Beranda / Romansa / Sentuhan Manja Sang CEO Arogan / Bab 6. Sensasi Yang Berbeda (21+)

Share

Bab 6. Sensasi Yang Berbeda (21+)

Penulis: ZeeHyung
last update Terakhir Diperbarui: 2026-03-04 20:33:47

Lintang terdiam, dia tidak bisa mengatakan apa yang Hana tanyakan kepada dia. Gairahnya yang tadi sudah di ubun-ubun kini hilang mendengar perkataan dari Hana. Dia tidak mungkin mengatakan Hana istrinya.

Sedangkan dia sudah mengatakan di awal kalau dia tidak menganggap Hana itu istrinya. Tapi sekarang dia mau berhubungan suami istri dengan Hana. Mana mungkin dia menganggap Hana istrinya. Yang ada Hana akan marah dan menuduhnya tidak menepati janji.

Lintang ingin turun namun kaki Hana menyentuh pusaka milik Lintang dan secara tidak langsung pusaka tersebut langsung berdiri. Lintang langsung terdiam dia memandang ke arah Hana begitu sebaliknya Hana juga memandang ke arah dirinya.

"Ma-maaf aku tidak sengaja," jawab Hana dengan suara pelan dan bergetar takut jika Lintang melakukannya lagi.

Namun perbuatan Hana tadi sudah membuat gairahnya kembali naik dan dia tidak peduli Hana marah atau tidak dengan dirinya. Lintang langsung merobek baju Hana.

Hana mencoba untuk memberontak namun sekali lagi kekuatannya kalah dari Lintang. Hana bisa mencium aroma alkohol dari mulut Lintang.

"Seperti malam itu, tidak ada kata maaf. Kamu yang memintanya," jawab Lintang yang langsung memberikan tanda percintaan di tubuhnya Hana.

Hana hanya bisa menangis dia tidak menyangka kalau Lintang bisa berbuat seperti itu lagi dengan dirinya. Lintang bermain di dua gundukan kenyal milik Hana. Dia harus bermain dengan cukup penuh irama.

Kali ini kesadaran Lintang masih ada walaupun dia tadi minum alkohol. Hana terus menolak tapi lama-kelamaan Hana merasakan nikmat yang tidak bisa dia ucapkan. Suara manja keluar dari mulut Hana.

"Kamu tidak bisa menolakku, Hana." Lintang menekankan kalau Hana tidak boleh menolaknya.

"Jahat kamu, aku benci kamu," cicit Hana dengan air mata berlinang.

Lintang tidak peduli. Setiap desahan yang dikeluarkan Hana membuat Lintang semakin bersemangat untuk bergerak dengan cukup luwes dan juga suara Hana membuatnya semakin gila. Dirinya tidak pernah seperti ini sebelumnya.

Dia pernah melakukan ini kepada sang kekasih namun saat pertama kali berhubungan dengan kekasihnya Lintang tidak merasakan seperti yang dia rasakan ke Hana. Sensasinya lebih ke Hana dari pada ke kekasihnya. Dan dia juga tidak tahu kenapa kekasihnya tidak seperti Hana. Namun karena rasa cintanya kepada sang kekasih Lintang menepis semuanya.

"Dia berbeda sekali. Dia masih perawan?" tanya Lintang dalam hati. Lintang membedakan antara kekasihnya dulu dengan Hana. Kekasihnya bercinta tanpa kesulitan sedangkan Hana dia kesulitan untuk dia masukkan pusakanya.

Walaupun begitu Lintang tetap bercinta dengan sang kekasih walaupun tidak mendapatkan sesuatu yang dia inginkan. Sedangkan dengan Hana dia mendapatkan apa yang dia inginkan malah dia makin bergairah. Gairahnya muncul begitu saja seperti tadi. Sentuhan sedikit dia langsung bergairah. Sedangkan dengan kekasihnya tidak sedikitpun dia bergairah.

Dicoba berkali-kali baru bisa dan itu pun harus dibantu dengan obat kuat dan dia bisa bereaksi tapi dengan Hana tidak. Disentuh langsung muncul gairahnya muncul.

"Aku tidak akan membiarkanmu lepas kali ini Hana. Aku akan memberikan kamu kehangatan dan aku akan pastikan kamu mendapatkan nikmat yang sesungguhnya." perkataan dari Lintang dianggap angin lalu oleh Hana.

Karena saat ini Hana mulai terbuai permainan Lintang yang luar biasa. Dia benar-benar menikmatinya. Walaupun hatinya berbohong tapi di satu sisi dia menginginkannya.

Kedua pasangan tersebut bermadu kasih. Lintang yang melihat Hana sudah terbuai langsung melancarkan aksinya.

Hana yang sudah di tempat tidur langsung saja saling bertukar saliva. Lintang benar-benar gila dengan permainan yang saat ini dia lakukan dengan Hana. Lintang sudah tidak sabar pusakanya sudah berdenyut ingin masuk ke inti milik Hana.

Kaki Hana dibuka perlahan oleh Lintang. Hana sudah tidak tahan dia ingin segera menyelesaikan permainan ini sama seperti Lintang. Lintang pun yang tahu segera mengarahkan pusakanya ke inti Hana dan dia segera memasukkan perlahan pusakanya. Lintang lagi-lagi kesulitan dia menatap kearah Hana yang sudah memejamkan mata merasakan dari pusakanya Lintang yang masuk.

"Aku coba lagi. Aku pasti bisa," gumam Lintang yang mencoba sekali lagi menekan pusakanya.

Lintang melihat ke arah Hana yang menggeliat seperti ulat. Dengan dorongan yang cukup keras akhirnya pusaka tersebut masuk. Ada rasa kehangatan di dalamnya. Jepitan yang sangat kuat mulai dirasakan oleh Lintang.

Dia pun mulai bergerak menurut irama yang ada. Suasana cukup panas sesekali Hana terbuai dengan semua yang diberikan oleh Lintang. Suara keduanya menggema di seluruh ruangan. Mereka bermain cukup lama sesekali mereka berhenti dan bermain kembali.

Lintang benar-benar puas baru kali ini dia bercinta dengan wanita yang bisa membuat gairahnya tinggi. Dan pada akhirnya Lintang mengeluarkan benih kehidupan di rahim Hana. Awalnya dia ingin membuangnya namun entah kenapa benih tersebut dia masukkan.

Hana merasakan hangat dari benih Lintang yang masuk. Hana menangis dia tahu kalau benih itu masuk pasti akan jadi janin karena dia baru saja datang bulan dan lagi masa subur.

Hana pasrah jika dia hamil. Dan siap dirinya akan keluar dan menjauh dari Lintang. Dan itu sudah konsekuensinya. Tidak mungkin dia menggugurkan bayinya itu akan menambah dosanya.

Lintang pun roboh di sisi Hana. Lintang dengan nalurinya menarik Hana untuk masuk dalam pelukannya dan itu membuat Hana semakin khawatir jika dia mencintai Lintang seperti yang Lintang katakan jangan pernah jatuh cinta dengan dirinya karena dia tidak akan merespon cinta dari hana sedikitpun. Tapi dengan perlakuan Lintang seperti ini Hana ragu apakah bisa dia menahan cinta itu.

Apakah dia bisa menepisnya? Semua pertanyaan-pertanyaan itu hilang karena pelukan hangat dari Lintang. Hana begitu nyaman dalam pelukan Lintang.

Hana juga ikut memeluk Lintang. Lintang menyelimuti dirinya dan juga Hana karena tubuh mereka sudah polos jadi selimutlah yang menutupi mereka.

"Tidurlah. Apapun yang terjadi besok biar lah terjadi." Lintang memejamkan matanya.

Pagi harinya Lintang mengecup kening Hana. Lintang merasakan kenyamanan dan itu belum pernah dia rasakan sebelumnya. Biasanya habis bercinta dengan sang kekasih dirinya pergi dan percintaannya pun hanya sekali.

Sedangkan dengan Hana berkali-kali dan malah dia ingin lagi tapi karena melihat kondisi Hana yang lelah Lintang menurunkan niatnya dan memilih untuk tidur.

"Pak Lintang mana ya?" tanya Mario yang gelisah Lintang tidak juga muncul. Begitu juga dengan Hana.

Mario duduk di meja sekretaris dia berkali-kali menghubungi Lintang namun tidak dijawab. Malamnya dia diminta untuk langsung di kantor dan membawa pakaian wanita.

Mario tahu baju itu untuk siapa karena ada tas Hana di meja. Dan dia yakin kalau keduanya tidur bersama di dalam ruangan kerja. Jadi dia menunggu keduanya bangun.

"Eh, pak Mario. Kenapa bapak ada di sini? Oh, ya saya mencari Hana. Apa dia ada?" tanya salah satu office girl pada Mario.

"Kamu siapa ?" tanya Mario dengan suara yang ketus sambil melipatkan tangan di kedua dadanya dan bersandar di bangku Hana sambil memandang ke arah wanita mungil, hidung mancung, belah dagu, bibir merah dan dia memakai pakaian OG kantor.

Dan dia terlihat lucu di mata Mario. Karena bajunya kebesaran tapi itu membuat Mario ingin tertawa namun ditahan Mario. Dia harus terlihat macho dan berwibawa. Dia tidak ingin bawahannya semena-mena dengan dirinya karena semua karyawan sudah tahu dia dan bosnya memiliki wajah yang menyeramkan, arogan, datar dan yang lainnya.

Dia pernah mendengar dari beberapa slentingan kalau dia tidak bisa tersenyum. Sekarang dia pun menunjukkannya kepada wanita mungil yang ada di depannya ini dan wanita mungil ini sedang mencari Hana sekretaris sekaligus istri dari bosnya.

"Masa tuan tidak tahu siapa saya. Sudah jelas saya ini memakai pakaian apa. Saya mencari Hana dia mau makan ini saya bawakan untuknya. Semalam dia katakan mau makan ini tapi kenapa dia tidak ada sedangkan tasnya ada, ponselnya juga ada tapi kenapa orangnya tidak ada? Apa dia lupa atau dia diculik sama ...." office girl tersebut terdiam sesaat dan dia menutup mulutnya menatap ke arah mario dengan mata yang melotot.

Mario yang melihatnya hanya bisa menahan tawa. Sebenarnya tidak tahan untuk tidak tertawa karena ekspresi dari wanita ini benar-benar lucu.

"Apa yang kamu pikirkan di dalam otak kecilmu itu? Dia diculik siapa hantu maksudmu?" tanya Mario yang berdiri dan mendekatkan kepalanya ke arah si OG dan melihat nama wanita yang mencari Hana.

"Bukan tuan," jawab wanita tersebut yang bernama Azizah.

"Terus kalau bukan hantu siapa, Zizah ?" tanya Mario yang membuat Azizah terdiam.

"Eh, tuan kok tahu siapa nama saya?" tanya Azizah lagi yang membuat Mario menggangga mendengar pertanyaan dari wanita ini.

Mario menggerakkan matanya ke arah nama yang ada di dadanya Azizah. Melihat pandangan dari Mario ke arah dadanya langsung saja Azizah menutup dadanya dan tiba-tiba dia berteriak kencang sambil berlari mebuat Mario terdiam dan terpaku karena wanita itu pergi dan teriakannya cukup kencang hingga menggema.

"Apa yang kamu lakukan Mario?" tanya seseorang dari belakang hingga membuat Mario terkejut dan dia terjangkal ke belakang hingga jatuh.

Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi

Bab terbaru

  • Sentuhan Manja Sang CEO Arogan   Bab 6. Sensasi Yang Berbeda (21+)

    Lintang terdiam, dia tidak bisa mengatakan apa yang Hana tanyakan kepada dia. Gairahnya yang tadi sudah di ubun-ubun kini hilang mendengar perkataan dari Hana. Dia tidak mungkin mengatakan Hana istrinya. Sedangkan dia sudah mengatakan di awal kalau dia tidak menganggap Hana itu istrinya. Tapi sekarang dia mau berhubungan suami istri dengan Hana. Mana mungkin dia menganggap Hana istrinya. Yang ada Hana akan marah dan menuduhnya tidak menepati janji.Lintang ingin turun namun kaki Hana menyentuh pusaka milik Lintang dan secara tidak langsung pusaka tersebut langsung berdiri. Lintang langsung terdiam dia memandang ke arah Hana begitu sebaliknya Hana juga memandang ke arah dirinya. "Ma-maaf aku tidak sengaja," jawab Hana dengan suara pelan dan bergetar takut jika Lintang melakukannya lagi. Namun perbuatan Hana tadi sudah membuat gairahnya kembali naik dan dia tidak peduli Hana marah atau tidak dengan dirinya. Lintang langsung merobek baju Hana. Hana mencoba untuk memberontak namun sek

  • Sentuhan Manja Sang CEO Arogan   Bab 5. Jangan Sentuh Saya, Pak Lintang

    Hana yang melihat situasi semakin tidak kondusif langsung menengahi keduanya."Maaf, Arya. Saya pulang dulu ya nanti kita bicarakan lagi. Oh, ya berikan nomormu nanti aku hubungi." Hana meminta nomor telepon dari Arya karena dia ingin berbicara dengan Arya nantinya. "Hmm, baiklah. Mana ponselmu aku akan memberikan nomorku dan ingat beritahukan aku di mana kamu tinggal dan juga kalau kamu sudah sampai rumah kabari aku," jawab Arya yang dianggukan oleh Hana. Hana memberikan ponselnya kepada Arya dan Arya segera memberikan nomornya sekaligus menghubungi nomornya sendiri dari ponsel Hana. Setelah masuk barulah dia berikan ponsel Hana kembali. "Arya, aku pergi dulu ya salam dari aku untuk orang tuamu sampai ketemu lagi," ucap Hana. Hana melambaikan tangan ke arah Arya sambil tersenyum. Hana berjalan lebih dulu di depan sedangkan Mario berjalan di belakangnya sambil memandang ke arah Arya. Terlihat Mario tidak menyukai Arya begitu sebaliknya. Arya juga tidak menyukai Mario. Keduanya sa

  • Sentuhan Manja Sang CEO Arogan   Bab 4. Sah

    Hana hanya bisa tersenyum mendengar apa yang dikatakan oleh Ibu Ami. Dia juga bingung harus berkata apa. Apakah dia harus katakan dari hati atau dia katakan kalau dirinya diancam oleh Lintang.Hana menggelengkan kepala menandakan kalau semuanya bukan dari hatinya."Maaf sebelumnya. Kalau ibu tanya apakah dari hati tentu jawabannya tidak. Tapi saya bersyukur karena Pak Lintang mau bertanggung jawab dengan saya. Saya ini sudah kotor, Bu.""Dan mungkin para pria lain tidak mau menikahi saya karena saya tidak perawan lagi. Tapi, untungnya Pak Lintang mau menikahi saya. Anggap saja saya bisa mengangkat kepala saya di depan semua orang," jawab Hana dengan suara yang lirih dan bergetar menahan air matanya yang hampir jatuh. Ibu Ami memeluk Hana dia tahu bagaimana sedihnya Hana dan dia tidak menyalahkan Hana sama sekali."Maafkanlah Ibu karena tidak bisa membuat Lintang menjadi sosok pria yang bertanggung jawab. Dia sudah melukaimu dan menghancurkan masa depanmu dan ibu yakin kata-kata Lint

  • Sentuhan Manja Sang CEO Arogan   Bab 3. Dia Wanita Penggoda

    Lintang berdecih mendengar apa yang dikatakan oleh Hana. Wanita ini benar-benar sombong dan angkuh. Lintang tidak menyangka dirinya berhadapan dengan wanita sombong seperti Hana. Biasanya para wanita yang lain berlutut di kakinya tapi Hana tidak. Dia malah terlihat arogan dan angkuh. "Jangan terlalu sombong nanti kamu jatuh dan ingat baik-baik satu hal yang harus kamu lakukan bersikaplah baik di depan orang tuaku. Aku tidak ingin sampai orang tuaku curiga dengan apa yang kita lakukan dan juga kalau kamu hamil itu bukan anakku.""Aku tidak akan mengakuinya. Kamu dengar itu jangan menyusahkanku kalau perlu menjauh dariku jangan tinggal satu atap denganku. Aku tidak mau sampai ada orang yang mengetahui di rumahku ada wanita hamil dengar itu," tegas Lintang yang membuat Hana makin sakit hati dengan Lintang.Akan tetapi, dia bisa apa. Saat ini dia hanya bisa patuh jika tidak patuh maka penjara akan menantinya. Walaupun hatinya terluka dengan perkataan Lintang dia harus menerimanya. Hana m

  • Sentuhan Manja Sang CEO Arogan   Bab 2. Perjanjian Pernikahan

    Lintang terdiam mendengar apa yang ayahnya katakan. Terlebih lagi sorot mata ayahnya sangat berbeda. Biasanya sorot mata ayahnya penuh dengan kelembutan, kasih sayang tapi kali ini dia bisa melihat amarah dari ayahnya. Lintang berdiri dan dia meninggalkan ayahnya seorang diri. Pak Irwandi terduduk dan matanya berkaca-kaca. "apa salahku Tuhan hingga aku memiliki anak seperti dia. Bagaimana nasib anak itu. Apa yang dia lakukan saat ini. Kemana dia perginya?" tanya pak Irwandi yang berdiri kembali untuk mencari Hana.Namun, Pak Irwandi langsung roboh dia tidak kuat menahan serangan jantung. Perbuatan dari Lintang sudah di luar batas. Berkali-kali Lintang melakukan ini tapi Lintang masih saja tetap tidak berubah dan makin arogan. Dan tidak ada sedikitpun penyesalan di hatinya. "Kenapa aku disalahkan. Wanita murahan itu yang harusnya disalahkan." Lintang tidak terima dengan ayahnya. Lintang yang berada di ruangan pribadi untuk berganti pakaian mendengar suara benda jatuh. Tanpa pikir p

  • Sentuhan Manja Sang CEO Arogan   Bab 1. Kehilangan Kesucian

    "Hana, mulai besok kerja di perusahaan cabang ya. Kamu harus bantu anak saya. Apa kamu bisa?" tanya Pak Irwandi."Siap, Pak," jawab Hana. Hana yang bekerja sebagai sekretaris Pak Irwandi kini dia berpindah di perusahaan milik Pak Irwandi yang lain. Di sana Ceo-nya adalah anak dari Pak Irwandi seorang CEO yang sangat kejam, dingin arogan dan juga perfectonis. Hana yang baru pertama kali bekerja dengan anak pak Irwandi sedikit merasa canggung terlebih lagi dia belum melihat wajahnya. Sebulan Hana bekerja akan tetapi tidak pernah menunjukkan batang hidungnya hingga dia harus bekerja sendirian. Karena pekerjaan yang cukup banyak membuat dirinya harus lembur. "Lelah," cicit Hana. Karena kelelahan Hana tertidur di meja kerjanya saat tengah terlelap Hana merasakan ada sentuhan di kepalanya, bibirnya. Dan sontak saja Hana terbangun dan melihat siapa yang sudah menyentuhnya. "Eh, siapa kamu? Berani-beraninya kamu sentuh aku." Hana tidak terima dengan apa yang sudah dilakukan oleh pria

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status