dunia ini yang mengganggu ketenangannya.Melihat suaminya masuk dengan aura yang begitu pekat, Sienna hanya meletakkan cangkir tehnya dengan pelan dan menatap Lucian."Aku sudah mendengar semuanya dari Marquess Ashford." ucap Lucian tanpa basa-basi.Sang Kaisar melangkah mendekati wanita itu, menatap mata istrinya lekat-lekat. "Batalkan surat-surat itu. Aku tidak setuju kau membawa wanita-wanita lain ke dalam istana ini, Sienna."Mendengar larangan mutlak dari suaminya, ekspresi Sienna tidak berubah sedikit pun. Wajahnya tetap tenan

  • Satu Malam Bersama Duke   BAB 40

    Di tengah ruang kerja Lucian, Marta berdiri dengan kepala tertunduk dalam. Bahu pelayan setia itu bergetar, bukan hanya karena takut berhadapan dengan aura membunuh yang dipancarkan tuannya, melainkan juga karena amarah yang ia pendam demi nonanya.Lucian duduk di balik meja kerjanya yang besar, ja

    last updateLast Updated : 2026-03-19
  • Satu Malam Bersama Duke   BAB 42

    Keesokan paginya, Sienna berdiri diam di tepi jendela kamarnya yang terletak di lantai dua. Matanya terpaku pada pemandangan di halaman depan kastil. Di sana, gerbang besi yang kokoh perlahan terbuka.Sienna melihat sosok tegap yang sangat ia kenali. Lucian, dengan pakaian berkuda dan jubahnya yang

    last updateLast Updated : 2026-03-20
  • Satu Malam Bersama Duke   BAB 35

    Sienna tersentak hebat. Tubuhnya refleks meringkuk, menarik selimut tebal itu hingga menutupi seluruh tubuhnya, ia mengenali suara teriakan itu. Itu suara Duchess Beatrice."Tuan Duke…" cicit Sienna panik, matanya yang lebar menatap pintu dengan ngeri. "Itu Nyonya Duchess... dia pasti tahu apa yang

    last updateLast Updated : 2026-03-19
  • Satu Malam Bersama Duke   BAB 36

    "Benar-benar memalukan, Nona Alexandria," lapor Anna dengan napas memburu. "Tuan Duke membanting pintu tepat di depan wajah Nyonya Duchess demi melindungi wanita itu! Beliau bahkan tidak berpakaian pantas!"Beatrice, yang duduk di sofa beludru, memijat pelipisnya yang berdenyut hebat. Wanita itu ta

    last updateLast Updated : 2026-03-19
More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status