Share

Foto Nena.

Author: Deche
last update Petsa ng paglalathala: 2026-07-07 12:05:25

Sari mengeluarkan telepon seluler dari dalam tas, tetapi ia tidak langsung memberikan kepada Yoko. Ia ragu untuk diberikan kepada Yoko. Sari memegang telepon seluler dengan kedua tangannya, ia menutup bibirnya, pelipisnya berkeringat dan tangannya gemetaran.

Yoko melihat gerak-gerik Sari seperti ada yang disembunyikan kepadanya. “Kenapa?” tanya Yoko. “Bu Sari bilang saya boleh melihat telepon seluler Pak Taufik.”

Sari menarik napas panjang lalu memberikan telepon seluler kepada Yoko. Yoko langsung mengambil telepon seluler itu dan membuka layarnya. Ia menggulir layar telepon seluler, sepertinya yang ia cari tidak ketemu. “Suamimu sudah menghapus semua pesan yang dikirim ke istri saya,” ujar Yoko.

“Mereka mengirim pesan menggunakan aplikasi lain.” Sari menyebut nama aplikasi novel online, Yoko langsung membuka aplikasi yang dikatakan Sari. Ia pun menemukan percakapan antara Taufik dan istrinya.

“Sialan!” Wajah Yoko memerah membaca percakapan Taufik dan Nena dan melihat foto mereka yang tidak senonoh. Ia tidak berpikir Nena mengirim pesan kepada Taufik melalui aplikasi novel online. Padahal ia melihat aplikasi yang sama di telepon seluler Nena.

Setelah itu, Yoko menggulir layar telepon seluler, ia mencari rahasia antara Taufik dan istrinya di telepon seluler itu. Sebab, ia tidak menemukan foto Nena berdua dengan Taufik di telepon seluler Nena.

Wajah Yoko kembali memerah ketika menemukan foto-foto dan video Taufik dan Nena. Tangannya kanannya mengepal lalu ia memukul meja dengan keras. Sari terkejut mendengar suara tersebut. Untung mereka berada jauh dari pengunjung yang lain sehingga suara pukulan meja tidak terdengar pengunjung lainnya.

“Sabar, Pak! Kita sedang berada di tempat umum.” Sari berusaha menenangkan Yoko agar tidak membuat onar di restoran.

Yoko menatap wajah Sari dengan tajam. “Selama ini Bu Sari tahu apa yang mereka lakukan?” Yoko menggertak Sari.

Sari menggelengkan kepalanya. “Saya baru tahu beberapa hari yang lalu setelah polisi mengembalikan barang-barang milik suami saya,” ujar Sari membela diri. “Bahkan saya baru tahu kalau perempuan yang ada di galeri foto adalah Bu Nena. Setelah bertemu Hana.”

Yoko menghela napas. Percuma saja ia menekan Sari karena Sari tidak tahu apa-apa. Ia sama seperti dirinya, korban Taufik dan Nena. “Seberapa sering suami Ibu  pergi keluar kota?” tanya Yoko dengan tegas.

“Sering, Pak. Sekitar 2 sampai 3 kali dalam sebulan,” jawab Sari.

Yoko terkejut mendengar jawaban Sari. Sesering itu kah Taufik pergi dinas ke luar kota? “Mengapa Ibu Sari tidak ikut ke luar kota? Bukankah kalian belum mempunyai anak?” tanya Yoko. Kalau Sari memaksa ikut, pasti Nena tidak akan bisa ikut Taufik dinas ke luar kota.

“Suami saya melarang saya dengan alasan nanti saya kecapean. Selama di luar kota pekerjaannya banyak,” jawab Sari lalu menundukan kepalanya. Ia merasa bersalah dengan kejadian semua ini.

Yoko menghela napas. “Suami Ibu memang tidak ingin Ibu ikut karena dia akan pergi berdua dengan istri saya.”

Seorang pelayan restoran datang, ia membawa makanan pesanan Yoko dan Sari. Pelayan itu menyajikan makanan di atas meja. “Kita makan dulu! Nanti kita lanjutkan lagi pembicaraan kita,” kata Yoko sambil membuka tisue yang membungkus sendok dan garpu. “Perut saya lapar sekali. Saya belum makan siang.”

Sari yang sedang membuka tisue penutup sendok dan garpu langsung berhenti, ia menatap ke arah Yoko. “Bapak pasti sibuk sekali sampai tidak sempat makan,” kata Sari. Sari takjub karena Yoko seorang pekerja keras demi kesejahteraan anak dan istrinya. Bukan seperti suaminya yang bekerja keras demi bisa menghabiskan waktu bersama istri orang.

Yoko hanya menanggapi perkataan Sari dengan tersenyum. Sudah beberapa hari ini ia tidak bekerja, ia sibuk mencari informasi apakah benar selama ini istrinya pergi ke luar kota bersama dengan teman-temannya? Dan mengapa Nena berada di mobil Taufik bukan di mobil teman-teman Nena?

Teman-teman Nena membenarkan kalau mereka sering pergi ke luar kota bersama Nena. Bahkan mereka mengatakan, ketika mereka hendak pulang dari Kuningan Nena dijemput oleh saudaranya sehingga mereka tidak pulang bareng.

Namun, setelah melihat foto-foto di telepon seluler milik Taufik, ia tahu kalau teman-teman Nena sudah berbohong. Mereka berbohong untuk menutupi perselingkuhan yang dilakukan Nena dengan Taufik.

Setelah selesai makan, mereka melanjutkan pembicaraan mereka. “Pak Yoko, apakah Bapak tidak berkeinginan untuk test DNA Hana?” tanya Sari dengan suara pelan. Ia tahu pertanyaan ini akan memicu amarah Yoko. Namun, hal ini harus ia sampaikan agar ada kejelasan.

Yoko mengerut kening, matanya menatap Sari dengan tajam dan ia menggertak giginya. “Apa Ibu menuduh Hana bukan anak saya?”

Sari diam sejenak, jika ia mengatakan alasannya pasti Yoko akan lebih marah lagi. “Saya bukan bermaksud menuduh. Tapi saya melihat hidung, bibir dan mata Hana mirip dengan suami saya,” kata Sari dengan suara pelan.

Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App

Pinakabagong kabanata

  • Selingkuh Dibalas Selingkuh.   Menyerah.

    Yoko mengeluarkan sejumlah uang dari dalam pouch. Jumlahnya lumayan banyak. Ia memberikan uang itu kepada Sari. “Ini uang untukmu selama kamu di Ancol.” Namun, Sari tidak mengambil uang itu. “Saya masih ada uang yang diberikan Kang Yoko beri minggu kemarin, “ kata Sari.“Sayang, uang itu untuk keperluan kamu. Kalau uang ini untuk kamu senang-senang selama kamu berada di Ancol, “ ujar Yoko. “Di sini serba mahal. Bagaimana kalau uang kamu sampai habis? Nanti kamu nggak punya uang.“Sari berpikir sejenak. Benar juga apa yang dikatakan Yoko, nanti pulang dari Ancol dia makan dengan apa? Sari mengambil uang itu dari tangan Yoko dengan ragu-ragu. “Jumlahnya 3 juta rupiah. Kalau kurang kamu minta lagi ke aku, “ ujar Yoko.Sari terkejut mendengar perkataan Yoko. “Banyak sekali, “ kata Sari.Yoko tersenyum mendengar perkataan Sari. “Nggak apa-apa. Yang penting kamu senang, “ ujar Yoko sambil mengusap kerudung Sari. “Kita turun, yuk. “ Yoko mematikan mesin mobil.Sari turun dari mobil, ia m

  • Selingkuh Dibalas Selingkuh.   Sarapan.

    Sari memperhatikan apa yang dilakukan oleh Yoko. Yoko mendekati Sari, tanpa mengatakan apa-apa ia mengecup bibir Sari dengan lembut . Sari terkejut ketika Yoko tiba-tiba mengecup bibirnya. Namun, Yoko melakukannya tidak lama-lama. “Udah, ah. Jangan lama-lama, nanti nggak jadi pergi ke Jakarta.” Yoko mengecup kening Sari lalu kembali ke posisi semula. Ia memakai sabuk pengaman lalu menjalankan mobilnya. Sari sempat melongo dengan apa yang dilakukan Yoko. Namun, ia menundukkan kepala lalu tersenyum. Ia senang Yoko menciumnya.Pukul 6.30 mereka sudah sampai di Ancol. “Kita cari sarapan dulu,” kata Yoko usai membayar tiket masuk.“Tidak usah cari sarapan. Saya sudah siapkan makanan untuk sarapan kita berdua,” kata Sari.Yoko langsung menoleh ke Sari. “Kamu masak?” tanya Yoko. Sari tersenyum lalu mengangguk.“Kapan masaknya?” tanya Yoko sambil menyetir mobil.“Kemarin sore, Kang,” jawab Sari.“Kenapa masak? Padahal kita beli sarapan saja,” ujar Yoko.“Saya ingin masak untuk Yoko,” jawab Sar

  • Selingkuh Dibalas Selingkuh.   Pergi ke Jakarta.

    Yoko menghentikan mobilnya di depan sebuah rumah bercat putih. Ia menatap rumah yang berukuran minimalis itu. Nomor rumah yang menempel di tembok pagar sesuai dengan petunjuk yang diberikan oleh pemiliknya. Yoko pun menelepon pemilik rumah itu.Tanpa menunggu beberapa lama, pemilik rumah itu pun menjawab telepon Yoko. “Hallo.” Terdengar suara merdu Sari di seberang telepon. Rumah yang di datangi Yoko adalah rumah Sari.“Hallo, Sayang. Aku sudah sampai di depan rumah kamu,” sapa Yoko.“Baiklah, Kang. Saya akan segera keluar,” kata Sari lalu menutup telepon.Yoko menaruh telepon di bagian ticket holder di dasboard. Ia memperhatikan ke sekeliling rumah Sari yang terlihat masih sepi, tidak ada satu orang pun yang lewat. Ini pertama kalinya ia datang ke rumah Sari. Sebuah perumahan yang terletak di pinggiran kota Bandung. Jaraknya lumayan jauh dari rumah Yoko.Yoko kembali menoleh ke rumah Sari. Ia melihat Sari sudah berada di depan rumah, ia sedang mengunci pintu rumah. Yoko turun dari mob

  • Selingkuh Dibalas Selingkuh.   Rindu

    Sari cepat-cepat mengumpet di balik tembok agar tidak terlihat oleh Yoko. Ia memperhatikan Yoko dari balik tembok. Wajah Yoko terlihat ceria ketika hendak menjenguk istrinya. Entah mengapa Sari merasa sedih ketika melihat Yoko yang hendak menjenguk Nena. Yoko yang ceria seolah Yoko senang karena hendak bertemu dengan istrinya. Sari cuma bisa menatap Yoko dari balik tembok dengan wajah sedih.Setelah Yoko terlihat jauh barulah Sari keluar dari tempat persembunyiannya. Air matanya menggenang di pelupuk mata. ‘Mengapa Nena bisa mendapatkan cinta dari Taufik dan Yoko? Sedangkan dia, tidak ada satu laki-laki yang mau mencintainya.’Tak terasa air matanya mengalir di pipi. Ia mengusap air mata lalu berjalan gontai meninggalkan rumah sakit. Semenjak pertemuan terakhir dengan Yoko, Yoko belum meneleponnya. Ia merasa Yoko sudah melupakannya dan kembali kepada istrinya. Sari hanya bisa pasrah pada kenyataan yang ia hadapi...Sari baru saja selesai solat. Ia membuka mukenah yang ia pakai lal

  • Selingkuh Dibalas Selingkuh.   Check Out

    Yoko sedang berbaring di tempat tidur, tubuhnya di tutupi oleh selimut. Ia menoleh ke samping, Sari sedang tidur dengan nyenyak. Perempuan itu letih karena mereka baru selesai bercinta. Mereka bercinta sebanyak 2 kali. Pertama di kamar mandi ketika mereka mandi bareng, yang kedua di ketika mereka hendak tidur.Yoko tahu apa yang mereka lakukan salah, tapi ia mengajak Sari melakukannya karena ia ingin balas dendam kepada istrinya. Ia dan Sari sama-sama menjadi korban permainan cinta Nena dan Taufik. Namun, dalam hal ini yang benar-benar dirugikan adalah Sari. Ketika mereka sedang bercinta Yoko tidak memakai pengaman, padahal Sari sudah mengingatkannya berkali-kali. Namun, ia tetap dengan pendiriannya. Alasannya balas dendam yang mereka lakukan harus setimpal dengan apa yang dilakukan oleh Nena dan Taufik. Jika Nena dan Taufik memiliki anak dari hasil selingkuh, maka ia dan Sari harus memiliki anak dari hasil selingkuh. Ia berjanji kepada Sari, ia akan bertanggung jawab jika Sari sampai

  • Selingkuh Dibalas Selingkuh.   Kolam Renang.

    Sari merebahkan diri di kursi santai sambil menikmati langit senja yang mula tenggelam. Ia baru saja selesai menghabiskan beberapa potong qroquette dan segelas minuman tropical mango mojito. Suasana di kolam renang sudah mulai sepi, hanya tinggal Yoko dan beberapa orang yang masih berenang. Sari heran melihat Yoko masih kuat berenang, padahal udara sudah mulai dingin. Sari membiarkan Yoko berenang sampai puas, ia melanjutkan scroll media sosial. Baru 5 menit Sari menikmati postingan di media sosial, ia mendengar suara Yoko memanggilnya. Sari mengalihan pandangannya dari telepon seluler. Ia melihat Yoko yang berada di pinggir kolam renang sambil memandang ke arahnya. Ternyata kolam renang sudah sepi tinggal Yoko sendiri yang berada di kolam renang. “Sari.” Yoko sekali lagi memanggil Sari. Sari meletakkan telepon seluler di atas meja lalu menghampiri Yoko. “Ada apa, Pak?” tanya Sari. “Tolong ambilkan handuk!” ujar Yoko. Sari kembali ke tempat duduk lalu mengambil hand

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status