공유

Bab 229

작가: Saggyryes
last update 게시일: 2026-04-07 21:36:46

"Mbak," panggil seorang pelanggan.

"Iya, Kak," jawab salah satu karyawan, sambil tersenyum ramah.

"Aku mau yang blueberry cheese 2 ya.."

"Siap."

"Sama milkshake coklatnya 1."

"Baik. Ada lagikah Kak?" tanya karyawan tersebut lagi.

"Udah, itu aja."

Sedangkan di dapur, Cinta sedang mengecek roti yang sedang di panggang dan persediaan bahan baku toko roti dan kue. Setelah memastikansemua berjalan dengan baik dan mencatat stok yang sudah menipis, ia beralih ke dapur belakang untuk mengecek makana
이 작품을 무료로 읽으실 수 있습니다
QR 코드를 스캔하여 앱을 다운로드하세요
잠긴 챕터

최신 챕터

  • Sentuhan Panas Ayah Sahabatku   Bab 231

    "Baik, saya mengerti, Pak," ucap Roland. Ia langsung menangkap semua maksud Satria"Saya akan langsung berangkat sekarang, Pak."Sambungan terputus.Satria menatap layar ponselnya sebentar, lalu menghela napas panjang dan menghembuskannya perlahan.Dua hari lalu, ia memang sempat mendengar kabar bahwa Dion dipindahkan ke rumah sakit jiwa. Dan sehari setelahnya, muncul kabar lain yang jauh lebih mengganggu. Ia kabur.Satria mengepalkan tangannya pelan."Jangan sampai dia deket-deket Andini lagi," gumamnya.Sekitar tiga puluh menit kemudian, sebuah mobil berhenti di depan rumah.Roland turun lebih dulu, diikuti tiga orang lainnya.Satria sudah menunggu di teras dekat halaman depan."Pak," sapa Roland.Satria menganggukkan kepalanya perlahan. "Mulai malam ini, kalian jaga di sekitar rumah.""Baik, Pak.""Jangan terlalu mencolok. Tapi pastikan semua aman."Roland mengangguk mantap. "Dimengerti, Pak."Salah satu anak buahnya bertanya, "Fokus di luar aja atau sampai dalam, Pak?""Di luar

  • Sentuhan Panas Ayah Sahabatku   Bab 230

    "Aduh.. Badan kok jadi nggak enak banget..," gumam Andini. Menjelang sore, suasana toko dan rumah makan mulai sedikit longgar. Antrean masih ada, tapi tidak sepadat pagi sampai siang tadi. Beberapa meja sudah mulai kosong, dan ritme kerja di dapur mulai berjalan perlahan.Andini bangkit dari duduknya setelah cukup lama hanya memperhatikan sekitar karena tubuhnya yang semakin tidak mendukung untuk melakukan pekerjaan fisik. Ia berjalan menghampiri Cinta yang sedang mencatat pesanan tambahan."Tan," panggilnya.Cinta menoleh. "Iya, An?""Aku izin pulang dulu ya. Badan aku kayaknya udah nggak bisa diajak kerjasama."Cinta langsung mengangguk tanpa ragu. "Iya, pulang aja. Dari tadi juga Tante udah mau nyuruh kamu pulang, cuma ketahan terus karena banyak panggilan dari pelanggan.""Iya, nggak apa-apa Tan. Akubcapek banget soalnya. Pusing juga," kata Andini. "Itu wajar, An. Kamu tuh lagi hamil tua, jadi nggak bisa terlalu capek. Besok juga sebaiknya kamu nggak usah dateng dulu. Istiraha

  • Sentuhan Panas Ayah Sahabatku   Bab 229

    "Mbak," panggil seorang pelanggan. "Iya, Kak," jawab salah satu karyawan, sambil tersenyum ramah. "Aku mau yang blueberry cheese 2 ya..""Siap.""Sama milkshake coklatnya 1.""Baik. Ada lagikah Kak?" tanya karyawan tersebut lagi. "Udah, itu aja."Sedangkan di dapur, Cinta sedang mengecek roti yang sedang di panggang dan persediaan bahan baku toko roti dan kue. Setelah memastikansemua berjalan dengan baik dan mencatat stok yang sudah menipis, ia beralih ke dapur belakang untuk mengecek makanan dan minuman pesanan pelanggan rumah makan. Aktivitas di dapur dan area depan berjalan hampir tanpa jeda. Suara pesanan dipanggil, bunyi peralatan, dan langkah kaki yang hilir mudik bercampur menjadi satu.Siska berpindah dari satu meja ke meja lain dan membantu menyiapkan pesanan yang semakin menumpuk. Tangannya bergerak cepat, tapi tetap rapi dan bersih.Di sisi lain, Andini terlihat masih ikut membantu, meskipun gerakannya tidak secepat biasanya.Cinta yang sejak tadi memperhatikan, akhirny

  • Sentuhan Panas Ayah Sahabatku   Bab 228

    "Bas..," panggil Siska lagi, karena belum juga ada jawaban dari Bastian. Bastian menghela napas pelan, lalu menatap ke arah depan dengan ekspresi yang sedikit lebih serius."Awalnya, semua emang kelihatan aman dan masalah cuma ada di Ibu karena tergiur harga tinggi," ucapnya. "Secara administrasi, semuanya juga udah beres, nggak ada masalah. Tapi ternyata di lapangan beda ceritanya."Siska sedikit mengernyit. "Maksud kamu gimana?""Ada orang di desa yang nggak suka sama almarhum Bapak," ucap Bastian. "Bukan dari keluarga. Tapi salah satu orang yang cukup berpengaruh di desa kami. Dia punya banyak relasi, bahkan sampai ke kota," lanjutnya. Siska diam, mendengarkan dengan seksama. "Seperti yang kamu tau, kami sempat coba bertahan," kata Bastian lagi. "Cuma lama-lama jadi nggak nyaman. Bukan yang ribut besar sih, tapi lebih ke tekanan kecil yang terus menerus. Dipersulit, diawasi, kadang kayak sengaja bikin lingkungan sekitar juga jadi nggak nyaman.""Ngeri juga ya," gumam Siska pela

  • Sentuhan Panas Ayah Sahabatku   Bab 227

    "Masa sih?" tanya Bastian. Ia merentangkan kedua tangan, bersiap menyambut kekasih hatinya masuk ke dalam pelukkan. Siska melangkah masuk tanpa ragu, lalu langsung memeluk Bastian. Beberapa saat kemudian ia menciumi bahu Bastian. "Aku mau kamu," gumamnya. Bastian refleks membalas pelukannya, tangannya menepuk pelan punggung Siska. "Mau aku layanin dengan gaya apa? Gaya kayang, gaya tenggelem, atau gaya apa? Kamu tinggal sebut aja," tanya Bastian, seraya meledek Siska. Siska mendongakkan kepalanya sedikit dan menatap wajah Bastian dengan senyum tipis dan sedikit jahil. "Apa aja, yang penting enak."Bastian menghela napas pendek sambil menggelengkan kepalanya. "Kamu tuh ya. Paling bisa kalo soal beginian."Siska tidak menjawab. Ia hanya tersenyum, lalu menarik tangan Bastian pelan ke arah kamar.Lampu kamar tidak dinyalakan sepenuhnya. Hanya cahaya redup yang membuat suasana terasa lebih tenang. Siska mulai mencium bibir Satria dengan lembut. Kelelahan Siska seolah bercampur deng

  • Sentuhan Panas Ayah Sahabatku   Bab 226

    "Lumayan banget ya responnya," ucap Cinta, sambil tersenyum kecil mendengar celetukkan para pelanggan.Satria menganggukkan kepalanya perlahan. "Iya. Ini bagus banget! Kalian emang hebat!"Andini tersenyum. Sudut-sudut bibirnya terangkat cukup lebar. "Syukurlah usaha kita selama ini membuahkan hasil yang sangat baik."Menjelang siang, mereka mulai bisa sedikit bernapas lega. Pengunjung masih datang, tapi tidak sepadat sebelumnya.Rania kembali menghampiri Andini dan Cinta."Parah sih, ini mah enak banget," ucap Rania.Cinta tersenyum kecil. "Serius?""Iya. Aku sih yakin kalo rumah makan dan toko roti dan kue ini bakal laku terus," ucap Rania dengan penuh keyakinan. "Aamiin," jawab Andini.Rania melirik ke sekeliling. "Dan satu lagi. Ini rame banget loh... Kalian harus segera melakukan persiapan lebih buat grand opening nanti."Andini menganggukkan kepalanya perlahan, "iya, Bun.""Emang rencananya kapan?" tanya Rania. "Mungkin dua minggu lagi, Bun," jawab Andini. "Bagus. Waktunya pa

  • Sentuhan Panas Ayah Sahabatku   Bab 36

    "Pantas!" tegas Andini. "Lo sangat pantas bahagia, Sis!" Ia tersenyum. "Apa gue perlu ke psikolog lagi ya, An?!" ucap Siska dengan suara yang masih parau. "Terserah lo, Sis! Tapi, kalau menurut gue, saat ini sih belum perlu." Andini menarik tangannya kembali. "Lo cuma perlu... kontrol emosi aja!

    last update최신 업데이트 : 2026-03-20
  • Sentuhan Panas Ayah Sahabatku   Bab 35

    "Terus?" Andini menatap lurus ke arah Siska. 'Gimana nih kalau Siska mau bantu Ibunya? Hubungan gue sama Satria kan baru aja di mulai... ' batin Andini. 'Terlebih, kami juga udah.... ""Ya gue nggak maulah! Tapi... " jawab Siska, ragu. 'Baguslah! Tapi apa sih Sis?' lagi-lagi Andini membatin. "Ta

    last update최신 업데이트 : 2026-03-20
  • Sentuhan Panas Ayah Sahabatku   Bab 38

    "An?! Siapa dia?" Zaskia mengerutkan keningnya. Baru saja Ia merasa senang Satria datang dan langsung memeluknya dari belakang. Tapi ternyata, malah nama lain yang Ia sebut. Tau kalau bukan suara Adini yang ia dengar, Satria membulatkan mata dan segera melepas pelukkannya. Ia juga berjalan men

    last update최신 업데이트 : 2026-03-20
  • Sentuhan Panas Ayah Sahabatku   Bab 33

    "Aduh!"Dila bergegas menutup mulut dengan kedua tangannya. Ia melihat ke arah Siska. Perasaannya menjadi tidak enak. 'Ngomong apa sih aku!' batin Dila. 'Kalau Pak Satria tau aku ngomongin dia, bisa gawat!'Siska membulatkan matanya. "Masa sih, Mbak? Apa Ayah baru aja dapat proyek baru?!" tanya Si

    last update최신 업데이트 : 2026-03-20
더보기
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 작품을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 작품을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status