Share

Bab 53. Dia Istrimu

Penulis: ZeeHyung
last update Tanggal publikasi: 2026-04-23 09:33:19

Hana menganggukkan kepala dia tidak tahu harus apa. Karena jika Lintang lupa ingatan itu sudah dipastikan kalau Mala akan dia ingat bukan dia. Bagaimana dengan anaknya nanti.

"Kamu tenang saja. Papa akan urus. Lintang akan ingat kamu baik saat dia lupa ingatan ataupun tidak," jawab Pak Irwandi.

"Maksudnya Papa bagaimana?" tanya Bu Ami ke suaminya.

"Papa atur semuanya. Kamu tenang saja Ma. Ikutin cara Papa. Kalau Papa yang sudah turun tangan maka semuanya akan lancar dan Papa akan buat Lintan
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Sentuhan Manja Sang CEO Arogan   Bab 69. Dia Anakku

    "Ini makam ibu saya. Anda siapa?" tanya Arum menatap ke arah pria tampan memakai jas dan berkacamata memandang ke arahnya.Mendengar Arum berkata seperti itu pria tersebut terkejut mendengar Arum mengatakan kalau ini makam ibunya. Pria itu adalah Arya. Arya sadar dari koma dan diberitahukan ayahnya kalau orang yang menabraknya sudah meninggal dan dia juga mendengar kenyataan kalau orang tersebut sudah meninggal tetapi dia melahirkan anak. Mendengar hal itu membuat Arya terpaku dan sejak saat itu dia terus mencari kebenarannya. Dan pada akhirnya dia bertemu dengan polisi yang sudah menyelamatkan orang itu yang tidak lain Mala. Saat bertemu orang yang selamatkan Mala membenarkan kalau Mala hamil dan dia sudah menjadi istrinya dan juga melahirkan anak tapi bukan anaknya. Sayangnya saat Arya ingin mencari polisi itu si polisi sudah tidak lagi bekerja dan ia hanya diberitahukan makamnya saja dan sejak saat itulah dia terus datang ke sana berharap bisa menemui anak yang dikatakan oleh pol

  • Sentuhan Manja Sang CEO Arogan   Bab 66. Menyesal

    Cakra membaca apa yang dibawa oleh Marcel. Dia terkejut melihat apa yang dia baca. Cakra menatap ke arah Marcel. Kamu tidak salah apa ini benar datanya tanya Cakra menatap ke arah Marcel dengan serius. "Iya. Anak kecil yang kamu kasih kalung air mata itu adalah dia. Dan sekarang dia pergi. Bagus. Bagus sekali. Ada apa denganmu? Ada apa, Cakra?" tanya Marcel kesal dengan sahabatnya ini. Klekk! Tiga pria masuk dan melambaikan tangan ke arah Cakra dan Marcel. "Hei, bro. Aku datang. Ini aku ada oleh-oleh untukmu. Dan Dila kirim salam. Katanya dia masih mencintaimu. Apa kamu mau mencintai dia?" tanya sahabat Cakra bernama Deon. Deon meletakkan oleh-oleh darinya. Dia baru pulang dari luar negeri dan langsung bertemu dengan Cakra dan Marcel. "Kenapa ini tegang sekali. Ada apa?" tanya Arman yang heran dengan keduanya. Cakra berdiri dan berlari keluar hingga membuat semuanya terdiam dan memperhatikan Cakra yang lari. "Apa aku seperti hantu kah? Makanya dia lari?" tanya Deon menunjuk ke

  • Sentuhan Manja Sang CEO Arogan   Bab 67. Rahasia Terkuak

    "Aku mendapatkannya. Dia ada di alamat ini. Bisa ke sana. Dan aku tidak lihat seperti apa dia. Katanya dia kerja hanya ayahnya saja yang sakit. Ayahnya polisi dan ada nenek juga kakeknya yang tinggal di sana." Marcel akhirnya menemukan siapa anak kecil yang menjadi teman kesayangan dari Cakra. Cakra tersenyum karena dia bisa menemukan Arum. Senyumnya tiba-tiba terbit begitu saja. Dan tentu itu membuat Marcel lega. Tidak disangka dengan menemukan alamat dari gadis kecil di masa lalu Cakra bisa membuat mood Cakra kembali. "Bagus. Aku akan ke sana pulang kerja. Aku akan menemui dia. Aku harap kalungnya masih dia pakai," sahut Cakra yang senang karena Arum teman masa kecilnya sudah kembali. "Cakra, itu laporan sudah aku cek. Apa tidak sebaiknya kamu tanda tangani. Kamu tidak lihat dia. Dia mencari kesalahan di laporan itu. Padahal, laporan itu sudah benar. Kenapa kamu meminta dia koreksi. Ada apa denganmu?" tanya Marcel menoleh ke arah Arum. Dia kasihan dengan Arum. Arum terlihat sepe

  • Sentuhan Manja Sang CEO Arogan   Bab 66. Dia Menyukaiku

    "Dia menyukaiku," jawab Cakra yang langsung ditanggapi oleh keduanya dengan teriakan bersamaan. "Apa suka?!" Baik Arum dan juga Marcel saling memandang satu sama lain. Arum menggelengkan kepala dia menyangkal tuduhan itu. Dan dia tidak pernah mengatakan suka dengan Cakra bosnya ini. Tapi kenapa Cakra mengatakan itu. Marcel langsung memandang ke arah Cakra yang terlihat sombong dan angkuhnya juga arogannya keluar. Entah kenapa wanita ini begitu unik dimatanya. Dan juga ada keinginan dia untuk dekat dengan Arum. Dan juga ada sesuatu yang membuatnya nyaman dengan Arum. Entahlah. Padahal dia baru bertemu dengan sekretarisnya ini. Dulu dia pernah bersama dengan wanita lain tapi tidak seperti saat dia dekat dengan Arum. Ada wanita yang pernah jadi kekasihnya tapi dia tidak perlakuan dia tidak pernah seperti ini. Hingga dia berpisah karena dirinya tidak menemukan kenyaman. "Cakra, kamu jangan menjatuhkan harga dirimu dan juga harga diriku. Bagaimana bisa kamu katakan dia m

  • Sentuhan Manja Sang CEO Arogan   Bab 65. Mulai Jatuh Cinta

    "Kenapa denganku?" tanya Cakra pada dirinya yang saat ini menatap ke arah Arum. Cakra bangun dari tubuh Arum dan membiarkan Arum pergi. Dia melihat Arum berlalu meninggalkan ruangannya. Arum keluar membanting pintu dan berlari ke arah kamar mandi yang ada di lantai tersebut. Dia menangis sendirian di sana. "Kenapa pria itu jahat sekali. Apa dia pikir banyak uang jadi sikapnya seperti itu ke wanita yang tidak ada uang?" tanya Arum pada dirinya sendiri. Arum terus menangis sesenggukan. Cukup lama dia di kamar mandi. Selesai menumpahkan semuanya dia membasuh wajahnya dan kembali ke meja kerjanya. Tapi, saat dirinya kembali ke meja yang terjadi diluar dugaan. "Loh, mana mejaku? Apa aku dipecat?" tanya Arum panik karena dia tidak menemukan mejanya. Arum pergi ke ruangan Marcel untuk bertanya. Saat dirinya mengetuk pintu tidak ada sedikitpun menyahut."Kemana dia? Apa dia tidak mau bertemu aku lagi. Tapi, kalau aku dipecat aku mau ambil tasku dan ponselku. Tapi, kenapa tasku tidak ada

  • Sentuhan Manja Sang CEO Arogan   Bab 64. Playboy Alim

    Marcel melihat Cakra yang tersenyum menyeringai. Dia tahu senyum itu punya arti dan artinya sangat berbeda. "Jangan buat masalah kamu. Ingat, ayah dan ibumu akan murka. Kamu akan jadi dendeng nantinya." Peringatan Marcel cukup keras ke Cakra dan dia tidak mau sampai Cakra dapat masalah. Cakra memandang ke arah Marcel yang sedari tadi mengomel tanpa arah dan tentunya dia tidak mau Cakra dapat masalah. Terutama masalah hati. "Apa lagi? Kenapa diam saja di sana. Ayo pergi. Aku mau kerja. Kamu mau aku potong gajinya? Dan cepat cari orang yang aku minta ayo cepat," perintah Cakra ke Marcel sambil mengibaskan tangannya. Marcel pun keluar dari ruangan dan sampai di luar terlihat Arum di bawah kolong meja. Marcel menaikkan alisnya melihat kelakuan sekretaris baru Cakra. "Hmm, cari apa kamu di bawah, Arum?" tanya Marcel yang sontak membuat Arum terkejut. Hingga kepalanya membentur meja sehingga meja bergetar hebat. Dan terdengar suara rintihan dari sana. Marcel ingin tersenyum tapi dia

  • Sentuhan Manja Sang CEO Arogan   Bab 38. Mari Bercinta (21+)

    Mala tidak menjawab apa yang Arya tanyakan. Dia langsung mencium bibir ranum milik Arya. Sedari tadi gairahnya sudah di ubun-ubun jadi Mala tidak ingin buang waktu. Mumpung Arya mabuk dan dia tidak sadarkan diri. Jadi dia ingin memanfaatkan Arya. Masa bodoh Arya marah padanya. Dia ingin orang yang

  • Sentuhan Manja Sang CEO Arogan   Bab 26. Menyusul Hana

    Pada akhirnya Lintang membawa Hana untuk pergi bulan madu semuanya sudah direncanakan. Kehamilan Hana juga cukup baik. Lintang memberitahukan kepada kedua orang tuanya untuk menyusul mereka ke Swiss karena ada sesuatu yang ingin mereka sampaikan yaitu tentang kehamilan Hana dan kedua orang tua Lint

  • Sentuhan Manja Sang CEO Arogan   Bab 20. Rencana Licik Mala Dan Arya

    "Saya tidak tahu, Pak. Coba Anda tanya saja dengan Nona Hana. Kenapa dia seperti itu," jawab Mario yang membuat Lintang membolakan mata. "Kalau kamu minta saya bertanya dengan istri saya buat apa saya bertanya dengan kamu," jawab Lintang yang segera masuk ke dalam lift dan menuju ke ruangannya. S

  • Sentuhan Manja Sang CEO Arogan   Bab 16. Aku Mencintaimu, Hana

    "Apa kamu tidak dengar yang aku katakan Hana?" tanya Lintang dengan suara yang berat dan juga sorot mata Lintang begitu tajam.Hana terdiam saat menatap Lintang yang terlihat sangat marah kepada dirinya. Hana bingung apa yang harus dia lakukan dan akhirnya dia memutuskan untuk kembali masuk ke dala

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status