Share

Bab 5

Author: Juwara
Sabtu pagi, saat aku sedang menanam bunga di balkon ….

Eric menghampiriku.

"Laura, kamu ngapain?"

Tanah berserakan di mana-mana dan pot bunga dalam keadaan kosong.

"Udah bangun? Bantu aku tanam bunga."

"Oke. Bibit bunganya udah dibiarkan berhari-hari, kenapa tiba-tiba kamu ingin menanamnya?"

"Tiba-tiba saja terpikir. Mau bantuin?"

"Mau!"

Eric menggulung lengan bajunya, lalu mengambil sekop kecil dari tanganku.

Aku memegangi bibit bunga itu, sambil memperhatikan Eric dengan sungguh-sungguh.

"Kenapa kamu menatapku seperti itu?"

"Hmm, bagaimanapun kita udah lama nggak ketemu."

"Ke depannya, kita masih punya banyak waktu."

"Eric, kamu masih ingat dengan apa yang kamu katakan waktu melamarku tiga tahun lalu?"

"Ingat, mana mungkin aku lupa."

"Bisakah kamu mengatakannya sekali lagi hari ini?"

Eric menepuk-nepuk tanah di tangannya, wajahnya terlihat penuh kasih.

"Oke."

"Laura, aku sudah membayangkan begitu banyak skenario untuk melamarmu. Tapi, nggak ada satu pun momen yang bikin aku benar-benar ingin memilikimu sekuat saat ini. Aku ingin tiap kali membuka mata, yang kulihat adalah kamu, begitu pula saat aku menutup mata."

"Laura Kiandra, aku mencintaimu. Maukah kamu menikah denganku?"

Tiba-tiba, bel pintu berbunyi.

Eric bangkit untuk membuka pintu, tetapi tiba-tiba berhenti saat sampai di ruang tamu.

"Aku masih menunggu jawabanmu."

Pintu terbuka dan yang berdiri di sana adalah Venny.

Venny tidak mengatakan apa-apa dan hanya menyerahkan rekam medis kepada Eric.

Eric pun menoleh kepadaku.

"Maaf, hari ini aku nggak bisa bantu kamu."

"Kenapa?"

"Aku nggak bisa membiarkan dia kontrol sendirian, ‘kan?"

"Kenapa dia nggak bisa pergi sendirian?"

"Kamu nggak ngerti. Penyakitnya bikin dia nggak bisa ditinggal sendiri."

Eric lalu membersihkan tanah di tangannya, meraih kunci mobil, lalu berbalik untuk pergi.

Aku pun memanggilnya.

"Kamu nggak lagi menginginkan jawabannya?"

"Kita udah nikah, jawabannya nggak penting lagi."

"Lalu, gimana dengan bunganya? Masih mau ditanam?"

"Tunggu aku pulang, oke?"

Tanpa menunggu jawabanku, punggungnya sudah menghilang dari pandanganku.

"Kita udah cerai."

"Aku juga nggak mau nunggu lagi."

Lalu, aku duduk bersila di lantai.

Aku bersihkan tanah yang berserakan, termasuk tanah hitam yang dibawa Venny.

Bibit bunga yang sudah tertanam di dalam pot, kucabut sampai ke akarnya.

Terakhir, aku buang semuanya ke tempat sampah.

Layar ponsel menyala, itu pesan dari Eric.

[Laura, jangan khawatir. Aku nggak akan seperti tiga tahun lalu. Tunggu aku pulang, aku akan masak untukmu.]

Aku menatap pesan itu untuk waktu yang lama.

Kemudian, aku menekan dan menahannya, lalu kupilih hapus pesan.

Sekalian, aku juga memblokirnya.

Aku juga menghapus bersih semua kenangan masa lalu kami.

Setelah itu, aku menelepon perusahaan jasa pindahan.

Tidak sampai setengah jam, truk itu tiba, begitu juga dengan para pekerjanya.

"Bu, barang-barang apa saja yang perlu dipindahkan?"

"Semuanya!"

Televisi, kulkas dan lainnya mengisi sepertiga muatan.

Perabotan, sofa, sampai tempat tidur pengantin, mengisi sepertiga lainnya.

Sisanya, tidak penting lagi.

Selama tiga tahun, semua barang ini aku beli sendiri.

Aku tidak rela jika harus melepasnya.

Lalu, aku meletakkan putusan pengadilan di atas meja.

Aku juga meninggalkan sebuah catatan.

[Eric, rumah ini kamu yang beli dan aku nggak serakah. Tapi, semua barang di rumah ini aku yang beli, jadi aku nggak akan menyisakannya untukmu. Oh ya, semoga kamu dan Venny bahagia.]

Aku menggendong tas ranselku, lalu meninggalkan rumah ini tanpa menoleh sedikit pun.

Di bawah, mobil RV-ku sudah siap.

Mesin mobil dinyalakan.

Sesosok bayangan yang familier melintas cepat.

Suara decitan rem yang memekakkan telinga memecah keheningan.

"Laura!"

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • Setelah Dia Kembali, Aku Melepasnya   Bab 11

    Di suatu malam yang sudah larut ….Ponselku berdering.Itu dari Eric."Sayang, siapa itu?""Eric."Ferdy terdiam sejenak."Angkat saja, mungkin ada urusan mendesak."Aku pun mengangkat teleponnya."Laura.""Ini aku, ada apa?""Laura, aku sangat lelah."Suara Eric terdengar serak, seakan dia sudah lama tidak berbicara.Suamiku membuka video Venny.Di video itu, Venny tampak kembali mengamuk. Dia menodongkan pisau ke lehernya sendiri dan mengancam Eric.Latar belakang video itu adalah rumah mereka di Kota Damira.Saat ini, lantainya penuh dengan puing-puing.Jelas sudah terjadi pertengkaran yang sengit."Laura, aku menyesal.""Sudah terlambat. Tidurlah.""Laura, tiga tahun lalu aku meninggalkanmu bukan karena aku mencintai Venny. Aku cuma merasa nggak terima. Aku ingin Venny tahu betapa berharganya aku. Tapi, aku salah. Aku nggak pernah menyangka kalau akan kehilangan dirimu.""Semua itu sudah berlalu. Venny masih membutuhkanmu.""Aku sudah nggak punya apa-apa lagi, nggak ada lagi yang t

  • Setelah Dia Kembali, Aku Melepasnya   Bab 10

    Setelah pergi dari rumahku ….Eric tidak pulang ke rumahnya sendiri.Sebaliknya, dia pergi ke Kota Damira.Itu karena, Venny masih berada di sana.Kemudian, vlog Venny yang sudah berhenti diperbarui selama tiga tahun, akhirnya kembali aktif.Eric juga tidak pernah datang lagi.Setengah tahun kemudian, Ibu menjodohkanku.Tempat kami bertemu adalah di sebuah kafe.Saat aku tiba, pria yang akan dijodohkan denganku itu sudah duduk di sana."Halo, aku Ferdy Wiradharma.""Aku ….""Laura, Laura Kiandra.""Ibuku sudah memberitahukan namaku padamu?"Ferdy menggelengkan kepala."Jangan salah paham, Bibi nggak bilang apa-apa. Aku langsung mengenalmu, begitu melihatmu.""Karena … video, ya?""Hmm, sebenarnya aku nggak mau dijodohkan. Tapi, melihat kalau ternyata itu kamu, aku bersyukur sudah datang hari ini.""Makasih.""Eric sudah lama menyesal, karena sudah kehilangan kamu.""Hmm?""Kamu belum melihatnya?"Aku menjadi agak bingung."Lihat apa?"Ferdy tidak menjawab, melainkan mengambil ponselnya

  • Setelah Dia Kembali, Aku Melepasnya   Bab 9

    Tiga tahun kemudian, pengembaraanku berakhir.Aku kembali ke rumahku sendiri.Malam itu, Eric muncul di bawah gedung apartemenku.Aku berdiri di lantai atas dan hanya memandanginya.Eric menjadi sangat kurus, janggutnya tidak terawat dan pakaian yang dikenakannya sepertinya masih sama seperti tiga tahun yang lalu.Rambutnya juga sudah memutih.Ibu mendekatiku dan berkata dengan penuh emosional."Selama kamu nggak ada di sini, dia sering datang menjenguk Ibu.""Kadang-kadang, dia mendengarkan cerita Ibu tentang masa kecilmu. Kadang-kadang, dia cuma terdiam menatap fotomu dengan tatapan kosong.""Seringkali, dia berada di kamarmu, menggenggam erat buku nikah kalian dalam keadaan linglung."Ibu menunjuk barang-barang baru yang ada di rumah dengan ekspresi yang rumit."Dua tahun lalu, waktu Ibu mengeluh sakit pinggang, dia membelikan kursi pijat itu.""Waktu pemeriksaan kesehatan, dokter bilang daya tahan tubuh Ibu lemah. Lalu, dia membelikan Ibu suplemen dan tonik satu kulkas penuh.""Sem

  • Setelah Dia Kembali, Aku Melepasnya   Bab 8

    Sebulan kemudian, Nenek menelepon.Aku merasa ragu untuk sesaat, tetapi akhirnya tetap mengangkatnya."Ada apa, Nek?""Kak Laura, ini aku."Itu Venny."Ada apa?""Kak Laura, Kak Eric cuma berusaha menyelamatkan nyawaku. Kakak nggak bisa memperlakukan dia seperti ini.""Aku bercerai dengannya agar dia bisa merawatmu tanpa khawatir dan beban, benar ‘kan?""Beda.""Di mana bedanya?""Masih ada Nenek yang harus dia urus.""Bukankah harusnya memang begitu?""Tapi dulu, itu jelas tanggung jawabmu."Aku tersenyum."Itu neneknya, bukan nenekku.""Harusnya nggak kayak gini, semua ini salah. Apa kamu mengatakan sesuatu padanya? Dia bilang, dia nggak mau lagi menemaniku untuk kontrol. Dia juga bilang kalau dia sudah nggak punya kewajiban apa pun lagi padaku."Inilah tujuan sebenarnya Venny menelepon.Dia menelepon hanya untuk menanyaiku.Sebelumnya, dia tidak punya hak untuk itu.Sekarang, dia bahkan lebih tidak berhak untuk melakukannya."Kalau ini yang mau kamu bicarakan, menurutku telepon ini

  • Setelah Dia Kembali, Aku Melepasnya   Bab 7

    Tujuan pertamaku adalah sebuah provinsi yang terletak di barat daya.Menurut orang-orang, bulan Mei dan Juni adalah waktu yang paling baik untuk berkunjung ke sana.Aku melihat pegunungan dan danau di sana.Aku juga mendaki gunung salju.Aku menikmati keindahan saat sinar matahari pertama di pagi hari mengenai puncak gunung salju yang tertutup es, sehingga membuatnya berkilau dengan warna kuning keemasan yang sangat megah.Akhirnya, aku tinggal di tepi danau.Di hari ketiga menginap di penginapan lokal, pada malam harinya, ada acara ngobrol di dekat perapian.Saat aku mendapatkan pilihan untuk berkata jujur ….Semua yang hadir langsung tertawa riuh.Pemilik penginapan mengulurkan tangan untuk menenangkan suasana."Apa Eric Maheswara itu suamimu?"Aku tertegun untuk sesaat."Mantan suami."Suasana pun langsung menjadi hening."Kalian semua kenal dia?"Salah seorang gadis maju untuk menjelaskan."Kami melihat vlog permintaan maafnya.""Dia bilang, kamu bepergian sendirian. Dia berharap k

  • Setelah Dia Kembali, Aku Melepasnya   Bab 6

    Ternyata itu Eric."Laura, kamu benar-benar mau pergi?"Itulah kalimat pertama yang dia ucapkan saat menghalangi mobilku.Lalu, kalimat kedua yang dia ucapkan …."Kenapa?"Rambutnya yang basah oleh keringat menempel di dahinya dan matanya memerah karena ketakutan.Aku pun turun dari mobil."Kalau aku nggak berhasil mengerem, kamu bakal mati.""Kenapa?""Bagaimana kamu bisa ada di sini?""Ibumu bilang padaku, katanya kamu mau pergi.""Kalau udah tahu, minggirlah!""Kenapa, Laura? Kita kan baik-baik saja."Aku pun tersenyum."Kalau gitu, kenapa tiga tahun lalu kamu pergi?""Ibuku sakit ….""Tanggal 28 Mei 2021, ibumu meninggal. Masih perlu tanya lagi?""Kamu udah tahu semuanya?""Hmm."Suara Eric menjadi serak."Aku dan dia cuma teman. Sekarang, aku juga udah kembali dan nggak akan pergi lagi."Sudah kembali.Jadi, apa aku harus melupakan dan menganggap tiga tahun terakhir itu tidak pernah terjadi?Dia tidak selingkuh.Jadi, apa aku yang terlalu membesar-besarkan masalah?Dia tidak akan

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status