Share

BAB 16

Author: Rainina
last update publish date: 2026-01-01 12:54:17

Jantung Sienna seolah berhenti berdetak. Darah di wajahnya surut seketika.

"Tu... tunangan?" suaranya hanya terdengar seperti bisikan.

"Ya, tunangan," ulang Anna. Nada bicaranya begitu manis. Pelayan itu kembali menatap cermin, mempertemukan pandangannya dengan Sienna. "Mereka adalah pasangan yang sempurna, Nona. Bagaikan lukisan hidup. Tuan Duke sangat menghormati Nona Alexandria di atas segalanya,"

Senyuman Anna semakin melebar, membuat matanya melengkung seolah ia sedang menyampaikan kabar g
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (1)
goodnovel comment avatar
Razee
Kak update lagi bab nya.. aku suka banget cerita ini..
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Satu Malam Bersama Duke   BAB 217

    Pembicaraan yang sejak tadi memenuhi ruangan perlahan mulai redup seiring berjalannya waktu.Udara di dalam ruangan yang awalnya dipenuhi oleh antusiasme, saling pamer dan sindir, senyuman manis yang dipaksakan, dan aroma parfum mahal, kini berubah menjadi kaku dan menjemukan.Sudah lebih dari satu jam berlalu, namun Sienna belum juga menampakkan wajahnya.Di salah satu sofa beludru utama yang terletak di tengah ruangan, tiga nona muda, Lady Catherine, Lady Charlotte, dan Lady Margaret mulai menunjukkan raut wajah yang masam.Kipas di tangan mereka kini dikibaskan dengan ritme yang cepat dan penuh kekesalan, menciptakan suara kepakan kecil yang memecah keheningan canggung di antara para kandidat lainnya.

  • Satu Malam Bersama Duke   BAB 216

    Dua minggu berlalu dengan begitu cepat.Siang itu, dari balik jendela kaca di ruang kerjanya yang berada di lantai kedua Istana, Lucian berdiri mematung.Mata merah sang Kaisar menatap tajam ke arah pelataran gerbang istana dalam, di mana rentetan roda kereta kuda saling berderit memecah kesunyian istana.Kereta-kereta kuda itu membawa lambang dari berbagai keluarga bangsawan dari berbagai tingkatan.Namun, yang membuat darah Lucian mendidih bukanlah lambang-lambang itu, melainkan pemandangan absurd yang tersaji di pelataran.Puluhan pelayan berlarian menurunkan peti-peti kayu raksasa, kotak-kotak perhiasan, dan tumpukan koper kulit dari atas ke

  • Satu Malam Bersama Duke   BAB 215

    Saat Lucian masuk ke kamar mereka, Sienna sedang duduk di dekat perapian. Istrinya itu tengah memegang secangkir teh porselen, menyesapnya perlahan seolah tidak ada satu pun hal di dunia ini yang mengganggu ketenangannya.Melihat suaminya masuk dengan aura yang begitu pekat, Sienna hanya meletakkan cangkir tehnya dengan pelan dan menatap Lucian."Aku sudah mendengar semuanya dari Marquess Ashford." ucap Lucian tanpa basa-basi.Sang Kaisar melangkah mendekati wanita itu, menatap mata istrinya lekat-lekat. "Batalkan surat-surat itu. Aku tidak setuju kau membawa wanita-wanita lain ke dalam istana ini, Sienna."Mendengar larangan mutlak dari suaminya, ekspresi Sienna tidak berubah sedikit pun. Wajahnya tetap tenan

  • Satu Malam Bersama Duke   BAB 214

    "Jadi…" suara bariton Lucian memecah keheningan. "Kau mendesak ajudanku untuk memberikan audiensi darurat, hanya untuk membahas masalah... undangan?"Marquess Ashford menelan ludah. Keringat dingin mulai berkumpul di tengkuknya."Benar, Yang Mulia. Tapi ini bukan sekadar undangan biasa. Saya ingin membicarakan tentang sepuluh pucuk surat dengan stempel resmi Yang Mulia Permaisuri telah disebar ke seluruh penjuru ibu kota dalam minggu ini."Alis Lucian berkerut samar. Tangan kirinya yang tadinya bersandar santai di lengan kursi kini terhenti."Apa kau bilang?!"Suara Lucian sedikit meninggi. Jelas terkejut dengan perkataan Marquess Ashford.

  • Satu Malam Bersama Duke   BAB 213

    Tepat seperti ketakutan Marta, sepuluh pucuk surat berstempel merah darah itu mengguncang seluruh kehidupan sosial ibu kota hingga ke akarnya.Dalam hitungan hari setelah kurir istana memacu kuda mereka melintasi gerbang-gerbang kediaman bangsawan, kehebohan yang luar biasa melanda rumah-rumah yang beruntung. Para Lord dan Lady memerintahkan pelayan mereka berlarian panik, memanggil penjahit gaun terbaik di kota, memesan sutra termahal, dan menyewa tutor etiket istana.Mereka hanya diberi waktu dua minggu untuk mempersiapkan putri-putri mereka sebelum gerbang istana permaisuri terbuka. Di balik alasan ‘pemilihan dayang’, semua bangsawan tahu persis apa arti terselubung dari undangan tersebut, terutama di saat rahim sang Permaisuri sedang menjadi sorotan utama. Ini adalah audisi rahasia untuk sebuah posisi yang jauh lebih tinggi.Sebaliknya, kepanikan yang memalukan terjadi di kediaman mereka yang dilewatkan. Para nona muda bangsawan mondar-mandir di ruang tamu, mencecar pelayan pen

  • Satu Malam Bersama Duke   BAB 212

    Sienna duduk tegak, memandang tumpukan buku tebal di hadapanya yang disusun dengan rapi.Lembar demi lembar perkamen itu dibalik perlahan oleh jari-jari Sienna. Di setiap lembaran itu, terpampang lukisan wajah gadis-gadis muda dari berbagai penjuru benua, lengkap dengan silsilah keluarga, afiliasi politik, hingga catatan medis dan kepribadian mereka. Gadis-gadis cantik dari keluarga Count, Marquess, hingga Duke yang ditawarkan oleh ayah mereka bagaikan barang berkualitas tinggi di pasar pernikahan.Sienna menatap lukisan wajah-wajah berseri itu dengan pandangan yang penuh perhitungan.Ia menyingkirkan gadis-gadis yang memiliki ambisi terlalu besar di mata mereka, dan mengabaikan mereka yang berasal dari keluarga dengan kekuatan militer yang bisa mengancam takhta. Sienna butuh seseorang yang bisa menurunkan kewaspadaan Lucian.Marta yang berdiri tidak jauh dari Sienna menatap Nyonyanya dengan perasaan campur aduk. Tangan pelayan muda itu meremas celemek putihnya dengan gelisah. Ia t

  • Satu Malam Bersama Duke   BAB 52

    Keesokan harinya, matahari pagi bersinar cerah saat kereta kuda meninggalkan gerbang Kastil Lorraine.Sesuai permintaan Sienna, kereta yang digunakannya adalah kereta kayu biasa tanpa lambang kebesaran keluarga Duke agar tidak mencolok. Ia bahkan mengganti gaun sutranya dengan gaun katun sederhana.

    last updateLast Updated : 2026-03-21
  • Satu Malam Bersama Duke   BAB 68

    "Apa yang kau lakukan di sini, Arthur?" Lucian menatap tajam ke arah sang Putra Mahkota. Ia tidak repot-repot membungkuk atau memberikan salam formal pada sepupunya itu. Arthur tersenyum miring, tidak tersinggung dengan ketidaksopanan itu. Ia justru melangkah santai, mendekat pada Lucian."Aku sed

    last updateLast Updated : 2026-03-22
  • Satu Malam Bersama Duke   BAB 63

    "KYAAA!" Jeritan histeris salah seorang wanita bangsawan yang hadir di sana memecahkan keheningan yang sempat menggantung selama beberapa detik.Kepanikan meledak seketika. Kursi-kursi berdecit keras dan berjatuhan saat para wanita bangsawan itu melompat berdiri, menjauh dari meja seolah-olah penya

    last updateLast Updated : 2026-03-22
  • Satu Malam Bersama Duke   BAB 57

    Alexandria tidak mengatakan apa pun, lidahnya terasa kelu oleh amarah. Namun, tangannya yang mencengkeram pagar pembatas batu itu bergetar hebat. Ia menekan jemarinya begitu kuat hingga buku-buku jarinya memutih dan kulit telapak tangannya terasa perih tergores permukaan batu yang kasar.Matanya y

    last updateLast Updated : 2026-03-21
More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status