ログインIbu Rasti terdiam. Dia sempat mengutuk Hana dalam hatinya kalau Hana tidak memiliki anak dan anaknya cacat kalau lahir. Sekarang, malah sebaliknya. Dia mendengar dari suaminya anak Hana sehat tidak kurang satupun dan tampan seperti suaminya. "Mama bersalah, Pa. Mama sudah mengatakan hal yang tidak baik. Mama tidak tahu harus apa sekarang. Mama mengutuk anak Hana. Padahal, dia tidak salah. Hana juga tidak salah dengan kita. Dia menghindari anak kita. Malahan anak kita yang mendekati dia," ucap Bu Rasti dengan ekspresi bersalah mengingat apa yang dia katakan ke Hana waktu itu. Dia marah dan kesal karena Hana anaknya membangkang. Untuk itulah kalimat itu keluar. Dan kini karma itu berbalik padanya. Anaknya bersama wanita itu dan entah apa yang anaknya lakukan di belakang dia dan suaminya. "Kamu harus minta maaf. Ini teguran bagi kita. Kita sudah menyakiti Hana. Sekarang, anak kita yang menanggungnya. Entah sampai kapan Arya bangun dari komanya. Dan wanita itu juga hamil. Kemungkinan i
"Lelaki. Bayinya sehat. Itu dia. Tapi, harus di bawa ruang bayi dulu ya. Nanti baru dibawa ke kamar ibunya." Dokter menunjuk ke arah box bayi di mana anak Lintang dan Hana berada. Bu Ami bahagia melihat cucu pertamanya. Tidak menyangka kalau Lintang memiliki anak lelaki. Dan saat dekat dengan bok bayi, Bu Ami dan Pak Irwandi terharu mereka melihat bayi lelaki tersebut mirip Lintang. "Pa, mirip Lintang. Duh, Mama senang banget lihatnya. Lihat itu, cakep dan gemesin," ujarnya yang melihat anak Lintang begitu tampan seperti Lintang. "Benar. Seperti Lintang. Papa senang anak Lintang mirip seperti dia. Papa harap bukan seperti Lintang kelakuan dia. Karena, Papa tidak mau mencarikan dia kekasih lagi. Mama tahu sendiri dia seperti apa. Kalau kita tidak nikahi dia pasti tidak dapat cucu kita," sahut Pak Lintang yang mengingat bagaimana Lintang dulu menikahi Hana. "Benar itu. Mama senang Hana menjadi istri Lintang. Lintang berubah dan sekarang dia sudah jadi ayah. Dokter kapan Hana dan ana
"Tidak. Saya tidak kenal. Saya tahu dia di restoran saja sisanya tidak kenal. Wanita ini tidak tahu diri bisa-bisanya dia menabrak anakku. Tuntut dia, Pa," ucap Bu Rasti kepada suaminya untuk menuntut Mala yang tidak sadarkan diri. "Sudah Ma. Tenang dulu dia juga celaka. Kami tidak kenal. Sama sekali," jawab Pak Candra yang tidak kenal dengan Mala. Polisi menganggukkan kepala mendengar jawaban pak Candra kalau dia tidak kenal dengan Mala salah satu korban yang ikut kecelakaan di depan restoran hingga membuat Arya ikut serta dalam kecelakaan tersebut. "Baiklah, kami permisi dulu. Suster bawakan saja ke ruangan nanti kami akan tanggung jawab korban ini," ungkap Pak polisi muda bernama Adi. "Baik, kami akan bawa ke ruangan ICU. Permisi," balas suster ke Adi polisi muda yang meminta dia untuk membawa Mala ke ruangan yang sudah dia bayar. Karena kasihan Adi membawa Mala ke ruangan untuk diobati. Bukan apa dia tidak mau bayi dikandungnya Mala meninggal.Pak Candra hanya bisa diam dan d
Pak Candra terkejut mendengar apa yang dikatakan oleh pelayan yang mengatakan kalau anaknya kecelakaan makanya istrinya pingsan. Pak Candra langsung terduduk dia benar-benar tidak menyangka kalau Arya kecelakaan. Tidak lama polisi menghubungi dia. Ponselnya berdering. Tanpa menunggu lama Pak Candra menjawab panggilan tersebut. "Iya Halo. Dengan saya Candra. Ada apa ya dan Anda siapa?" tanya Pak Candra yang menanyakan siapa yang menghubungi dia. Si penelpon mengatakan siapa dia dan saat tahu yang menghubungi dia adalah polisi tubuh Pak Candra lemas. Pak Candra tidak tahu harus berkata apa. Dia benar-benar lemas. Tubuhnya seperti tidak ada tulang sama sekali dan dia ingin sekali berteriak kencang. Tapi saat ini dia sedang berkomunikasi dengan polisi. Polisi tersebut mengatakan apa yang terjadi dengan Arya dan mengatakan dimana Arya di bawa. "Baiklah, Pal saya akan ke sana sekarang. Terima kasih banyak informasinya," jawab Pak Candra mengakhiri panggilan telepon dari pihak kepolisi
Mala melihat Hana dengan perutnya yang sudah membuncit. Mala yang kesulitan mencari Hana segera berlari untuk mengejar Hana dan dia mengambil foto dan terlihat juga Lintang yang membawa banyak barang. Mala geram karena Lintang memanjakan Hana. "Kurang ajar, bisa-bisanya kamu memanjakan wanita jalang itu. Aku tidak terima. Aku akan habisi kalian berdua," geram Mala yang berbalik ke mobil dan dia langsung masuk ke mobil dia ingin mencelakai Hana. Mala ingin Hana meninggal dan dengan begitu Lintang jadi miliknya. Sekian lama dia mencari akhirnya Lintang dan Hana keluar dan keluarnya mereka dalam keadaan yang tidak dia sukai. Arya yang berbelok ke jalan melihat Hana dia berhenti sejenak untuk melihat Hana yang perutnya sudah membesar. Ada rasa sakit di hatinya saat melihat Hana hamil. "Kenapa aku tidak ikhlas untuk melepaskan kamu. Kenapa kamu harus melihat kamu bahagia dengan pria itu. Kenapa?" tanya Arya yang matanya berkaca-kaca saat dia menatap Hana yang tertawa saat hendak menyeb
"Belum yakin kita tunggu saja. Semoga semuanya jelas," jawab Pak Irwandi yang membuat Bu Ami terdiam. "Sudah tidak apa. Kita akan dapatkan pelakunya nanti," jawab Bu Ami. Pak Irwandi akan berusaha mencari siapa pelakunya. Dia tidak akan tinggal diam dan dia juga akan mengobati Lintang nantinya. Mala tidak mencari dengan apa yang dia dapatkan. "Kamu yakin tidak tahu dia dibawa kemana? Yakin?" tanya Mala ke anak buahnya. "Iya. Saya tidak tahu. Dan saya juga bingung mau cari di mana," jawabnya lagi. Mala terdiam karena dirinya masih penasaran kenapa bisa dia tidak bisa melacak keberadaan dari Lintang. Mala terus mencari keberadaan Lintang. Sedangkan Arya juga mencari keberadaan Hana. Tapi, dia juga tidak tahu dan tidak bisa dia temui. Anak buahnya juga tidak bisa menemukan Hana dan Lintang. "Mereka menghilang. Kemana mereka dan apa yang sudah terjadi. Tidak, aku harus bisa dapatkan dia. Setelah itu aku akan culik Hana dan bawa dia kabur." Arya berencana membawa Hana lari dan dia a
Mala tidak menjawab apa yang Arya tanyakan. Dia langsung mencium bibir ranum milik Arya. Sedari tadi gairahnya sudah di ubun-ubun jadi Mala tidak ingin buang waktu. Mumpung Arya mabuk dan dia tidak sadarkan diri. Jadi dia ingin memanfaatkan Arya. Masa bodoh Arya marah padanya. Dia ingin orang yang
Pada akhirnya Lintang membawa Hana untuk pergi bulan madu semuanya sudah direncanakan. Kehamilan Hana juga cukup baik. Lintang memberitahukan kepada kedua orang tuanya untuk menyusul mereka ke Swiss karena ada sesuatu yang ingin mereka sampaikan yaitu tentang kehamilan Hana dan kedua orang tua Lint
"Dengar ya apa yang aku katakan ini," ucap Lintang ke Hana. "Ok, Sayang. Tapi, kamu jangan jahil ya mereka itu orang yang kita kenal. Termasuk Azizah. Dia sahabat baikku dan sudahku anggap sebagai keluarga jangan sampai kamu membuat dia membenciku karena idemu itu," ucap Hana yang membuat Lintang
"Saya tidak tahu, Pak. Coba Anda tanya saja dengan Nona Hana. Kenapa dia seperti itu," jawab Mario yang membuat Lintang membolakan mata. "Kalau kamu minta saya bertanya dengan istri saya buat apa saya bertanya dengan kamu," jawab Lintang yang segera masuk ke dalam lift dan menuju ke ruangannya. S







