Share

BAB 366

Author: Rainina
last update publish date: 2026-05-05 17:00:00

Caesar memacu kuda hitamnya dengan beringas, membelah kabut pagi yang masih menggantung rendah di pinggiran ibu kota. Di belakangnya, dua ksatria keluarga Mountford yang paling ia percayai mengikutinya dengan raut wajah tegang.

Tujuan mereka adalah perbatasan paling ujung dari ibu kota, sebuah wilayah terisolasi di mana tidak ada rumah penduduk atau pos penjagaan. 

Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Satu Malam Bersama Duke   BAB 367

    Turun ke dasar jurang perbatasan itu rasanya sama seperti turun ke dalam rahang kematian. Kabut tebal menghalangi pandangan, bebatuan tajam siap merobek kulit, dan suara deru sungai di bawah sana terdengar seperti auman monster yang lapar.Namun, saat Caesar akhirnya mencapai dasar tebing yang berbatu dan lembab, ia menemukan sesuatu yang membuat napasnya tercekat.Rowan ada di sana. Pria keras kepala itu masih hidup.Jatuh dari ketinggian yang mengerikan itu seharusnya sudah cukup untuk menghancurkan setiap tulang di tubuh manusia normal, namun daya tahan mantan ksatria utara ini benar-benar di luar nalar. Rowan tergeletak di antara celah bebatuan besar di dekat bibir sungai. Kakinya patah dengan sudut yang sangat tidak wajar, dan luka robek di kepalanya tampak mengerikan.Namun, yang membuat Caesar tanpa sadar menahan napas adalah bukti dari tekad pria itu untuk menolak mati. Rowan tidak menyerah begitu saja. Pria itu telah merobek kemejanya sendiri, menggunakannya untuk membalut

  • Satu Malam Bersama Duke   BAB 366

    Caesar memacu kuda hitamnya dengan beringas, membelah kabut pagi yang masih menggantung rendah di pinggiran ibu kota. Di belakangnya, dua ksatria keluarga Mountford yang paling ia percayai mengikutinya dengan raut wajah tegang.Tujuan mereka adalah perbatasan paling ujung dari ibu kota, sebuah wilayah terisolasi di mana tidak ada rumah penduduk atau pos penjagaan.Itu adalah sebuah jurang dalam yang menjadi pembatas alamiah antara wilayah ibu kota dan hutan belantara gelap yang mengarah ke wilayah-wilayah lain di kekaisaran. Tempat itu sangat terkenal dengan reputasinya yang mematikan.Nyaris tidak ada siapapun yang mau melewati jalur di dekatnya karena tempat itu luar biasa sepi, curam, dan hutan di seberangnya merupakan sarang bagi sekawanan besar hewan buas pe

  • Satu Malam Bersama Duke   BAB 365

    Satu hari sebelum Pesta Dansa Perayaan Kemenangan diadakan, ibu kota dipenuhi oleh hiruk-pikuk perayaan dan persiapan.Kereta-kereta kuda berlambang bangsawan tinggi dari berbagai wilayah terus berdatangan, memenuhi jalanan utama dengan kemewahan yang menyilaukan mata.Namun, di balik pintu tebal istana kekaisaran, atmosfernya terasa begitu mencekik.Jejak Rowan masih belum ditemukan. Ksatria bayangan istana telah menyisir ibu kota siang dan malam, membongkar setiap sudut gelap dan menginterogasi setiap orang di jalanan, namun ksatria itu seolah menguap begitu saja.Di sisi lain, Elizabeth masih sama sekali tidak tahu apa-apa.Gadis itu menghabi

  • Satu Malam Bersama Duke   BAB 364

    Di ruang duduk pribadi Permaisuri yang biasanya dipenuhi oleh tawa ringan dan obrolan santai, udara kini terasa luar biasa menyesakkan bagi Sienna.Sang Permaisuri duduk di atas sofa beludru utamanya dengan punggung tegak. Di seberangnya, Alice dan Elizabeth tengah sibuk memeriksa daftar perhiasan dan mempersiapkan pernak-pernik untuk perayaan besar mendatang.Kedua dayang Sienna itu duduk berdampingan, tampak antusias memilih pita sutra untuk gaun malam mereka.Sienna menyesap teh chamomilenya dalam diam. Ia mencoba keras menyembunyikan badai di kepalanya, tapi di balik raut wajahnya yang dipoles setenang mungkin, Sienna sebenarnya begitu tegang.Jemarinya mencengkram gagang cangkir teh itu terlampau er

  • Satu Malam Bersama Duke   BAB 363

    Cahaya matahari pagi yang cerah telah sepenuhnya menerangi kamar tidur utama kekaisaran.Di depan cermin berukuran besar yang berada di ruangan itu, sepasang penguasa benua utara itu telah berdiri dengan penampilan yang sempurna.Sienna tampak luar biasa anggun dalam balutan gaun sutra formal berwarna biru safir dengan sulaman benang emas, sementara rambut pirangnya telah ditata rapi ke atas oleh para pelayan.Di belakangnya, Lucian berdiri menjulang, mengenakan seragam kebesaran Kaisar berwarna hitam legam yang dihiasi medali militer dan jubah merah marun yang menjuntai gagah.Mereka berdua sudah rapi, siap untuk melangkah keluar dari kamar dan melaksanakan tugas kenegaraan mereka masing-m

  • Satu Malam Bersama Duke   BAB 362

    Melihat noda darah itu, keheningan yang luar biasa menyesakkan tiba-tiba turun menyelimuti mereka berdua. Udara di dalam foyer itu terasa seolah membeku.Sebagai seorang prajurit yang telah menghabiskan bertahun-tahun hidupnya di medan pertempuran, Caesar tahu persis bahwa darah yang berada di celana adiknya itu masih segar hanya dari aromanya.Dan di tengah situasi politik yang sedang mencekik keluarganya saat ini, otak Caesar yang brilian dengan cepat merangkai semua teka-teki itu.Ia dapat langsung menebak dari mana adiknya baru saja pulang, dan Caesar tahu persis darah siapa yang kini menodai celana yang dikenakan adiknya tersebut.Urat-urat di leher Caesar seketika menonjol keluar. Rahangnya m

  • Satu Malam Bersama Duke   BAB 78

    Sienna membulatkan matanya mendengar perkataan itu. Apa obat itu… membuat orang yang mengkonsumsinya jadi berbicara melantur?"Itu... itu berlebihan sekali...." ucap Sienna dengan dahi berkerut. "Anda tidak boleh mempertaruhkan nyawa semudah itu, Tuan Duke! Itu mengerikan!"Lucian terdiam sejenak.

    last updateLast Updated : 2026-03-24
  • Satu Malam Bersama Duke   BAB 79

    "Nona... apa Anda yakin?"Pelayan pribadi Alexandria bertanya dengan suara gemetar. Tangannya memegang lentera kecil, menerangi lorong sempit di balik dinding kastil yang biasanya hanya dilewati oleh tikus dan pelayan yang menuju kamar tuannya.Alexandria menatap pelayan itu dengan tajam, matanya b

    last updateLast Updated : 2026-03-24
  • Satu Malam Bersama Duke   BAB 82

    "....Apa?"Air mata Sienna berhenti sepenuhnya, kesedihannya menguap begitu saja digantikan oleh kebingungan atas perkataan Lucian.Lucian tidak menjawab dengan kata-kata manis. Ia menarik tubuh mungil Sienna ke dalam pelukan erat. Ia membenamkan wajahnya di ceruk leher gadis itu, menghirup aroma

    last updateLast Updated : 2026-03-24
  • Satu Malam Bersama Duke   BAB 81

    Napas Lucian tersengal. Panas di tubuhnya semakin menjadi-jadi akibat sentuhan Alexandria. Obat itu berteriak padanya untuk menyerah, untuk memeluk tubuh wanita di hadapannya dan menuntaskan hasrat yang membakar dirinya dari dalam.Tapi wajah kecewa Sienna saat melihatnya tadi memenuhi kepala Lucia

    last updateLast Updated : 2026-03-24
More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status