Home / Romansa / Sebelum Tiga Tahun / 145- Maket Lama

Share

145- Maket Lama

Author: Sora Carita
last update publish date: 2026-08-15 15:33:13
Tala membuka bingkisan yang sebenarnya sudah tiba sejak Sabtu pagi. Ia baru menyadarinya karena sibuk dengan rangkaian persiapan ulang tahun Sansa.

Begitu dibuka, Tala langsung terdiam.

Di dalamnya ada maket rumah singgah yang pernah ia rancang untuk proyek studio perancangan semester tiga. Desain yang membuatnya begadang lantaran terus dirombak hanya karena ia bersikeras taman rumah singgah itu harus memiliki satu pohon besar, sampai akhirnya Adrian membantu menyelesaikan desain tersebut.

Tala
Sora Carita

Nah lho mas crush langsung to the point. Apa gak bahaya ini ahaha Jadi Geza masih ditolak ya wkwkwk Tala ini masih kabur-kaburan males deeptalk kalau belum inget soal mabuk malem itu soalnya Geza di mata Tala ini pinter manipulasi dan negosiasi dia takut hanyut haha

| 6
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Sebelum Tiga Tahun   267- Lagi Membara-Membaranya

    Kata duda hot dan sweet ini terasa aneh ketika disandingkan dengan Bastian. Terus terang saja, bagian hot mungkin masih cocok karena postur tubuhnya tak kalah besar dari Geza. Namun, untuk urusan sweet kepada orang tua, Tala agak sangsi. Pasalnya, Bastian terlihat sangat humoris dan tidak begitu memperlihatkan sisi sopan santunnya.Tala menaikkan sebelah alis, tak sepenuhnya percaya dengan alasan itu.”Serius, Ta. Kalau Geza, dia cocok banget jadi anak pembangkang dan durhaka. Nah, Bastian ini nggak begitu. Terlalu care, manis, ada manjanya dan berbakti banget lagi. Gue sampai speechless pas lihat interaksi dia di keluarganya,” lanjut Amika dengan santai, seolah tidak baru saja mengolok-olok suami sang sahabat.“Makanya, kalau mereka lagi barengan, Geza yang biasanya lebih dominan dan ngatur. Bastian nurut aja, padahal umurnya juga tuaan Bastian. Jauh.”Tala spontan melotot mendengar komentar sahabatnya yang sama sekali tak disaring itu.Amika justru tertawa melihat reaksi itu. “Ya, m

  • Sebelum Tiga Tahun   266- Duda Hot nan Sweet

    Aset yang ditunjukkan Geza melalui ponselnya merupakan satu kawasan vila di Lembang. Terdapat lima bangunan vila dengan pemandangan langsung ke perbukitan, sementara hutan pinus membentang di bagian belakang kawasan. Kata Geza, renovasi seluruh bangunan baru saja selesai dan bulan depan tempat itu akan mulai disewakan.Tala masih sulit percaya suaminya memiliki properti sebanyak ini.Kali ini mereka datang bersama Sansa dan Sus Lia menggunakan mobil. Amika dan Bastian menyusul beberapa waktu kemudian dengan motor gede milik Bastian yang biasa digunakan touring.Awalnya, Geza hanya mengajak Tala pergi berdua. Namun, Tala merasa mereka perlu membawa Sansa juga. Setelah menjadi korban huru-hara om dan tantenya, Sansa jelas membutuhkan waktu untuk refreshing juga.Geza akhirnya menyetujui usulan itu. Ia juga memberi tahu Tala kalau Bastian ingin ikut bergabung—tentu membawa Amika. Rupanya, Bastian merasa berhak menagih imbalan karena sudah ikut membantu memperbaiki hubungan Geza dan Tala.

  • Sebelum Tiga Tahun   265- Belum Waktunya

    Dokter yang memeriksa Tala kembali memperhatikan hasil pemeriksaan pada layar monitor—dokter kandungan yang sama saat Tala sempat mengira dirinya hamil tempo hari.Setelah memastikan beberapa hal dari hasil pemeriksaan tersebut, ia tersenyum tipis.“Sejauh ini kondisi rahim dan organ reproduksi kamu baik, Tala. Nggak ada kelainan yang perlu dikhawatirkan.”Tala yang sejak tadi duduk di samping Geza akhirnya mengembuskan napas lega. Sore ini mereka kembali menemui dokter kandungan untuk mengecek kondisi rahim Tala. Setelah badai kemarin dan hubungan mereka lebih baik juga lebih kuat Tala ingin menyeriusi untuk punya anak. Umurnya kini menjelang tiga puluh dua, usia yang sangat pas untuk jadi ibu. Di usia ini Jani bahkan sudah punya Sansa.“Berarti semuanya normal, Dok?” Geza memastikan.“Untuk hasil pemeriksaan hari ini, iya. Tapi ada satu hal yang perlu kamu perhatikan, Tala.” Dokter mengalihkan pandangannya kepada perempuan itu. “Kamu belakangan ini sering merasa kelelahan atau sulit

  • Sebelum Tiga Tahun   264- Begini Sudah Cukup

    Menjatuhkan Wardoyo dan ayahnya, katanya?Seketika, Tala meremang. Bukan apa-apa, Bhuwana merupakan konglomerasi besar dengan jaringan bisnis yang membentang di berbagai sektor. Wardoyo sendiri menduduki posisi wakil direktur dengan kepemilikan saham dan pengaruh yang tidak kecil di dalamnya. Belum lagi Dharma, perusahaannya memang belum sebesar Bhuwana, tetapi memiliki jaringan dan pengaruh bisnis yang cukup luas.Menjatuhkan mereka jelas bukan perkara mudah.“Kamu mau melawan mereka?” tanya Tala, menatap suaminya lekat-lekat.“Ya,” jawab Geza tanpa ragu.Tala menggigit bibir. Ada kegelisahan yang mulai muncul saat memikirkan keputusan suaminya.“Kamu yakin? Secara kondisi, mereka lebih senior, kan? Dan secara posisi, kuasanya jauh lebih besar,” ujarnya.“Memang. Tapi saya nggak bisa lepas gitu aja sebelum Wardoyo jatuh. Akan ada banyak hal yang bisa dia gunakan untuk mengikat saya di Bhuwana dan dia akan ganggu saya terus saat udah resmi keluar. Dia ini lebih merepotkan dibanding Pa

  • Sebelum Tiga Tahun   263- Masih Konsolidasi

    Geza mengembus napas berat sekali saat akan melanjutkan. “Awalnya, semuanya berjalan normal. Wardoyo menjalankan perannya sebagai mentor yang baik. Meskipun pada dasarnya dia adalah kolega Papa, dia justru lebih banyak berdiri di pihak saya. Dia tahu seberapa besar kebencian saya terhadap Papa. Terlebih lagi, dia tahu saya dan Kinan menjalin hubungan.” Geza berdeham sesaat. Ada sedikit kecanggungan ketika ia menyebut hubungan masa lalunya dengan Kinan. “Tapi, seiring waktu, saya paham kalau tujuan Wardoyo mengajari saya tak lain agar dia punya tangan kanan yang bisa dimanfaatkan untuk membantunya berkuasa di Bhuwana, perusahaan yang notabene milik kakak sepupunya sendiri. Dia butuh saya untuk membereskan semua kekurangan anak sulungnya yang nggak kompeten.” Tala terdiam mendengarkan penjelasan itu. Setelah beberapa saat, barulah ia menyela. “Terus, kenapa kamu nggak langsung keluar?” tanyanya. “Karena saya nggak mau keluar begitu aja setelah dimanfaatkan seperti itu. Saya menggun

  • Sebelum Tiga Tahun   262- Konsolidasi Rumah Tangga

    “Jadi, aku harap kamu bisa jujur soal semuanya ke aku. Kalau Kinan aja bisa begitu paham isi kepala kamu, mestinya aku juga bisa. Aku ini istri kamu,” ujar Tala. Nada suaranya terdengar biasa saja, tapi kecemburuan di balik kalimat itu begitu kentara. Geza menoleh, sedikit geli. “Kamu masih cemburu sama dia? Padahal kemarin kamu baru aja tahu kalau saya udah cinta kamu sejak lama.” “Oh, jelas. Katanya dia paham banget cara kamu berpikir,” balas Tala tanpa ragu. Geza mendengkus. “Sesuai dugaan. Dia bilang apa aja ke kamu?” Tala langsung mendelik. “Kamu bisa sepaham itu juga sama cara pikir Kinan?” Geza merangkul bahu Tala, mendekatkannya sedikit. “Bukan gitu. Cuma kayaknya nggak mungkin kamu tiba-tiba cari tahu ke vendor soal rencana pernikahan kalau Kinan nggak cerita macam-macam.” “Dia cerita semua hal tentang kalian di masa lalu dan ... dia juga bilang kalau dia udah merasa kalah sejak dulu,” ucap Tala. Geza menoleh kepadanya. “Setelah dengar semua cerita dia dan tahu soal ren

  • Sebelum Tiga Tahun   5- Tawaran Perlindungan

    “Kamu gila kalau kamu setuju sama ide konyol itu.”Geza menoleh. “Mungkin.”Sebelum membawa Sansaya ke dokter anak, mereka sempat bicara soal hak wali ke pengacara kenalan Geza. Pengacaranya menyarankan satu hal paling konyol untuk menang dan melindungi semuanya.Menikah. Nikah kontrak, lebih tepat

  • Sebelum Tiga Tahun   4- Proposal Tak Terduga

    Mobil Geza melaju membelah kemacetan Jakarta yang terasa jauh lebih menyesakkan dari biasanya. Di kursi penumpang, Tala mencoba menyandarkan kepalanya pada kaca jendela yang dingin, mencari sedikit sisa tenaga yang dia punya.“Temen kamu udah pulang langsung kerja?” tanya Geza tanpa sedikit pun men

  • Sebelum Tiga Tahun   3- Rumah Bagi Sansaya

    Menjaga Sansaya setiap hari ternyata sanggup menguras seluruh kewarasan Tala. Begitu dia terbangun, wajah kuyu dengan lingkaran hitam yang menghias bawah mata langsung menyambutnya.Tala melangkah gontai menuju ruang makan, mengambil segelas air putih, lalu duduk tepat di hadapan Geza. Pria itu suda

  • Sebelum Tiga Tahun   2- Warisan Rumit

    Tala tak sanggup mencerna kalimat itu. Menikah dengan adik kakak iparnya? Sebutannya memang masih keluarga, tapi mereka hanya dua orang asing yang kebetulan terhubung karena sebuah pernikahan kedua kakaknya.“Kamu gila?” Tala mendengus, tawa hambar keluar dari bibirnya yang pucat. “Akal sehat kamu k

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status