Share

Bab 266

last update publish date: 2026-08-22 18:34:06

Wajahnya menampilkan usia delapan puluhan—garis-garis yang tidak bisa disangkal, rambut yang sudah sepenuhnya putih. Tapi caranya berdiri bukan cara orang yang berusia delapan puluhan.

Ini cara seseorang yang tubuhnya sudah lama berhenti mengikuti aturan usia yang berlaku untuk orang lain. Jubahnya putih bersih dengan tepi biru yang mengeluarkan kilap emas sangat tipis di bawah cahaya ruangan—kilap yang bukan dari logam atau ornamen tambahan, tapi dari sesuatu yang sudah menyatu dengan kain itu
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Setelah Bercerai, Aku Menjadi Dokter Sakti   Bab 359

    Dari langkah pertama Caelan—yang maju, bukan mundur, ketika Shen berlari ke arahnya dengan Kutukan Kegelapan Abadi aktif penuh. Tidak ada yang waras yang melakukan itu. Mundur, menyamping, memberi ruang—itu yang paling masuk akal. Tapi Caelan maju, satu langkah, dan pedangnya terangkat bukan untuk menyerang secara umum tapi untuk satu titik spesifik.Dan di situlah yang menarik.Kutukan Kegelapan Abadi membuat posisi yang terlihat dan posisi yang sebenarnya berbeda. Itu inti dari teknik itu—membuat lawan membaca posisi yang salah. Teknik ini hampir tidak tertandingi dalam situasi pertarungan normal, karena bahkan lawan yang sudah tahu tentang teknik itu tetap tidak bisa memercayai penglihatannya sendiri.Tapi Caelan tidak menargetkan tubuh Shen.Dia menargetkan tekniknya.Bukan "dimana Shen berada" tapi "kemana energi Shen mengalir."Lengan kanan adalah pusat distribusi Kutukan Kegelapan Abadi. Itu tidak berubah, tidak peduli seberapa menipu proyeksi bayangannya. Dan satu titik di len

  • Setelah Bercerai, Aku Menjadi Dokter Sakti   Bab 358

    Wuhen Lianhun akhirnya berdiri.Bukan gerakan yang besar. Bukan sesuatu yang dramatis. Hanya seseorang yang bangkit dari kursinya dengan cara yang menunjukkan bahwa dia sudah memutuskan sesuatu, dan sekarang tinggal mengatakannya."Mo Xuan."Suaranya memenuhi arena. Tegas, bersih, tanpa ruang untuk interpretasi lain."Menang."Dua kata, tapi berat yang ada di baliknya bukan dua kata. Ktu adalah pengakuan dari seseorang yang tidak terbiasa memberikan pengakuan, diucapkan dengan cara yang membuat semua orang tahu bahwa ini bukan basa-basi atau formalitas.Dan di sudut bibirnya—tipis, hampir tidak terlihat—ada senyum.Bukan senyum sopan. Bukan senyum dari seseorang yang menjalankan tugasnya. Ini senyum dari seseorang yang baru saja melihat sesuatu yang layak dilihat, dan merasa puas karena datang untuk melihatnya.Dia sudah mengakui Caelan.Semua orang di arena itu bisa melihatnya. Senyum itu lebih berbicara dari kalimat panjang mana pun yang bisa dia ucapkan.Tapi arena itu masih hening

  • Setelah Bercerai, Aku Menjadi Dokter Sakti   Bab 357

    Shen berlari.Kutukan Kegelapan Abadi sudah sepenuhnya aktif—energi spiritual yang membanjiri seluruh tubuhnya, bayangan yang tidak lagi mengikuti tubuhnya dengan cara yang bisa dibaca, niat membunuh yang sudah tidak punya lapisan di atasnya.Serangan pertama belum diluncurkan, tapi sudah bisa dirasakan. Seperti petir yang belum turun tapi sudah ada di awan, seperti tekanan yang sudah berubah sebelum suaranya sampai.Caelan bergerak lebih dulu.Bukan mundur. Bukan ke samping.Dia maju.Satu langkah—hanya satu—dan pedangnya sudah terangkat dalam gerakan yang paling tidak dramatis yang bisa dilakukan dalam situasi seperti ini.Bukan ayunan lebar. Bukan tebasan yang memerlukan momentum untuk menjadi berbahaya. Ini sesuatu yang berbeda—gerakan dari seseorang yang sudah memutuskan sebelum Shen menyelesaikan langkah ketiganya bahwa pertarungan ini akan berakhir di sini, dan sekarang hanya perlu menempatkan ujung bilahnya di satu titik yang tepat.Satu titik.Titik Jianliao.Sendi bahu kanan

  • Setelah Bercerai, Aku Menjadi Dokter Sakti   Bab 356

    Beberapa detik berlalu.Tidak ada yang bergerak. Tidak ada yang berbicara. Hanya dua orang berdiri di ujung arena yang berlawanan, dengan jarak dan darah di antara mereka—satu tetes yang belum mengering di lantai batu di antara Shen dan posisinya sekarang.Caelan yang berbicara pertama."Masih ingin lanjut?"Mendengar pertanyaan yang seperti penghinaan itu, Shen menggertakkan giginya."Kau pikir aku sudah kalah?!"Suaranya keluar lebih keras dari yang dia rencanakan—amarah yang sudah terlalu penuh untuk dikontrol dengan sempurna. "Tidak, bajingan! Aku belum mengeluarkan semua yang kupunya!"Caelan menatapnya sebentar."Begitu pula denganku."Jeda singkat."Perlukah aku sedikit lebih serius untuk mengakhiri ini?"Satu kalimat itu mendarat di telinga Shen dengan cara yang tidak bisa diabaikan. Bukan karena diucapkan dengan keras, tapi justru karena tidak.Itu ringan. Datar. Seperti seseorang yang sedang mempertimbangkan opsi, bukan menyampaikan ancaman.Dan itu yang membuatnya lebih bur

  • Setelah Bercerai, Aku Menjadi Dokter Sakti   Bab 355

    KRINGG.Caelan menangkis bilah aslinya, tapi bayangan di belakangnya sudah bergerak, memeluk sekitar sisi yang tidak tertutup.Caelan memutar pergelangan, memotong sudut kedua. Bukan dengan pedang, tapi dengan lengan bawahnya, membelokkan bayangan itu sebelum punya cukup kerapatan untuk menjadi nyata sepenuhnya.Shen tidak berhenti.Ayunan kedua, ketiga, keempat—berkelanjutan, tidak memberi ruang di antara satu serangan dan berikutnya. Setiap bilah asli diikuti bayangan yang mengisi ruang seolah tahu ke mana Caelan akan bergerak.Arena mulai terlihat seperti tempat lain—lantai batu yang sama, tapi dipenuhi garis-garis gelap yang tertinggal dari setiap lintasan pedang, sisa-sisa energi yang belum sepenuhnya hilang.Caelan bergerak di dalam semua itu.Bukan menghindari dengan berlari, lebih seperti menggeser. Satu langkah ke kiri untuk membiarkan bayangan lewat di sisi kanan. Satu miringan kepala untuk membiarkan ujung bilah asli melewati bahu. Satu rotasi kecil untuk memposisikan dirin

  • Setelah Bercerai, Aku Menjadi Dokter Sakti   Bab 354

    Untuk pertama kalinya sejak Caelan menginjakkan kaki di Sekte Jiwa Hitam, Wuhen Lianhun menatapnya dengan serius.Tidak seperti sebelumnya, yang seperti seseorang yang sedang mengkonfirmasi apa yang sudah disimpulkan. Yang ini berbeda. Ada sesuatu di balik mata tua itu yang baru saja bergerak, seperti seseorang yang sedang merevisi sesuatu di dalam kerangka berpikirnya dan belum selesai melakukannya.Dia memutar kembali apa yang baru saja terjadi.Caelan tidak menghindari serangan itu—dia memiringkan pedangnya. Bukan untuk menangkis secara penuh, tapi untuk membelokkan sudut benturan.Shen mendorong lebih keras, dan mendorong lebih keras adalah respons yang benar jika kamu berhadapan dengan seseorang yang sedang menahan beban penuh. Tapi itu bukan yang sedang terjadi. Caelan tidak menahan—dia mengarahkan. Setiap ounce tekanan yang Shen masukkan malah menjadi bahan bakar yang membantu Shen berjalan lebih jauh ke arah yang tidak seharusnya.Dia membuka punggungnya sendiri.Dan kemudian—

  • Setelah Bercerai, Aku Menjadi Dokter Sakti   Bab 001

    Empat tahun Caelan Voss mendekam di balik jeruji untuk sesuatu yang bukan kesalahannya. Malam itu bukan dia yang mabuk, bukan dia yang memegang setir. Tapi ketika Serena berdiri gemetar di depannya dan berkata, "Tolong aku, Cael, karirku akan hancur jika aku masuk penjara." Caelan menyerahkan dirin

  • Setelah Bercerai, Aku Menjadi Dokter Sakti   Bab 007

    Kembali ke Aurelian Hospital Velmont, Caelan sudah menuju pintu keluar di lobby ketika suara itu menghentikannya."Tunggu, Dokter."Dia berbalik dan menemukan Dorian melangkah cepat, seperti seseorang yang takut kehilangan sesuatu."Ada hal lain yang kau butuhkan?" tanya Caelan.Dorian berhenti di

  • Setelah Bercerai, Aku Menjadi Dokter Sakti   Bab 006

    Caelan menatap Dorian sembari jatuh ke dalam pikirannya. Keluarga Ashford adalah salah satu keluarga paling berpengaruh di Kota Velmont. Seharusnya mereka bisa membantunya, bukan?"Satu hal saja." kata Caelan akhirnya. "Bantu saya mendapatkan kembali lisensi praktik saya dan posisi sebagai dokter d

  • Setelah Bercerai, Aku Menjadi Dokter Sakti   Bab 005

    Kurang dari sepuluh menit, perawat itu kembali.Nampan steril diletakkan di sisi meja. Lima jarum akupuntur berkilau di bawah lampu operasi. Di sampingnya, tiga bahan tersusun rapi—vial ekstrak Danshen berwarna merah tua, bubuk Huanglian kuning pekat, dan cangkir seduhan Maidong yang masih mengepul

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status