مشاركة

BAB 54

مؤلف: Rainina
last update تاريخ النشر: 2026-01-25 20:54:41

Sosok pria yang membelah kerumunan itu adalah Damien.

Ajudan terpercaya Duke Lorraine itu berjalan tenang, namun auranya memancarkan ketegasan. Jubah hitam dengan lambang Duchy Lorraine yang melekat di bahunya menjadi bukti posisinya di Duchy.

Damien berjalan lurus ke arah Sienna yang masih berlutut di tanah. Ia mengabaikan Alexandria sepenuhnya dan langsung mengulurkan tangannya yang tertutup sarung tangan putih.

"Izinkan saya membantu Anda berdiri, Nona Sienna." ucap Damien dengan nada hormat
استمر في قراءة هذا الكتاب مجانا
امسح الكود لتنزيل التطبيق
الفصل مغلق

أحدث فصل

  • Satu Malam Bersama Duke   BAB 403

    Saat rentetan kembang api pertama meledak di udara, ​di sudut jalan yang tidak terlalu padat, Alice mendongak dengan bibir sedikit terbuka, menatap takjub pada bunga-bunga cahaya yang mekar di atas sana. Di tangan kanannya, ia memegang setusuk manisan apel karamel yang baru saja ia beli dari seorang pedagang tua yang ramah. Rasa manis karamel yang lumer di lidahnya berpadu sempurna dengan udara malam musim semi yang sejuk.​Meskipun beberapa saat yang lalu Permaisuri Sienna telah memberikan perintah langsung padanya untuk pergi menikmati festival dengan bebas, Alice memilih untuk tidak mematuhi perintah itu sepenuhnya.​Dari kejauhan, Alice bisa melihat siluet Permaisuri Sienna yang berdiri berdampingan dengan sosok menjulang tinggi sang Kaisar.​Sebuah senyum tulus mengembang di balik topeng Alice saat ia melihat Lucian memeluk Sienna dari belakang untuk melindungi wanita itu dari dorongan kerumunan. Alice bisa melihat dengan jelas bagaimana Sienna tertawa bahagia, membalas peluk

  • Satu Malam Bersama Duke   BAB 402

    Sepasang mata merah Lucian menyipit tajam, memindai kerumunan dengan insting mematikan. Ia mencoba mencari arah pandang istrinya, mencari tahu bajingan mana yang berani membuat Permaisurinya terlihat menegang di tengah kerumunan..Sienna menelan ludah dengan susah payah. Pikirannya berkecamuk hebat. Di satu sisi, ia sangat ingin menghampiri pria tua itu. Ia ingin menarik kerah jubah ayahnya ke tempat sepi, menuntut apa yang sebenarnya pria itu inginkan, dan memperingatkannya untuk enyah dari sekitar sini sebelum Lucian memenggal kepalanya. Sienna butuh kepastian bahwa bayang-bayang masa lalunya itu tidak akan mengganggu hidup barunya.Namun di sisi lain, tangan Lucian yang menggenggamnya terasa begitu protektif. Sienna tahu betul jika ia jujur dan mengatakan bahwa ayahnya berani menampakkan diri, Lucian tidak akan memberinya kesempatan untuk berbicara. Sienna tidak ingin malam indahnya hancur karena pria benalu itu."Tidak ada siapa-siapa, Lucian," dusta Sienna pelan, memaksakan se

  • Satu Malam Bersama Duke   BAB 401

    Setelah ciuman panjang yang seolah menghentikan waktu itu berakhir, Sienna membuka matanya perlahan. Napasnya masih sedikit terengah, sementara rona merah merambat naik mewarnai kedua pipinya, terlihat begitu kontras dari balik topeng angsa putihnya.​Lucian menatapnya dengan sorot mata yang masih menggelap oleh damba. Ibu jari sang Kaisar bergerak dengan sangat lembut, mengusap rahang Sienna sebelum akhirnya turun untuk menggenggam tangan wanita itu. Jari-jari besar Lucian menyusup di sela-sela jemari Sienna, menautkan tangan mereka dalam sebuah genggaman yang posesif.​"Ayo," bisik Lucian, suaranya masih terdengar serak. "Malam masih panjang."​Sienna mengangguk dengan senyum yang tak kunjung luntur. Mereka berdua mulai menyusuri jalanan alun-alun utama yang kini terasa semakin hidup setelah pertunjukan kembang api selesai.​Suasana malam itu benar-benar meriah. Udara dipenuhi oleh aroma manis karamel, kayu manis panggang, dan anggur hangat. Di setiap sudut jalan, para pemusik j

  • Satu Malam Bersama Duke   BAB 400

    Sejujurnya, Lucian berniat membiarkan permainan kecil mereka berlangsung sedikit lebih lama malam ini.Sebagai seorang pria yang telah terbiasa melatih instingnya di medan perang yang buas, menemukan keberadaan istrinya di tengah kerumunan manusia ini adalah hal yang terlalu mudah. Ia sudah tahu di mana Sienna berada sejak wanita itu turun dari kereta kuda. Lucian sebenarnya berencana untuk mengawasi dari kejauhan, berpura-pura kebingungan mencari, dan membiarkan Sienna tertawa puas di balik topeng angsanya karena merasa berhasil bersembunyi dari sang Kaisar. Ia hanya ingin melihat wanita itu bahagia.Namun, rencana itu menguap begitu saja beberapa saat yang lalu.Meski pria itu masih berdiri memeluk istrinya di bawah cahaya lampion, sepasang mata merah darah Lucian di balik topeng singa yang menutupi setengah wajahnya itu menatap tajam ke arah kerumunan yang berlalu-lalang. Rahangnya mengeras kaku. Ia memang belum bisa membuktikan siapa yang bersembunyi di balik bayangan gang tad

  • Satu Malam Bersama Duke   BAB 399

    Alexander diam-diam mengikuti kereta kuda itu, memanfaatkan ramainya jalanan untuk menutupi keberadaannya.Tudung jubah hitamnya hingga menutupi separuh wajahnya yang sudah dipasangi topeng, saat ia melihat Sienna dibantu turun dari kereta kuda dan menapaki jalanan, pria itu menjaga jarak aman sebelum akhirnya turun dari kudanya dan menyusul..Mata Alexander menyapu kerumunan dengan buas bagaikan predator kelaparan, mencari kilau gaun dan topeng angsa yang dikenakan oleh Sienna.Ketika ia akhirnya menangkap siluet wanita itu di dekat sebuah kios penjual manisan, jantung Alexander berdegup kencang. Jarak mereka hanya terpaut belasan langkah.Alexander menyelinap di antara sekelompok pemabuk dan penari jalanan,

  • Satu Malam Bersama Duke   BAB 398

    Suasana di dalam Paviliun Zamrud malam itu dipenuhi oleh antisipasi yang menggembirakan. Malam ini adalah malam pertama Festival Musim Semi, malam yang paling ditunggu-tunggu oleh seluruh penduduk ibu kota dan para bangsawan dari berbagai penjuru benua.Di dalam kamar rias yang terang benderang, Elizabeth berdiri di depan cermin. Ia mengenakan gaun festival berwarna biru yang indah. Gadis berambut pirang itu memutar tubuhnya sedikit, lalu menoleh ke arah Alice yang sedang berdandan dengan bantuan pelayan."Alice, kau sungguh tidak ingin ikut bersama kami?" bujuk Elizabeth untuk yang kesekian kalinya. Wajahnya memancarkan permohonan yang tulus."Rowan sudah menunggu di gerbang paviliun. Kereta kuda kami cukup luas untuk kita bertiga. Kami akan merasa jauh lebih tenang j

  • Satu Malam Bersama Duke   BAB 98

    Sisa perjalanan menuju Ibu Kota berhasil dilewati dengan jauh lebih tenang. Berkat ramuan herbal rutin yang diberikan oleh Tabib yang ketakutan, rasa mual Sienna berangsur hilang. Rona merah perlahan kembali ke wajahnya.Ketika gerbang megah Ibu Kota mulai terlihat menjulang di kejauhan, Sienna tid

    last updateآخر تحديث : 2026-03-26
  • Satu Malam Bersama Duke   BAB 102

    Arthur mendengarkan bisikan dari pelayan pribadinya dengan ekspresi tenang. Matanya sesekali melirik ke arah Alexandria, membuat wanita itu semakin gelisah.Setelah menyampaikan pesannya, pelayan itu membungkuk dalam da

    last updateآخر تحديث : 2026-03-26
  • Satu Malam Bersama Duke   BAB 94

    Perjalanan baru berlangsung satu jam, roda kereta baru saja meninggalkan jalan utama berbatu di sekitar kastil dan memasuki jalan hutan yang sedikit tidak rata.Namun, di dalam kereta yang hangat itu, wajah Sienna tiba-

    last updateآخر تحديث : 2026-03-25
  • Satu Malam Bersama Duke   BAB 90

    Lucian berjalan melewati ibunya menuju tangga, membiarkan punggungnya menjadi pemandangan terakhir bagi ibunya yang masih terisak di lantai yang dingin. Ia tidak menoleh lagi, meski teriakan dan tangisan Beatrice menggema memantul di dinding batu kastil.Ia menaiki tangga dengan langkah lebar, piki

    last updateآخر تحديث : 2026-03-25
فصول أخرى
استكشاف وقراءة روايات جيدة مجانية
الوصول المجاني إلى عدد كبير من الروايات الجيدة على تطبيق GoodNovel. تنزيل الكتب التي تحبها وقراءتها كلما وأينما أردت
اقرأ الكتب مجانا في التطبيق
امسح الكود للقراءة على التطبيق
DMCA.com Protection Status