Short
Jalan Tanpa Kembali

Jalan Tanpa Kembali

By:  SodaCompleted
Language: Bahasa_indonesia
goodnovel4goodnovel
9Chapters
3views
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

Suamiku adalah seorang pria dengan emosi yang sangat kuat. Untuk membuat adik angkatnya bahagia, dia mengalokasikan miliaran setiap tahun agar dia bisa hidup mewah. Dia sangat peduli dengan kesejahteraan adiknya. Setiap malam, pria itu duduk di sampingnya, memastikan dia bisa tenang dan nyaman. Namun, ketika aku tertembak dan mengalami pendarahan hebat serta membutuhkan pertolongan segera, dia tetap acuh tak acuh. Dia malah mengarahkan seluruh tim medis untuk menangani adik angkatnya yang sedang cemas. Dengan sisa tenagaku, aku menelpon suamiku. Telepon tersambung. Suaranya sedikit kesal saat menjawab, "Ada apa lagi? Kamu baik-baik saja, sehat. Kenapa butuh dokter?" "Dengar, Safea butuh aku. Tenaga medis keluarga kita terbatas. Hanya masalah kecil, tahan sajalah." Hatiku kecewa, seolah mati rasa. Dia memang pria dengan emosi yang kuat. Hanya saja, orang yang benar-benar dia pedulikan bukanlah aku.

View More

Chapter 1

Bab 1

Panggilan itu terputus secara tiba-tiba.

Aku bisa merasakan kecemasannya melalui suara statis di telepon.

Aku menekan perutku. Rasa sakit di sana tidak sebanding dengan perih yang merobek hatiku.

Cairan hangat merembes melalui kain gaun malamku.

Rasa sakit itu begitu hebat hingga membuatku mati rasa, nyata dan menusuk.

Tiga puluh menit yang lalu, aku disergap saat operasi Black Borsal di kompleks Ryan.

Aku membutuhkan stempel pribadi Daniel, satu-satunya cara agar bisa mendapat akses ke tim medis keluarga.

Menghadapi kematian, dengan tangan gemetar aku menekan nomor terenkripsi yang hanya diketahui anggota keluarga inti.

"Daniel … aku terjebak di Dermaga Utara. Kasih aku stempelnya. Aku butuh dokter .…"

"Apa lagi sih?" Suara Daniel terdengar sangat tidak sabar dan tidak peduli.

"Kebetulan sekali, Safea sakit dan kamu juga terluka?"

"Dengar, Emira." Dia memotong ucapanku, nada suaranya sedingin es. "Jangan telepon lagi. Jangan ganggu istirahat Safea atau aku akan tuntut pertanggungjawaban darimu."

Kata-kata acuh tak acuhnya masih bergema di telingaku.

Dengan sisa tenaga yang kupunya, aku mengirim pesan ke asistennya. Aku pun menutup mata, membiarkan kesadaran melayang ke kegelapan.

Dalam keadaan linglung, aku melihat kilasan masa lalu.

Ketika pertama kali aku tahu Daniel memiliki adik angkat, aku merasa terganggu.

Tapi pria itu memelukku, mengatakan bahwa Safea adalah penyelamatnya. Tanpa dia, Daniel tidak akan hidup sampai sekarang.

Jadi dia berjanji untuk menjaga Safea seumur hidupnya.

Saat itu, aku terkejut bahwa bos Mafia ini memiliki perasaan yang begitu dalam.

Tapi saat itu, aku tidak bisa memahaminya. Kesetiaan semacam itu datang dengan harga yang terlalu tinggi. Aku, orang baru, tidak pernah benar-benar masuk dalam daftar prioritasnya.

Setelah kami menikah, ketika aku melihat dia memberikan miliaran setahun kepada adik angkatnya untuk biaya hidup, aku hanya mengira itu cara Daniel membalas budi. Aku merasa tidak nyaman, tapi tidak pernah mengeluh.

Sampai akhirnya dia berulang kali memilih adiknya dari pada aku.

Pertama, demi menenangkannya agar tertidur, Daniel tidak mau berhubungan intim denganku sampai lewat tengah malam.

Kemudian, dia menemani Safea untuk pengobatan asma. Mereka terbang ke berbagai negara mencari dokter terbaik dan meninggalkanku sendiri di rumah besar itu.

Hal-hal seperti itu terlalu sering terjadi sampai aku pikir aku sudah terbiasa.

Sampai aku mengalami keguguran dan aku menelponnya. Saat itu hatiku hancur dan aku hanya ingin kata-kata yang menghibur, tapi dia malah mematikan teleponnya begitu saja.

Keesokan harinya, aku baru tahu dia berada di Kota Pakhis sedang merayakan ulang tahun Safea di Restoran Nordan malam itu.

Dia bilang ulang tahun Safea yang kedua puluh adalah momen sekali seumur hidup, tapi kita masih bisa punya anak lagi.

Setelah itu, aku tidak pernah hamil lagi.

Kami sempat bertengkar hebat, tapi akhirnya dia kembali dengan membawa 999 tangkai mawar untuk membujukku.

Saat itu, dia berjanji bahwa dia tidak akan mengabaikanku demi Safea lagi.

Aku pun memercayainya.

Hingga aku ditembak kali ini, aku sadar bahwa dia akan selalu memprioritaskan orang lain dari dibanding aku.

Ketika mataku kembali terbuka, aku melihat Daniel.

Dia menatapku dengan cemas, menghela napas.

"Aku minta maaf, Emira. Aku khawatir sekali. Safea sedang sangat sakit, aku nggak sadar kalau kamu juga terluka …."

"Maafkan aku, sayang. Apapun kompensasinya, aku akan mengabulkannya."

"Enggak, sebagai istri ketua keluarga, apapun yang kamu mau adalah milikmu."

Aku menatap wajah tampannya. Ketua mafia yang biasanya tegas itu menatapku seolah aku adalah pusat dunianya.

Tapi aku tahu itu hanya ilusi.

Aku menggertakkan gigiku menahan sakit dari bekas jahitan dan duduk tegak.

"Kamu masih ingat aku istrimu?"

"Seandainya bisa, aku berharap perjodohan ini nggak pernah terjadi!"

Ketika dia melamar dan meminta dua keluarga kami bersekutu, ayahku tidak menyetujuinya.

Ayah bilang dia sakit, tapi pengaruh yang ditinggalkannya cukup agar aku bisa hidup nyaman.

Aku adalah satu-satunya putri Keluarga Miller. Nggak perlu sampai mengorbankan diri demi kepentingan keluarga.

Ketekunan Daniel-lah yang membuatku luluh.

Saat mengalami percobaan pembunuhan, dia bahkan melindungiku dengan tubuhnya.

Saat itulah, aku sangat tersentuh. Aku pun akhirnya menerima lamarannya bahkan saat mengetahui ada wanita lain dalam hidupnya.

Aku pikir jika ada sesuatu yang serius antara dia dan adik angkatnya, dia tidak akan mau bersamaku.

Tapi semuanya berubah setelah adik angkatnya pulang dari studi di luar negeri.

Melihatku yang diam saja, Daniel melembutkan suaranya.

"Istirahatlah, oke? Semua yang aku janjikan padamu tak akan berubah."

Tapi ketika aku kembali ke rumah besar itu ….

Begitu aku membuka pintu ruang tamu, aku melihat Daniel dan Safea berdiri di kamar kami.

Di leher Safea yang pucat tergantung berlian biru besar.

Itu adalah "Mata Medusa", pusaka Keluarga Miller yang diwariskan selama tiga generasi. Satu-satunya yang ibuku tinggalkan sebelum meninggal.

Tanganku mengepal erat.

"Daniel, berlian ini cantik sekali," ujarnya. Jari Safea dengan rakus menyentuh dinginnya permata biru. Dia mendongak, sorot matanya sedikit khawatir. "Tapi ini milik Emira. Gimana kalau dia lihat .…"

"Nggak apa-apa, sayang. Wajar kalau gadis muda suka benda cantik. Pakai saja kalau mau. Emira nggak akan marah." Nada bicara Daniel datar, tapi dia tersenyum dan menepuk kepala adiknya.

Safea melemparkan dirinya untuk dipeluk Daniel, tersentuh. "Kamu emang yang terbaik Kak!"

Aku berdiri di balik bayangan, menyaksikan dua "saudara" tidak sedarah itu berpelukan di kamar yang disinari matahari.

Air mata membuat pandanganku buram. Kurasakan perasaan mati rasa yang belum pernah kurasakan sebelumnya.

Aku telah memberikan segalanya untuk perjodohan ini, tapi pria itu malah menggunakan peninggalan keluargaku sebagai mainan untuk menyenangkan adik angkatnya.

Biasanya, aku akan langsung menerobos masuk dan membuat keributan.

Tapi kini, aku diam-diam mundur ke koridor gelap.

Karena aku selalu menjadi orang luar di antara mereka, jadi aku akan pergi.

Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

More Chapters

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

No Comments
9 Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status