Share

BAB 206

Penulis: Rainina
last update Tanggal publikasi: 2026-03-20 14:19:54

Ingatan terakhir sebelum kesadarannya direnggut kembali berkelebat dengan kejam di benaknya. Suara Tabib Agung. Pilihan mustahil itu. Dan suara suaminya... suara Lucian yang meneriakkan perintah mutlak untuk memberikan eliksir pembakar itu.

"Sienna..."

Panggilan serak dan parau itu terdengar dari sisi ranjang.

Lucian duduk mematung di sana. Sang Kaisar tampak sangat mengerikan, lebih menyerupai hantu daripada seorang Kaisar.

Zirah dan jubah mewahnya telah digantikan oleh kemeja putih yang kusu
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Satu Malam Bersama Duke   BAB 251

    Sinar matahari pagi yang cerah menembus jendela di sayap khusus dayang, namun cahaya itu sama sekali tidak mampu mengusir hawa dingin yang mencekam di dalam ruang minum teh.Lady Elizabeth duduk diam di salah satu kursi, matanya tertuju pada cangkir tehnya yang mengepul pelan. Di seberang meja, Lady Lesley tampak tidak tenang. Gadis itu sedari tadi terus mengubah posisi duduknya, matanya sering kali melirik ke arah pintu dengan gelisah. Ketidakhadiran Alice membuat suasana di antara mereka berdua terasa luar biasa canggung dan sarat akan kecurigaan yang tak terucapkan.Keheningan itu akhirnya pecah ketika seorang pelayan istana melangkah masuk, menunduk hormat, dan menyodorkan sebuah nampan perak berisi sepucuk surat bersegel lilin merah."Surat dari kediaman Count, Lady Lesley." lapor pelayan itu sebelum kembali undur diri.Lesley segera meraih surat itu. Tangannya terlihat sedikit terburu-buru saat ia mematahkan segel lilin dan membuka lipatan kertas perkamen tersebut.Elizabeth, y

  • Satu Malam Bersama Duke   BAB 250

    Interogasi itu berjalan tanpa ampun hingga keesokan paginya.Waktu seolah berhenti di ruang bawah tanah tersebut. Lady Alice tidak diberi makan, bahkan tidak setetes air pun menyentuh tenggorokannya yang mengering. Tubuh mungilnya yang terbiasa dengan kemewahan dan kenyamanan kini nyaris mencapai batasnya. Matanya membengkak parah karena semalaman menangis, dan bibirnya pecah-pecah serta pucat pasi.Gadis itu nyaris tidak bisa lagi mempertahankan kesadarannya. Kepalanya terkulai lemah, napasnya terdengar pendek dan terengah. Namun, setiap kali Damien kembali menekannya dengan ancaman, Alice hanya bisa menggumamkan kalimat yang sama dengan putus-putus."Aku... tidak bersalah... aku tidak... melakukan apa-apa..." racaunya dengan suara yang semakin terdengar seperti bisikan, diiringi sisa-sisa air mata yang sudah mengering di pipinya.Damien berdiri bersedekap, menatap gadis itu dengan pandangan menganalisis. Ajudan sang Kaisar itu mulai menyadari bahwa menyiksa gadis ini lebih jauh mu

  • Satu Malam Bersama Duke   BAB 249

    Lucian membuang pandangannya ke arah perapian yang menyala terang, menghindari tatapan menusuk istrinya."Ini bukan hal yang perlu kau pikirkan sekarang, Sienna." ucap Lucian dengan nada final. Ia kembali menatap Sienna, suaranya sedikit melunak. "Fokuslah pada pemulihanmu. Biarkan aku yang mengurusnya."Namun, alih-alih menurut, rahang Sienna justru mengeras. Ia menolak mundur."Aku tidak akan bisa beristirahat jika aku tahu ada bahaya yang mengintai di sekitarku dan aku hanya dibiarkan buta." balas Sienna tegas. Tangannya mencengkeram selimutnya. "Demamku semalam bukan penyakit biasa, kan? Itu sudah direncanakan oleh seseorang. Beritahu aku, apa yang sebenarnya terjadi padamu semalam?"Lucian memejamkan mata sejenak, mengutuk kecerdasan istrinya yang tak pernah bisa ia bodohi. Ia tahu ia telah kalah. Lucia menghela napas kasar yang sarat akan rasa frustasi, pria itu akhirnya menyerah dan duduk di tepi ranjang, bahunya sedikit merosot."Seseorang mencoba menjebakku." Lucian memula

  • Satu Malam Bersama Duke   BAB 248

    Di balik wajah yang tampak cemas, Lady Lesley menggigit bagian dalam pipinya keras-keras. Rasa kesal yang tajam menyengat dadanya. Pembelaan dari pelayan ini benar-benar menghancurkan narasi yang telah ia bangun dengan rapi. Lesley tidak menyangka bahwa kebaikan hati dan kepolosan bodoh Alice semalam justru menciptakan alibi untuk gadis itu."Tapi kita tidak..." Lesley membuka suara, berniat memutarbalikkan fakta atau setidaknya menanamkan keraguan kecil bahwa Alice mungkin bertindak sebelum atau sesudah ia merawat Permaisuri."Tunggu." Suara Sienna memotong ucapan Lesley dalam sekejap, membuat gadis itu buru-buru menundukkan kepala.Sang Permaisuri membenarkan posisi duduknya, menatap lurus ke arah dua dayangnya yang tersisa dengan sorot mata menuntut penjelasan."Sebenarnya apa yang sedang terjadi di istana ini?" tanya Sienna, nada suaranya mengisyaratkan bahwa ia tidak akan mentolerir kebohongan apa pun. "Kejahatan macam apa yang sedang kalian bicarakan hingga membutuhkan turun ta

  • Satu Malam Bersama Duke   BAB 247

    Jeritan histeris Lady Alice yang menggema di sepanjang lorong perlahan-lahan memudar, ditelan oleh jarak dan tebalnya dinding istana. Di dalam ruang minum teh yang kini berantakan, sisa-sisa kepanikan masih menggantung pekat di udara.Lady Lesley segera menundukkan wajahnya ke kedua telapak tangannya. Bahunya bergetar hebat, dan isak tangis yang terdengar begitu memilukan meluncur dari bibirnya, memerankan sosok gadis lugu yang syok melihat temannya diseret layaknya penyakit.Namun, Lesley melakukan satu kesalahan kecil. Ia tidak sadar bahwa di detik pertama saat para ksatria itu berbalik membawa Alice pergi, Lady Elizabeth tidak mengalihkan pandangannya sama sekali.Sebelum jemari Lesley yang menutupi wajahnya, Elizabeth menangkap pemandangan yang membuat darah di nadinya seketika membeku. Ujung bibir Lesley berkedut naik. Sebuah senyuman lega, senyuman penuh kemenangan yang sangat dingin dan licik terukir di sana, walau hanya sekilas.Mata biru Elizabeth membulat sempurna. Napasny

  • Satu Malam Bersama Duke   BAB 246

    Di ruang minum teh yang berhiaskan bunga-bunga dari taman istana dan emas di sayap khusus dayang, udara terasa luar biasa canggung. Ketiga gadis bangsawan itu duduk mengelilingi meja bundar, namun tak satupun dari mereka yang benar-benar menikmati teh chamomile yang telah mendingin di dalam cangkir porselen di hadapan mereka.Sejak pagi, sebuah perintah yang tak terbantahkan telah diturunkan dari sang penguasa utama kekaisaran, ketiga dayang dilarang keras melangkah mendekati Permaisuri. Mereka diisolasi di sayap ini di bawah pengawasan ketat, tanpa penjelasan apa pun.Lady Alice meletakkan cangkirnya dengan tangan yang sedikit gemetar. Wajah cantiknya memancarkan raut kebingungan dan kecemasan yang mendalam."Aku benar-benar tidak mengerti." gumam Alice, menatap bergantian ke arah Elizabeth dan Lesley dengan mata yang memancarkan kebingungan. "Kenapa kita mendadak dikurung di sini? Apa kita telah melakukan kesalahan fatal semalam? Kudengar kondisi Yang Mulia Permaisuri sudah memba

  • Satu Malam Bersama Duke   BAB 40

    Di tengah ruang kerja Lucian, Marta berdiri dengan kepala tertunduk dalam. Bahu pelayan setia itu bergetar, bukan hanya karena takut berhadapan dengan aura membunuh yang dipancarkan tuannya, melainkan juga karena amarah yang ia pendam demi nonanya.Lucian duduk di balik meja kerjanya yang besar, ja

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-19
  • Satu Malam Bersama Duke   BAB 35

    Sienna tersentak hebat. Tubuhnya refleks meringkuk, menarik selimut tebal itu hingga menutupi seluruh tubuhnya, ia mengenali suara teriakan itu. Itu suara Duchess Beatrice."Tuan Duke…" cicit Sienna panik, matanya yang lebar menatap pintu dengan ngeri. "Itu Nyonya Duchess... dia pasti tahu apa yang

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-19
  • Satu Malam Bersama Duke   BAB 36

    "Benar-benar memalukan, Nona Alexandria," lapor Anna dengan napas memburu. "Tuan Duke membanting pintu tepat di depan wajah Nyonya Duchess demi melindungi wanita itu! Beliau bahkan tidak berpakaian pantas!"Beatrice, yang duduk di sofa beludru, memijat pelipisnya yang berdenyut hebat. Wanita itu ta

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-19
  • Satu Malam Bersama Duke   BAB 38

    Sienna memaksakan kakinya untuk melangkah menaiki anak tangga gazebo, langkahnya begitu berat seolah ada beban besar di kakinya. Di hadapannya, dua wanita paling berkuasa di kediaman itu menatapnya seperti seekor serangga yang tersasar.Dengan tangan gemetar yang ia sembunyikan di balik lipatan gau

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-19
Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status