Share

BAB 468

Author: Rainina
last update publish date: 2026-06-01 21:55:11

Pandangan Caesar turun, terpaku pada tangan Alice yang mencengkeram erat jubah tidurnya. Tangan gadis itu bergetar hebat, sangat kontras dengan kata-katanya yang berusaha terdengar berani.

Sebuah helaan napas kasar, lolos begitu saja memecah keheningan.

"Tidak perlu memaksakan dirimu," ucap Caesar dengan nada rendah. Pria itu perlahan mengangkat tangannya, bermaksud melepaskan cengkeraman rapuh Alice dari jubahnya.

"Tidak!" potong Alice cepat. Suaranya sedikit melengking, diliputi keputusasaan
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (1)
goodnovel comment avatar
Nia Khair
berat banget ujian malam pertama Caesar wkwkwk
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Satu Malam Bersama Duke   BAB 472

    "Ya. Suruh mereka tunggu. Aku akan memindahkan istriku dulu."Suara barito itu terdengar samar-samar menyusup ke dalam kesadaran Alice. Ia mencoba mengerjapkan mata, namun kelopak matanya terasa begitu lengket dan berat. Seluruh persendian di tubuhnya berdenyut ngilu, menyisakan rasa pegal yang luar biasa akibat percintaan panjang dan buas yang baru saja usai beberapa jam lalu.Cahaya keemasan matahari pagi sudah menembus celah-celah tirai tebal kamarnya, menyilaukan pandangan. Padahal, rasanya Alice baru saja memejamkan mata sebentar setelah Caesar akhirnya melepaskannya menjelang subuh.Tiba-tiba, Alice merasakan sensasi melayang. Selimut tebal yang membalut tubuh polosnya bergerak, dan ia bisa merasakan sepasang lengan kokoh mengangkat tubuhnya dari atas kasur dengan sangat mudah.Paksaan rasa pening dan bingung membuat Alice memaksakan sebelah matanya terbuka sedikit. Melalui pandangannya yang masih kabur, ia melihat garis rahang tegas suaminya. Caesar tengah menggendongnya di

  • Satu Malam Bersama Duke   BAB 472

    Caesar memulai gerakannya dengan luar biasa pelan dan penuh perhitungan. Jemarinya yang sedikit kasar itu mulai menyentuh dan menjelajahi inti tubuh istrinya, memberikan usapan untuk mempersiapkan Alice sebelum penyatuan sesungguhnya. Sepasang mata biru esnya tak pernah lepas dari wajah gadis itu, menilai setiap kerutan di dahi dan tarikan napas tersengal. Setelah memastikan tidak ada sisa ketakutan, Caesar perlahan menambah kedalaman sentuhan dan menyusupkan jari lain. Sensasi ganda itu seketika membuat punggung Alice melengkung sempurna. Kedua kakinya bergetar hebat, merespons gelombang kejut yang mengirimkan aliran listrik ke sarafnya."Lord... Lord Caesar..." Suara Alice pecah di tengah rengkuhan leher suaminya. Ia memanggil nama pria itu dengan napas yang memburu, matanya terpejam erat sementara wajahnya memanas oleh sensasi asing. Tubuhnya menggelinjang pelan di atas seprai. Kuku-kukunya nyaris menancap di kulit punggung sang suami, menjadikannya jangkar tunggal agar tak han

  • Satu Malam Bersama Duke   BAB 470

    Sebuah senyum tipis akhirnya terukir saat mendengar jawaban pasrah dari istrinya. Namun, Caesar segera menyembunyikan senyuman kelegaan tersebut, menguburkannya dalam-dalam di ceruk kulit Alice yang hangat.Pria itu kembali mengecup dan menyesap kulit lembut itu, perlahan menarik jejak ciuman basahnya turun dari leher, menyusuri tulang selangka, hingga mencapai belahan dada istrinya yang naik turun dengan cepat.Wajah Alice memerah padam hingga ke telinga. Rentetan pertanyaan eksplisit dari Caesar yang menuntut persetujuannya tadi sukses mengalihkan fokus gadis itu sepenuhnya. Bayangan-bayangan kelam dan ketakutan yang sempat mencekiknya kini telah menguap tak bersisa, hangus terbakar oleh rasa malu dan debaran gairah asing yang kini menguasai setiap jengkal kesadarannya.Sejujurnya, Caesar sama sekali tidak sesabar ini.Sejak pertama kali melangkah masuk ke kamar dan melihat tubuh istrinya hanya dibalut oleh kain sutra tipis yang menonjolkan setiap lekuk tubuhnya, Caesar telah berus

  • Satu Malam Bersama Duke   BAB 469

    Sebuah erangan pelan dan rendah terdengar dari dada Caesar. Pria itu segera menarik wajahnya menjauh, melepaskan pautan bibir mereka sesaat setelah ia merasakan rasa asin darah di bibir bawahnya yang baru saja tergigit.Menyadari apa yang baru saja ia lakukan, kepanikan Alice seketika berlipat ganda. Wajah gadis itu berubah pucat pasi. Mengira bahwa sang Ksatria akan murka karena ia berani melukai suaminya sendiri, Alice buru-buru menelan ludah dengan susah payah."M-maaf... maafkan saya, saya sama sekali tidak bermaksud…" cicit Alice terburu-buru, suaranya bergetar hebat.Namun, alih-alih raut kemarahan atau tatapan tajam yang ia harapkan, ekspresi Caesar tetap tenang. Pria itu mengusap sudut bibirnya yang sedikit berdarah dengan ibu jari, lalu menatap Alice lekat-lekat dengan mata biru esnya yang justru memancarkan kekhawatiran yang samar."Apa aku mengagetkanmu?" tanya Caesar dengan nada rendah yang menenangkan, sama sekali tidak menyinggung soal gigitan tersebut.Merasa sangat ber

  • Satu Malam Bersama Duke   BAB 468

    Pandangan Caesar turun, terpaku pada tangan Alice yang mencengkeram erat jubah tidurnya. Tangan gadis itu bergetar hebat, sangat kontras dengan kata-katanya yang berusaha terdengar berani.Sebuah helaan napas kasar, lolos begitu saja memecah keheningan."Tidak perlu memaksakan dirimu," ucap Caesar dengan nada rendah. Pria itu perlahan mengangkat tangannya, bermaksud melepaskan cengkeraman rapuh Alice dari jubahnya."Tidak!" potong Alice cepat. Suaranya sedikit melengking, diliputi keputusasaan yang tertahan. Alih-alih melepaskan, Alice justru semakin mengeratkan cengkramannya, menatap dada Caesar tanpa berani mendongak menatap mata pria itu. "Kumohon... aku... aku ingin memenuhi kewajibanku."Caesar terdiam. Ia menatap puncak kepala istrinya selama beberapa saat, mencoba mengukur batas kekuatan mental gadis itu di balik sisa-sisa traumanya."Apa kau lebih nyaman jika kamar ini lebih terang?" tanya Caesar tiba-tiba.Alice sedikit mendongak, menatap suaminya dengan pandangan bingung da

  • Satu Malam Bersama Duke   BAB 467

    "Ja... jangan..."Bisikan parau yang bergetar hebat itu lolos dari sela bibir Alice. Tubuh mungilnya kini gemetar tak terkendali di atas hamparan selimut.Suara sekecil apa pun di tengah keheningan malam tidak mungkin luput dari pendengaran tajam Caesar. Pergerakan tangannya yang baru saja hendak menyentuh sisi ranjang seketika terhenti. Tubuh besar Caesar membeku di tempat saat melihat istrinya meringkuk semakin jauh, memalingkan wajah dengan raut ketakutan yang luar biasa pekat, seolah sedang berhadapan dengan monster mematikan alih-alih suaminya sendiri.Alis Caesar bertaut tajam. Sesuatu jelas tidak beres."Lady Alice?" panggil Caesar dengan nada rendah. Pria itu mencondongkan tubuhnya, mengulurkan tangan dan menyentuh pundak istrinya pelan bermaksud untuk menyadarkannya.Namun, sentuhan ringan itu ternyata menjadi pemicu ledakan."JANGAN SENTUH AKU!"Jeritan melengking yang diiringi oleh sentakan mundur yang begitu cepat dan defensif itu menampar kesadaran Caesar. Ksatria yang

  • Satu Malam Bersama Duke   BAB 121

    Bruk!Baron Borgia jatuh tersungkur di atas tanah berkerikil di pelataran depan. Sebelum ia sempat bangun untuk mengutuk lagi, seorang pelayan pria melangkah tenang menuruni anak tangga batu.

    last updateLast Updated : 2026-03-28
  • Satu Malam Bersama Duke   BAB 117

    Riuh seketika meledak, memenuhi setiap sudut aula yang megah itu sesaat setelah pengumuman sang Kaisar bergema.Kali ini, tidak ada lagi yang menyembunyikan bisik-bisik mereka. Aturan kesopanan seolah dilupakan. Seluruh

    last updateLast Updated : 2026-03-28
  • Satu Malam Bersama Duke   BAB 105

    Mendengar ucapan Alfred, keheningan yang mencekam langsung memenuhi ruang kerja Lucian.Bahkan Damien, ksatria bayangan yang terlatih untuk tidak menunjukkan emosi, terlihat kaget. Matanya membelalak menatap Alfred. Ia

    last updateLast Updated : 2026-03-27
  • Satu Malam Bersama Duke   BAB 98

    Sisa perjalanan menuju Ibu Kota berhasil dilewati dengan jauh lebih tenang. Berkat ramuan herbal rutin yang diberikan oleh Tabib yang ketakutan, rasa mual Sienna berangsur hilang. Rona merah perlahan kembali ke wajahnya.Ketika gerbang megah Ibu Kota mulai terlihat menjulang di kejauhan, Sienna tid

    last updateLast Updated : 2026-03-26
More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status