แชร์

306. Harus Terjebak

ผู้เขียน: LilyLembah03_
last update วันที่เผยแพร่: 2026-03-09 21:50:57

"Kenapa tidak ada yang sadar umurnya sendiri di sini?"

Benji menggeleng tidak habis pikir sambil memperhatikan kesibukan dua perempuan dan satu pria tua di depannya. Saat pria sipit itu sibuk duduk santai sambil menonton TV di atas sofa, Lily dan Natsuki tengah sibuk meniup balon sambil bersila di lantai ruang tengah.

Sedangkan Geovano, ayahnya yang besok akan menginjak usia lebih dari setengah abad itu, kini sibuk memasang balon huruf di dinding ruang tengah.

Mereka akan mengadakan pesta ulang
อ่านหนังสือเล่มนี้ต่อได้ฟรี
สแกนรหัสเพื่อดาวน์โหลดแอป
บทที่ถูกล็อก
ความคิดเห็น (2)
goodnovel comment avatar
LilyLembah03_
yang penting bahagia hahaha
goodnovel comment avatar
Mimin Rosmini
setuju dengan pendapat Benji
ดูความคิดเห็นทั้งหมด

บทล่าสุด

  • Sentuhan Candu Tuan Benji   344. Aku Membebaskanmu

    "Kenapa dia makan malam di sini?" Lily langsung melempar tanya sesaat sampai di ruang makan. Semua penghuni meja makan sontak menoleh padanya, tak terkecuali Benji yang kini hadir di sana dengan wajah berantakannya."Lily ... ini kan rumah Kak Benji juga. Wajar dia makan di sini bersama kita juga, kan?" tegur Natsuki mewakili tiga pria yang kini bahkan tidak berani membuka mulut mereka."Kenapa tidak ada yang memberitahuku? Aku sudah bilang tidak ingin bertemu dengannya," tanya Lily lagi tanpa mengalihkan pandangan dari sang suami yang kini masih menatapnya takut."Aku akan pergi kalau kau tidak mau makan bersamaku. Asal kau makan ...," ucap Benji berusaha setenang mungkin.Meski sejujurnya dia berharap sang istri mau sedikit berbelas kasih padanya. Syukurnya, Lily tidak mengatakan apa-apa dan bergabung di meja makan. Perempuan itu duduk tepat di hadapan Benji.Hal tersebut tentu saja membuat Benjamin Kaisar tersenyum senang. "Kau mau makan apa, Nak?" tanya Geovano berusaha memecah

  • Sentuhan Candu Tuan Benji   343. Istriku Direndahkan

    "Lily ... Kak Benji masih di bawah."Natsuki masuk ke kamar iparnya kemudian duduk di dekat kaki perempuan itu. Dia pun meletakkan nampan berisi makanan dan minuman di atas nakas samping kepala ranjang.Lily yang sedari tadi hanya berbaring meringkuk, sontak bangkit duduk dan mulai menyantap makanan yang dibawakan Natsuki dalam diam. Perempuan itu tidak tampak ingin bicara."Kau tidak mau bertemu dengannya?" tanya Natsuki lagi tidak mau menyerah membujuk iparnya."Katakan saja padanya aku sudah makan dan istirahat dengan baik di sini. Dia akan pulang setelah itu," jawab Lily masih mengunyah makan siangnya dengan raut sama sekali tidak nafsu.Namun, perempuan itu jelas tidak mau egois dengan menyiksa anak di dalam kandungannya. Jadi, Lily tetap berusaha untuk makan dan istirahat dengan baik demi kesehatan si adik bayi yang beberapa minggu lagi akan hadir di antara mereka.Lily sudah nyaris mencelakainya beberapa hari lalu karena terlalu banyak berpikir. Dia tidak mau mengulangi kesala

  • Sentuhan Candu Tuan Benji   342. Kau Boleh Pergi

    "Sayang ... maaf Mas baru datang."Lily menoleh sejenak pada pria yang berdiri di ambang pintu ruang rawat. Sebelum beberapa saat kemudian, perempuan itu kembali sibuk menatap kosong jendela yang tertutup tirai.Seolah perempuan itu memang enggan menatap Benji lagi."Mas Benji dari mana saja?" tanya perempuan itu lirih masih sambil memalingkan wajah dari suaminya yang kini duduk di sisi brankar dekat kakinya."Lily ... maafkan aku." Pertanyaan Lily bahkan malah dihadiahi sebuah permohonan maaf. Permintaan yang terdengar begitu bersalah dan sarat akan sesal. Hal yang justru menambah sesak di dasar hati Lily.Kenapa Benji meminta maaf? Seolah pria itu sedang membenarkan setiap hal buruk yang ada di kepala Lily. Kenapa dia tidak meyakinkan dan menjelaskan apa yang terjadi padanya?"Tadi aku meneleponmu. Tapi Anyelir yang mengangkat ...." Lily pun tidak merasa perlu menerima permohonan maaf itu. Perempuan itu malah mengungkit kejadian beberapa saat lalu sebelum ia jatuh pingsan.Di mana

  • Sentuhan Candu Tuan Benji   341. Kesalahan Besar

    "Kau dari kelab malam, Kak?!"Kiello langsung melempar tanya begitu Benji berdiri di depannya dengan raut panik. Pria itu pun segera mengangguk dan balik melempar tanya."Bagaimana istriku?" tanya Benji cepat."Kalau tahu kau habis bersenang-senang, seharusnya aku tidak memberitahumu keadaan Lily." Kiello mendecih sinis sambil melengos malas.Enggan menanggapi pria sipit yang kini tampak begitu penasaran dan khawatir akan kondisi istrinya. Natsuki yang menyadari kekhawatiran pria itu, sontak menepuk bahu kakak iparnya pelan."Lily mengalami pendarahan, Kak. Katanya kemungkinan besar karena faktor stress. Tapi syukurnya ... anak kalian masih selamat."Informasi dari Natsuki bahkan tidak mampu membuat Benji merasa lega. Justru, kebingunganlah yang muncul di kepalanya."Bagaimana dia bisa terkena stress? Kami tidak sedang bertengkar," gumam pria itu heran.Apa ada sikap atau perlakuan Benji yang tanpa sadar membuat pikiran istrinya terbebani? Tapi kenapa Lily tidak pernah mengutarakannya

  • Sentuhan Candu Tuan Benji   340. Salah Paham

    "Beraninya kau memegang ponselku!"Anyelir terperanjat kaget begitu sang bos tiba-tiba muncul dari belakang kemudian merebut ponsel di genggamannya. Itu memang hp Benji yang tertinggal saat pria itu tengah pergi ke toilet."Maaf, Pak. Aku hanya kesal melihat istrimu menelepon terus ...," ucap asisten pribadi yang sudah mabuk itu sambil menatap Benji dengan pandangan lain.Ada raut terpesona juga kabut gairah di matanya. Entah karena pengaruh alkohol atau itulah kejujuran yang selalu ia sembunyikan di alam bawah sadarnya."Kau mengangkat telepon dari istriku?!" tanya Benji tidak santai begitu mendengar jawaban si asisten pribadi.Anyelir yang mabuk pun hanya mengangguk santai. "Dasar kurang ajar!" maki Benji tanpa segan menempeleng kepala perempuan itu."Lily bisa marah. Dia juga pasti menelepon karena aku belum pulang juga ...," gumam Benji lirih sambil memandangi riwayat panggilan yang bahkan berlangsung selama beberapa menit.Apa saja yang sudah pegawai kurang ajar ini katakan pada

  • Sentuhan Candu Tuan Benji   339. Sedang Bersenang-senang

    "Kenapa Mas Benji belum menjemputku?""Apa acara makan malamnya belum selesai?"Lily berjalan mondar-mandir di teras depan kediaman Galendra. Perempuan itu terus memandangi gerbang tinggi dan besar di depan sana yang tidak kunjung dibuka.Ini sudah pukul duabelas malam. Sudah dua jam sejak acara makan malam itu dimulai. Apakah mereka belum selesai juga? "Nak ... masuklah dan tunggu suamimu di dalam! Di luar sangat dingin, kau bisa masuk angin nanti." Geovano menyembul dari ambang pintu yang sedikit terbuka.Membuat Lily yang terlalu fokus menanti kepulangan suaminya sontak terperanjat kaget. "Aku di sini saja, Ayah. Aku ingin mencari udara segar di luar ...," tolak Lily halus yang akhirnya hanya bisa dibalas Geovano dengan helaan pasrah."Kalau begitu Ayah masuk, yaa? Maaf tidak bisa menemanimu di luar. Ayah tidak begitu tahan dengan udara dingin," ucap sang ayah mertua sebelum kemudian berlalu masuk menuju kamarnya.Ini memang sudah jam tidur pria tua itu. Jika saja tidak ada Lily y

  • Sentuhan Candu Tuan Benji   63. Siapa yang Mengizinkanmu?

    "Berapa adik tiriku berani membayarmu sampai kau mau tidur dengannya juga?"Lily terpaku di pijakan begitu ucapan Benji menggema nyaring dalam ruang kepala. Gadis itu menatap Kiello dan Geovano yang rupanya juga tengah menatap Lily tidak percaya.Apa mereka sudah tahu tentang identitas Lily sebenar

    last updateปรับปรุงล่าสุด : 2026-03-20
  • Sentuhan Candu Tuan Benji   59. Mau Menginap

    "Kenapa kau menelepon?"Benji baru tidur kurang dari dua jam saat Lily menghubunginya lewat Wha*tsApp. Begitu mengecek jam yang menunjukkan pukul dua pagi, pria itu pun menghela berat.Sepertinya Lily terbangun. Di Indonesia baru jam 12 malam. Dan pada pukul sebegini lah gadis itu selalu terbangun

    last updateปรับปรุงล่าสุด : 2026-03-20
  • Sentuhan Candu Tuan Benji   61. Bukan Khayalan

    "Aku harus belikan dia oleh-oleh apa?" Benji memandangi sekitar bingung. Malam ini, pria itu memilih untuk berkeliling Akihabara untuk mencari oleh-oleh. Dia harus menepati janji untuk membawakan Lily sesuatu saat pulang ke Indonesia nanti.Terhitung sudah enam hari pria itu berada di Tokyo. Benji

    last updateปรับปรุงล่าสุด : 2026-03-20
  • Sentuhan Candu Tuan Benji   65. Memang Sengaja

    "Cobalah bajunya!" Abia melempar gaun putih pemberian suaminya ke paha Lily. Gadis itu pun menatap kain pakaian berbahan satin di pangkuannya heran. Kenapa Abia menyuruhnya untuk mencoba?Bukankah Benjamin Kaisar membelikan pakaian itu khusus untuk istri kesayangannya?"Cobalah! Siapa tahu cocok u

    last updateปรับปรุงล่าสุด : 2026-03-20
บทอื่นๆ
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status