Share

Bab 246. See You

Penulis: Sweety
last update Tanggal publikasi: 2026-10-12 19:00:23

Asha mengulum bibir. "Tapi, Kak..."

"Dengar dulu, Sayang." Angkasa mengusap lembut punggung Asha. "Aku cuma gak mau kamu terus menanggung akibat dari sesuatu yang bahkan gak kamu lakukan."

Asha menggigit bibir bawahnya. Ia tahu Angkasa hanya ingin melindunginya. Namun, ada hal lain yang membuatnya ragu.

"Kalau hubungan kita diungkap, pasti Kak Della menuduhku sengaja merebut Kakak dari dia. Dan semua orang akan berpikir begitu walaupun kakak speak up," ungkapnya lir
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Senior Galak, Jangan Dekat - Dekat!   Bab 250. Noura Menelepon

    Noura kembali meronta, berusaha menyampaikan sesuatu melalui suaranya yang tertahan. Sementara itu, Gaby melepaskan dagu Noura dengan kasar, lalu mundur selangkah. "Apa?" tantangnya. "Sekarang kamu mau bilang apa? Mau cari alasan lagi?" Noura menggeleng cepat. Matanya memohon agar Gaby mau mendengarkannya. Namun, gadis berponi itu justru mengeluarkan ponsel dari saku, memeriksa layarnya sekilas, lalu mendecakkan lidah. Nama Asha yang muncul di benaknya membuat amarahnya kembali membara. Ia mengira semuanya akan berjalan sesuai rencana. Asha akan kehilangan kepercayaan orang-orang di sekitarnya, sementara dirinya tetap bisa berlindung di balik citra gadis baik-baik yang tak pernah terlibat dalam masalah. Gaby juga berpikir kalau Felix jadi benci Asha karena postingan itu, tetapi cowok yang ia sukai sejak dulu itu malah membela Asha. Gaby mengembuskan napas panjang, berusaha meredam kekesalan yang masih menggelegak di dadanya. Ia menyibakkan rambut ke belakang, lalu kembali menata

  • Senior Galak, Jangan Dekat - Dekat!   Bab 249. Sudah Akrab

    "Kamu teleponan sama siapa, Sha?"Celetukan Keyra membuat Asha berbalik cepat. Gadis itu hampir saja menjatuhkan ponselnya karena tak menyangka Keyra sudah berdiri di belakangnya bersama Sabrina."Oh!" Asha tertawa kecil, berusaha menyembunyikan keterkejutannya.Ia baru saja mengakhiri panggilan dengan Angkasa. Namun tak mungkin ia memberi tahu Keyra bahwa dirinya sudah berpacaran dengan sang ketua BEM. Apalagi hubungan itu masih dirahasiakan."Itu… anak FEB yang sekelas sama Noura. Teman kelompok aku dan Sabby waktu orientasi juga." Asha mengangkat ponselnya sedikit, berusaha terlihat santai. "Aku tanya dia pernah lihat Noura seharian ini atau enggak. Kebetulan dia kenal sama beberapa anak seangkatannya, jadi dia mau bantu cari tahu. Hehe."Keyra mengangguk-angguk, tampak cukup puas dengan penjelasan itu. "Oh, baguslah. Setidaknya ada bantuan dari orang lain."Asha hanya tersenyum lega. Untung saja Keyra tak bertanya lebih jauh. Kalau sampai sahabatnya itu mengetahui siapa sebenarnya

  • Senior Galak, Jangan Dekat - Dekat!   Bab 248. Mencari Gaby dan Noura

    Setelah Felix berpamitan lebih dulu, Asha masih duduk di kursinya. Ia masih tidak menyangka bahwa selama ini Gaby tidak pernah tulus berteman dengannya. Asha kemudian meraih ponsel dari dalam tasnya. Ia berniat menghubungi Keyra dan Sabrina untuk membicarakan hal tersebut. Namun, belum sempat ia menekan nama salah satu sahabatnya, sebuah panggilan grup lebih dulu muncul di layar. Asha segera mengangkatnya. "Aku ada info, guys." Suara Sabrina langsung menyambut dari seberang. "Ternyata memang benar Noura pelakunya." "Sumpah ya, kenapa sih dia setega itu?!" Keyra menyahut dengan nada tak percaya. Asha menyandarkan punggungnya ke kursi. "Aku juga sudah tahu siapa yang menyuruh Noura." Seketika, kedua gadis di seberang sana terdiam. "Siapa?" tanya Keyra dan Sabrina hampir bersamaan. "Gaby," jawab Asha pelan. "Apa?!" lontar Keyra syok untuk kesekian kalinya hari itu. Asha menarik napas sebelum mulai menjelaskan semua yang berhasil ia rangkai dari kejadian-kejadian sebelumnya. Ga

  • Senior Galak, Jangan Dekat - Dekat!   Bab 247. Bicara dengan Felix

    Setelah kelas terakhirnya berakhir, Asha menemui Felix di kafe lain yang lumayan jauh dari kampus. Kini, keduanya duduk berhadapan di sudut kafe yang tak terlalu ramai. Segelas minuman berada di hadapan masing-masing. Gadis itu meremas jemarinya di bawah meja sebelum akhirnya membuka suara setelah basa-basi singkat. "Aku harus jawab perasaan kamu sekarang, Felix." Ia mengangkat wajah, menatap lelaki di seberangnya dengan serius. "Aku gak punya perasaan lebih ke kamu. Jadi, aku harap kamu mengerti." Felix terdiam sesaat, lalu mengangguk pelan. "Ya, aku tahu." Senyum tipis terukir di bibir lelaki itu, meski ada sedikit kekecewaan yang begitu jelas di sana. "Sebenarnya, aku mau berusaha bikin kamu suka sama aku. Tapi, melihat kamu menegaskan begini, aku rasa kayaknya memang aku gak punya jalan untuk buka hati kamu buat aku." Felix mengembuskan napas pelan, kemudian menyandarkan punggungnya ke kursi. "Maaf," kata Asha. Jujur saja, ia sebenarnya tak tega menyakiti hati orang lain. Ta

  • Senior Galak, Jangan Dekat - Dekat!   Bab 246. See You

    Asha mengulum bibir. "Tapi, Kak...""Dengar dulu, Sayang." Angkasa mengusap lembut punggung Asha. "Aku cuma gak mau kamu terus menanggung akibat dari sesuatu yang bahkan gak kamu lakukan."Asha menggigit bibir bawahnya. Ia tahu Angkasa hanya ingin melindunginya. Namun, ada hal lain yang membuatnya ragu."Kalau hubungan kita diungkap, pasti Kak Della menuduhku sengaja merebut Kakak dari dia. Dan semua orang akan berpikir begitu walaupun kakak speak up," ungkapnya lirih."Kamu tahu aku punya bukti dia selingkuh, Sayang. Jadi kamu gak usah takut dengan semua tuduhan itu. Apalagi kamu memang gak merebut aku dari dia. Kita punya hubungan setelah aku putus dengan dia.""Kakak bisa mengatakan itu karena Kakak gak perlu menghadapi komentar orang lain setiap hari." Asha mengangkat wajahnya, menatap Angkasa dengan mata berkaca-kaca. "Aku yang harus masuk kelas dan bertemu orang-orang yang sudah percaya gosip itu. Aku juga yang harus menghadapi mere

  • Senior Galak, Jangan Dekat - Dekat!   Bab 245. Merasa Bersalah

    "Kak, kita mau ke mana?" tanya Asha, menoleh kanan kiri, khawatir ada yang melihat mereka bersama dan semakin memperkeruh gosip yang beredar tentang dirinya. Angkasa lagi-lagi tidak menjawab, alih-alih pria itu terus menariknya pergi. Angkasa baru berhenti setelah mereka tiba di sebuah selasar kecil di belakang gedung fakultas yang sepi. Ia melepaskan tangan Asha, kemudian berbalik menghadap gadis itu. "Kenapa kamu gak angkat telepon aku?" tanya Angkasa. Suara pria itu sedingin es. Asha menunduk sedikit. "Maaf, Kak. Ponselku dalam mode senyap. Aku baru lihat panggilan kakak." Angkasa mengembuskan napas, berusaha menahan kekhawatiran yang sejak tadi mengusik pikirannya. "Kamu sudah lihat unggahan di akun gosip kampus?" tanya Angkasa. Suaranya yang dalam terdengar parau dan terputus-putus. Asha mengangguk pelan. "Iya, Kak." "Sejak kapan?" desis Angkasa. Asha menelan ludah, aura yang menguar dari diri kekasihnya begitu gelap dan mencekam. Jemari Asha saling bertaut di d

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status