Share

Bab 9. Sakit Hati

Author: ZeeHyung
last update publish date: 2026-03-07 00:11:38

"Mau apa kamu? tanya Hana ke Lintang.

"Mau aku, kamu," jawab Lintang.

Mendengar jawaban dari Lintang tentu saja Hana menggelengkan kepala. Dia tidak tahu apa yang ada dalam pikiran Lintang saat ini. Padahal dia sendri yang mengatakan jangan sentuh dia jangan ini jangan itu tapi nyatanya Lintang menyentuhnya.

Dan sekarang dia kembali lagi ingin menyentuh dirinya. "Tidak. Bukannya kamu katakan jangan menyentuhmu tapi nyatanya kamu menyentuhku. Apa kamu lupa dengan janjimu itu? Kamu lupa Pak Lin
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Sentuhan Manja Sang CEO Arogan   Bab 69. Dia Anakku

    "Ini makam ibu saya. Anda siapa?" tanya Arum menatap ke arah pria tampan memakai jas dan berkacamata memandang ke arahnya.Mendengar Arum berkata seperti itu pria tersebut terkejut mendengar Arum mengatakan kalau ini makam ibunya. Pria itu adalah Arya. Arya sadar dari koma dan diberitahukan ayahnya kalau orang yang menabraknya sudah meninggal dan dia juga mendengar kenyataan kalau orang tersebut sudah meninggal tetapi dia melahirkan anak. Mendengar hal itu membuat Arya terpaku dan sejak saat itu dia terus mencari kebenarannya. Dan pada akhirnya dia bertemu dengan polisi yang sudah menyelamatkan orang itu yang tidak lain Mala. Saat bertemu orang yang selamatkan Mala membenarkan kalau Mala hamil dan dia sudah menjadi istrinya dan juga melahirkan anak tapi bukan anaknya. Sayangnya saat Arya ingin mencari polisi itu si polisi sudah tidak lagi bekerja dan ia hanya diberitahukan makamnya saja dan sejak saat itulah dia terus datang ke sana berharap bisa menemui anak yang dikatakan oleh pol

  • Sentuhan Manja Sang CEO Arogan   Bab 66. Menyesal

    Cakra membaca apa yang dibawa oleh Marcel. Dia terkejut melihat apa yang dia baca. Cakra menatap ke arah Marcel. Kamu tidak salah apa ini benar datanya tanya Cakra menatap ke arah Marcel dengan serius. "Iya. Anak kecil yang kamu kasih kalung air mata itu adalah dia. Dan sekarang dia pergi. Bagus. Bagus sekali. Ada apa denganmu? Ada apa, Cakra?" tanya Marcel kesal dengan sahabatnya ini. Klekk! Tiga pria masuk dan melambaikan tangan ke arah Cakra dan Marcel. "Hei, bro. Aku datang. Ini aku ada oleh-oleh untukmu. Dan Dila kirim salam. Katanya dia masih mencintaimu. Apa kamu mau mencintai dia?" tanya sahabat Cakra bernama Deon. Deon meletakkan oleh-oleh darinya. Dia baru pulang dari luar negeri dan langsung bertemu dengan Cakra dan Marcel. "Kenapa ini tegang sekali. Ada apa?" tanya Arman yang heran dengan keduanya. Cakra berdiri dan berlari keluar hingga membuat semuanya terdiam dan memperhatikan Cakra yang lari. "Apa aku seperti hantu kah? Makanya dia lari?" tanya Deon menunjuk ke

  • Sentuhan Manja Sang CEO Arogan   Bab 67. Rahasia Terkuak

    "Aku mendapatkannya. Dia ada di alamat ini. Bisa ke sana. Dan aku tidak lihat seperti apa dia. Katanya dia kerja hanya ayahnya saja yang sakit. Ayahnya polisi dan ada nenek juga kakeknya yang tinggal di sana." Marcel akhirnya menemukan siapa anak kecil yang menjadi teman kesayangan dari Cakra. Cakra tersenyum karena dia bisa menemukan Arum. Senyumnya tiba-tiba terbit begitu saja. Dan tentu itu membuat Marcel lega. Tidak disangka dengan menemukan alamat dari gadis kecil di masa lalu Cakra bisa membuat mood Cakra kembali. "Bagus. Aku akan ke sana pulang kerja. Aku akan menemui dia. Aku harap kalungnya masih dia pakai," sahut Cakra yang senang karena Arum teman masa kecilnya sudah kembali. "Cakra, itu laporan sudah aku cek. Apa tidak sebaiknya kamu tanda tangani. Kamu tidak lihat dia. Dia mencari kesalahan di laporan itu. Padahal, laporan itu sudah benar. Kenapa kamu meminta dia koreksi. Ada apa denganmu?" tanya Marcel menoleh ke arah Arum. Dia kasihan dengan Arum. Arum terlihat sepe

  • Sentuhan Manja Sang CEO Arogan   Bab 66. Dia Menyukaiku

    "Dia menyukaiku," jawab Cakra yang langsung ditanggapi oleh keduanya dengan teriakan bersamaan. "Apa suka?!" Baik Arum dan juga Marcel saling memandang satu sama lain. Arum menggelengkan kepala dia menyangkal tuduhan itu. Dan dia tidak pernah mengatakan suka dengan Cakra bosnya ini. Tapi kenapa Cakra mengatakan itu. Marcel langsung memandang ke arah Cakra yang terlihat sombong dan angkuhnya juga arogannya keluar. Entah kenapa wanita ini begitu unik dimatanya. Dan juga ada keinginan dia untuk dekat dengan Arum. Dan juga ada sesuatu yang membuatnya nyaman dengan Arum. Entahlah. Padahal dia baru bertemu dengan sekretarisnya ini. Dulu dia pernah bersama dengan wanita lain tapi tidak seperti saat dia dekat dengan Arum. Ada wanita yang pernah jadi kekasihnya tapi dia tidak perlakuan dia tidak pernah seperti ini. Hingga dia berpisah karena dirinya tidak menemukan kenyaman. "Cakra, kamu jangan menjatuhkan harga dirimu dan juga harga diriku. Bagaimana bisa kamu katakan dia m

  • Sentuhan Manja Sang CEO Arogan   Bab 65. Mulai Jatuh Cinta

    "Kenapa denganku?" tanya Cakra pada dirinya yang saat ini menatap ke arah Arum. Cakra bangun dari tubuh Arum dan membiarkan Arum pergi. Dia melihat Arum berlalu meninggalkan ruangannya. Arum keluar membanting pintu dan berlari ke arah kamar mandi yang ada di lantai tersebut. Dia menangis sendirian di sana. "Kenapa pria itu jahat sekali. Apa dia pikir banyak uang jadi sikapnya seperti itu ke wanita yang tidak ada uang?" tanya Arum pada dirinya sendiri. Arum terus menangis sesenggukan. Cukup lama dia di kamar mandi. Selesai menumpahkan semuanya dia membasuh wajahnya dan kembali ke meja kerjanya. Tapi, saat dirinya kembali ke meja yang terjadi diluar dugaan. "Loh, mana mejaku? Apa aku dipecat?" tanya Arum panik karena dia tidak menemukan mejanya. Arum pergi ke ruangan Marcel untuk bertanya. Saat dirinya mengetuk pintu tidak ada sedikitpun menyahut."Kemana dia? Apa dia tidak mau bertemu aku lagi. Tapi, kalau aku dipecat aku mau ambil tasku dan ponselku. Tapi, kenapa tasku tidak ada

  • Sentuhan Manja Sang CEO Arogan   Bab 64. Playboy Alim

    Marcel melihat Cakra yang tersenyum menyeringai. Dia tahu senyum itu punya arti dan artinya sangat berbeda. "Jangan buat masalah kamu. Ingat, ayah dan ibumu akan murka. Kamu akan jadi dendeng nantinya." Peringatan Marcel cukup keras ke Cakra dan dia tidak mau sampai Cakra dapat masalah. Cakra memandang ke arah Marcel yang sedari tadi mengomel tanpa arah dan tentunya dia tidak mau Cakra dapat masalah. Terutama masalah hati. "Apa lagi? Kenapa diam saja di sana. Ayo pergi. Aku mau kerja. Kamu mau aku potong gajinya? Dan cepat cari orang yang aku minta ayo cepat," perintah Cakra ke Marcel sambil mengibaskan tangannya. Marcel pun keluar dari ruangan dan sampai di luar terlihat Arum di bawah kolong meja. Marcel menaikkan alisnya melihat kelakuan sekretaris baru Cakra. "Hmm, cari apa kamu di bawah, Arum?" tanya Marcel yang sontak membuat Arum terkejut. Hingga kepalanya membentur meja sehingga meja bergetar hebat. Dan terdengar suara rintihan dari sana. Marcel ingin tersenyum tapi dia

  • Sentuhan Manja Sang CEO Arogan   Bab 15. Aku Gila Karenamu

    "Anda kenapa Pak Lintang? Bukannya kerja ini kenapa pulang-pulang seperti ini ? Anda sakit?" tanya Hana yang duduk di ruang tamu keluarga dan tanpa dia duga Lintang langsung duduk dan rebahan di pangkuannya. Padahal tadi Hana sedang menikmati makanan yang dia buat sendiri tapi tiba-tiba saja Lint

  • Sentuhan Manja Sang CEO Arogan   Bab 13. Jangan Panggil Pak

    Hana menganggukkan kepala mengiyakan apa yang ditanyakan oleh Lintang padanya. Lintang pun segera memberikan perintah kepada Mario untuk ke tempat penjual. "Pinggirkan mobil di tempat penjual itu. Ayo cepat," perintah Lintang. Mario pun menganggukkan kepala. Mobil harus berbelok terlebih dahulu b

  • Sentuhan Manja Sang CEO Arogan   Bab 12. Mulai Ngidam

    "Apa maksudmu berkata seperti itu. Aku tidak mengerti kenapa sampai bisa berbicara rumah siapa?" tanya Lintang yang menahan amarah saat mendengar Hana mengatakan pulang ke mana.Marco hanya bisa diam dia tidak ingin ikut campur karena dia tahu istri dari majikannya ini pasti kecewa dengan apa yang

  • Sentuhan Manja Sang CEO Arogan   Bab 11. Hamil

    Mario segera berlari dia ingin melihat siapa yang berteriak dari arah toilet. Saat pintu toilet dibuka Mario terkejut melihat istri dari bosnya sudah tergeletak di bawah. "Nona Hana! Ya, Tuhan. Nana Hana ada apa denganmu, Nona? Bangun Nona ... Nona. Aku harus beritahukan kepada Pak Lintang kalau

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status