Share

BAB 16

Author: Rainina
last update publish date: 2026-01-01 12:54:17

Jantung Sienna seolah berhenti berdetak. Darah di wajahnya surut seketika.

"Tu... tunangan?" suaranya hanya terdengar seperti bisikan.

"Ya, tunangan," ulang Anna. Nada bicaranya begitu manis. Pelayan itu kembali menatap cermin, mempertemukan pandangannya dengan Sienna. "Mereka adalah pasangan yang sempurna, Nona. Bagaikan lukisan hidup. Tuan Duke sangat menghormati Nona Alexandria di atas segalanya,"

Senyuman Anna semakin melebar, membuat matanya melengkung seolah ia sedang menyampaikan kabar g
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (1)
goodnovel comment avatar
Razee
Kak update lagi bab nya.. aku suka banget cerita ini..
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Satu Malam Bersama Duke   BAB 376

    Cahaya matahari pagi menyusup melalui celah tirai beludru tebal di kamar tidur utama kekaisaran. Udara di dalam ruangan itu masih terasa hangat, menyimpan sisa-sisa kemegahan dan emosi dari perayaan panjang semalam.Di atas peraduan, Sienna perlahan membuka kedua matanya. Sang Permaisuri mengerjap beberapa kali, menyesuaikan diri dengan cahaya pagi. Rasa lelah yang luar biasa masih menggantung di setiap inci ototnya. Pesta dansa semalam, pengumuman tentang kehamilannya, hingga emosi yang menguras air mata saat melihat Rowan merangkak masuk ke dalam aula, benar-benar menyita seluruh tenaganya.Sienna berniat untuk bergerak dan meregangkan tubuhnya, namun usahanya seketika terhenti saat ia merasakan sebuah lengan kokoh yang melingkar sangat posesif di pinggangnya.Di sebelahnya, Kaisar Lucian masih memejamkan mata. Wajah pria yang biasanya selalu keras dan sedingin es itu kini terlihat begitu damai saat terlelap. Napasnya berhembus teratur, menerpa puncak kepala Sienna. Perlahan, Luc

  • Satu Malam Bersama Duke   BAB 375

    Udara malam di taman istana terasa jauh lebih bersahabat dibandingkan dengan ketegangan yang mencekik di dalam lorong maupun aula utama. Jauh dari hingar-bingar musik waltz dan tatapan penuh selidik para bangsawan, Lord Caesar menjatuhkan tubuh besarnya di atas sebuah bangku di bawah rimbunnya pohon willow.Pria itu menyandarkan punggungnya, menengadahkan kepala menatap langit malam yang ditaburi bintang. Ia menghela napas yang sangat panjang dan berat. Beban bertahun-tahun sebagai pewaris Duchy Mountford, rasa muak terhadap ambisi kejam ayahnya, serta kelelahan mental setelah menentang keluarganya sendiri malam ini, akhirnya menghantamnya secara bersamaan.Caesar menundukkan wajahnya, memijat pangkal hidungnya dengan raut wajah yang luar biasa lelah. Keringat dingin sisa ketegangan saat berhadapan dengan Noah tadi masih menempel di pelipisnya. Malam ini, ia telah resmi menjadi musuh bagi ayah dan adiknya sendiri, namun anehnya, hatinya justru terasa jauh lebih damai daripada sebel

  • Satu Malam Bersama Duke   BAB 374

    Hantaman tiba-tiba dari tubuh Elizabeth yang menerjangnya nyaris membuat pertahanan Rowan runtuh. Rasa sakit yang luar biasa tajam seketika meledak dari balik tulang rusuknya yang retak dan otot-ototnya yang masih terkoyak.Rowan sudah membuka mulutnya untuk mengaduh dan menarik napas, namun suara yang keluar dari bibirnya tertahan saat ia merasakan bahu gadis di pelukannya itu bergetar hebat."Bodoh... kau bodoh sekali." isak Elizabeth, menyembunyikan wajahnya yang basah oleh air mata di dada seragam Rowan. Jari-jarinya mencengkeram kain gelap seragam itu dengan putus asa. "Kau orang paling bodoh yang pernah kutemui, Rowan..."Mendengar makian yang diiringi tangisan pilu itu, rasa ngilu di tubuh Rowan seolah menguap begitu saja. Segala siksaan yang ia lewati di dasar jurang dan kematian terasa impas.Perlahan, sebuah senyuman yang luar biasa lembut mekar di wajah pucat Rowan. Ia mengabaikan rasa sakitnya. Tangan besar Rowan yang gemetar perlahan bergerak naik, melingkari pinggang ra

  • Satu Malam Bersama Duke   BAB 373

    Begitu Rowan dan Caesar berhasil keluar dari pintu ganda aula utama, udara malam yang dingin menyambut mereka. Pintu raksasa itu ditutup perlahan oleh prajurit istana, memblokir alunan musik dan ratusan pasang mata yang masih terpaku dalam keterkejutan.Di lorong istana yang sepi dan hanya diterangi oleh obor dinding, Caesar masih memapah tubuh Rowan. Suasana di antara mereka terasa luar biasa tegang. Setiap langkah yang diambil Rowan diiringi oleh napas yang menderu kasar dan gemeretak gigi yang tertahan. Adrenalin yang membantunya bertahan di dalam aula tadi perlahan mulai surut, digantikan oleh rasa sakit yang kembali mengamuk dan meremukkan setiap inci tulang-tulangnya.Sambil terus menahan beban tubuh besar pria itu, Caesar melirik ke arah Rowan. Sang komandan selatan itu teringat kembali pada momen di pondok kayu beberapa jam yang lalu. Ia mengingat bagaimana ia menatap sepasang mata gelap Rowan yang menyala oleh tekad gila, menolak untuk mati, dan menolak untuk menyerah pad

  • Satu Malam Bersama Duke   BAB 372

    Keheningan yang mencekam itu tidak bertahan lama. Begitu keterkejutan awal memudar, Aula Utama Istana seketika meledak oleh suara bisik-bisik yang berdengung nyaring bagaikan sarang lebah yang terusik.Para bangsawan menutupi mulut mereka dengan kipas sutra atau gelas anggur, saling bertukar pandang dengan kebingungan dan spekulasi liar.Mereka menatap ngeri pada kondisi fisik Rowan yang hancur dan begitu salah tempat."Apa yang terjadi padanya? Apakah dia diserang di ibu kota?""Lihatlah kakinya... dia nyaris tidak bisa berdiri. Bagaimana dia bisa selamat dari luka seperti itu?""Dan mengapa Lord Caesar dari Mountford yang membantunya berjalan?"Berbagai pertany

  • Satu Malam Bersama Duke   BAB 371

    Kengerian yang membekukan darah itu dengan cepat berubah menjadi sebuah kemarahan dalam diri Elizabeth.Elizabeth tidak lagi memedulikan etiket, tata krama, atau ratusan pasang mata bangsawan yang ada di sekelilingnya. Gaun sutranya berdesir kasar saat ia mengambil satu langkah maju yang gemetar, matanya mengunci sosok ayahnya dan Noah dari seberang ruangan. Ia harus mengkonfrontasi mereka. Ia harus tahu apa yang mereka lakukan pria yang dicintainya. Bahkan jika ia harus berteriak dan mempermalukan nama keluarganya di hadapan Kaisar malam ini, Elizabeth sama sekali tidak peduli.Namun, tepat saat Elizabeth mengambil langkah keduanya, sebuah keributan kecil terdengar dari arah pintu ganda utama aula.Musik waltz mendadak tersendat. Perhatian beberapa bangsawan di dekat pintu mulai teralihkan. Di depan pintu masuk raksasa itu, kepala petugas istana yang bertugas mengumumkan tamu berdiri mematung. Pria paruh baya yang biasanya selalu tampil tenang dan profesional itu kini terlihat puc

  • Satu Malam Bersama Duke   BAB 134

    Di dalam kemegahan kamar pribadi Putra Mahkota di Istana Kekaisaran, suasana remang diterangi oleh cahaya lilin yang temaram.Arthur tengah menyudutkan seorang pelayan muda berwajah merona ke dinding. Jari-jarinya menyusuri rahang pelayan itu, mengangkat dagunya dengan lembut."Mata coklatmu itu...

    last updateLast Updated : 2026-03-30
  • Satu Malam Bersama Duke   BAB 130

    Sementara kepanikan melanda kamar utama, kesunyian yang mencekam menyelimuti kamar Tabib.Damien berdiri diam di tengah ruangan tersebut. Matanya yang tajam menyapu setiap sudut kamar yang terlihat rapi. Tidak ada botol ramuan yang tersisa, tidak ada pakaian di dalam lemari kayu itu. Membuatnya te

    last updateLast Updated : 2026-03-29
  • Satu Malam Bersama Duke   BAB 116

    Begitu mereka melangkah lebih jauh ke dalam aula, beberapa bangsawan yang didorong oleh rasa penasaran, ambisi politik, atau sekadar ingin menjilat, mulai mencoba mendekat.Mereka memasang senyum pal

    last updateLast Updated : 2026-03-28
  • Satu Malam Bersama Duke   BAB 121

    Bruk!Baron Borgia jatuh tersungkur di atas tanah berkerikil di pelataran depan. Sebelum ia sempat bangun untuk mengutuk lagi, seorang pelayan pria melangkah tenang menuruni anak tangga batu.

    last updateLast Updated : 2026-03-28
More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status